Ini sebelum BBM naik, kalau BBM naik, maka pendidikan bukan merosot lagi, tapi 
langsung tenggelam


Maka sebelum BBM dinaikkan, sebaiknya basmi koruptor2 dulu


karena
 berapa persen dari anggaran negara baik APBN (yang ratusan trilyun) dan
 APBD dari seluruh propinsi & kabupaten/kota) yang bocor akibat 
konspirasi korupsi


Jadi yang terjadi bukan saja pembodohan bangsa yang disengaja dan terstruktur, 
tapi juga pemiskinan bangsa secara disengaja




Salam Indonesia Bangkit - E. Wahono

____________________________


Sun, 12/6/11, Sarasehan...  wrote:


Intisari dari 3 berita pada link dibawah ini, yakni:





1. Menurut lembaga UNDP, peringkat pendidikan Indonesia merosot drastis. 
berkaitan dg merosotnya peringkat Index Pembangunan Manusia, dari peringkat
 111 pada tahun 2010 melorot jadi peringkat 124 pada tahun 2011 (rekasi dari 
pejabat, bahkan DPR seperti
 biasa, yakni membantah pengumuman UNDP tadi & mencari2 pembenaran)





2.
 Adanya dugaan korupsi dalam dunia pendidikan yang tampaknya sangat 
terstruktur, melibatkan DPR, pemerintah dan mafia [bercermin dari 
berita: Anas & Nazarudin (DPR), bersama Keluarga Wimpi Ibrahim 
pemilik PT. Bintang Ilmu group & Indah Jaya Group, bersama Fasli 
Jalal (Birokrat/ eks Dirjen, sekarang Wakil
 Menteri Pendidikan): korupsi dana pendidikan sebesar 6,4 trilyun]





3. karena korupsi gila2-an yang sangat terstruktur itu,
 maka dunia pendidikan akhirnya mendapat sarana dan prasarana yang 
sangat buruk. Sedangkan dana dan sumber daya yang demikian besar 
ternyata bukan untuk membangun dunia pendidikan Indonesia, tapi patut diduga 
masuk 
kantong oknum pejabat, oknum anggota DPR dan makin membesarkan kekuatan 
keluarga 
mafia (yang entah sengaja atau tidak) menyebabkan hancurnya negara ini dengan 
adanya kehancuran dunia pendidikan. 





Apakah bisa diambil kesimpulan?


Bahwa
 dunia pendidikan Indonesia hancur lebur (mungkin nantinya bisa 
peringkat terakhir di dunia), karena dana yang sebenarnya untuk 
mengembangkan dunia pendidikan, ternyata masuk kantong oknum pejabat, 
oknum DPR (Nazarudin cs) dan mafia (keluarga Wimpy)


Atau, keluarga mafia (memakai/memanfaatkan oknum pejabat & oknum DPR dll)
 menghancurkan dunia pendidikan Indonesia untuk menghancurkan RI


______________________________


http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/03/273550/293/14/Indeks-Pembangunan-Manusia-Indonesia-Anjlok-Drastis


Kamis, 03 November 2011 21:25 WIB   

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Anjlok Drastis






JAKARTA--MICOM: Peringkat Human Development Index (Indeks
Pembangunan Manusia - IPM) Indonesia pada 2011 melorot drastis dari posisi
peringkat ke-111 dari 182 negara ke posisi 124 dari 187 negara.






IPM adalah alat untuk mengklasifikasikan negara menjadi
katagori maju, berkembang, atau terbelakang. Dengan cara cara mengukur 3
indikator suatu negara yaitu, bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan
ekonomi.






”Bidang pendidikan yang terus landai grafiknya pada
2010-2011 menjadi salah satu penyebab turunnya peringkat IPM Indonesia,” sebut
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengomentari hasil
laporan IPM 2011 yang dirilis oleh UNDP pada Kamis (3/11).






Dijelaskan UNDP mengukur peringkat pendidikan suatu negara
berdasarkan lama waktu sekolah. Pada laporan IPM kali ini, lembaga tersebut
mencatat rata-rata lama sekolah di Indonesia masih rendah, yaitu hanya 5,8
tahun (tidak lulus SD).



_______________________________________________


http://m.tribunnews.com/2011/07/07/bbm-nazaruddin-anas-urbaningrum-main-proyek-di-kemendiknas



Anas Korupsi dana pendidikan bersama Wimpi Ibrahim pemilik PT. Bintang Ilmu 
Group






TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Merasa tak lagi dibela oleh teman-temannya, 
mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin terus buka 
suara. Nazaruddin kembali melemparkan bola panas melalui layanan 
blackberry masangger ke beberapa wartawan, Kamis (7/7/2011). Kali ini 
Nazaruddin mengungkap, sang Ketua umum Demokrat, Anas Urbaningrum 
bermain berbagai proyek di Kemendiknas.









"PT Anugrah Nusantara digunakan untuk main proyek di Kementerian 
Pendidikan Nasional. PT tersebut bermain dengan penerbit Bintang Ilmu 
yang dimiliki oleh Wimpy Ibrahim," kata Nazaruddin.









Dikatakan, semua anggaran pengadaan buku sekolah dan alat peraga senilai Rp 6,4 
triliun dipegang oleh Wimpy Ibrahim. Wimpy 
rutin memberi setoran pada Anas Urbaningrum. "Proyek yang dimainkan oleh
 Wimpy itu adalah proyek pengadaan buku  senilai Rp 6,4 
triliun," ujarnya.




*




Selain itu, Nazaruddin menuturkan, Anas juga bermain pada proyek 
pengadaan jaringan computer pun untuk program e learning. Permainan itu 
bisa terlihat karena jaringan sudah lebih dulu diadakan, meskipun 
computer untuk program tersebut belum diadakan.









"Permainan ini bisa lancar dilakukan karena melibatkan Fasli Jalal, 
mantan dirjen di Kemendiknas yang kini menjabat wakil menteri," tuturnya





http://m.tribunnews.com/2011/07/07/b...di-kemendiknas

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke