Islam di Indonesia lebih dipaksakan dari luar bukan merupakan keikhlasan yang 
diterima bangsa ini sebagai nilai2 kemanusiaan yang wajar.  Budaya bangsa yang 
ditinggalkan nenek moyang kita yang penuh dengan falsafah2 Hindu-Buddha dalam 
menjiwai nilai2 kemanusiaan yang tinggi ini malah dicampakkan oleh mereka 
kelompok2 yang ingin memaksakan tegaknya Syariah Islam di bumi pertiwi.

Pandangan umat Islam terhadap partai2 Islam makin memburuk, ditambah perpecahan 
Islam dalam aliran2 yang saling menganiaya menyebabkan umat Islam makin 
ketakutan terhadap agama yang dianutnya itu terutama karena partai2 Islam 
mempraktekkan segala keburukkan2 ajaran2 Islam yang memang sudah diketahui 
umatnya itu.

Semua pejabat2 yang mewakili partai2 Islam tidak satupun yang bersih, semuanya 
terlibat korupsi dan semuanya bebas tidak ada buktinya untuk bisa dipenjara.  
FPI cs menjadi teladan dalam Islam sekarang ini, yaitu menghancurkan warung2 
tegal milik masyarakat kelas bawah yang juga Islam dibulan puasa, membunuhi 
sesama Islam yang aliran Ahmadiah, menjarah harta benda mereka, membakari 
mesjid2nya dan semua tindakan2 tidak terpuji lainnya yang disaksikan masyarakat 
dengan mata kepalanya sendiri.  Umat Islam di Indonesia pun terketuk hati 
nuraninya, "Haruskah  tanah air tercinta ini diserahkan dan dipercayakan kepada 
gerombolan yang mencatut nama Islam seperti begini ?"

Memang, banyak ayat2 alQuran dan ajaran2 Islam yang tidak baik yang tidak boleh 
dipraktekkan ataupun ditiru, tapi kalo hal2 yang jelek itu sebagai wajib 
dilaksanakan, marilah kita usir bersama Islam2 yang menganut keperecayaannya 
seperti demikian.  Kita sebagai bangsa Indonesia sudah mewarisi ajaran2 nenek 
moyang jauh sebelum datangnya agama Islam yang berasal dari Hindu-Buddha yang 
berpribudi luhur yang selalu kita abadikan kepada generasi penerus.  Semua 
agama boleh kita terima dan tumbuhkan kebaikan2 dari ajarannya.artinya yang 
baik kita ambil yang buruk kita buang.  Itulah sebabnya para peneliti2 budaya 
bangsa Indonesia menyimpulkan adanya perbedaan2 yang nyata dalam Islam di 
Indonesia dimana Islam abangan merupakan 85% penganut Islam di Indonesia.

Bahkan pendiri dan pemersatu bangsa Indonesia sendiri telah mencamkan wanti2 
bahwa negara ini jangan ter-cabik2 oleh mereka yang memaksakan tegaknya 
"Syariah Islam".  Dan inilah pesan bapak kita pendiri bangsa Ini yang juga 
beragama Islam.  Indonesia adalah milik kita bersama bangsa Indonesia, bukan 
milik satu agama atau dua agama atau hanya lima agama saja tetapi milik semua 
yang berkebangsaan Indonesia tanpa membedakan apa agamanya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/10/14/mbvh0y-survei-lsi-partai-islam-makin-terancam 


Sebagai ilustrasi para peneliti dari LSI menyimpulkan masa depan pemilih 
partai2 Islam akan makin terpuruk bisa anda baca secara lengkapnya dalam berita 
diatas yang saya cantumkan website-nya.  Makin terpuruknya suara pendukung 
partai2 Islam bukan kebetulan melainkan kepastian karena apa yang memecah belah 
bangsa ini semuanya menjadi agenda partai2 Islam itu yang bertekad memaksakan 
Syariah Islam yang dilarang oleh bapak pendiri bangsa ini.

Masih segar ingatan bangsa kita bagaimana mengerikan tindakan umat Islam 
ditahun 1965 terhadap sesamanya, sesama agama dan sesama bangsa dalam peristiwa 
yang mewakili umat Islam membantai jutaan orang2 yang tidak bersalah bangsanya 
sendiri dan yang juga umat agamanya sendiri.

Ternyata kejadian2 seperti ini tidak berhenti melainkan terus berlanjut hingga 
pembantaian umat Islam Ahmadiah, umat Islam Syiah, umat Islam Dayak, dan Islam 
Kejawen yang dihancurkan pagelaran wayang kulitnya tanpa perlindungan polisi, 
tidak ada penggantian kerugian, bahkan tidak ada pelaku2nya yang ditangkap.

Jawabnya, "Tidak", ya... tidak akan kita umat Islam di Indonesia menyerahkan 
nasib negara ini kepada mereka untuk dipecah belah dan dihancurkannya dengan 
pemaksaan Syariah Islamnya.  Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi lima 
besar parpol yang akan mendominasi adalah partai nasionalis.  "Tidak ada 
satupun dari partai Islam memperoleh suara diatas lima persen," imbuh Adjie. 

Berdasarkan data-data sebelumnya, pada Pemilu 1955 parpol Islam memperoleh 43,7 
persen. Pada 1999 menurun menjadi 36,8 persen. Pada Pemilu 2004 suara partai 
Islam menurun lagi menjadi 36,1 persen. Pada 2009 suara parpol Islam semakin 
melorot menjadi 23,1 persen. Jika saat ini digelar Pemilu maka perolehan suara 
Parpol Islam hanya 21,1 persen. "Partai Islam punya kecenderungan turun dari 
masa ke masa," jelas Adjie.   LSI menilai partai Islam semakin tidak memiliki 
posisi tawar tinggi. Pemilu 2009 adalah bukti nyata kegagalan parpol Islam 
memeperoleh suara.


Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke