Prancis sebagai salah satu negara utama Uni Europa, termasuk yg mengalami 
krisis cukup parah, bila pajak tsb benar benar dilaksanakan, sepertinya 
kasus Yunani akan berlanjut ke Prancis, dimana orang kaya akan pindah 
negara, bila Yunani banyak yg mengungsi ke Australia, Prancis masih memilih 
negara di Europa, yg patut diperhatikan gelontoran uang utk dijadikan alat 
obligasi bagi peminjam akan membuat pengusaha kelas kakap keluar dari negara 
nya.
++

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis Francois Hollande berencana menaikkan 
pajak pendapatan kalangan atas hingga sebesar 75 persen. Hal ini bertujuan 
mengurangi defisit anggaran negara. Namun, musuh-musuh politiknya 
menegaskan, rencana ini tidak masuk akal dan berbahaya.

Hollande juga berencana mengurangi pengeluaran negara serta melakukan 
reformasi lain di bidang perekonomian. Kepada televisi TFI pada hari Minggu 
(9/9), Hollande mengatakan, rencananya bertujuan memulihkan keadaan 
perekonomian yang terus dilanda kelesuan.

Bank Sentral Perancis menginformasikan bahwa pada kuartal III-2012, 
perekonomian akan mengalami kontraksi 0,1 persen.

Menurut Hollande, rencananya memajaki pendapatan di atas 1,28 juta euro per 
tahun sebesar 75 persen akan menghasilkan pendapatan 20 miliar euro. 
Ditambah lagi dengan pengurangan anggaran pemerintah 10 miliar euro, maka 
akan didapat uang 30 miliar euro.

Hollande mengatakan, rencana ini akan dilakukan dalam dua tahun dan akan 
menurunkan defisit anggaran pemerintah.

Hollande berencana menurunkan defisit anggaran dari 4,5 persen sekarang ini 
menjadi 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2013 dan 
memiliki anggaran berimbang pada tahun 2017.

Masalah defisit anggaran selama bertahun-tahun menjadi alasan utama di balik 
pelemahan kurs euro. Defisit ini juga berlaku di semua zona euro yang 
ditutup dengan utang. Defisit anggaran yang dianggap aman adalah maksimum 3 
persen dari PDB.

Sangat khawatir

Kalkulasi Hollande bagi sebagian kalangan amat membahayakan. Hollande hanya 
melihat kalkulasi dari sisi penurunan defisit. Namun, langkahnya dianggap 
bertentangan dan justru bisa memukul balik perekonomian Perancis.

Di dalam perekonomian yang sedang lesu, pemerintah selayaknya menambah 
anggaran dan menurunkan pajak. Ini penting untuk mendorong konsumsi. Namun, 
hal ini memang tidak bisa lagi dilakukan oleh pemerintahan di zona euro yang 
sudah kesulitan mendapatkan utang baru untuk menutupi defisit. Akan tetapi, 
menaikkan pajak hingga 75 persen juga bisa mencekik perekonomian.

Jean-Francois Cope, dari Partai UMP, memberi penjelasan. "Saya pernah tiga 
tahun menjadi menteri anggaran. Saya belajar bahwa untuk mengurangi defisit 
anggaran, harus dimulai dengan pengurangan pengeluaran negara, bukan 
menaikkan pajak," kata Cope.

Ia menambahkan, pajak baru itu jika diwujudkan akan membuat para pebisnis 
meninggalkan Perancis. "Tidak ada negara di dunia yang memiliki pajak sampai 
75 persen," kata Cope.

Bos LVMH Bernard Arnault telah melamar menjadi warga Belgia. LVMH adalah 
singkatan dari Louis Vuitton Moet Hennessy, antara lain memproduksi 
barang-barang berharga, seperti tas.

Pihak lain juga menegaskan, tindakan menaikkan pajak sampai 75 persen bisa 
memukul balik perekonomian karena bisa menekan konsumsi warga yang justru 
diperlukan untuk mendorong ekonomi. (AP/AFP/MON) 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke