http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=150587


Koruptor bersembunyi di balik kekuasaan
      Tanggal :  12 May 2012 
      Sumber :  Harian Terbit 

PADA era pemerintahan seperti sekarang, koruptor tidak bisa sembunyi di balik 
kekuasaan. Karena itu, siapapun yang terlibat korupsi baik dari partai berkuasa 
maupun tidak sangat baik bila terus diberitakan media massa sebagai kontrol 
sosial seperti yang terjadi terhadap wakil rakyat di DPR.

Itu dikatakan anggota dewan pembina Partai Demokrat (PD), Hayono Isman, Kamis 
(10/5). "Anggota DPR dipilih rakyat. DPR RI juga salah satu lembaga simbol 
demokrasi. Jangan DPR RI sebagai lembaga yang terus dipojokkan, tetapi anggota 
yang memang telah melakukan pelanggaran. Jadi, siapapun termasuk dari Demokrat 
jika terbukti melakukan korupsi, tidak sembunyi di balik kekuasaan," kata dia. 

Tidak cukup jelas apa yang dikemukakan oleh Hayono Isman. Sebab, jika kita 
mencap atau memberi pernyataan seseorang itu koruptor tentu sudah melewati atau 
terbukti di pengadilan. Artinya tidak mungkin yang bersangkutan bersembunyi di 
kekuasaan mana pun. Namun praktek korupsi itu justru pada kekuasaan yang sedang 
berlangsung dan mereka jelas bersembunyi di balik kekuasaan. Itu sebabnya 
tersangka koruptor justru dicari bukti, proses maupun kaitannya.

Kita kemukakan hal ini karena jika benar kita ingin memberantas korupsi maka 
yang kita hadapi adalah koruptor yang justru belum terendus, belum disidik, 
atau belum disidang. Dan calon tersangka koruptor ini justru ada di kekuasaan 
yang sedang berjalan. Atau mungkin kita perlu membuat istilah baru bagi 
koruptor yang belum ditengarai perbuatannya. Yang jelas mereka bukan calon 
koruptor (sebelum ditetapkan pengadilan), tetapi mereka telah malakukan tindak 
pidana korupsi hanya belum terindikasi.

Dari keadaan inilah kemudian muncul tuntutan pemerintahan yang bersih dan 
berwibawa. Sebab, tindakpidana korupsi justru merupakan upaya pencurian 
kekayaan negara yang lazimnya lewat penyelewengan administrasi yang 
menggerogoti dan memiskinkan negara, padahal uangnya adalah uang rakyat, dan 
pejabatnya adalah oknum kroni pemerintah yang berkuasa. 

Mereka ini bisa berada di kekuasan eksekutif, legislatif maupun judikatif. Dan 
jelas mereka tersembunyi di bawah atau berada pada kekuasaan. Sebab, orang 
tersebut justru pemegang kekuasan atau pejabat, dan bukan orang yang berada di 
luar kekuasaan. Bahkan jika itu pegawai swasta, masyarakatpun tidak akan resah 
karena negaranya tidak digerogoti kekayaaan maupun wibawanya.

Beranjak dari sini, jika benar pemerintah mempunyai komitmen yang benar dan 
kuat untuk memberantas korupsi, maka memberantas korupsi tidak akan begitu 
sulit karena pemerintah bisa masuk lewat jalur birokrasi maupun rekam jejak 
pegawai negeri atau pejabatnya. Artinya pemerintah harus ada kemauan untuk 
mengecek administrasi keuangan negaranya secara ketat, terutama lewat perilaku 
pejabatnya dan ini bisa cross check antarsesama karyawan/pejabat. 

Intinya, pemerintahlah yang harus proaktif untuk membersihkan pemerintahannya 
jika memang ingin yang bersih dan berwibawa. Bukan hanya mengandalkan orang 
dari luar insitusi pemerintahan. Jika pemerintah justru lamban bergerak, dan 
tidak segera mengungkap banyak kasus dari korupsi yang telah membudaya, maka 
publik mudah berprasangka bahwa pemerintah sengaja melindungi korupsi yang 
dilakukan bawahan atau aparatnya. *

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke