problemnya yang namanya GDP tidak stabil boss, terutama dng jatuhnya harga oil 
mengakibatkan GDP negara pengekspor oil dan raw material menjadi banyak 
berkurang...

di situasi uncertainty ekonomi saat ini, masalah GDP sangat volatile...


--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> terlepas dari semua asumsi elu yg tanpa data itu, 
> untuk menilai gede kecilnya utang sebuah negara harus 
> dibandingkan dengan gdp negara tsb. yg istilahnya debt to gdp ratio.
> debt to gdp ratio ini adalah gambaran sejauh mana sebuah negara 
> mampu bayar utangnya.
> 
> misalnya gini: pinpin ngutang ke bank 10 juta tapi 
> pengasilannya 100 juta, maka utang itu ngga akan membahayakan 
> dapurnya karena debt to gdp ratio nya cuman 10%.
> lain hal kalo si item abu ngutang di warteg 100 ribu, sedangkan 
> penghasilan cuman 150 ribu, maka biarpun utang si bleki 
> terlihat sangat kecil dari utangnya pinpin tapi si bleki dalam kondisi 
> sekarat karena debt to gdp ratio nya jauh lebih gede yaitu 66%
> 
> jadi utang gede kalo penghasilannya jauh lebih gede ya ngga apa2.
> utang kecil kalo penghasilan minim malah bahaya.
> 
> rasio debt to gdp indonesia saat ini cuman 26%.
> bandingin sama amerika (negara dengan utang terbesar di dunia) 
> yg rasionya sampe 99%, yg artinya penghasilan amerika sama gedenya dgn 
> utangnya.
> 
> belanda lebih parah lagi, rasionya sampe 344%.
> dengan kata lain rata2 setiap kepala yg luntang lantung di belanda 
> saat ini punya utang sebesar USD 226,503 atau sekitar 2 milyar perak
> per kepala per tahun.
> jadi biaya hidup si jusplik yg ditanggung pemerintah belanda selama ini 
> berasal dari utang yg jumlahnya aduhai gedenya.
> udah ngutang, bangga pula!
> 
> http://www.numeroten.com/top10/geography/files/top-10-countries-with-the-most-debt-2012.html
> 
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke