udah diperiksa sih... katanya, palanya kagak ada otaknya

nyampah di milis tuh instingnya yg kerja...



________________________________
 From: arya <[email protected]>
  
 

  
Kebebasan milis hanya akan mengundang banjir email yg seringkali juga 
kontraproduktif. Bagi yg menginginkan berbagi wawasan justru tidak 
kebagian perhatian, krn bakal tenggelam dgn lautan email sampah.

Sekali dua sih gak masalah tabok2an mengenai wawasan/pengetahuan, krn 
mungkin pd kelebihan hormon. Tp kalu begitu terus sih, klengr jg para 
penonton.

Kalau setiap mengirim email selalu dan selalu bernada menghina, 
mengundang permusuhan agama misalnya...ada baiknya pada periksa.

On 9/29/2012 7:08 AM, johny_indon wrote:
>
>
>
> jusplik itu pelopor demoralisasi milis.
> dia udah ngga peduli lagi apa kata orang ttg kelakuan2 bejatnya di milis.
> dia merasa idupnya ngga lama lagi, kerabat ngga punya, anak ngga ada, warisan 
> apa lagi.
>
> jadi buat dia nothing to lose, biarpun kalo mati nanti cuman meninggalkan
> namanya yg berbau busuk, yg penting bisa buang waktu di milis mengumbar
> syahwatnya yg ngga punya saluran itu.
>
> (siap2 denger kaset rusak lagi deh, kali ini artisnya kayaknya bakalan duet,
> bleki n uplik)
>
> --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:
>>
>> Setelah terjadi tsunami di wilayah Pangandaran beberapa tahun lalu.
>> Di Baguna selalu ada survei kelapangan setelah Baguna tidak aktif lagi.
>> Aku berangkat ber 4, salah satunya putri sulungku, cina banget deh (
>> silahkan lihat di fb aku ).
>>
>> Kebetulan disaat survei tersebut sedang ada perayaan yg didukung oleh partai
>> ( sebagai penghibur setelah banyak kapal nelayan hilang tertelan ombak
>> maupun rusak menabrak karang.
>>
>> Aku ajak putriku sebagai tukang foto, aku mah liat liat kondisi dan tanya
>> sana sini.
>>
>> Percaya apa tidak, ternyata dari sekian ratus entah ribu, cina nya cuma aku
>> dan putriku dan 1 petinggi partai.
>>
>> Sebagai ayah, aku selalu melihat sekeliling, apakah mata mata pada jelalatan
>> ke putriku ?.
>> Ternyata yg jelalatan bukan masyarakat situ melainkan dari partai juga.
>>
>> Aku sengaja minta putriku kelayapan membuat dokumentasi, sehingga nanti
>> laporannya juga bersamaan dengan foto.
>>
>> Sekarang aku tanya kepada yg anti Islam di Prol, apakah masyarakat Cipatujah
>> beragama Kristen ?
>>
>> Ketika Merapi meletus, aku menjadi relawan tanpa memakai bendera partai
>> sehingga aku bisa banyak keliling sekalian membantu wilayah² yg banyak
>> rumahnya agar tidak bisa didatangi oleh kendaraan orang asing.
>>
>> Bila sedang rapat, aku pergi ke tenda pusat nunggu kiriman barang yg memang
>> masuk terus, yeah jadi kuli angkut gitu.
>>
>> Ada beberapa orang datang ke aku, bicara Oom sudah tinggal saja, nanti saja
>> yg angkut relawan anak muda......lha aku jawab aku kemari juga jadi relawan
>> apa bedanya usia bila mengangkut mie instant.
>>
>> Di sana aku akhirnya bisa masuk ke KLM ( Komunikasi Lereng Merapi ) sebuah
>> paguyuban murni swasta tidak mau memakai sponsor segala macem, anggota
>> ratusan orang dari 4 kabupaten.
>> Dengan beragam latar belakang, umumnya bukan sarjana, malah di lokasi para
>> anak muda yg dibekali pengetahuan pertolongan pertama bila Merapi batuk
>> maupun mengeluarkan wedhus gembel.
>>
>> Aku sering lihat kelompok Budha Tsuzi datang memberi bantuan, juga dari
>> ormas Tionghoa, semua bersama mengatasi bencana, dan tidak pernah ada yg
>> menanyakan agama segala macam.
>>
>> Hanya di Prol ada orang gila yg morang maring gak karuan, karena pola
>> pikirnya sudah penuh dengan dendam dan dengki yg tidak bisa terlampiaskan di
>> dunia nyata.
>>
>> Pernah datang ke Indonesia sambil ngumpet ngumpet akhirnya tetap saja di
>> deportasi, karena namanya sudah di black list, padahal juspig pernah nulis
>> sahabat baiknya Buyung Nasution, Sri Bintang Pamungkas, didalam kenyataannya
>> tetap saja mereka tidak peduli juspig di deportasi sehingga gagallah
>> mendapat gelar adat sutan secara syah.
>>
>> Juspig, selama kamu masih menulis dengan penuh dendam dan dengki percayalah
>> semakin dalam dendam dan dengki kamu merasuk sukma dan semakin susah pula
>> lah hidup kamu, karena siapapun yg mau berteman dengan kamu akan lari
>> menjauh.
>>
>> Hidup kamu sudah tinggal sebentar lagi, banyak dulu yg kagum dengan tulisan
>> kamu di Apakabar sayangnya di akhir hayat kamu rusak dengan marah marah,
>> dendam dan dengki.
>>
>> Hanya bila aku bisa bertemu dengan kamu, adalah bohong bila aku tidak
>> menampar mulut busukmu.
>>
>> Apakah Gabriel yg " pro " ke kamu tidak mengalami hal yg sama seperti
>> tulisan kamu ke aku ?, ingat Gabriel pun punya banyak keluarga di Indonesia,
>> apakah dengan Gabriel mengikuti gaya tulisan kamu menjadi aman tentram
>> ?.........sungguh biadab kamu pig, yah jauh lebih biadab dibandingkan
>> binatang buas yg pernah ada.
>>
>
>

 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke