Indeks Pembangunan Manusia Jakarta naik, dari 76,6 menjadi 78.




VIVAnews – Pemerataan kualitas pelayanan bagi keluarga miskin dan kurang
 mampu merupakan target utama pembangunan kesehatan di Jakarta. Meski 
angka kemiskinan di Jakarta mengalami penurunan secara signifikan, namun
 mahalnya kesehatan membuat masih banyak warga yang membutuhkan bantuan 
atau subsidi.



Sejak 2008 lalu, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemprov DKI 
termasuk meningkatkan alokasi dana APBD dan pembangunan bidang kesehatan
 yang telah menjadi komitmennya.



Selain untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, sebagian dana 
tersebut dialokasikan untuk pembiayaan kesehatan keluarga miskin atau 
kurang mampu yaitu, melalui program Jaminan Pemeliharaan Keluarga Miskin
 (JPK-Gakin). Sebagai gambaran, alokasi dana JPK-Gakin naik lebih dari 2
 kali lipat dalam periode 2007 – 2012 yaitu dari Rp250 Miliar menjadi 
Rp600 Miliar.



Dalam bidang sarana dan prasarana, pembangunan layanan kesehatan 
terutama bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan daya tampung rumah 
sakit daerah (RSD) dan Puskesmas. Perbaikan manajemen layanan menjadi 
salah satu target utama agar sesuai dengan standard ISO 9001:2008.



Dari berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut ada beberapa hal yang 
telah dicapai diantaranya, menangani 2,7 juta kasus penyakit pemegang 
kartu Gakin dan KTM, termasuk rawat inap untuk sekitar 650 ribu orang.



Meningkatkan kualitas pengelolaan RSUD dan Puskesmas sehingga kini 3 
RSUD, 44 Puskesmas Kecamatan dan 126 dari 295 Puskesmas Kelurahan telah 
mendapat sertifikat ISO 9001:2008 serta menjadi percontohan bagi banyak 
daerah, termasuk dari luar negeri.



Selain itu, meningkatkan kapasitas rawat inap kelas III di RSUD dari 567
 tempat tidur menjadi 1.050 tempat tidur, menekan biaya untuk pengobatan
 umum menjadi Rp2.000 dan pengobatan gigi hanya dikenakan Rp5.000 ini 
menjadi termurah di Indonesia.



Dalam kasus DBD, angkanya menurun dari 31.836 di tahun 2007 menjadi 
18.006 di tahun 2011 melalui Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 
Sementara Indeks Pembangunan Manusia Jakarta (IPM) Jakarta naik, dari 
76,6 menjadi 78,0 merupakan yang tertinggi di Indonesia.



Selanjutnya, angka kematian bayi menurun dari 8,4/10.00 kelahiran pada 
2007 menjadi 7,0/10.00 pada 2011, serta angka harapan hidup meningkat 
dari 75,8 di tahun 2007, menjadi 76,20 di tahun 2011. Maka jika melihat 
berbagai upaya tersebut tidak salah jika komitmen Pemprov DKI dalam 
meningkatkan bidang kesehatan sudah semakin lebih baik. (WEBTORIAL)



http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/337832-kesehatan-untuk-gakinhttp://metro.news.viva.co.id/news/read/337832-kesehatan-untuk-gakin



Berbagi berita untuk semua
http://goo.gl/KKHtihttp://goo.gl/fIWzb

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke