Percuma diskusi dengan binatang mah, sama binatang mah nulis cukup suruh 
menggonggong ajah.

Eniwe saat ini beberapa gunung di Indonesia sedang dalam proses waspada ( 
bisa naik menjadi meletus, bisa juga menjadi adem ).

Salah satunya anak Krakatau, belum lama anak Krakatau mengeluarkan lava, 
banyak orang asing di minta menjauh, padahal orang asing tsb sengaja datang 
ke anak Krakatau utk mempelajari proses mulainya kehidupan setelah terkena 
lava.
Sialnya pula, pemda setempat naik ke pulau anak Krakatau utk memadamkan api 
yg membakar hutan yg sedang tumbuh, padahal tanaman tsb termasuk yg akan 
diteliti.

Anak Krakatau termasuk musium hidup dari lahirnya sebuah gunung dengan 
kecepatan yg stabil dan cepat.

Hal tsb dikarenakan pergerakan lempeng asia dan eurosia ( CMIIW ), tumbukan 
tsb mengakibatkan pergeseran dibawah tanah/laut yg sangat berpengaruh 
terhadap iklim dan posisi pulau pulau termasuk benua.

Istilah pasak bumi bisa diakui sebagai bagian dari pengetahuan dasar 
mengenai gunung, dimana tumbukan sesar membuat benturan ke atas dan juga ke 
bawah, bila kebawah maka biasa disebut pasak ( bisa jadi istilah ini kurang 
umum bagi sarjana geologi luar Indonesia, sedang di Indonesia sendiri 
pengertian pasak sudah ada sejak lama, sampai ada istilah pasak bumi, 
sejenis "sesuatu" yg menancap ke bumi, di dalam bahasa Indonesia pasak = 
paku ).

Benturan lempeng bila ke atas bisa menjadi pulau, bisa pula gunung ( yg ini 
khusus ke anak Krakatau, makanya dijadikan musium geologi yg hidup ), sedang 
lempengan yg kebawah akan menyatu dengan bagian bawah tanah/laut sehingga 
posisinya menjadi menyatu.

Pergerakan lempeng di dunia tidak akan pernah berhenti, yg terjadi ada yg 
cepat dan ada yg lamban, semua tergantung dengan ekologi di wilayah wilayah 
di bumi.

Pulau Jawa dan Sumatra termasuk pulau yg sangat dekat dengan lempengan tsb, 
demikian juga dengan Jepang.

Yg membedakan di Indonesia ( di Sulawesi CMIIW ) ada laut dalam ( diatas 100 
Km ), padahal bukan di samudra, sedang di wilayah lempengan tsb ada celah yg 
dalamnya juga ratusan km, sehingga di foto satelit warnanya menjadi hitam.
Bila celah tersebut bergeser cepat maka akan terjadi gunung meletus, maupun 
tsunami.

Gn Merapi yg ditahun 2010 meletus, mengeluarkan isinya dengan total diatas 
150 juta kubik dalam bentuk batu besar, kecil, pasir dan debu.
Silahkan renungkan dalam hitungan kurang lebih 5 jam, keluar benda benda tsb 
sd 150 juta kubik.....sungguh dasyat, dan pas waktu meletus aku berada di 
lokasi, dan untung pula teman KLM tidak mau diajak melihat puncak gunung di 
sore hari, karena lokasi yg tadinya utk dijadikan base camp aku, hilang tak 
berbekas tertimbun benda dari Merapi ( entah 2 bule yg juga siangnya janjian 
mau joint di base camp aku ). Jujur saja lokasi tsb memang hanya berjarak 4 
Km dari puncak Merapi, aku berfikir aman, karena didepanku ada bukit nama 
lokasinya Balerante ( konon dulunya adalah gn Merapi purba ), dan tetap saja 
tertutup rata.

Posisi Merapi pasca meletus sebenarnya bisa mengkhawatirkan, karena bila 
meletus dalam waktu singkat arah letusan akan langsung ke Jogya karena 
tebing kepundan Merapi mengarah ke Jogya. sedang sisi lainnya sudah terbelah 
berbentuk mirip huruf V.
Dan Wedhus Gembel bisa keluar di sembarang wilayah, berbeda dengan sebelum 
meletus, maka arah Wedhus Gembel selalu sama.
Panas Wedhus Gembel aku perkirakan diatas 500° C, karena bila melihat 
bangkai sapi membengkak lebih dari 2 kali lipat dan tidak ada tanda tanda 
gosong maupun luka, demikian juga rumah setengah permanen rubuhnya seperti 
di godam dari atas, sehingga tidak rubuh ke sisi mana pun, plek ke bawah.

Bila tidak ada aral, minggu depan aku mau ke Lampung minimal bisa menambah 
wawasan lagi, kasihan yah si uplik cuma bisa ngegerundel gak karuan karena 
sudah tidak bisa apa apa lagi, sehingga hanya mampu memaki maki di Prol 
saja.

Juga bila tidak ada aral melintang minggu ini aku ke Cirebon, dengan kata 
lain aku punya kesibukan di dunia nyata berbeda dengan uplik yg setiap hari 
bisa nya nyampah dan morang maring.

Yeah namanya juga malin kundang, masih mending Malin Kundang masih ada 
hikayatnya, sedang si uplik ?.

Fitnah ke aku dibilang gak fitnah, lha di sini sekarang ada Gabriel, koq di 
antepin ?, bukannya di suruh ngungsi semua keluarganya keluar dari Indonesia 
malah anteng karena dianggap teman sejawat didalam hina menghina agama dasar 
pathetik.

----- Original Message ----- 
From: "pinpinyuliansyah" <[email protected]>


eh uplik ....
bayangin dua lempengan bertemu say ...
trus satu bagian jadinya "tumbuh " ke atas ...
bagian lain "menghujam" ke bawah ...
Nah ....
bagian yang menghujam ke bawah ini yang jadinya menahan pergeseran lempengan 
... ini maksutnya "pasak" gitu plik ....

Ngarti tumbukan antar lempengan nddak sih ?

Coba googling dulu deh sebelum uplik nanti malu gitu plik ...

sok googling dulu geura plik . . .

--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>
>
> 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke