Di jaman Orba, untuk produk hutan saja sudah ada 
larangan ekspor kayu gelondongan. Minimal harus berupa 
kayu lapis (sukur-sukur furniture) atau rotan olahan. 
Sekarang, pemerintahan SBY tutup mata, telinga & mulut 
atas illegal logging. Malah hutan di perbatasan RI-Serawak 
sekarang compang-camping ditebas pengusaha sawit Malaysia. 

Itu baru sektor hutan. Belum migas dlsb. 

--- "arra_s" <arra_s@...> wrote:

> setuju banget...
> juga punya program peningkatan pemasukan negara dari export.. yg 
> bukan raw..
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> 
> > Sudah waktunya diumumkan dengan tegas bahwa 
> > itu utang pemerintah. Jangan ditimpakan ke 
> > pundak rakyat. 
> > 
> > Selanjutnya, pilih capres yang punya program 
> > anti-utang. 
> > 
> > 
> > --- 
> > 
> > > Siap-Siap! BPK Audit Utang RI Rp 1.944 Triliun
> > > Feby Dwi Sutianto - detikfinance
> > > Rabu, 11/07/2012 09:11 WIB
> > >
> > > Pangkalpinang - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini sedang 
> > > mendalami utang Pemerintah Indonesia. Utang Indonesia hingga 
> > > bulan Mei 2012 telah mencapai Rp 1944,14 triliun atau 26,9% 
> > > dari PDB. 
> > > Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri menjelaskan BPK saat ini tengah 
> > > melakukan audit pendahuluan terhadap pengelolaan utang dalam 
> > > dan luar negeri Pemerintah Indonesia.
> > >
> > > "Tim kami sudah melakukan pedahulaun dalam rangka audit kinerja 
> > > pengelolaan utang. Jadi ini untuk menilai bagaimana pemerintah 
> > > mengelola utang apakah pemerintah sudah memilih alternatif-
> > > alternatif paling efisien dalam menghitung utang," ungkap Hasan 
> > > kepada detikFinance, Rabu (11/7/2012).
> > >
> > > Hasan menilai untuk utang dalam negeri pemerintah Indonesia, 
> > > khususnya utang yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi 
> > > kepada masyarakat. BPK sedang mendalami kenapa obligasi yang 
> > > diterbitkan begitu laris dan apakah utang yang diperoleh dari 
> > > masyarakat tersebut memang betul-betul dibeli oleh masyarakat 
> > > atau malah dibeli oleh broker besar.
> > >
> > > "Kalau sekarang ini pemerintah menjual obligasi kepada 
> > > masyarakat setiap kali menjual selalu penawarannya lebih atau 
> > > demand-nya melebihi supply bisa 300-400%. Kita ingin lihat 
> > > apakah ini memang obligasi RI dianggap aman apa dianggap 
> > > bunganya relatif tinggi sehingga menjadi incaran para investor 
> > > yang kedua siapa pemegang bond holder itu, apakah investor 
> > > asing atau retail," sambungnya.
> > >
> > > Demikian juga dengan utang luar negeri, BPK juga ingin 
> > > mengetahui kebenaran utang yang dimiliki oleh Pemerintah 
> > > Indonesia baik berasal dari lembaga atau negara donor.
> > >
> > > "Paling tidak yakinkan dulu benarkah kredit anda (lembaga atau 
> > > negara donor) ke pemerintah Indonesia sebesar itu. Jadi confirm 
> > > dulu antara debitur dan kreditur jangan sampai mengatakan saya 
> > > mempunyai utang kepada bank dunia sekian miliar dolar tapi bank 
> > > dunia mengatakan bukan sekian," katanya
> > >
> > > Selain itu, BPK juga akan mengaudit standby loan yang digunakan 
> > > oleh pemerintah untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat 
> > > darurat.
> > >
> > > "Perlukah standby loan, biarpun enggak dipakai dan tidak 
> > > dicairkan tapi perlu dibayar komitmen fee. Standby loan itu 
> > > dana cadangan dipakai gak dipakai siap manakala ada sesuatu 
> > > yang emergency dan sebagainya," tutup Hasan.
> > > 
> > > http://finance.detik.com/read/2012/07/11/091136/1962635/4/siap-siap-bpk-audit-utang-ri-rp-1944-triliun?
>





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke