> "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > Baik mengenai sebab-musabab dibunuhnya > para jendral, strategi menculik mereka, > bahkan teknik membunuhnya. disinggung > sebab-musabab pembunuhan para jendral: > dikarenakan mereka menolak melepas > prinsip non blok dan menolak untuk > berpihak pada regim Soehato/USA.
Kalo mau memahami sebab musababnya, janganlah mengaca kepada diri sendiri, tapi berkacalah kepada mereka yang disakiti, jadi bukan masalah non-blok, juga bukan prinsip berpihak kepada regim atau USA. Jendral2 itu diculik tujuannya untuk bisa menangkap presidennya, dan setelah presidennya ditangkap maka dihadapan presidennya ditnunjukkan bagaimana jendral2nya dibunuh didepan matanya. Dengan begitu sang presiden mengetahui bahwa jendral yang paling diandalkan untuk melindunginya terbukti tidak mampu melindunginya. Kemudian presiden yang melanggar konstitusi ini disuruh mengundurkan diri diberi waktu satu tahun dan menyelenggarakan konstitusi untuk mengangkat presiden baru. Tentu tujuannya agar pemerintahan RI bisa secara formal dilanjutkan oleh presiden baru, karena kalo presiden yang lama di kudeta maka dalam hutang2 lama tidak akan diakui atau ditolak oleh presiden baru yang mengkudetanya. Jadi Sukarno dijatuhkan karena melanggar konstitusi dengan mengangkat dirinya sendiri menjadi presiden seumur hidup, juga melanggar hukum Internasional dengan mengganyang Malaysia, lebih2 dia telah banyak melanggar HAM dengan penculikan2 dan pembunuhan2 didalam negeri sendiri terhadap rakyatnya yang menolak politik "ganyang Malaysia", jadi enggak ada urusan dengan prinsip non-blok. Luar negeri didunia enggak peduli urusan politik Sukarno selama tidak mengganggu dunia Internasional. Jadi enggak ada yang mysterius, enggak ada tabir2an, karena peristiwa G30S sudah jelas, sangat jelas, dan se-jelas2nya ditujukan untuk memaksa Sukarno mengundurkan diri sendiri secara sukarela dengan melakukan pemilu. Caranya yaitu jendral2nya diculik, dibunuh mati untuk merontokkan mental Sukarno agar tunduk kepada konstitusi. Dengan memecat semua pengawal pribadinya Cakrabirawa diharapkan Sukarno mau tunduk kepada konstitusi. Tapi karena Sukarno menolak, barulah dia dipaksa dengan SP 11 Maret. Sehingga dengan resmi secara konstitusional dia dicopot jabatannya oleh MPR yang syah, jadi bukan MPRS bikinan Sukarno yang sama sekali tidak syah, inkonstitusional. Singkat, jelas, dan tepat semua keterangan saya diatas, jadi jangan pura2 tidak tahu se-olah2 G30S sebagai tabir mysteri yang belum jelas. Semuanya sudah jelas, siapa pelakunya, kemana tujuannya dan apa resikonya. PELAKUNYA: Rakyat Indonesia, TUJUANNYA: Menegakkan konstitusi berdasarkan MPR bukan MPRS, RESIKONYA: Korban jendral2 dan pendukung yang dibantai rakyat yang marah. Lalu apanya lagi yang enggak jelas ???? kalo masih enggak jelas juga mungkin mata anda buta, mungkin otak anda goblok, atau mungkin anda itu idiot. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
