Yang mau dipaksakan "dari luar" adalah ide komunisme. Bersukur Indonesia ga
menerima komunisme meski ada pemaksaan liwat NASAKOM yg adalah pemaksaan
pemerasaan dari "Trisila". Mosok segenius anda ga sadarkalau Stalin membunuh
sekian puluh juta rakyatnya? Bersukur Stalin matinya dipercepat entah oleh
siapa, Kurschev, Beria atau ntah, sejarah ("History") tidak mengungkapkannya.
--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote:
>
> Islam di Indonesia lebih dipaksakan dari luar bukan merupakan keikhlasan yang
> diterima bangsa ini sebagai nilai2 kemanusiaan yang wajar. Budaya bangsa
> yang ditinggalkan nenek moyang kita yang penuh dengan falsafah2 Hindu-Buddha
> dalam menjiwai nilai2 kemanusiaan yang tinggi ini malah dicampakkan oleh
> mereka kelompok2 yang ingin memaksakan tegaknya Syariah Islam di bumi pertiwi.
>
> Pandangan umat Islam terhadap partai2 Islam makin memburuk, ditambah
> perpecahan Islam dalam aliran2 yang saling menganiaya menyebabkan umat Islam
> makin ketakutan terhadap agama yang dianutnya itu terutama karena partai2
> Islam mempraktekkan segala keburukkan2 ajaran2 Islam yang memang sudah
> diketahui umatnya itu.
>
> Semua pejabat2 yang mewakili partai2 Islam tidak satupun yang bersih,
> semuanya terlibat korupsi dan semuanya bebas tidak ada buktinya untuk bisa
> dipenjara. FPI cs menjadi teladan dalam Islam sekarang ini, yaitu
> menghancurkan warung2 tegal milik masyarakat kelas bawah yang juga Islam
> dibulan puasa, membunuhi sesama Islam yang aliran Ahmadiah, menjarah harta
> benda mereka, membakari mesjid2nya dan semua tindakan2 tidak terpuji lainnya
> yang disaksikan masyarakat dengan mata kepalanya sendiri. Umat Islam di
> Indonesia pun terketuk hati nuraninya, "Haruskah tanah air tercinta ini
> diserahkan dan dipercayakan kepada gerombolan yang mencatut nama Islam
> seperti begini ?"
>
> Memang, banyak ayat2 alQuran dan ajaran2 Islam yang tidak baik yang tidak
> boleh dipraktekkan ataupun ditiru, tapi kalo hal2 yang jelek itu sebagai
> wajib dilaksanakan, marilah kita usir bersama Islam2 yang menganut
> keperecayaannya seperti demikian. Kita sebagai bangsa Indonesia sudah
> mewarisi ajaran2 nenek moyang jauh sebelum datangnya agama Islam yang berasal
> dari Hindu-Buddha yang berpribudi luhur yang selalu kita abadikan kepada
> generasi penerus. Semua agama boleh kita terima dan tumbuhkan kebaikan2 dari
> ajarannya.artinya yang baik kita ambil yang buruk kita buang. Itulah
> sebabnya para peneliti2 budaya bangsa Indonesia menyimpulkan adanya
> perbedaan2 yang nyata dalam Islam di Indonesia dimana Islam abangan merupakan
> 85% penganut Islam di Indonesia.
>
> Bahkan pendiri dan pemersatu bangsa Indonesia sendiri telah mencamkan wanti2
> bahwa negara ini jangan ter-cabik2 oleh mereka yang memaksakan tegaknya
> "Syariah Islam". Dan inilah pesan bapak kita pendiri bangsa Ini yang juga
> beragama Islam. Indonesia adalah milik kita bersama bangsa Indonesia, bukan
> milik satu agama atau dua agama atau hanya lima agama saja tetapi milik semua
> yang berkebangsaan Indonesia tanpa membedakan apa agamanya.
>
> http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/12/10/14/mbvh0y-survei-lsi-partai-islam-makin-terancam
>
>
> Sebagai ilustrasi para peneliti dari LSI menyimpulkan masa depan pemilih
> partai2 Islam akan makin terpuruk bisa anda baca secara lengkapnya dalam
> berita diatas yang saya cantumkan website-nya. Makin terpuruknya suara
> pendukung partai2 Islam bukan kebetulan melainkan kepastian karena apa yang
> memecah belah bangsa ini semuanya menjadi agenda partai2 Islam itu yang
> bertekad memaksakan Syariah Islam yang dilarang oleh bapak pendiri bangsa ini.
>
> Masih segar ingatan bangsa kita bagaimana mengerikan tindakan umat Islam
> ditahun 1965 terhadap sesamanya, sesama agama dan sesama bangsa dalam
> peristiwa yang mewakili umat Islam membantai jutaan orang2 yang tidak
> bersalah bangsanya sendiri dan yang juga umat agamanya sendiri.
>
> Ternyata kejadian2 seperti ini tidak berhenti melainkan terus berlanjut
> hingga pembantaian umat Islam Ahmadiah, umat Islam Syiah, umat Islam Dayak,
> dan Islam Kejawen yang dihancurkan pagelaran wayang kulitnya tanpa
> perlindungan polisi, tidak ada penggantian kerugian, bahkan tidak ada
> pelaku2nya yang ditangkap.
>
> Jawabnya, "Tidak", ya... tidak akan kita umat Islam di Indonesia menyerahkan
> nasib negara ini kepada mereka untuk dipecah belah dan dihancurkannya dengan
> pemaksaan Syariah Islamnya. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi
> lima besar parpol yang akan mendominasi adalah partai nasionalis. "Tidak ada
> satupun dari partai Islam memperoleh suara diatas lima persen," imbuh Adjie.
>
> Berdasarkan data-data sebelumnya, pada Pemilu 1955 parpol Islam memperoleh
> 43,7 persen. Pada 1999 menurun menjadi 36,8 persen. Pada Pemilu 2004 suara
> partai Islam menurun lagi menjadi 36,1 persen. Pada 2009 suara parpol Islam
> semakin melorot menjadi 23,1 persen. Jika saat ini digelar Pemilu maka
> perolehan suara Parpol Islam hanya 21,1 persen. "Partai Islam punya
> kecenderungan turun dari masa ke masa," jelas Adjie. LSI menilai partai
> Islam semakin tidak memiliki posisi tawar tinggi. Pemilu 2009 adalah bukti
> nyata kegagalan parpol Islam memeperoleh suara.
>
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/