Sejak jaman IGGI, pemuda, mahasiswa, aktivis, sudah mengingatkan Meneer Pronk untuk menyetop "bantuan" mereka karena sebagian utang tsb digondol anjing. Tetapi nekolim memang punya agenda merajut jerat; semakin banyak yang digondol semakin lemahlah kemampuan untuk membayar, sehingga perlu diperkuat dengan "bantuan" lagi.
Dengan tambah bergairahnya korupsi sekarang ini jelas pemerintah mendiskreditkan dirinya sendiri yang berkampanye berdiri paling depan memberantas korupsi. Utang menjadi semacam vitamin yang membugarkan korupsi. Semakin banyak utang, semakin segar-bugarlah korupsi. Kalau audit bisa membuktikan obligasi memang laris diborong masyarakat tetapi hasilnya entah ke mana, jelas ini bukti telak pemerintah mengkhianati rakyat. Masalahnya, kapan audit ini selesai? From: YR. Edy Purwanto <edypurwanto@...> > Jangan-jangan nanti Pemerintah menjawab: "Lho...Pemerintah > berhutang khan demi/untuk rakyat". Tentu segera harus ditanyakan > lanjut: "Benarkah Pemerintah berhutang DEMI RAKYAT?" Atau jangan- > jangan yang demi rakyat hanya sebagian dan yang sebagian lain > adalah demi oknum-oknum di Pemerintah (supaya tidak dipandang > mendiskreditkan pemerintah sebagai institusi yang di dalamnya masih > ada sisa-sisa kecil orang-orang yang benar-benar baik, jujur, > lurus, dll)? > salam - edy > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Sudah waktunya diumumkan dengan tegas bahwa > > itu utang pemerintah. Jangan ditimpakan ke > > pundak rakyat. > > > > Selanjutnya, pilih capres yang punya program > > anti-utang. > > > > --- > > > > > Siap-Siap! BPK Audit Utang RI Rp 1.944 Triliun > > > Feby Dwi Sutianto - detikfinance > > > Rabu, 11/07/2012 09:11 WIB > > > > > > Pangkalpinang - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini sedang > > > mendalami utang Pemerintah Indonesia. Utang Indonesia hingga > > > bulan Mei 2012 telah mencapai Rp 1944,14 triliun atau 26,9% > > > dari PDB. > > > Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri menjelaskan BPK saat ini tengah > > > melakukan audit pendahuluan terhadap pengelolaan utang dalam > > > dan luar negeri Pemerintah Indonesia. > > > > > > "Tim kami sudah melakukan pedahulaun dalam rangka audit kinerja > > > pengelolaan utang. Jadi ini untuk menilai bagaimana pemerintah > > > mengelola utang apakah pemerintah sudah memilih alternatif- > > > alternatif paling efisien dalam menghitung utang," ungkap Hasan > > > kepada detikFinance, Rabu (11/7/2012). > > > > > > Hasan menilai untuk utang dalam negeri pemerintah Indonesia, > > > khususnya utang yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi > > > kepada masyarakat. BPK sedang mendalami kenapa obligasi yang > > > diterbitkan begitu laris dan apakah utang yang diperoleh dari > > > masyarakat tersebut memang betul-betul dibeli oleh masyarakat > > > atau malah dibeli oleh broker besar. > > > > > > "Kalau sekarang ini pemerintah menjual obligasi kepada > > > masyarakat setiap kali menjual selalu penawarannya lebih atau > > > demand-nya melebihi supply bisa 300-400%. Kita ingin lihat > > > apakah ini memang obligasi RI dianggap aman apa dianggap > > > bunganya relatif tinggi sehingga menjadi incaran para investor > > > yang kedua siapa pemegang bond holder itu, apakah investor > > > asing atau retail," sambungnya. > > > > > > Demikian juga dengan utang luar negeri, BPK juga ingin > > > mengetahui kebenaran utang yang dimiliki oleh Pemerintah > > > Indonesia baik berasal dari lembaga atau negara donor. > > > > > > "Paling tidak yakinkan dulu benarkah kredit anda (lembaga atau > > > negara donor) ke pemerintah Indonesia sebesar itu. Jadi confirm > > > dulu antara debitur dan kreditur jangan sampai mengatakan saya > > > mempunyai utang kepada bank dunia sekian miliar dolar tapi bank > > > dunia mengatakan bukan sekian," katanya > > > > > > Selain itu, BPK juga akan mengaudit standby loan yang digunakan > > > oleh pemerintah untuk mengantisipasi hal-hal yang bersifat > > > darurat. > > > > > > "Perlukah standby loan, biarpun enggak dipakai dan tidak > > > dicairkan tapi perlu dibayar komitmen fee. Standby loan itu > > > dana cadangan dipakai gak dipakai siap manakala ada sesuatu > > > yang emergency dan sebagainya," tutup Hasan. > > > > > > http://finance.detik.com/read/2012/07/11/091136/1962635/4/siap-siap-bpk-audit-utang-ri-rp-1944-triliun? > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
