--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Islam di Indonesia lebih dipaksakan dari luar bukan merupakan keikhlasan yang > diterima bangsa ini sebagai nilai2 kemanusiaan yang wajar. Budaya bangsa > yang ditinggalkan nenek moyang kita yang penuh dengan falsafah2 Hindu-Buddha > dalam menjiwai nilai2 kemanusiaan yang tinggi ini malah dicampakkan oleh > mereka kelompok2 yang ingin memaksakan tegaknya Syariah Islam di bumi pertiwi. > > Pandangan umat Islam terhadap partai2 Islam makin memburuk, ditambah > perpecahan Islam dalam aliran2 yang saling menganiaya menyebabkan umat Islam > makin ketakutan terhadap agama yang dianutnya itu terutama karena partai2 > Islam mempraktekkan segala keburukkan2 ajaran2 Islam yang memang sudah > diketahui umatnya itu. > > Semua pejabat2 yang mewakili partai2 Islam tidak satupun yang bersih, > semuanya terlibat korupsi dan semuanya bebas tidak ada buktinya untuk bisa > dipenjara. FPI cs menjadi teladan dalam Islam sekarang ini, yaitu > menghancurkan warung2 tegal milik masyarakat kelas bawah yang juga Islam > dibulan puasa, membunuhi sesama Islam yang aliran Ahmadiah, menjarah harta > benda mereka, membakari mesjid2nya dan semua tindakan2 tidak terpuji lainnya > yang disaksikan masyarakat dengan mata kepalanya sendiri. Umat Islam di > Indonesia pun terketuk hati nuraninya, "Haruskah tanah air tercinta ini > diserahkan dan dipercayakan kepada gerombolan yang mencatut nama Islam > seperti begini ?" > > Memang, banyak ayat2 alQuran dan ajaran2 Islam yang tidak baik yang tidak > boleh dipraktekkan ataupun ditiru, tapi kalo hal2 yang jelek itu sebagai > wajib dilaksanakan, marilah kita usir bersama Islam2 yang menganut > keperecayaannya seperti demikian. Kita sebagai bangsa Indonesia sudah > mewarisi ajaran2 nenek moyang jauh sebelum datangnya agama Islam yang berasal > dari Hindu-Buddha yang berpribudi luhur yang selalu kita abadikan kepada > generasi penerus. Semua agama boleh kita terima dan tumbuhkan kebaikan2 dari > ajarannya.artinya yang baik kita ambil yang buruk kita buang. Itulah > sebabnya para peneliti2 budaya bangsa Indonesia menyimpulkan adanya > perbedaan2 yang nyata dalam Islam di Indonesia dimana Islam abangan merupakan > 85% penganut Islam di Indonesia. > > Bahkan pendiri dan pemersatu bangsa Indonesia sendiri telah mencamkan wanti2 > bahwa negara ini jangan ter-cabik2 oleh mereka yang memaksakan tegaknya > "Syariah Islam". Dan inilah pesan bapak kita pendiri bangsa Ini yang juga > beragama Islam. Indonesia adalah milik kita bersama bangsa Indonesia, bukan > milik satu agama atau dua agama atau hanya lima agama saja tetapi milik semua > yang berkebangsaan Indonesia tanpa membedakan apa agamanya. > > http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/10/14/mbvh0y-survei-lsi-partai-islam-makin-terancam > > > Sebagai ilustrasi para peneliti dari LSI menyimpulkan masa depan pemilih > partai2 Islam akan makin terpuruk bisa anda baca secara lengkapnya dalam > berita diatas yang saya cantumkan website-nya. Makin terpuruknya suara > pendukung partai2 Islam bukan kebetulan melainkan kepastian karena apa yang > memecah belah bangsa ini semuanya menjadi agenda partai2 Islam itu yang > bertekad memaksakan Syariah Islam yang dilarang oleh bapak pendiri bangsa ini. > > Masih segar ingatan bangsa kita bagaimana mengerikan tindakan umat Islam > ditahun 1965 terhadap sesamanya, sesama agama dan sesama bangsa dalam > peristiwa yang mewakili umat Islam membantai jutaan orang2 yang tidak > bersalah bangsanya sendiri dan yang juga umat agamanya sendiri. > > Ternyata kejadian2 seperti ini tidak berhenti melainkan terus berlanjut > hingga pembantaian umat Islam Ahmadiah, umat Islam Syiah, umat Islam Dayak, > dan Islam Kejawen yang dihancurkan pagelaran wayang kulitnya tanpa > perlindungan polisi, tidak ada penggantian kerugian, bahkan tidak ada > pelaku2nya yang ditangkap. > > Jawabnya, "Tidak", ya... tidak akan kita umat Islam di Indonesia menyerahkan > nasib negara ini kepada mereka untuk dipecah belah dan dihancurkannya dengan > pemaksaan Syariah Islamnya. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi > lima besar parpol yang akan mendominasi adalah partai nasionalis. "Tidak ada > satupun dari partai Islam memperoleh suara diatas lima persen," imbuh Adjie. > > Berdasarkan data-data sebelumnya, pada Pemilu 1955 parpol Islam memperoleh > 43,7 persen. Pada 1999 menurun menjadi 36,8 persen. Pada Pemilu 2004 suara > partai Islam menurun lagi menjadi 36,1 persen. Pada 2009 suara parpol Islam > semakin melorot menjadi 23,1 persen. Jika saat ini digelar Pemilu maka > perolehan suara Parpol Islam hanya 21,1 persen. "Partai Islam punya > kecenderungan turun dari masa ke masa," jelas Adjie. LSI menilai partai > Islam semakin tidak memiliki posisi tawar tinggi. Pemilu 2009 adalah bukti > nyata kegagalan parpol Islam memeperoleh suara. > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
