dulu sekitar tahun 80 an akhir orang islam indonesia itu masih bagus silaturahmi nya antar umat beragama. Gw inget banget kalo lebaran dan natalan mereka bergantian saling mengunjungi, belom ada tuh fatwa haram ngucapin natal dan perayaan agama lain. Sekarang gw udah ngga ngeliat lagi silaturahmi model begitu...ngga tau dah mungkin masih ada tapi gw ngga liat...ini setelah awal 90 an arab2 edan dan gerakan wahabinya masuk indo jadi parah....
2012/6/20 muskita wati <[email protected]> > ** > > > Islam lebih mudah tumbuh di Malaysia katimbang di Indonesia. Karena > budaya di Malaysia campur baur tidak ada yang mengakar rumput sehingga > dominasi Islam lebih memungkinkan diterima penduduk aseli yang belum > memiliki nilai2 katimbang di Indonesia yang sudah kaya dengan nilai2 etika, > moral dan agama2 besar seperti Hindu, Buddha, dan Konghucu. Jadi, > Indonesia termasuk tanah gersang bagi tumbuhnya "Islam." Hal ini terutama > disebabkan nilai2 Islam berbenturan dengan nilai2 yang jauh lebih tinggi > yang sudah ada di Indonesia sebelumnya. Islam untuk pertama kalinya > dikenal orang2 Arab dulu dimana sebelumnya belum pernah ada nilai2 yang > dimiliki penduduk disana sebelumnya. Arab waktu itu bersentuhan dengan > berbagai ragam macam agama yang ber-beda2 yang datangnya dari luar yang > tentunya tidak bisa menyatu maupun berassimilasi satu sama lainnya karena > sama2 mempertahankan kelompok agamanya masing2. Jadi wajar2 saja isi > ajaran Islam dipenuhi perang, > saling mencurigai, saling membenci, dan saling membantai dimana ada > perbedaan2. > > Jadi sama sekali bertolak belakang dengan keadaan di Indonesia yang > argraris dimana pengaruh Hindu yang sangat kuat telah menciptakan nilai2 > yang saling tolong menolong, tidak saling membenci atau mencurigai. > Demikianlah, Islam yang berhasil masuk ke Indonesia untuk berassimilasi > dengan nilai2 Hindu adalah Islam Walisongo. Islam Walisongo inilah yang > menjadi akar rumput Islam Indonesia yang kemudian juga disebut "Islam > Kejawen." > > Dalam kaitannya dengan subversi politik, Islam dari Arab berusaha > memusnahkan Islam Walisongo yang dianggapnya merusak ajaran Islam yang > murni. Namun dalam perjalanan sejarah RI sejak kemerdekaan, gerakan > kelompok Islam Arab tidak banyak kemajuan karena dianggap keji, biadab, > tidak manusiawi yang sama sekali bertentangan dengan budaya bangsa ini yang > jauh lebih maju daripada budaya bangsa Arab dimasa lalunya. > > Secara geografis lebih2 lagi tidak mungkin bagi Islam bisa menyusup dalam > kedalam jiwa anak bangsa ini, meskipun secara superficial kelihatannya > Islam bisa diterima sebagai bungkus luarnya saja. Jadi di UTARA Indonesia > berhadapan dengan Filipina yang Katolik, Singapore yang sekuler tapi > didominasi oleh Hindu-Buddha-Konghucu dll, sedangkan Malaysia meskipun 50% > penduduknya beragama Islam namun dominasi ekonomi lebih mempengaruhi > penduduknya yang bukan Islam. Sementara disebelah BARAT Indonesia > berhadapan dengan India, Thailand, Vietnam, dan di TIMUR berhadapan dengan > Papua sedangkan diselatan berhadapan dengan Australia, New Zealand dll yang > kesemuanya tidak satupun yang bisa dipengaruhi Islam. > > Bagaimana mungkin Islam bisa berhasil menyebar kalo kualitas manusia yang > menjadi umatnya selalu tertinggal disemua bidang, sehingga tanpa > kualifikasi yang bisa menarik umat lain mana mungkin bisa anda percaya > bahwa Islam itu bisa menyebar??? Apalagi dizaman sekarang, dimana Islam > diseluruh dunia sudah ditandai sebagai pelaku teror Jihad sebagai kewajiban > agamanya sehingga banyak ditentang oleh bangsa2 diseluruh Asia Raya ini. > > Untuk menyebarkan agama Islam di Asia Tenggara saja butuh dana yang tidak > sedikit, jadi meskipun negara2 Islam yang kaya minyak itu menyebar dana > besar dengan harapan bisa menyebar Islam, ternyata sia2, Islam-nya hanya > label saja yang se-olah2 menyebar tetapi cuma superficial diluarnya saja > sebagai pembungkus basa basi dalam kaitannya hubungan dagang ataupun > hubungan persahabatan semata. > > Singapore, India, Thailand, Vietnam, Myanmar, China, Jepang, Korea, Nepal > dan lain2nya diseluruh Asia tidak satupun yang Islam dan semua negara2 ini > berhasil menunjukkan identitasnya masing2 yang khas yang meskipun ber-beda2 > tapi kesemuanya jauh lebih tinggi dari nilai2 Islam yang lebih dekat kepada > nilai2 garong, nilai2 perampok, dan nilai2 penipu. Ditambah kemajuan2 > teknologi, science dan ekonomi, maka tersisihlah kemungkinan2 Islam bisa > menarik perhatian mereka2 itu semua. Bahkan orang Amerika dan Eropa lebih > tertarik dan lebih menghargai agama2 dan nilai2 dari Asia iini katimbang > Islam dari Arab yang sama sekali tidak memberi kemajuan apapun bagi dunia > ini. Kalo Jepang punya karate yang laku dibeli Amerika dan Eropa, maka > Korea punya Taekwondo yang laku dijual, sedangkan Cina punya Kungfu dan > Indonesia punya Bali yang kesemuanya merupakan unsur2 menarik untuk dibeli, > dikaji, dan dihayati dunia Barat. Sebaliknya Arab dan Islam tidak ada hal2 > yang menarik untuk dibeli selain hanya basa basi dalam menguras minyak > murah dari sumber alam mereka yang dikuasai para penguasa agamanya. Yang > terkenal dari timur tengah hanyalah "teror jihad" yang dimusuhi dan > diperangi dunia Barat dan hanya memberi beban buruk kepada semua negara2 > Timur Tengah sebagai akibatnya. > > Jadi sebagai kesimpulan, Islam tidak mungkin bisa tumbuh dan berkembang di > Indonesia tanpa menunjukkan nilai2, science, teknologi, ekonomi dan teladan > yang lebih baik yang bisa menyaingi apa yang sudah ada secara domestic jauh > sebelumnya. Islam selamanya hanya sebagai agama tamu yang masuk ke > Indonesia hanya sebagai bungkus luar saja yang membungkus isinya > berupa nilai2 yang lebih tinggi dari pembungkusnya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
