Sekedar mengingatakan... Dengan berbaik sangka tadinya saya kira johny-indon itu sekedar korban didikan bapaknya yang serdadu dan yang, tentu saja, diajar membunuh manusia dan yang berkemungkinan pernah memimpin pembantaian atau ikut melakukan pembataian yang begitu sering dilakukan serdadu Indonesia...
Atau korupsi besar-besaran, yang juga sering dilakukan serdadu Indonesia.. Atau dua-duanya: pernah memimpin atau ikut pembantaian dan korupsi besar-besaran. Yang jelas, bapak johny-indon itu adalah serdadu yang buas, begitu buasnya, begitu biadabnya, begitu kejamnya, begitu kejinya dan begitu ganasnya hingga dia tega-teganya memperlakukana anaknya kayak anjing budug dengan menendang johny-indo hingga terkencing-kencing... Jadi, saya kira tadinya, otak johny-indo itu sekedar ciut hingga, by a a manner of speaking, menjadi sekecil biji peler anjing chihuahua.. Dan kelakuan johny-indo itu memang mirip kayak anjing: demen menggongong asal menyalak. Mikir, dia jelas tidak bisa. Tapi ternyata keadaan johny-indon itu jauh lebih parah: otaknya jelas sudah rusak berat dan jadi busuk, nista lagi menjijikkan. Jelasnya: johny-indon itu bukan manusia waras. Begitu rusak otaknya hingga dia tidak tahu, antara lain, bahwa sumo itu adalah sport orang Jepang dan Marlene itu adalah nama perempuan. Dan seperti rezameutia juga, johny-indon itu jelas adalah psikopat yang demen memfitnah dan pamer isi otaknya yang sudah rusak dan jadi busuk, nista lagi menjijikan itu. --- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote: > > > > > lha negara itu isinya ya orang semua toh? masa duren? > kalau ada kesimpulan "negara makmur karena rakyatnya cerdas", lalu > ternyata ada (atau bahkan banyak) negara lainnya yg makmur juga tapi (diklaim) > rakyatnya tidak cerdas, maka cuman ada2 kemungkinan > > 1. Kesimpulannya ngawur, karena pake pengecualian a.k.a anomali > 2. Negara yg makmur itu rakyatnya memang cerdas, tanpa kecuali, tanpa > anomali. > > kesimpulan survey itu juga gua bisa runtuhkan dgn sangat mudah pake contoh > sebaliknya: rakyatnya cerdas tapi negaranya ngga makmur, contoh: india, iran, > china. > > yg gua percaya adalah: negara bisa makmur kalau pemimpinnya cerdas. > contoh singapur dgn lee kuan yew nya, malaysiq dengan mahathir nya, > dubai dengan al maqtoum nya (jangan pake argumen bahwa dubai kaya > karena minyak lqgi deh, udah ngga valid itu). > > gua jadi inget ada survey yg bilang bahwa cewek yg berlengan pendek lebih > cepet butuh kacamata. > > --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote: > > > > > > 1. Survey Richard Lynn dan Tatu Van Hanen itu survey tentang kemakmuran > > sebuah negara (bukan personal) mempunyai korelasi kuat dengan rata-rata IQ > > penduduknya > > > > 2. Anomali-nya ya negara-negara yg kaya minyak, di survey Richard Lynn dan > > Tatu Van Hanen, menunjukan mereka masyarakatnya IQ-nya relatif tidak tinggi > > tetapi negaranya makmur > > > > --- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > lalu penjelasan ttg anomali nya mana? > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
