Apa urusannya dengan Belanda??? 

Wah keblinger jij. 
Yang janji-janji (tak bertandatangan) kasih negara buat RMS kan 
Belanda, bukan Indonesia (termasuk Maluku utara sampai selatan). 
RMS bukan urusan Indonesia. 

Bangun mas, hari sudah siang. 
Cuci muka biar sadar realita di sekitar. 

Jadi, silakan sana tagih janji (tak berttd) itu ke Belanda. 
Jangan bisanya cuma menghina Ambon-Ambon di Indonesia. 
Atau, berjuang saja sekalian, mbon. Dirikan Republik Maluku 
Selatan di Haarlem misalnya. Cukup kan tanah selebar itu buat 
puluhanribu rakyatmu?  

Jangan kelewat genit mBON, udah minta cere tapi pengen nempel terus 
sama Indonesia. Nempel aja sama majikanmu sana, toh kalian lebih 
terbiasa hidup di wilayah subtropis. 

--- "Sunny" <ambon@...> wrote:

> Apa urusan Belanda yang sudah pergi 60 tahun lalu, yang perintah 
> selama ini umumnya tidak pernah punya kaitan dengan Belanda.  
> Mereka menolak atai menerima RMS itu bukan masalahmu, itu masalah 
> mereka. Apa debat religius taik kucing apa, bicara tentang unta dan 
> korma ,lihat dan berdebat sendiri :  http://www.youtube.com
> /watch?v=XHmtH4wEguw&feature=youtube_gdata_player
> 
> From: ajeg 
> 
> > Gini deh, urus saja dirimu sendiri yang tolol karena melahap 
> > bulat-bulat janji tak bertandatangan... 
> >
> > Situ nggak mau gabung ya bagus, toh masih banyak Ambon di 
> > Indonesia menolak RMS. Liat aja nasib kalian sekarang di Belanda 
> > & Eropa. Kalau sudah hidup makmur ya syukuri saja itu, nikmati, 
> > tanpa harus menyesali ketololan sendiri dengan meributkan negara 
> > orang lain. 
> > 
> > Dan kalau sudah kalah debat soal ini ya nggak usah sok relijius 
> > menjambret-jambret masalah agama. Bagaimanapun, dengan alasan 
> > yang masuk akal, Islam membolehkan bercerai. Silakan kalau mau 
> > bercerai. Jauh beda dengan Belanda yang masih pengen nempel terus 
> > sama Indonesia. Ya kan? 
> > 
> > Cerai saja mbon. Nanti kita liat apa iya Belanda mau bantu atau 
> > terjerumus seperti Timor-timur yang sekarang digenggam keluarga 
> > Gusmao & Horta yang disetir bangsa asing. Artinya, nasibmu bisa 
> > lumayan kalo keluargamu punya pengaruh di Ambon. Punya nggak? 
> > Kalo enggak ya siap-siap jadi cecunguk selamanya, di Eropa maupun 
> > di Maluku. 
> > 
> > Mbok tolol itu jangan dipiara mbon. Sekolahlah sesekali biar 
> > rada pinteran dikit. Lha nunjukin Pasal 33 yang situ maksud aja 
> > kagak mampu. 
> > 
> > --- "Sunny" <ambon@...> wrote:
> > 
> > > Kalau RMS tidak mau gabung kok dipakasa. Bernegara itu bisa 
> > > dianalogikan dengan orang kawin, suka sama suka, tidak suka 
> > > pisah, apalagi mayoritas Islam, tidak suka bisa talak, sesuai 
> > > hukumislam, koq dipaksa untuk setia. Anehnya kamu bela orang 
> > > Ambon, hak mu tidak berlaku, sebab bagaimana pun menurut 
> > > katagori NKRI adalah kelas bawah. Hal ini tidk dapat 
> > > disembunyikan. 
> > > 
> > > From: ajeg 
> >  





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke