Dasar dungu si Teddy ini, ngasih argumen aja kagak becus sama sekali.
>________________________________ > From: Teddy S. <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thursday, July 12, 2012 4:29 AM >Subject: [proletar] Re: Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia > > > >Dasar anjing kurap hina dina yang menggigit tangan yang memberi makan. >Coba bantah bahwa tulisan di bawah ini bukannya tulisan lu mengenai beliau. > >>> >>> Iskandar Alisjahbana itu bisa berhasil di telekomunikasi cuma krn waktu itu >emang ga ada yg ngerti ilmunya. Kalo misal sekarang melakukan usaha yg sama, >hehehe.... ga akan dia bisa berhasil. >>> >>> > >Makanya jangan bandingkan diri lu yang dogol dengan tokoh yang punya visi >cemerlang. Lu lihat tahun berapa gagasan itu dipaparkan beliau. Kalau lu kagak >dogol pastilah hidup lu makmur. > >--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote: >> >> Hehehe... anjing buduk piaraan orang Islam ini ga bisa bantah omongan gua >> sama sekali. Gua ngomongin anaknya, si anjing buduk ini cuma bisa ngutip >> ocehan orang ttg bapaknya. >> >> >> Apanya yg aneh dgn ide Indonesia hrs pake satelit unt komunikasi? Tiap orang >> yg tau apa itu satelit jg akan mikir hal yg sama krn tau satelit lbh luas >> jangkauannya. Cuma penjilat2 pantat aja yg akan muji2 "visi" spt itu. >> >> >> Paling2 Iskandar Alisjahbana itu cuma lbh pintar ngelobi. >> >> >> >> >> >________________________________ >> > From: Teddy S. <teddyr@...> >> >To: [email protected] >> >Sent: Wednesday, July 11, 2012 2:07 PM >> >Subject: [proletar] Re: Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia >> > >> > >> > >> >Lu jangan bandingin diri lu yang dogol dengan orang yang punya visi >> >cemerlang. Beliau dapat gelar Dr. Ing dari TU Darmstadt yang merupakan >> >salah satu universitas paling elit Jerman untuk bidang teknik. >> > >> >Jerman bukan kayak Perancis yang suka mengobral gelar doktor sembarangan >> >dengan mutunya diturunkan khusus untuk negara-negara berkembang. >> > >> >Lu maunya disuapin aja sih. Berikut buat tambah pengetahuan lu yang cetek >> >kayak comberan di Jakarta di musim panas. >> > >> >Iskandar, Palapa, dan Visi Iptek >> >Terkirim Agustus 29, 2007 >> > >> >NINOK LEKSONO >> > >> >Dunia mengagumi Amerika, yang sukses mengombinasikan "daya juang meneliti" >> >ilmuwan dan sifat "berani mengambil risiko" wirausahawan. (Sambutan >> >Iskandar Alisjahbana selaku Ketua Majelis Wali Amanah ITB, 2000) >> > >> >Sungguh tepatlah kalau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia memberikan >> >Penghargaan Sarwono Prawirohardjo kepada dua tokoh Indonesia, Prof Dr Emil >> >Salim dan Prof Dr Ing Iskandar Alisjahbana, 22 Agustus. Dalam pengantarnya, >> >Kepala LIPI Umar A Jenie menyebutkan, advokasi Emil Salim telah >> >membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian >> >lingkungan, sedangkan Iskandar dinilai berjasa karena merintis inovasi >> >teknologi yang kemudian mewujud pada Sistem Komunikasi Satelit Domestik >> >Palapa. >> > >> >Kiprah dan pemikiran Emil Salim telah disampaikan di harian ini pada 22 >> >Agustus dan "Forum Iptek" kali ini ingin mengangkat kembali visi Sistem >> >Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa yang pernah dilontarkan oleh >> >Iskandar dan menegaskan kembali betapa pentingnya visi masa depan, >> >khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) seperti yang >> >telah diperlihatkan Iskandar. >> > >> >Empat dekade silam >> > >> >Sebagai negara kepulauan dengan rentang geografi sekitar 5.300 kilometer, >> >Indonesia tentu dihadapkan pada tantangan komunikasi yang luar biasa. >> >Solusi terestrial, solusi kabel laut, telah membantu pengembangan >> >komunikasi Tanah Air. Namun, keduanya membutuhkan upaya besar, lebih-lebih >> >jika mengingat sifat geografis Indonesia yang archipelago, dengan wilayah >> >terdiri dari pulau-pulau yang terpisah oleh laut. >> > >> >Solusi dengan teknologi maju saat itu muncul, yaitu ketika perusahaan >> >Telesat Kanada mempersiapkan satelit komunikasi domestik. Dengan >> >meluncurkan satelit Anik A1 dengan roket Delta pada November 1972, Kanada >> >menjadi negara pertama yang mengoperasikan SKSD. SKSD dipandang sebagai >> >sistem yang andal, efektif, dan canggih (situs Telesat Kanada). Satelit >> >Anik mengorbit di orbit geostasioner pada ketinggian sekitar 36.000 >> >kilometer. >> > >> >Di belahan dunia lain, pada 14 September 1968, ada cendekiawan Indonesia >> >yang juga mencetuskan penggunaan sistem komunikasi satelit dalam pidato >> >pengukuhan guru besar di Institut Teknologi Bandung. Dengan visi yang ia >> >sampaikan itu, Iskandar melihat Indonesia dipersatukan oleh teknologi >> >canggih yang tepat guna karena ia bisa mempersatukan penduduk yang tersebar >> >di negara 17.500 pulau ini dengan prasarana telekomunikasi dan, karena itu, >> >menumbuhkan rasa kebangsaan mereka. >> > >> >Pemerintah mewujudkan gagasannya. Proyek satelit pun dimulai dan akhirnya >> >berpuncak dengan peluncuran satelit Palapa A1, 8 Juli 1976. SKSD Palapa >> >kemudian diresmikan Presiden Soeharto, 16 Agustus 1976. Dibandingkan dengan >> >satelit komunikasi mutakhir dewasa ini, Palapa A1 tampak primitif karena >> >hanya bisa menyalurkan siaran televisi dan SLJJ pada 40 kota di Indonesia. >> >Namun, Palapa sudah menjadi lompatan teknologi bagi negara yang saat itu >> >punya pendapatan per kapita 125 dollar AS (Buyung Wijaya Kusuma/Warnet >> >2000, 8 November 2005). >> > >> >Indonesia saat itu menjadi negara ketiga di dunia setelah Kanada dan AS >> >yang memanfaatkan satelit untuk sistem komunikasi domestik. China dan >> >India, yang kini menjadi negara hebat di bidang ekonomi dan teknologi >> >antariksa, pun waktu itu belum memikirkan untuk mengoperasikan SKSD. >> > >> >Gagasan meluncurkan satelit untuk merevolusi komunikasi tampak visioner dan >> >Pemerintah RI tampak penuh percaya diri menerapkan teknologi maju ini >> >meskipun saat itu bangsa Indonesia belum makmur. >> > >> >Visi iptek >> > >> >Setelah Palapa, dalam perkembangan pemikiran kemudian, Iskandar mendapat >> >banyak ilham dari tesis futuris Alvin Toffler mengenai Gelombang Peradaban >> >(A Toffler, Third Wave, 1980). Selain meyakini bahwa Gelombang >> >Ketigaâ€"yang dicirikan oleh dominansi sejumlah teknologi, yakni >> >bioteknologi dan rekayasa genetika, nuklir dan energi terbarukan, >> >komunikasi dan pengolahan data, serta penerbangan dan eksplorasi ruang >> >angkasa, yang semuanya memperlihatkan diri dengan nyata dewasa >> >iniâ€"Iskandar juga mengantisipasi sejumlah teknologi yang kini telah siap >> >muncul di horizon. >> > >> >Teknologi yang dimaksud antara lain adalah nano, superkonduktivitas suhu >> >tinggi, dan fusi dingin. Teknologi nano yang kini semakin banyak ditelaah >> >di Indonesia telah banyak ia kupas sejak tahun 1980-an. Wacana yang ia >> >kemukakan waktu itu antara lain "bagaimana kita harus merespons munculnya >> >pabrik yang bersih lingkungan dan efisien, mampu bekerja 24 jam nonstop?" >> > >> >Kembali pada SKSD yang ia cetuskan, Palapa kini telah digantikan generasi >> >satelit komunikasi yang lebih hebat, seperti Telkom-2, yang selain mampu >> >menjadi tulang punggung transmisi (untuk SLJJ, SLI, internet, dan >> >komunikasi militer), juga bisa untuk siaran (TV, radio, telekonferensi), >> >dan akses (internet, distant learning, bisnis Vsat [untuk perbankan dan >> >pertambangan]). >> > >> >SKSD memperlihatkan keandalannya ketika terjadi bencana alam seperti gempa >> >dan tsunami karena dapat terus berfungsi ketika jaringan terestrial hancur >> >terkena bencana, seperti saat gempa di Aceh (2004) dan Taiwan (2006). >> >Dengan Palapaâ€"yang oleh Mark Crawford, wartawan ABC Radio, NSW, >> >Australia, disebut "infrastrukturnya infrastruktur karena menjadi tulang >> >punggung bagi industri telekomunikasi dan siaran TV"â€"ada semacam revolusi >> >komunikasi di negeri ini. >> > >> >Keyakinan terhadap pemanfaatan teknologi maju antariksa juga dapat >> >dikatakan visioner karena sekarang ini pun mulai tampak upaya negara maju >> >untuk meningkatkan eksplorasi ruang angkasa, baik sebagai upaya untuk >> >meningkatkan daya saing nasional maupun sebagai persiapan ke depan >> >menyongsong satu masa ketika Bumi sudah tak mampu lagi menopang kehidupan >> >sehingga manusia harus mencari ranah baru di the last frontier di luar Bumi. >> > >> >Namun, sebelum itu, seorang Iskandar masih memegang visi yang "membumi". >> >Dalam sambutannya ketika menerima penghargaan dari LIPI, Iskandar >> >menegaskan lagi bahwa industri bioteknologi punya peluang untuk berkembang >> >di Indonesia dan bersaing di tingkat global karena Indonesia memiliki >> >sumber daya genetik melimpah. >> > >> >Dalam perkembangan selanjutnya, lebih-lebih ketika menghadapi masa sulit >> >seperti sekarang ini, bangsa Indonesia akan terus membutuhkan sosok >> >visioner seperti Iskandar Alisjahbana dan Emil Salim, yang mampu dengan >> >jernih melihat ke depan dan memberi saran kepada pemerintah dan para >> >pemimpin mengenai apa yang seharusnya dilakukan, dalam hal ini memilih >> >iptek yang paling jitu untuk membangun dan menyejahterakan bangsa Indonesia. >> > >> >Pemerintah telah memilih enam bidang untuk menjadi lokomotif riset dan >> >pengembangan. Namun, dalam pelaksanaannya, saran Iskandar dapat menjadi >> >pegangan. Saran itu adalah agar peneliti dan lembaga penelitian >> >meninggalkan "falsafah menara gading". Menurut Iskandar, Stanford >> >University dan Massachusetts Institute of Technology telah lama >> >meninggalkan falsafah di atas dan memberi dorongan bagi munculnya >> >knowledge-economy yang berasal dari riset yang diuji di medan nyata, yakni >> >pasar (Lihat sambutan Iskandar selaku Ketua MAW ITB, 2000, dalam >> >Krisnamurti.net/Kompas, 23/8). >> > >> >Visi kita pun hendaknya mengarah pada apa yang telah dicapai Amerika, yang >> >bisa mengombinasikan "daya juang meneliti" ilmuwan dan sifat "berani >> >mengambil risiko" wirausahawan, dan bukan bangsa yang hanya bisa mencetak >> >"bangsawan" ilmu pengetahuan bertitel "ningrat akademis", tetapi tidak >> >mampu berbuat apa-apa saat terpuruk. >> > >> >--- In [email protected], item abu <itemabu@> wrote: >> >> >> >> Hehehe... anak2 Iskandar Alisjahbana itu paling2 cuma numpang nama >> >> bapaknya, ga ada prestasi apa2 yg hrs dibanggakan. >> >> >> >> Lihat PT DI, amburadul ga keruan, sampe mau bangkrut setelah ngabis2in >> >> dana sekian banyak selama sekian thn. >> >> >> >> Lalu kerja jadi direktur IBM Indonesia? Hehehe... kemana sekarang IBM >> >> Indonesia? IBM Indonesia itu ga ada prestasi apa2 sama sekali selain jadi >> >> tukang jualan doang, barangnya butut, servisnya payah tp mahalnya ga >> >> kira2 cuma mentang2 ga ada saingan. Begitu ada PC yg memadai, langsung >> >> bubar. >> >> >> >> Orang Indonesia yg kerja di IBM pada prinsipnya cuma nyari duit dgn >> >> nipuin orang Indonesia demi perusahaan Amrik, ga ada kontribusinya sama >> >> sekali unt Indonesia secara keseluruhan. >> >> >> >> >> >> Iskandar Alisjahbana itu bisa berhasil di telekomunikasi cuma krn waktu >> >> itu emang ga ada yg ngerti ilmunya. Kalo misal sekarang melakukan usaha >> >> yg sama, hehehe.... ga akan dia bisa berhasil. >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >________________________________ >> >> > From: johny_indon <johny_indon@> >> >> >To: [email protected] >> >> >Sent: Wednesday, July 11, 2012 8:23 AM >> >> >Subject: [proletar] Re: Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia >> >> > >> >> > >> >> > >> >> >armida ini anaknya prof. mochtar kusumaatmaja. >> >> >suaminya andi alisjahbana, direktur iptn (pt di). >> >> >mertuanya adalah prof. iskandar alisjahbana, mantan rektor itb (si >> >> >bleki langsung meradang lagi denger nama itb) yg merancang >> >> >sistem komunikasi satelit domestik palapa. >> >> >jadi mereka2 ini adalah tipikal 'the best breed'. >> >> > >> >> >klan alisjahbana sendiri, yg terkenal mulai dari sutan takdir >> >> >alisjahbana, tidak pernah ada yg gagal, semuanya mengagumkan. >> >> >misalnya betti alisjahbana, pernah jadi direktur ibm di indonesia. >> >> > >> >> >nah, sekarang bandingkan dengan klan lainnya yg juga pake >> >> >gelar 'sutan' yg tinggal di luar negri itu, boro2 mengagumkan, yg >> >> >ada malah memalukan karena hidup sebagai benalu tanpa kerjaan samasekali. >> >> >dia kumpul kebo dengan dengan kebo bernama marlene yg profesinya... >> >> >apa ya.. ngga jelas, kayaknya ini cewek yg suka luntang lantung di red >> >> >light district di amsterdam itu. >> >> >mertuanya seorang...hmm.. jelas bukan rektor, kemungkinan sih germo. >> >> > >> >> >untunglah kebo si sutan yg satu itu tidak bisa beranak, sehingga >> >> >rantai DNA yg busuk itu bisa terputus. >> >> >bayangin kalo keluarga si 'sutan' busuk ini beranak pinak, bukan saja >> >> >merusak image orang melayu, tapi belanda bisa bangkrut dalam sekejap. >> >> > >> >> >pihak keluarganya di minangkabau sono konon sedang mempertimbangkan >> >> >untuk mengganti gelar 'sutan' yg dia sandang menjadi 'setan'. >> >> > >> >> >--- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@> wrote: >> >> >> >> >> >> Bo a bo. >> >> >> >> >> >> Merasa lebih unggul daripada orang yang punya profil di bawah ini? >> >> >> Yang jelas walaupun sama-sama alumni UI, tapi bukan dari jurusan >> >> >> Sastra lah yaww! Kalau orang dari jurusan Sastra tapi diangkat untuk >> >> >> menduduki posisi itu, maka itu baru namanya sedeng. >> >> >> >> >> >> >> >> >> Armida has served as chairman of the Economics and Development Studies >> >> >> Department (now the Faculty of Economics) in Padjadjaran University >> >> >> and Director of the Center for Economics and Development Studies >> >> >> (LP3E).[2] She obtained her B.A. in Economics from University of >> >> >> Indonesia and earned an M.A. in Economics from Northwestern >> >> >> University. She earned her Phd in Economics from University of >> >> >> Washington. Before becoming a minister, in her academic capacity >> >> >> Armida undertook various research tasks for the World Bank and the >> >> >> Australian Agency for International Development (AusAID).[2] >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> >> >> >> wrote: >> >> >> > >> >> >> > >> >> >> > >> >> >> > Edan... >> >> >> > >> >> >> > Orang sedeng begini bisa jadi menteri di Indonesia.. >> >> >> > >> >> >> > --- In [email protected], "Sunny" <ambon@> wrote: >> >> >> > > >> >> >> > > Ref: Hebat luar biasa! >> >> >> > > >> >> >> > > http://www.antaranews.com/berita/320755/menteri-indonesia-jadi-pusat-pengetahuan-dunia >> >> >> > > Menteri: Indonesia jadi pusat pengetahuan dunia >> >> >> > > Selasa, 10 Juli 2012 10:32 WIB | 634 Views >> >> >> > > >> >> >> > > >> >> >> > > Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana. >> >> >> > > (FOTO.ANTARA) >> >> >> > > >> >> >> > > Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan, titik >> >> >> > > simpul jaringan untuk berbagi pengalaman kepada negara-negara >> >> >> > > berkembang >> >> >> > > Denpasar (ANTARA News) - Indonesia akan menjadi pusat pengetahuan >> >> >> > > dunia karena Indonesia dinilai telah banyak memiliki pengalaman >> >> >> > > pembangunan yang bisa dibagikan kepada negara berkembang, kata >> >> >> > > Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Salsiah >> >> >> > > Alisjahbana. >> >> >> > > >> >> >> > > "Indonesia akan mengumumkan diri sebagai pusat pengetahuan >> >> >> > > (Knowledge Hubs), titik simpul jaringan untuk berbagi pengalaman >> >> >> > > kepada negara-negara berkembang," katanya pada Pertemuan Kerja >> >> >> > > Sama Selatan-Selatan di Nusa Dua, Selasa. >> >> >> > > >> >> >> > > Dia mengatakan bahwa ada tiga bidang yang bisa dibagi ke negara >> >> >> > > berkembang di antaranya pembangunan, demokrasi, pemerintahan dan >> >> >> > > pembangunan perdamaian, dan kebijakan pengelolaan ekonomi baik >> >> >> > > makro maupun keuangan mikro. >> >> >> > > >> >> >> > > Menurutnya, Indonesia dinilai berhasil dalam isu pembangunan yang >> >> >> > > mencakup pengentasan kemiskinan seperti melalui Program Nasional >> >> >> > > Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. >> >> >> > > >> >> >> > > Selain itu, juga meliputi penerapan mitigasi bencana dan >> >> >> > > penanganan bencana seperti pengalaman penanganan bencana tsunami >> >> >> > > di Aceh, ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia. >> >> >> > > >> >> >> > > Hal itulah yang merupakan kesuksesan Indonesia dalam program >> >> >> > > kebijakan yang bisa dijadikan contoh bagi negara-negara berkembang. >> >> >> > > >> >> >> > > Indonesia, menurut Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bapenas) >> >> >> > > itu, saat ini bukan lagi sebagai negara berkembang namun sudah >> >> >> > > menjadi negara dengan pendapatan ekonomi menengah atau emerging >> >> >> > > country. >> >> >> > > >> >> >> > > "Indonesia sekarang bukan lagi sekedar negara penerima bantuan >> >> >> > > dari negara donor, namun Indonesia secara bertahap menjadi negara >> >> >> > > donor pada tiga bidang itu," tambahnya. >> >> >> > > >> >> >> > > Dalam pertemuan Kerja Sama Selatan-Selatan yang dibuka Wakil >> >> >> > > Presiden Boediono dan dihadiri 300 perserta dari 46 negara itu >> >> >> > > juga akan membahas pengembangan pusat pengetahuan dunia itu untuk >> >> >> > > masa depan. >> >> >> > > >> >> >> > > Pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kali digelar di negara >> >> >> > > dengan ekonomi menengah yang selama ini selalu digelar di >> >> >> > > negara-negara dengan ekonomi maju. >> >> >> > > (330/F002) >> >> >> > > Editor: Desy Saputra >> >> >> > > >> >> >> > > >> >> >> > > [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> > > >> >> >> > >> >> >> >> >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> >> > >> >> >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> > >> > >> > >> > >> > >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
