G30S Bukan Mysteri Semua Pelaku, Tujuan dan Resikonya Jelas !!!
                                
Masih aja banyak orang Indonesia yang bego tidak memahami apa yang terjadi 
dalam sejarah bangsa dan negaranya sehingga banyak yang menganggap G30S itu 
hanya sebagai penculikan jendral2 padahal bukan begitu tapi lebih luas dari 
cuma penculikan jendral2.

Juga salah kalo ada yang menganggap bahwa tujuan G30S itu menculik jendral2, 
sama sekali bukan, karena tujuannya adalah menuntut Sukarno untuk menegakkan 
konstitusi yang berlaku yaitu:

* membentuk MPR yang menyuarakan keinginan rakyat
* politik luar negeri yang non-blok
* memperbaiki ekonomi untuk mensejahterakan rakyat

Kesalahan dan penyelewengan Sukarno adalah menciptakan MPRS untuk mengangkat 
diri sendiri jadi presiden seumur hidup yang jelas melanggar konstitusi.  
Konstitusi RI tidak mengenal presiden seumur hidup dan tidak mengenal MPRS 
(Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) jadi badan yang "sementara" ini 
tidak mungkin bisa syah mengangkat presiden seumur hidup yang sifatnya bukan 
sementara.

Sukarno menyeleweng dari Pancasila yang harusnya non-blok tapi ternyata oleh 
Sukarno negara ini diseret kedalam blok komunis untuk berperang merebut dan 
menjajah Malaysia, Singapore dan Sarawak.  Akibat penyelewengan ini, negara2 
tetangga menjadi resah diteror dengan bomb2 yang meledak di-mana2 dinegaranya.

Untuk memenuhi cita2 imperialistiknya, Sukarno memaksa dan memeras rakyatnya 
mengorbankan hartanya, tenaganya, dan juga jiwanya sehingga kesejahteraan 
rakyat dan ekonomi negara ini ambruk.

Sukarno itu mengkhianati cita2 revolusi bangsa ini dalam menegakkan keadilan, 
kemakmuran dan perdamaian.  Sukarno mengkorupsi uang rakyatnya yang disimpannya 
atas nama pribadi sebagai "Dana Revolusi".

Demikianlah, G30S bukanlah gerakan mysteri namun sebuah gerakan untuk 
meluruskan tegaknya konstitusi sesuai UUD yang berlaku saat itu.

Sejak proklamasi kemerdekaan yang disusul dengan penyusunan cita2 bangsa ini 
dalam Pancasila, bisa kita temukan kata2 Nasionalisme, kata2 Tuhan yang 
termasuk agama, kata2 kesejahteraan yang merata dan TIDAK PERNAH ADA KATA2 
NASAKOM, KATA2 KOMUNISME DAN KATA2 PRESIDEN SEUMUR HIDUP.

> "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> Baik mengenai sebab-musabab dibunuhnya
> para jendral, strategi menculik mereka,
> bahkan teknik membunuhnya. disinggung
> sebab-musabab pembunuhan para jendral: 
> dikarenakan mereka menolak melepas
> prinsip non blok dan menolak untuk
> berpihak pada regim Soehato/USA. 

Kalo mau memahami sebab musababnya, janganlah mengaca kepada diri sendiri, tapi 
berkacalah kepada mereka yang disakiti, jadi bukan masalah non-blok, juga bukan 
prinsip berpihak kepada regim atau USA.

Jendral2 itu diculik tujuannya untuk bisa menangkap presidennya, dan setelah 
presidennya ditangkap maka dihadapan presidennya ditnunjukkan bagaimana 
jendral2nya dibunuh didepan matanya.  Dengan begitu sang presiden mengetahui 
bahwa jendral yang paling diandalkan untuk melindunginya terbukti tidak mampu 
melindunginya.

Kemudian presiden yang melanggar konstitusi ini disuruh mengundurkan diri 
diberi waktu satu tahun dan menyelenggarakan konstitusi untuk mengangkat 
presiden baru.

Tentu tujuannya agar pemerintahan RI bisa secara formal dilanjutkan oleh 
presiden baru, karena kalo presiden yang lama di kudeta maka dalam hutang2 lama 
tidak akan diakui atau ditolak oleh presiden baru yang mengkudetanya.

Jadi Sukarno dijatuhkan karena melanggar konstitusi dengan mengangkat dirinya 
sendiri menjadi presiden seumur hidup, juga melanggar hukum Internasional 
dengan mengganyang Malaysia, lebih2 dia telah banyak melanggar HAM dengan 
penculikan2 dan pembunuhan2 didalam negeri sendiri terhadap rakyatnya yang 
menolak politik "ganyang Malaysia", jadi enggak ada urusan dengan prinsip 
non-blok.  Luar negeri didunia enggak peduli urusan politik Sukarno selama 
tidak mengganggu dunia Internasional.

Jadi enggak ada yang mysterius, enggak ada tabir2an, karena peristiwa G30S 
sudah jelas, sangat jelas, dan se-jelas2nya ditujukan untuk memaksa Sukarno 
mengundurkan diri sendiri secara sukarela dengan melakukan pemilu.

Caranya yaitu jendral2nya diculik, dibunuh mati untuk merontokkan mental 
Sukarno agar tunduk kepada konstitusi.  Dengan memecat semua pengawal 
pribadinya Cakrabirawa diharapkan Sukarno mau tunduk kepada konstitusi.

Tapi karena Sukarno menolak, barulah dia dipaksa dengan SP 11 Maret.  Sehingga 
dengan resmi secara konstitusional dia dicopot jabatannya oleh MPR yang syah, 
jadi bukan MPRS bikinan Sukarno yang sama sekali tidak syah, inkonstitusional.

Singkat, jelas, dan tepat semua keterangan saya diatas, jadi jangan pura2 tidak 
tahu se-olah2 G30S sebagai tabir mysteri yang belum jelas.  Semuanya sudah 
jelas, siapa pelakunya, kemana tujuannya dan apa resikonya.

PELAKUNYA: Rakyat Indonesia,
TUJUANNYA: Menegakkan konstitusi berdasarkan MPR bukan MPRS,
RESIKONYA: Korban jendral2 dan pendukung yang dibantai rakyat yang marah.

Lalu apanya lagi yang enggak jelas ????
kalo masih enggak jelas juga mungkin mata anda buta, mungkin otak anda goblok, 
atau mungkin anda itu idiot.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke