setiap kita di sini yg pernah punya masa kecil berlarian bebas
di sawah, berbaring separuh telanjang di tepi parit beralaskan
tangan menantang matahari atau malam di pantai menghitung komet,
sembunyi belajar naik motor bebek atau naksir cinta monyet, dst,
saat itu gak kenal beda warna kulit, bahasa, suku, agama ..
tanpa disadari 40 tahun berlalu, album foto makin kuning.

beranjak bercelana panjang, ganesha sang lurah prols si bugis
adalah salah satu dari rombonganku, bercampur melayu, cina, jawa,
flores, kristen, islam, konghucu, kejawen, kaharingan, dan saban
taon berasa punya banyak hari raya, natal, lebaran, imlek ..
pun 20 tahun itu tetap berbekas, usang tapi masih sip dikenang.

ketika sempat saling bertemu sembari memperkenalkan istri dan
buntut, masih tersisa masa lalu untuk ditertawakan. setidaknya
ada judul untuk reuni atau alasan saat saling kunjung ke kota
masing2, meski waktu semakin terbatas berikut batasan lainnya.
namun yg membuat sebuah batasan tertentu terasa mulai "menuntut"
bahkan memaksa, yg paling simpel seperti hilangnya spontanitas,
adalah saling mengucap selamat. "hanya berselamat", yg tadinya
gak pernah rikuh selama 40 tahun, dua dekade, lalu makin hilang
bahkan terasa berat dalam 10 tahun terakhir. di era global yg
makin dimanja dgn perangkat canggih berikut sarana sosial media,
justru membuat semakin berjarak berikut alasan yg jadi absurd.

ya .. 10 tahun terakhir ini, seolah membuka mata bahkan akal.
bahwa sesungguhnya di setiap anggota kumpulan yg 40 tahun lalu
yg bisa membuat dua kesebelasan, ternyata kini saling berbeda.
setelah salam lebaranku kepada ganesha mulai telat dibalas,
begitupun kirimannya saat natal baru kuterima pada januari
akibat hapeku off sepanjang akhir tahun, akhirnya hilang.

entahlah, kadang aku gamang ketika mendadak teringat kisah
40 tahun lalu untuk dibicarakan bahkan ditulis, saat ini.  
  
http://news.fimadani.com/read/2012/09/08/wawancara-rhoma-irama-dosa-besar-jika-ibukota-dipimpin-cina-kristen/


--- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote:
>
> 
> dari masjid agung cianjur, aku berjalan ke arah bawah,  belok kanan saat 
> perempatan. . .dan di kiri jalan ada gereja besar dengan halaman cukup luas.
> 
> saat pagar gereja ku buka, selalu ada dua anjing yang menyapaku. ku berjalan 
> melintasi pelataran, ke arah samping bangunan gereja. rumah pendeta ada di 
> sudut kanan belakang, sedangkan tepat bersebelahan dengan gereja, ada 
> bangunan tua yang masih terbuat dari kayu dengan dinding bilik bambu. di 
> sanalah teman saya tinggal. wanita, usia 45 an, masih sendiri dan menjadi 
> guru sekolah minggu.
> 
> suara nyanyian mengalun merdu dari dalam gereja, sementara aku hempaskan 
> tubuhku di atas sofa, di ruang tamu, yang tepat bersebelahan dengan gereja, 
> jarak dari pintu depan rumah ke pintu samping gereja tidak akan lebih dari 3 
> meter saja.
> 
> sebagai muslim, saya tetap nyaman bolak balik ke temen yang tinggal sekomplek 
> dengan gereja dan mengabdi di gereja sebagai guru sekolah minggu. cianjur 
> yang kental dengan masyarakat islamnya jelas tak sama dengan suriah atau arab.
> 
> ini indonesia. nddak perlu mendikotomikan islam atau kristen, karena pada 
> nyatanya, kita adalah satu. indonesia.
> 
> dari cianjur, kalau ke sukabumi, saya selalu menyempatkan diri mampir di 
> rumah makan kulit di cikondang. 
> 
> islam indonesia bukan islam arab.
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "kim3hook" <kimhook@> wrote:
> >
> > 
> > --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote:
> > ...
> > >Cianjur yg konon sudah menerapkan syariah Islam ( mengharuskan 
> > >memakai jilbab ) apakah membuat non Islam hilang ?, nein malah 
> > >Yayasan Mardi Yuana ( tempat aku sekolah sampai SMP )
> > ...
> > 
> > Hmmm Mardi Yuana...
> > Didepan bangunan sekolah ini ada Kodim dan dari bangku kelas
> > bisa melihat satu gedung gereja yang elok. Pendeta WN Italia,
> > mgr Paganini lah yang mengurus dan juga sebage pendeta.
> > 
> > Orangnya tinggi kurus lenjang. Pakean pastor yang berwarna
> > coklat dan kerah putih sering menjadi perhatian masyarakat.
> > Menunggangi motor Lambretta untu pergi antar kota, Cianjur-
> > Sukabumi.
> > 
> > Didalam gereja ada satu orgel tua. Umat yang kebanyakan cokin
> > merasa senang berada dibawah naungan bangunan tersebut. Selain
> > ada pendeta asal Itali, juga ummat menyantunkan lagu-lagu yang 
> > elok dibarengi dg orgel.  Ave Maria...
> > 
> > Paganini punya rasa seni dalam penataan lingkungan gereja 
> > agar ummat betah. Tidak ada kubangan aer, tak ada jajaran
> > sendal jepit digerbang gereja, juga tidak terlihat soal zamban. 
> > Ummat datang kesana sudah bersih dari awal.
> > 
> > Didepan gereja, Paganini menanam dua pohon pisang kipas. Yang
> > satu disebelah kiri dan satu lagi disebelah kanan gerbang 
> > gereja. Pohon pisang kipas, kemudian, beneran mengapit gereja.
> > 
> > Ummat kebanyakan cokin yang memiliki toko, ada juga dokter
> > gigi cokin dan istrinya, juga notaris sunda sebage ummat. Bagi
> > kalangan cokin yang punya harta dan kedudukan/intelek, pada
> > suatu saat harus memilih antara kepercayaan nenek moyang Kong
> > Hu Chu atau yang lain.
> > 
> > Pada umumnya mereka lebih tertarik kepada kresten daripada
> > budhis. Sedangkan dimata kebanyakan orang, Islam itu sarat
> > dengan budaya Arab dan tata cara yang tidak begitu mengena
> > buat kebanyakan orang Asia. Islam jauh dimata jauh dihati.
> >
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke