Amerika diharapkan banyak negara2 Arab agar mengirimkan pasukan untuk mencegah 
berlanjutnya pembunuhan2 massal yang dilakukan oleh presiden Basyaar Assaat.  
Namun dalam wawancara di CNN, meskipun Amerika mendukung para pemberontak yang 
memerangi pemerintah Syria tetapi Obama menolak mengirimkan militer ke Syria 
untuk mendepak Presiden Basyaar Assaat.
 
Amerika hanya memberi tekanan politis saja agar presiden Basyaar segera turun 
tanpa harus membantai rakyatnya sehingga banyak korban2 yang tak berdosa 
berjatuhan.  Obama mengesampingkan terlibatnya militer Amerika di Syria tetapi 
mengirimkan bantuan2 kemanusiaan berupa makanan dan obat2an bukan persenjataan.
 
Perang saudara di Syria lebih merupakan pertikaian antara dua sekte Islam 
terbesar di negeri itu, Syiah dan Sunni.  Sedangkan Amerika memandangnya dari 
segi pelanggaran2 HAM yang telah banyak dilakukan oleh Basyaar Assaad:
 
1.  Salah satu alasan Amerika berpihak kepada pemberontak untuk memaksa 
presiden Basyaar Assaad mengundurkan diri adalah kesalahan fatal yang diperbuat 
Assaad yang memerintahkan pembunuhan Perdana Menteri Libanon Hariri melalui 
kaki tangan organisasi Hezbollah yang beraliran Syiah.
 
2.  PM Hariri yang dibunuh di Libanon adalah kerabat kerajaan Arab Saudia yang 
merupakan aliansi penting Amerika di Timur Tengah yang bersama Libanon telah 
menuntut tegaknya keadilan ke UN.  Sehingga sulit dan tidak mungkin siapapun 
mempertahankan Basyaar Assaad untuk tetap berkuasa.
 
3.  Kekuatan angkatan perang dibawah presiden Basyaar Assaad sangat kuat, lebih 
kuat daripada Libya, sementara para pemberontak Syria dilatih Turky yang 
kualitasnya sangat rendah.  Sedangkan pemberontak2 Libya dilatih Perancis yang 
sangat tinggi kualitasnya dibanding tentara Khadafi.  Oleh karena itu apabila 
Amerika melibatkan diri dalam perang disini, maka paling sedikit akan 
mengorbankan sejumlah 1000 tentaranya yang gugur padahal tidak banyak 
kepentingannya bagi Amerika.
 
4.  Kalo Amerika membantu pemberontak Syria memenangkan perang saudara ini, 
rakyat Syria tidak merasa berterima kasih, tidak ada credit yang didapatkan 
oleh Amerika dengan mengorbankan tentaranya secara sia2.  Di Libya ternyata 
NATO yang mendapatkan credit dan penghargaan dari rakyat yang menang, padahal 
meskipun Amerika tidak mengirimkan tentaranya ke Libya, namun semua 
persenjataan NATO maupun setiap bom2 yang dijatuhkan pasukan NATO, kesemuanya 
adalah sumbangan Amerika.  Namun tidak satupun pernyataan terima kasih dari 
para pemenang perang ini, mereka meng-elu2kan pasukan NATO tanpa menyebut juga 
Amerika.
 
Kesimpulannya jelas, team pengamat dari UN memberikan laporannya bahwa:
 
Syria adalah negara Islam Sunni 90% tapi diperintah oleh Presiden Basyaar yang 
beraliran Syiah yang hanya 10%.  Basyaar membentuk pasukan tanpa seragam yang 
pada malam hari keluar masuk rumah2 penduduk untuk membantainya habis laki2, 
perempuan, anak2 atau orang tua.  Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena 
gerakan Basyaar yang minoritas cepat diketahui oleh pihak mayoritas yang 
membalasnya dengan tindakan yang sama dimana keluarga2 Islam Syiah habis 
dibantainya disiang hari.  Pihak pemberontak dibantu senjata dan pasukan dari 
Arab Saudia.
 
Perang saudara di Syria akan berlangsung lama karena tidak sama kondisinya 
dengan di Libya seperti keempat point2 diatas yang telah diuraikan.  Apalagi 
pasukan pemerintah Syria dibawah presiden Basyaar Assaad mendapatkan dropping 
persenjataan lengkap yang mutahir dari Russia.
 
Pasukan pemerintah Basyaar yang mayoritas Sunni melakukan desersi dengan 
membawa berbagai persenjataan milik pemerintah menyeberang dan membantu para 
pemberontak, namun tank2, persenjataan yang dibawa lari oleh deserter itu hanya 
beberapa hari saja telah kehabisan amunisi sehingga banyak tank2 pemerintah 
tergeletak begitu saja di jalan2 karena kehabisan bensin dan peluru sehingga 
berhasil disita kembali oleh pasukan presiden Basyaar sementara para 
pemberontak yang dibantu Arab Sunni melarikan diri. 
 
Dilain front, pasukan pemberontak kelaparan karena kehabisan makanan sehingga 
akhirnya melakukan gencatan senjata untuk tukar menukar barang dimana para 
pemberontak bersedia menyerahkan Tank2 yang sudah kehabisan peluru dan 
kehabisan bensin untuk ditukarkan dengan makanan yang lebih diperlukan.  Dengan 
cara ini, pasukan Basyaar hampir berhasil mendapatkan kembali seluruh tank2 dan 
persenjataannya yang dibawa lari oleh tentaranya yang Sunni yang desersi ini.
 
Sementara pihak pasukan Presiden Basyaar makin bertambah kuat dengan bantuan 
persenjataan maupun pesawat tempur dari Russia, tapi tidak terkecuali dengan 
pihak pemberontak yang meskipun belum memiliki pesawat tempur namun senjata, 
amunisi, makanan dan pasukan terlatih dari Arab Saudia berdatangan memperkuat 
posisi para pemberontak yang mendominasi mayoritas dilapangan tempur ini.
 
Pasukan pemberontak yang dilatih di Turki hingga saat ini belum bisa menyamai 
kualitas pasukan Syria yang dilatih Russia dan dibantu Iran.  Yang menjadi 
keharusan adalah, kedua belah pihak sama2 kejam, sama2 malanggar nilai2 HAM, 
sama2 membantai rakyat jelata.
 
Pasukan khusus presiden Basyaar sampai detik ini tetap terunggul, belum ada 
satupun negara di Timur Tengah yang mampu menandingi termasuk pasukan Arab 
Saudia.  Demikianlah, meskipun didesak Arab Saudia dan UN agar Amerika 
mengirimkan militernya untuk menuntaskan Basyaar Assaad tetap ditolak Amerika 
untuk ikut campur langsung dalam pertempuran ini selain hanya membantu makanan 
dan obat2an yang terkait dengan bantuan kemanusiaan.
 
Dibidang politik, isteri presiden Basyaar Assaad adalah seorang wanita Syria 
berkewarganegaraan Inggris.  Presiden Basyaar Assaad adalah seorang dokter anak 
lulusan kerajaan Inggris yang kemudian yang menikahi isterinya yang juga sama2 
lulusan perguruan tinggi Inggeris.  Dalam kemelut dinegerinya, sang isteri 
membujuk kerajaan Inggris untuk membantu suaminya.  Karena Inggris beraliansi 
dengan Amerika,  maka isteri presiden Basyaar Assaad juga bolak balik 
bernegosiasi ke Amerika.  Bagaimana hasil negosiasi sang isteri tidak 
seorangpun yang tahu, hanya jelas bahwa Amerika sudah secara definitif 
mengumumkan tidak akan turut campur dalam perang saudara ini selain sebatas 
bantuan kemanusiaan.
 
Perang saudara di Syria sekarang sudah mulai berkembang kenegara tetangganya di 
Libanon, akankan merebak membakar keseluruh Timur Tengah???  Semuanya 
tergantung kepada Amerika yang hingga saat ini menolak terlibat secara 
langsung.  Namun satu hal yang harus disadari oleh umat Islam di Indonesia 
maupun oleh MUI, bahwa dominasi mayoritas Islam Sunni didunia akan segera 
berakhir dan digantikan oleh Islam Syiah yang juga sudah makin luas pengaruhnya 
hingga ke Mesir.  Kelompok Kristen Syria  berpihak kepada presiden Basyaar 
Assaad karena beliau lebih melindungi umat ini beserta gereja2nya sementara 
lawannya yang sunni terus juga membantai kelompok Kristen dan juga membakari 
gereja2nya.  Presiden Basyaar Assaad juga menuduh bahwa kelompok pemberontak 
bukan saja dibantu oleh Arab Saudia tapi juga oleh terorist AlQaida yang 
mempunyak jaringan diseluruh dunia.
 
Jadi meskipun berita2 diseluruh media dunia tidak melaporkan konstituens yang 
berperang di Syria, namun jelas bahwa perang saudara di Syria adalah adu 
kekuatan dan adu kekejaman antara dua sekte Islam Sunni dan Syiah yang sudah 
berlangsung ribuan tahun yang lalu.
 
Meskipun demikian, Israel dan Amerika meyakini bahwa perang saudara antara 
sesama muslimin ini tidak akan membahayakan keamanan Israel sehingga Israel pun 
tidak akan melibatkan diri dalam perang jahanam lanjutan masa ribuan tahun yang 
lalu.
 
Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke