dikit2 suka creta wayang sih...

2 saudara kresna, yg satu jelek banget sedang 
satu nya lagi kemayu banget
bukannya sumantri ama kakrasana ??

dlm cretanya, sumantri malu punya adik jelek 

banget tp sakti

________________________________
 From: suryana <[email protected]>


  
Bila membaca Mahabrata dan Barata Yudha maka sosok sentral yg paling penting 
memang Kresna, sepertinya bila sosok Kresna dihilangkan maka Mahabrata dan 
Barata Yudha pun tidak akan ada.

Di Mahabrata dan Barata Yudha versi India, juga tidak dikenal sosok Antareja 
dan satu lagi maaf lupa namanya, juga sosok Arjuna lebih banyak ke arah 
banci, demikian juga Srikandi mewakili sosok tomboy.

Yg hebat memang versi Indonesia ( RA Kosasih ), biarpun Mahabrata dan 
BarataYudha sudah tamat, masih bisa berlanjut dengan kisah lanjutannya, 
padahal di Mahabrata dan Barata Yudha pun sudah kena revisi, dan aku lebih 
suka dengan versi RA Kosasih :O)).

Bila tidak keliru Kresna memiliki 2 saudara yah, yg satu jelek banget sedang 
satu nya lagi kemayu banget. ( uplik masuk ke type Sengkuni ngkali yah )

----- Original Message ----- 
From: "rezameutia" <[email protected]>

> Tokoh yang Protagonis sekaligus Antagonis, disukai sebagian orang dan 
> dibenci oleh sebagian yang lain tidaklah banyak, tokoh yang tahu kabaikan 
> dan kejahatan tetapi kadang melakukan keduanya tanpa merasa bersalah, 
> salah satu yang paling menonjol untuk dibicarakan justru tokoh yang 
> dikenal merupakan titisan Batara Wisnu yaitu Prabu Kresna.
>
> Banyak versi yang menceritakan asal usul Kresna ini, ada versi yang 
> mengatakan Kresna merupakan anak dari Prabu Basudewa yang berbeda ibu 
> dengan Baladewa dan diselamatkan dari usaha pembunuhan oleh Kangsa yang 
> mendapat 'kisikan' Batara Narada bahwa Kangsa nanti akan terbunuh oleh 
> salah satu putera Basudewa, tapi ada juga yang menceritakan bahwa Kresna 
> dan Baladewa itu anak kembar hanya berbeda warna kulit saja, kalau 
> Baladewa itu 'bule' sedangkan Kresna 'black skin', mana yang benar yah 
> tidak usah diperdebatkan.
>
> Jalan hidup Kresna memang unik, lebih banyak berada didaerah abu-abu baik 
> dalam hubungannya dengan Pandawa, cara mengelola keluarganya, taktik dan 
> trik dalam menghadapi masalah sampai kehancuran serta musnahnya negaranya, 
> suatu hal yang kalau menurut pikiran sehat tidak mungkin terjadi 
> dibandingkan nama besar serta kesaktian dan titisan Dewa Wisnu yang 
> disandangnya, tapi itulah yang terjadi dan semua kejadian itu saat Kresna 
> sendiri masih hidup.
>
> Sejak masih muda tokoh ini sudah sangat menonjol, kerabat dekat Pandawa 
> [Ayah Kresna dan Dewi Kunti, ibunya Pandawa itu bersaudara] yang baru 
> mulai berhubungan dengan para Pandawa saat Arjuna ikut sayembara 
> memperebutkan Dewi Drupadi ini dikenal sangat menyayangi Arjuna. Arjuna 
> selain sepupu dan sekaligus ipar Kresna juga sangat patuh pada Kresna, 
> sampai-sampai saat perang Baratayudha Kresna lah sebagai sais kereta 
> perang Arjuna, bukti tanda sayangnya pada Arjuna.
>
> Sebagai Negarawan, Kresna sangat berhasil walau negaranya Dwarawati itu 
> kecil tetapi memainkan peranan sangat penting, mungkin sama seperti posisi 
> Singapore dikelompok negara Asean. Kresna disegani oleh angkatan tua 
> seperti Bisma dan Durna dan ditakuti musuh-musuhnya karena senjata Cakra 
> yang sangat mengerikan [lebih dahsyat dari bom nuklir],  cuma radiasi nya 
> tidak sehebat bom nuklir.
>
> Mempunyai isteri resmi empat, Dewi Jembawati, Rukmini, Setyaboma dan 
> Pratiwi, Kresna sangat menyayangi Raden Samba anaknya dengan Dewi 
> Jembawati, sangat dimanjakan yang berakibat fatal nantinya .
>
> Samba sampai berani mempermainkan dewa Narada dengan berpura-pura menjadi 
> wanita, kutukan Narada karena dipermainkan inilah yang menyebabkan 
> kehancuran negara Dwarawati dan musnahnya bangsa Yadawa [bangsa nya 
> Kresna], anaknya yang lain Gunadewa, adik kandung Samba, tersia-sia hanya 
> karena punya tubuh penuh bulu dan ada ekornya - kasih sayang yang tidak 
> seimbang diantara anak sangat berlainan dengan 'ketokohan' Kresna yang 
> dipanuti banyak orang.
>
> Kresna tahu kalau siapapun yang memperoleh Wahyu Cakraningrat maka 
> keturunannya akan menjadi raja besar, dia menganjurkan Samba untuk 
> mendapatkan wahyu tersebut, sayangnya Samba tidak kuat godaan sehingga 
> wahyu cakraningrat akhirnya jatuh ketangan Abimanyu, nah mulailah Kresna 
> mendekati Abimanyu dan mengawinkannya dengan puteri nya Siti Sundari 
> [puterinya dengan Dewi Pratiwi] dengan harapan toh keturunannya bisa 
> menjadi penguasa nantinya, eeeh ndilalah kok ya Siti Sundari ini mandul, 
> tidak punya anak dari Abimanyu .. tragis juga .. rencana menguasai tahta 
> terlepas.
>
> Trik atau taktik yang tidak terpuji juga dilakukan beberapa kali dengan 
> meminjam tangan orang lain, seperti meminta Yudistira 'berbohong' saat 
> ditanya Resi Durna, menantang Arjuna memanah rambut saat Setyaki hampir 
> terbunuh oleh Burisrawa, menanyakan kelemahan Salya dengan menyuruh Nakula 
> dan Sadewa yang disayangi Salya karena Kresna sendiri tidak tahu cara 
> membunuh Salya, serta menasehati Bima memukul paha kanan Duryudana saat 
> perang tanding dengan alasan yang dicari padahal ada ketentuan dilarang 
> memukul anggota badan dibawah perut.
>
> Menyuruh Gatotkaca melawan Karna demi menyelamatkan Arjuna, meminta 
> 'nyawa' Antareja sebagai 'tumbal perang' karena takut kalau Baladewa [sang 
> Kakak] memihak Kurawa pasti kalah lawan Antareja.
>
> Masih banyak lagi 'usulan' sang penasehat Pandawa ini yang sesungguhnya 
> tidak ksatria.
>
> Sebagai Wayang titisan Wisnu, Kresna memang bertugas untuk 'mengatur' 
> jalannya cerita kehidupan agar sesuai dengan 'plot' yang sudah dibuat, 
> tidak perduli itu meniadakan keluarga sendiri [kasus Antareja dan 
> Gatotkaca] atau dengan cara 'menipu, meminta dengan halus' semua sah 
> dilakukan dengan alasan yang penting tujuan tercapai, semuanya proses bisa 
> diatur.
>
> Sayangnya 'sukses' ini tidak diikuti sukses dalam keluarga, memanjakan 
> anak yang disayang dan menganaktirikan anak yang ada kekurangan berakibat 
> fatal. Kresna akhirnya hidup sangat menderita secara batin, sunyi dalam 
> kesendirian ketika seluruh Pandawa sudah tiada dan bangsa Yadawa serta 
> negara Dwarawati musnah, sebagai seorang pertapapun meninggalnya sangat 
> menyedihkan, karena terpanah kakinya.
>
> Tokoh yang punya senjata Cakra yang maha hebat dan punya pusaka Kembang 
> Wijayakusuma ternyata mati mengenaskan.  Kekuasaan ternyata bukan sesuatu 
> yang harus diagungkan, itu hanyalah titipan saja.
>
> Kresna tokoh yang protagonis sekaligus antagonis, hanya ke 'Aku' annya 
> saja yang menonjol, akhirnya tokoh yang dikenal sangat berkuasa dalam 
> menentukan apapun ini harus menerima kenyataan bahwa nasib tidak memihak 
> pada tokoh yang bersifat seperti ini .


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke