Gak suka nyolong ? sudah ada buktinya ? Sulit luh membuktikaan hal demikian !? Ngedengerin tuannya bicara saja kan nyuri denger !?
--- On Thu, 24/5/12, item abu <[email protected]> wrote: From: item abu <[email protected]> Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 To: "[email protected]" <[email protected]> Received: Thursday, 24 May, 2012, 12:05 AM Pembantu gua aja lebih tinggi derajatnya dr SBY, krn pembantu gua ga suka nyolong dan nindas kayak SBY. >________________________________ > From: Abbas Amin <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wednesday, May 23, 2012 4:27 AM >Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 > > > >Memang menurut kamu yang lebih tinggi levelnya dari president apa ? >Oooo yang ngasih ratusan juta pada yang gaak dikenal kali ye ? >itulah caara berpikir si debil. >Makanya kuulang lagi sekali item idiot abu; maka tetap saja abu idiot item > >--- On Tue, 22/5/12, item abu <[email protected]> wrote: > >From: item abu <[email protected]> >Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 >To: "[email protected]" <[email protected]> >Received: Tuesday, 22 May, 2012, 8:48 PM > > > >Tp lu anggap SBY itu levelnya tinggi, hehehe.... > >Dan nurut si Teddy, lu ini ga boleh nuduh penguasa sbg mafia perampok, krn >belum terbukti bersalah. Lu hrs ngejilat pantat penguasa, tp soal ini sdh lu >lakukan. > >>________________________________ > >> From: Abbas Amin <[email protected]> > >>To: [email protected] > >>Sent: Tuesday, May 22, 2012 7:14 PM > >>Subject: Re: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 > >> > >> > >> > >>Yang gemuk2 adalah Penguasa Negara; yaitu MAFIA perampok kekayaan Negara. > >>Dan itu didapat dari HUTANG LN; sedangkan seluruh rakyat yang sangt >>keremepeng2 harus menanggunbg beban hutang . Maka wajarlah kalau NKRI >>hutaangnya makin menggunung. Saat kita nulis entah berapa juta USD lagi >>tambahan hutang kita !? > >> > >>--- On Wed, 23/5/12, Sunny <[email protected]> wrote: > >> > >>From: Sunny <[email protected]> > >>Subject: [proletar] Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 > >>To: [email protected] > >>Received: Wednesday, 23 May, 2012, 11:36 AM > >> > >> > >> > >>Ref: Saya kira kalau orang yang banyak hutangnya akan sulit bergerak leluasa >>semaunya, karena pendapatannya terbatas dan dikekam oleh hutang yang dipukul. >>Mungkin sekali masalahnya berlaku bagi negara yang banyak hutangnya, apalagi >>rezim berkuasanya terdiri dari kaum maling dan tukang copet, jadi kalau >>begitu misalnya penguasa rezim NKRI berkaok-kaok pembangunan, entah >>pembangunan apa, dimana dan untuk yang diperuntukan. Jelas halnya ialah para >>pemberi pinjaman akan menuntut fasilitas-fasilitas yang memberikan mereka >>posisi lebih kuat dari peminjam. Bukankah begitu situasinya? > >> > >>Bagaimana pendapat Anda tentang hutang yang bertumpuk-tumpuk ini? > >> > >>http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=151069 > >> > >>Utang kita Rp2.200.000.000.000.000 > >> > >>Tanggal : 21 May 2012 > >> > >>Sumber : Harian Terbit > >> > >>JAKARTA - Utang luar negeri terus menggunung lebih dari 200 miliar dolar >>Amerika Serikat. Anehnya, utang negara begitu gede, tetapi rakyatnya semakin >>miskin. > >> > >>Pengamat ekonomi MRI Research M. Rizal Ismail, mengatakan kondisi utang luar >>negeri Indonesia sangat memprihatinkan kelangsungan bangsa Indonesia. Bahkan >>telah menunjukan pada titik rawan karena sudah tergantung kepada luar negeri. >>"Pemerintah dan Presiden SBY sudah mengeluarkan kebijakan yang salah dengan >>cara utang keluar negeri,"kata Rizal kepada Harian Terbit, Senin (21/5). > >> > >>Bahkan, katanya, pemerintah telah mengajarkan hidup konsumtif kepada >>rakyatnya de-ngan jalan-jalan keluar negeri atau selalu menawarkan produk >>luar negeri. Banyak barang-barang impor dari luar negeri masuk ke Indonesia. > >> > >>"Jika sudah banyak barang yang masuk, tentu saja menimbulkan keinginan >>masyarakat untuk berbelanja. Namun sayangnya, kemampuan rakyat untuk membeli >>barang-barang sangat minim, sehingga mengharuskan untuk utang. Utang rakyat >>makin menumpuk, utang pemerintah ke luar negeri pun semakin banyak," tegasnya. > >> > >>Sayangnya lagi, menurut Rizal, utang luar negeri itu disinyalir dikorupsi >>oleh pejabat-pejabat negara lewat proyek APBN dan APBD. Sepertinya, para >>menteri-menteri yang sekarang merupakan titipan luar negeri, sehingga >>Indonesia telah dikendalikan oleh negara barat. > >> > >>"Rakyat saat ini merasa tidak mempunyai pemimpin. Mereka merasa hidup >>sendiri. Sengsara sendiri, semakin banyak yang miskin. Keinginan rakyat tak >>pernah dipenuhi oleh pemerintah dan bahkan para elit politik telah memperkaya >>diri sendiri, keluarganya dan kepentingan diri sendiri," ucapnya. > >> > >>Pertumbuhan ekonomi > >> > >>Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), katanya, pada 2006 total utang luar >>negeri Indonesia sebesar 132,63 miliar dolar AS. Sedangkan pada 2011 telah >>menjadi 221,60 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,2 biliun. Utang luar negeri >>pada 2011 didominasi oleh utang luar negeri dari pemerintah dan bank sentral >>yang berjumlah 119,56 miliar dolar AS. Sementara utang swasta sebesar 102,04 >>miliar dolar AS. > >> > >>Menurutnya, besarnya jumlah utang pemerintah tersebut ternyata tidak >>menunjukkan korelasi signifikan terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi. >>Indikatornnya ditunjukkan oleh perbaikan kualitas pelayanan dasar kepada >>masyarakat, seperti ketersediaan infrastruktur (energi dan transportasi), >>pendidikan maupun kesehatan. > >> > >>Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia masih juga lebih rendah >>dibanding Thailand dan Malaysia. Begitu juga dengan daya saing dan kemudahan >>melakukan usaha (doing business) yang juga masih lebih rendah dibanding >>negara-negara tersebut. > >> > >>"Salah satu penyebabnya, karena utang luar negeri Indonesia kebanyakan >>dipergunakan untuk sektor keuangan diban-ding untuk sektor ekonomi riil," >>tandasnya. > >> > >>Sementara itu menurut anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta kebijakan utang >>luar negeri pemerintah saat ini dinilai dalam posisi rawan. Terutama di >>tengah kondisi ancaman menghadapi krisis keuangan global. > >> > >>Menurut dia, sudah saatnya pemerintah melakukan perubahan fundamental pada >>kebijakan utang. Hal ini harus dilakukan secara keselurahan yang dapat >>dimulai dari proses penyusunan nota keuangan pada rancangan anggaran >>pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013. (junaedi/aw > >> > >>[Non-text portions of this message have been removed] > >> > >>[Non-text portions of this message have been removed] > >> > >> > >> > >> > >> > >[Non-text portions of this message have been removed] > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
