Islam lebih mudah tumbuh di Malaysia katimbang di Indonesia.  Karena budaya di 
Malaysia campur baur tidak ada yang mengakar rumput sehingga dominasi Islam 
lebih memungkinkan diterima penduduk aseli yang belum memiliki nilai2 katimbang 
di Indonesia yang sudah kaya dengan nilai2 etika, moral dan agama2 besar 
seperti Hindu, Buddha, dan Konghucu.  Jadi, Indonesia termasuk tanah gersang 
bagi tumbuhnya "Islam."  Hal ini terutama disebabkan nilai2 Islam berbenturan 
dengan nilai2 yang jauh lebih tinggi yang sudah ada di Indonesia sebelumnya.  
Islam untuk pertama kalinya dikenal orang2 Arab dulu dimana sebelumnya belum 
pernah ada nilai2 yang dimiliki penduduk disana sebelumnya.  Arab waktu itu 
bersentuhan dengan berbagai ragam macam agama yang ber-beda2 yang datangnya 
dari luar yang tentunya tidak bisa menyatu maupun berassimilasi satu sama 
lainnya karena sama2 mempertahankan kelompok agamanya masing2.  Jadi wajar2 
saja isi ajaran Islam dipenuhi perang,
 saling mencurigai, saling membenci, dan saling membantai dimana ada perbedaan2.
 
Jadi sama sekali bertolak belakang dengan keadaan di Indonesia yang argraris 
dimana pengaruh Hindu yang sangat kuat telah menciptakan nilai2 yang saling 
tolong menolong, tidak saling membenci atau mencurigai.  Demikianlah, Islam 
yang berhasil masuk ke Indonesia untuk berassimilasi dengan nilai2 Hindu adalah 
Islam Walisongo.  Islam Walisongo inilah yang menjadi akar rumput Islam 
Indonesia yang kemudian juga disebut "Islam Kejawen."
 
Dalam kaitannya dengan subversi politik, Islam dari Arab berusaha memusnahkan 
Islam Walisongo yang dianggapnya merusak ajaran Islam yang murni.  Namun dalam 
perjalanan sejarah RI sejak kemerdekaan, gerakan kelompok Islam Arab tidak 
banyak kemajuan karena dianggap keji, biadab, tidak manusiawi yang sama sekali 
bertentangan dengan budaya bangsa ini yang jauh lebih maju daripada budaya 
bangsa Arab dimasa lalunya.
 
Secara geografis lebih2 lagi tidak mungkin bagi Islam bisa menyusup dalam 
kedalam jiwa anak bangsa ini, meskipun secara superficial kelihatannya Islam 
bisa diterima sebagai bungkus luarnya saja.  Jadi di UTARA Indonesia berhadapan 
dengan Filipina yang Katolik, Singapore yang sekuler tapi didominasi oleh 
Hindu-Buddha-Konghucu dll, sedangkan Malaysia meskipun 50% penduduknya beragama 
Islam namun dominasi ekonomi lebih mempengaruhi penduduknya yang bukan Islam.  
Sementara disebelah BARAT Indonesia berhadapan dengan India, Thailand, Vietnam, 
dan di TIMUR berhadapan dengan Papua sedangkan diselatan berhadapan dengan 
Australia, New Zealand dll yang kesemuanya tidak satupun yang bisa dipengaruhi 
Islam.
 
Bagaimana mungkin Islam bisa berhasil menyebar kalo kualitas manusia yang 
menjadi umatnya selalu tertinggal disemua bidang, sehingga tanpa kualifikasi 
yang bisa menarik umat lain mana mungkin bisa anda percaya bahwa Islam itu bisa 
menyebar???  Apalagi dizaman sekarang, dimana Islam diseluruh dunia sudah 
ditandai sebagai pelaku teror Jihad sebagai kewajiban agamanya sehingga banyak 
ditentang oleh bangsa2 diseluruh Asia Raya ini.
 
Untuk menyebarkan agama Islam di Asia Tenggara saja butuh dana yang tidak 
sedikit, jadi meskipun negara2 Islam yang kaya minyak itu menyebar dana besar 
dengan harapan bisa menyebar Islam, ternyata sia2, Islam-nya hanya label saja 
yang se-olah2 menyebar tetapi cuma superficial diluarnya saja sebagai 
pembungkus basa basi dalam kaitannya hubungan dagang ataupun hubungan 
persahabatan semata.
 
Singapore, India, Thailand, Vietnam, Myanmar, China, Jepang, Korea, Nepal dan 
lain2nya diseluruh Asia tidak satupun yang Islam dan semua negara2 ini berhasil 
menunjukkan identitasnya masing2 yang khas yang meskipun ber-beda2 tapi 
kesemuanya jauh lebih tinggi dari nilai2 Islam yang lebih dekat kepada nilai2 
garong, nilai2 perampok, dan nilai2 penipu.  Ditambah kemajuan2 teknologi, 
science dan ekonomi, maka tersisihlah kemungkinan2 Islam bisa menarik perhatian 
mereka2 itu semua.  Bahkan orang Amerika dan Eropa lebih tertarik dan lebih 
menghargai agama2 dan nilai2 dari Asia iini katimbang Islam dari Arab yang sama 
sekali tidak memberi kemajuan apapun bagi dunia ini.  Kalo Jepang punya karate 
yang laku dibeli Amerika dan Eropa, maka Korea punya Taekwondo yang laku 
dijual, sedangkan Cina punya Kungfu dan Indonesia punya Bali yang kesemuanya 
merupakan unsur2 menarik untuk dibeli, dikaji, dan dihayati dunia Barat.  
Sebaliknya Arab dan Islam tidak ada hal2
 yang menarik untuk dibeli selain hanya basa basi dalam menguras minyak murah 
dari sumber alam mereka yang dikuasai para penguasa agamanya.  Yang terkenal 
dari timur tengah hanyalah "teror jihad" yang dimusuhi dan diperangi dunia 
Barat dan hanya memberi beban buruk kepada semua negara2 Timur Tengah sebagai 
akibatnya.
 
Jadi sebagai kesimpulan, Islam tidak mungkin bisa tumbuh dan berkembang di 
Indonesia tanpa menunjukkan nilai2, science, teknologi, ekonomi dan teladan 
yang lebih baik yang bisa menyaingi apa yang sudah ada secara domestic jauh 
sebelumnya.  Islam selamanya hanya sebagai agama tamu yang masuk ke Indonesia 
hanya sebagai bungkus luar saja yang membungkus isinya berupa nilai2 yang lebih 
tinggi dari pembungkusnya.
 
Ny. Muslim binti Muskitawati.
 
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke