Ya bedebah kalau bisanya cuma motong kambing / sapi 
setahun sekali. 

--- Dimas Wuryanto <dimaswur@...> wrote:

> Mana ada kata berkorban ? setiap pihak pada saat ini ya demi 
> Kekuasaan yang artinya kekayaan. Inilah gambaran Pemimpin dan 
> Kelompok dewasa ini ?
> Apakah masih mungkin ada perbaikan ?
> Rasanya sih gak mungkin; paling mereka berlomba untuk masih 
> KEBAGIAN KUE NKRI.
> 
> --- ajeg <ajegilelu@...> wrote: 
> 
> > Teguh Santosa tidak mencari masalah dengan Lin Che Wei, 
> > karena tulisannya lebih untuk mengembalikan ingatan ke 
> > periode ingar-bingar 10-12 tahun lalu, dalam konteks 
> > posisi si misterius SBY yang kini jadi presiden itu. 
> > 
> > Tidak terlalu misterius sebenarnya, karena media terus 
> > menguliti dia dan nyaris menghentikan langkahnya 
> > untuk melanjutkan "missi agennya" yang keduakali melalui 
> > pilpres 2009. 
> > 
> > Sayangnya para capres yang ada saat itu terlalu asyik 
> > terperangkap dalam politik kekuasaan. Sehingga lupa "berkorban" 
> > untuk tujuan yang lebih besar dari sekedar kursi istana. 
> > 
> > Jika saja Mega, Prabowo, Kalla, dan Wiranto, saat itu betul 
> > berpihak ke bangsa yang manis ini, mestinya bisa mengendalikan 
> > partai masing-masing untuk mendesak SBY memenuhi panggilan DPR 
> > tahun 2008 guna mempertanggungjawabkan kerjanya selama 
> > menjadi menteri pertambangan di era ingar-bingar yl. Era di mana 
> > dia terkejut digusur Gus Dur dari posisi basah itu tapi tidak 
> > mau langsung berhenti / keluar dari kabinet. 
> > 
> > Pembubaran BP Migas ini belum akan merubah apa-apa dalam hal 
> > perminyakan dan pertambangan secara luas. Sebab, seperti 
> > kemunculan Jokowi-Ahok di DKI yang menjadi muara dari gelombang 
> > harapan akar rumput, pembubaran BP Migas barulah tahap "ketuk 
> > pintu" untuk memasuki era kedaulatan sumber daya alam. 
> > 
> > Cilakanya, baru ketuk pintu pun dari Merdeka Selatan dsk sudah 
> > berembus pikiran-pikiran untuk memindahkan Arab Spring ke 
> > Nusantara, bukan cuma ke JKT. 
> > 
> > Betul-betul memilukan, kita harus "mengetuk pintu" dari gerbang 
> > yang kita bangun sendiri 67 tahun lalu.. 
> > 
> > --- Batara Hutagalung <batara44rh@...> wrote:
> > 
> > > Setelah Mahkamah Konstitusi
> > > (MK) membatalkan UU Migas (disahkan tahun 2001), maka 
> > > pemerintah harus mematuhi putusan MK dan membubarkan Badan 
> > > Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas).
> > > Beragam reaksi dan tulisan muncul sehubungan dengan hal ini. 
> > > Sebagimana biasanya, tentu ada pro dan kontra, ada yang senang 
> > > dan ada yang sedih, terutama para direksi dan staf BP Migas 
> > > tersebut, karena konon gaji mereka setinggi langit. Juga dengan 
> > > kantor-kantor yang mewah, yang bahkan lebih mewah daripada 
> > > kantor menteri.
> > > Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kontraktor yang 
> > > memanipulasi perhitungan, yang merugikan  negara sebesar 1,7 
> > > milyar US $Â  (sekitar 16,1 trilyun rupiah).
> > > Yang ingin mempertahankan BP Migas berargumentasi, bahwa ini 
> > > adalah produk reformasi, untuk memperbaiki system yang 
> > > dilakukan di maas Orde Baru.
> > > Beberapa tulisan menyoroti proses pembahasan dan pengesahan 
> > > undang-undang Migas tahun. 2001.
> > > Ada dua tulisan yang sangat menarik sehubungan dengan proses 
> > > pembahasan dan pengesahan UU tersebut.
> > > Yang pertama dari Lin Che Wei, ekonom, yang menulis di 
> > > facebooknya.
> > > Yang kedua dari Teguh Santoso, Chief Editor Rakyat merdeka-Online/ 
> > > Chairman of Foreign Affairs of the PP Pemuda Muhammadiyah, yang 
> > > menukis di weblognya.
> > > 
> > > Selengkapnya:
> > > http://batarahutagalung.blogspot.com/2012/11/latar-belakang-pengesahan-uu-migas-2001.html
> > > 
> > > 
> > > Salam,
> > > 
> > > Batara R. Hutagalung
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> 





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke