Dasar anjing kurap hina dina yang menggigit tangan yang memberi makan.
Coba bantah bahwa tulisan di bawah ini bukannya tulisan lu mengenai beliau.

>>
>> Iskandar Alisjahbana itu bisa berhasil di telekomunikasi cuma krn waktu itu
emang ga ada yg ngerti ilmunya. Kalo misal sekarang melakukan usaha yg sama,
hehehe.... ga akan dia bisa berhasil.
>>
>>

Makanya jangan bandingkan diri lu yang dogol dengan tokoh yang punya visi 
cemerlang. Lu lihat tahun berapa gagasan itu dipaparkan beliau. Kalau lu kagak 
dogol pastilah hidup lu makmur. 



--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Hehehe... anjing buduk piaraan orang Islam ini ga bisa bantah omongan gua 
> sama sekali. Gua ngomongin anaknya, si anjing buduk ini cuma bisa ngutip 
> ocehan orang ttg bapaknya.
> 
> 
> Apanya yg aneh dgn ide Indonesia hrs pake satelit unt komunikasi? Tiap orang 
> yg tau apa itu satelit jg akan mikir hal yg sama krn tau satelit lbh luas 
> jangkauannya. Cuma penjilat2 pantat aja yg akan muji2 "visi" spt itu.
> 
> 
> Paling2 Iskandar Alisjahbana itu cuma lbh pintar ngelobi.
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> > From: Teddy S. <teddyr@...>
> >To: [email protected] 
> >Sent: Wednesday, July 11, 2012 2:07 PM
> >Subject: [proletar] Re: Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia
> > 
> >
> >  
> >Lu jangan bandingin diri lu yang dogol dengan orang yang punya visi 
> >cemerlang. Beliau dapat gelar Dr. Ing dari TU Darmstadt yang merupakan salah 
> >satu universitas paling elit Jerman untuk bidang teknik. 
> >
> >Jerman bukan kayak Perancis yang suka mengobral gelar doktor sembarangan 
> >dengan mutunya diturunkan khusus untuk negara-negara berkembang.
> >
> >Lu maunya disuapin aja sih. Berikut buat tambah pengetahuan lu yang cetek 
> >kayak comberan di Jakarta di musim panas.
> >
> >Iskandar, Palapa, dan Visi Iptek
> >Terkirim Agustus 29, 2007
> >
> >NINOK LEKSONO
> >
> >Dunia mengagumi Amerika, yang sukses mengombinasikan "daya juang meneliti" 
> >ilmuwan dan sifat "berani mengambil risiko" wirausahawan. (Sambutan Iskandar 
> >Alisjahbana selaku Ketua Majelis Wali Amanah ITB, 2000)
> >
> >Sungguh tepatlah kalau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memberikan 
> >Penghargaan Sarwono Prawirohardjo kepada dua tokoh Indonesia, Prof Dr Emil 
> >Salim dan Prof Dr Ing Iskandar Alisjahbana, 22 Agustus. Dalam pengantarnya, 
> >Kepala LIPI Umar A Jenie menyebutkan, advokasi Emil Salim telah 
> >membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian 
> >lingkungan, sedangkan Iskandar dinilai berjasa karena merintis inovasi 
> >teknologi yang kemudian mewujud pada Sistem Komunikasi Satelit Domestik 
> >Palapa.
> >
> >Kiprah dan pemikiran Emil Salim telah disampaikan di harian ini pada 22 
> >Agustus dan "Forum Iptek" kali ini ingin mengangkat kembali visi Sistem 
> >Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa yang pernah dilontarkan oleh 
> >Iskandar dan menegaskan kembali betapa pentingnya visi masa depan, khususnya 
> >di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) seperti yang telah 
> >diperlihatkan Iskandar.
> >
> >Empat dekade silam
> >
> >Sebagai negara kepulauan dengan rentang geografi sekitar 5.300 kilometer, 
> >Indonesia tentu dihadapkan pada tantangan komunikasi yang luar biasa. Solusi 
> >terestrial, solusi kabel laut, telah membantu pengembangan komunikasi Tanah 
> >Air. Namun, keduanya membutuhkan upaya besar, lebih-lebih jika mengingat 
> >sifat geografis Indonesia yang archipelago, dengan wilayah terdiri dari 
> >pulau-pulau yang terpisah oleh laut.
> >
> >Solusi dengan teknologi maju saat itu muncul, yaitu ketika perusahaan 
> >Telesat Kanada mempersiapkan satelit komunikasi domestik. Dengan meluncurkan 
> >satelit Anik A1 dengan roket Delta pada November 1972, Kanada menjadi negara 
> >pertama yang mengoperasikan SKSD. SKSD dipandang sebagai sistem yang andal, 
> >efektif, dan canggih (situs Telesat Kanada). Satelit Anik mengorbit di orbit 
> >geostasioner pada ketinggian sekitar 36.000 kilometer.
> >
> >Di belahan dunia lain, pada 14 September 1968, ada cendekiawan Indonesia 
> >yang juga mencetuskan penggunaan sistem komunikasi satelit dalam pidato 
> >pengukuhan guru besar di Institut Teknologi Bandung. Dengan visi yang ia 
> >sampaikan itu, Iskandar melihat Indonesia dipersatukan oleh teknologi 
> >canggih yang tepat guna karena ia bisa mempersatukan penduduk yang tersebar 
> >di negara 17.500 pulau ini dengan prasarana telekomunikasi dan, karena itu, 
> >menumbuhkan rasa kebangsaan mereka.
> >
> >Pemerintah mewujudkan gagasannya. Proyek satelit pun dimulai dan akhirnya 
> >berpuncak dengan peluncuran satelit Palapa A1, 8 Juli 1976. SKSD Palapa 
> >kemudian diresmikan Presiden Soeharto, 16 Agustus 1976. Dibandingkan dengan 
> >satelit komunikasi mutakhir dewasa ini, Palapa A1 tampak primitif karena 
> >hanya bisa menyalurkan siaran televisi dan SLJJ pada 40 kota di Indonesia. 
> >Namun, Palapa sudah menjadi lompatan teknologi bagi negara yang saat itu 
> >punya pendapatan per kapita 125 dollar AS (Buyung Wijaya Kusuma/Warnet 2000, 
> >8 November 2005).
> >
> >Indonesia saat itu menjadi negara ketiga di dunia setelah Kanada dan AS yang 
> >memanfaatkan satelit untuk sistem komunikasi domestik. China dan India, yang 
> >kini menjadi negara hebat di bidang ekonomi dan teknologi antariksa, pun 
> >waktu itu belum memikirkan untuk mengoperasikan SKSD.
> >
> >Gagasan meluncurkan satelit untuk merevolusi komunikasi tampak visioner dan 
> >Pemerintah RI tampak penuh percaya diri menerapkan teknologi maju ini 
> >meskipun saat itu bangsa Indonesia belum makmur.
> >
> >Visi iptek
> >
> >Setelah Palapa, dalam perkembangan pemikiran kemudian, Iskandar mendapat 
> >banyak ilham dari tesis futuris Alvin Toffler mengenai Gelombang Peradaban 
> >(A Toffler, Third Wave, 1980). Selain meyakini bahwa Gelombang Ketigaâ€"yang 
> >dicirikan oleh dominansi sejumlah teknologi, yakni bioteknologi dan rekayasa 
> >genetika, nuklir dan energi terbarukan, komunikasi dan pengolahan data, 
> >serta penerbangan dan eksplorasi ruang angkasa, yang semuanya memperlihatkan 
> >diri dengan nyata dewasa iniâ€"Iskandar juga mengantisipasi sejumlah 
> >teknologi yang kini telah siap muncul di horizon.
> >
> >Teknologi yang dimaksud antara lain adalah nano, superkonduktivitas suhu 
> >tinggi, dan fusi dingin. Teknologi nano yang kini semakin banyak ditelaah di 
> >Indonesia telah banyak ia kupas sejak tahun 1980-an. Wacana yang ia 
> >kemukakan waktu itu antara lain "bagaimana kita harus merespons munculnya 
> >pabrik yang bersih lingkungan dan efisien, mampu bekerja 24 jam nonstop?"
> >
> >Kembali pada SKSD yang ia cetuskan, Palapa kini telah digantikan generasi 
> >satelit komunikasi yang lebih hebat, seperti Telkom-2, yang selain mampu 
> >menjadi tulang punggung transmisi (untuk SLJJ, SLI, internet, dan komunikasi 
> >militer), juga bisa untuk siaran (TV, radio, telekonferensi), dan akses 
> >(internet, distant learning, bisnis Vsat [untuk perbankan dan pertambangan]).
> >
> >SKSD memperlihatkan keandalannya ketika terjadi bencana alam seperti gempa 
> >dan tsunami karena dapat terus berfungsi ketika jaringan terestrial hancur 
> >terkena bencana, seperti saat gempa di Aceh (2004) dan Taiwan (2006). Dengan 
> >Palapaâ€"yang oleh Mark Crawford, wartawan ABC Radio, NSW, Australia, 
> >disebut "infrastrukturnya infrastruktur karena menjadi tulang punggung bagi 
> >industri telekomunikasi dan siaran TV"â€"ada semacam revolusi komunikasi di 
> >negeri ini.
> >
> >Keyakinan terhadap pemanfaatan teknologi maju antariksa juga dapat dikatakan 
> >visioner karena sekarang ini pun mulai tampak upaya negara maju untuk 
> >meningkatkan eksplorasi ruang angkasa, baik sebagai upaya untuk meningkatkan 
> >daya saing nasional maupun sebagai persiapan ke depan menyongsong satu masa 
> >ketika Bumi sudah tak mampu lagi menopang kehidupan sehingga manusia harus 
> >mencari ranah baru di the last frontier di luar Bumi.
> >
> >Namun, sebelum itu, seorang Iskandar masih memegang visi yang "membumi". 
> >Dalam sambutannya ketika menerima penghargaan dari LIPI, Iskandar menegaskan 
> >lagi bahwa industri bioteknologi punya peluang untuk berkembang di Indonesia 
> >dan bersaing di tingkat global karena Indonesia memiliki sumber daya genetik 
> >melimpah.
> >
> >Dalam perkembangan selanjutnya, lebih-lebih ketika menghadapi masa sulit 
> >seperti sekarang ini, bangsa Indonesia akan terus membutuhkan sosok visioner 
> >seperti Iskandar Alisjahbana dan Emil Salim, yang mampu dengan jernih 
> >melihat ke depan dan memberi saran kepada pemerintah dan para pemimpin 
> >mengenai apa yang seharusnya dilakukan, dalam hal ini memilih iptek yang 
> >paling jitu untuk membangun dan menyejahterakan bangsa Indonesia.
> >
> >Pemerintah telah memilih enam bidang untuk menjadi lokomotif riset dan 
> >pengembangan. Namun, dalam pelaksanaannya, saran Iskandar dapat menjadi 
> >pegangan. Saran itu adalah agar peneliti dan lembaga penelitian meninggalkan 
> >"falsafah menara gading". Menurut Iskandar, Stanford University dan 
> >Massachusetts Institute of Technology telah lama meninggalkan falsafah di 
> >atas dan memberi dorongan bagi munculnya knowledge-economy yang berasal dari 
> >riset yang diuji di medan nyata, yakni pasar (Lihat sambutan Iskandar selaku 
> >Ketua MAW ITB, 2000, dalam Krisnamurti.net/Kompas, 23/8).
> >
> >Visi kita pun hendaknya mengarah pada apa yang telah dicapai Amerika, yang 
> >bisa mengombinasikan "daya juang meneliti" ilmuwan dan sifat "berani 
> >mengambil risiko" wirausahawan, dan bukan bangsa yang hanya bisa mencetak 
> >"bangsawan" ilmu pengetahuan bertitel "ningrat akademis", tetapi tidak mampu 
> >berbuat apa-apa saat terpuruk.
> >
> >--- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote:
> >>
> >> Hehehe... anak2  Iskandar Alisjahbana itu paling2 cuma numpang nama 
> >> bapaknya, ga ada prestasi apa2 yg hrs dibanggakan.
> >> 
> >> Lihat PT DI, amburadul ga keruan, sampe mau bangkrut setelah ngabis2in 
> >> dana sekian banyak selama sekian thn.
> >> 
> >> Lalu kerja jadi direktur IBM Indonesia? Hehehe... kemana sekarang IBM 
> >> Indonesia? IBM Indonesia itu ga ada prestasi apa2 sama sekali selain jadi 
> >> tukang jualan doang, barangnya butut, servisnya payah tp mahalnya ga kira2 
> >> cuma mentang2 ga ada saingan. Begitu ada PC yg memadai, langsung bubar. 
> >> 
> >> Orang Indonesia yg kerja di IBM pada prinsipnya cuma nyari duit dgn nipuin 
> >> orang Indonesia demi perusahaan Amrik, ga ada kontribusinya sama sekali 
> >> unt Indonesia secara keseluruhan.
> >> 
> >> 
> >> Iskandar Alisjahbana itu bisa berhasil di telekomunikasi cuma krn waktu 
> >> itu emang ga ada yg ngerti ilmunya. Kalo misal sekarang melakukan usaha yg 
> >> sama, hehehe.... ga akan dia bisa berhasil.
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >> 
> >> >________________________________
> >> > From: johny_indon <johny_indon@>
> >> >To: [email protected] 
> >> >Sent: Wednesday, July 11, 2012 8:23 AM
> >> >Subject: [proletar] Re: Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia
> >> > 
> >> >
> >> >  
> >> >armida ini anaknya prof. mochtar kusumaatmaja.
> >> >suaminya andi alisjahbana, direktur iptn (pt di).
> >> >mertuanya adalah prof. iskandar alisjahbana, mantan rektor itb (si 
> >> >bleki langsung meradang lagi denger nama itb) yg merancang 
> >> >sistem komunikasi satelit domestik palapa.
> >> >jadi mereka2 ini adalah tipikal 'the best breed'.
> >> >
> >> >klan alisjahbana sendiri, yg terkenal mulai dari sutan takdir 
> >> >alisjahbana, tidak pernah ada yg gagal, semuanya mengagumkan.
> >> >misalnya betti alisjahbana, pernah jadi direktur ibm di indonesia.
> >> >
> >> >nah, sekarang bandingkan dengan klan lainnya yg juga pake 
> >> >gelar 'sutan' yg tinggal di luar negri itu, boro2 mengagumkan, yg 
> >> >ada malah memalukan karena hidup sebagai benalu tanpa kerjaan samasekali.
> >> >dia kumpul kebo dengan dengan kebo bernama marlene yg profesinya... 
> >> >apa ya.. ngga jelas, kayaknya ini cewek yg suka luntang lantung di red 
> >> >light district di amsterdam itu.
> >> >mertuanya seorang...hmm.. jelas bukan rektor, kemungkinan sih germo.
> >> >
> >> >untunglah kebo si sutan yg satu itu tidak bisa beranak, sehingga 
> >> >rantai DNA yg busuk itu bisa terputus.
> >> >bayangin kalo keluarga si 'sutan' busuk ini beranak pinak, bukan saja 
> >> >merusak image orang melayu, tapi belanda bisa bangkrut dalam sekejap.
> >> >
> >> >pihak keluarganya di minangkabau sono konon sedang mempertimbangkan 
> >> >untuk mengganti gelar 'sutan' yg dia sandang menjadi 'setan'.
> >> >
> >> >--- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@> wrote:
> >> >>
> >> >> Bo a bo.
> >> >> 
> >> >> Merasa lebih unggul daripada orang yang punya profil di bawah ini?
> >> >> Yang jelas walaupun sama-sama alumni UI, tapi bukan dari jurusan Sastra 
> >> >> lah yaww! Kalau orang dari jurusan Sastra tapi diangkat untuk menduduki 
> >> >> posisi itu, maka itu baru namanya sedeng.
> >> >> 
> >> >> 
> >> >> Armida has served as chairman of the Economics and Development Studies 
> >> >> Department (now the Faculty of Economics) in Padjadjaran University and 
> >> >> Director of the Center for Economics and Development Studies (LP3E).[2] 
> >> >> She obtained her B.A. in Economics from University of Indonesia and 
> >> >> earned an M.A. in Economics from Northwestern University. She earned 
> >> >> her Phd in Economics from University of Washington. Before becoming a 
> >> >> minister, in her academic capacity Armida undertook various research 
> >> >> tasks for the World Bank and the Australian Agency for International 
> >> >> Development (AusAID).[2]
> >> >> 
> >> >> 
> >> >> 
> >> >> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >> >> >
> >> >> > 
> >> >> > 
> >> >> > Edan...
> >> >> > 
> >> >> > Orang sedeng begini bisa jadi menteri di Indonesia..
> >> >> > 
> >> >> > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote:
> >> >> > >
> >> >> > > Ref: Hebat luar biasa!
> >> >> > > 
> >> >> > > http://www.antaranews.com/berita/320755/menteri-indonesia-jadi-pusat-pengetahuan-dunia
> >> >> > > Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia 
> >> >> > > Selasa, 10 Juli 2012 10:32 WIB | 634 Views
> >> >> > > 
> >> >> > > 
> >> >> > > Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana. 
> >> >> > > (FOTO.ANTARA)
> >> >> > > 
> >> >> > >   Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan, titik 
> >> >> > > simpul jaringan untuk berbagi pengalaman kepada negara-negara 
> >> >> > > berkembang 
> >> >> > > Denpasar (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi pusat pengetahuan 
> >> >> > > dunia karena Indonesia dinilai telah banyak memiliki pengalaman 
> >> >> > > pembangunan yang bisa dibagikan kepada negara berkembang, kata 
> >> >> > > Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Salsiah 
> >> >> > > Alisjahbana.
> >> >> > > 
> >> >> > > "Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan 
> >> >> > > (Knowledge Hubs), titik simpul jaringan untuk berbagi pengalaman 
> >> >> > > kepada negara-negara berkembang," katanya pada Pertemuan Kerja Sama 
> >> >> > > Selatan-Selatan di Nusa Dua, Selasa. 
> >> >> > > 
> >> >> > > Dia mengatakan bahwa ada tiga bidang yang bisa dibagi ke negara 
> >> >> > > berkembang di antaranya pembangunan, demokrasi, pemerintahan dan 
> >> >> > > pembangunan perdamaian, dan kebijakan pengelolaan ekonomi baik 
> >> >> > > makro maupun keuangan mikro.
> >> >> > > 
> >> >> > > Menurutnya, Indonesia dinilai berhasil dalam isu pembangunan yang 
> >> >> > > mencakup pengentasan kemiskinan seperti melalui Program Nasional 
> >> >> > > Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.
> >> >> > > 
> >> >> > > Selain itu, juga meliputi penerapan mitigasi bencana dan penanganan 
> >> >> > > bencana seperti pengalaman penanganan bencana tsunami di Aceh, 
> >> >> > > ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia.
> >> >> > > 
> >> >> > > Hal itulah yang merupakan kesuksesan Indonesia dalam program 
> >> >> > > kebijakan yang bisa dijadikan contoh bagi negara-negara berkembang.
> >> >> > > 
> >> >> > > Indonesia, menurut Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) itu, 
> >> >> > > saat ini bukan lagi sebagai negara berkembang namun sudah menjadi 
> >> >> > > negara dengan pendapatan ekonomi menengah atau emerging country.
> >> >> > > 
> >> >> > > "Indonesia sekarang bukan lagi sekedar negara penerima bantuan dari 
> >> >> > > negara donor, namun Indonesia secara bertahap menjadi negara donor 
> >> >> > > pada tiga bidang itu," tambahnya.
> >> >> > > 
> >> >> > > Dalam pertemuan Kerja Sama Selatan-Selatan yang dibuka Wakil 
> >> >> > > Presiden Boediono dan dihadiri 300 perserta dari 46 negara itu juga 
> >> >> > > akan membahas pengembangan pusat pengetahuan dunia itu untuk masa 
> >> >> > > depan.
> >> >> > > 
> >> >> > > Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kali digelar di negara 
> >> >> > > dengan ekonomi menengah yang selama ini selalu digelar di 
> >> >> > > negara-negara dengan ekonomi maju.
> >> >> > > (330/F002) 
> >> >> > > Editor: Desy Saputra
> >> >> > > 
> >> >> > > 
> >> >> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> >> >> > >
> >> >> >
> >> >>
> >> >
> >> >
> >> > 
> >> >
> >> >
> >> 
> >> [Non-text portions of this message have been removed]
> >>
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke