Yang rada aneh adalah bahwa tidak banyak, if any, wartawan yang berusaha mengetahui dengah pasti siapa yang membakar hutan itu: penduduk asli yang membuka ladang baru atau pengusaha kelapa sawit yang membuka kebun kelapa sawit baru...
--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Ref: Asap ini adalah tanda pengundulan hutan jadi tidak perlu kaget atau > heran, karena tiap tahun sejak berdiri NKRI selalu ada ritual ini. > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/08/26/343480/127/101/Kotim-Penyumbang-Asap-Terbesar-di-Kalteng > > Kalimantan > Kotim Penyumbang Asap Terbesar di Kalteng > Minggu, 26 Agustus 2012 23:32 WIB > > > MI/Surya Sriyanti/zn > SAMPIT--MICOM: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Kalimantan > Tengah menilai Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merupakan daerah > penyumbang asap tersbesar di provinsi itu. > > Kepala Seksi penyaji data titik panas (Hot Spot) Manggala Agni, Balai > Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Provinsi Kalteng, Andreas Dodi di > Sampit, menyatakan sudah mencatat titik panas di daerah tersebut. > > "Terhitung sejak 1-24 Agustus 2012, satelit National Oceanic and Atmospheric > Administration (NOAA) mendeteksi sedikitnya ada 76 titik panas yang diduga > akibat kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut," katanya, Minggu (26/8) > > Titik panas yang terdapat di Kabupaten Kotim merupakan terbanyak se-Kalteng, > terbanyak kedua berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, 70 titik panas. > > Dengan ditemukannya puluhan titik panas di wilayah Kabupaten Kotim, maka > daerah tersebut secara otomatis penyumbang asap terbanyak di Kalteng. > > Jumlah keseluruhan titik panas di Kalteng hingga 24 Agustus 2012 ada sebanyak > 500 titik panas dan dikhawatirkan titik panas akan bertambah jika tidak > dilakukan pencegahan. > > Pemerintah Kabupaten Kotim diminta untuk meningkatkan pencegahan dan > menanggulangi kebakaran hutan dan lahan agar titik panas di daerah itu tidak > terus bertambah. > > Jika tidak dilakukan penanggulangan mulai sekarang, dikhawatirkan kabut asap > akibat kebakaran hutan dan lahan akan semakin menebal dan berdampak terhadap > semua daerah. > > "Berdasarkan laporan yang kami terima, titik panas di wilayah Kabupaten Kotim > merupakan akibat kegiatan masyarakat yang membuka lahan pertanian dengan cara > membakar," katanya. > > Areal pertanian yang dibuka dengan cara dibakar tersebut tidak diawasi dan > dikendalikan dengan baik dan benar sehingga api menjalar kelahan kosong > lainnya. > > Titik panas yang terpantau satelit NOAA sebagian besar merupakan hasil > kebarakan hutan dan lahan, untuk itu seluruh kabupaten/kota se-Kalteng > dintruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan agar > kebakaran hutan dan lahan tidak meluas. > > "Instruksi waspada akan kebakaran hutan dan lahan terhadap kepala daerah > bupati/walikota se-Kalteng tersebut sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) > Kalteng, Agustin Teras Narang, No.52/2008 yang diperbarui melalui Pergub > No.15/2010 tentang pekarangan dan lahan," terangnya. > > Seluruh kepala daerah bupati/walikota wajib melaksanakan Pergub Nomor 15 > tahun 2010 tersebut, tujuannya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan > lahan tidak terkendali serta untuk menjaga kelestarian lingkungan. > > Dalam Pergub itu dengan jelas disebutkan membuka lahan pertanian budidaya > diperbolehkan dengan cara membakar dengan luasan maksimal dua hektare. > > Pembukaan lahan budidaya dengan cara membakar harus dikendalikan atau diawasi > selama kegiatan pembakaran agar tidak menjalar ke lahan kering lainnya. > > Bagi pelaku pembukaan lahan non budidaya dengan cara membakar akan dikenakan > sanksi hukuman pidana. (Ant/OL-3) > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
