Dia tidak mau debat agama, tidak mau menunjukkan kebiadaban dan kebusukan agama Islam yagn sudah begitu jeals..
Ini saya anggap sebagfai haknya, jadi tidak saya masaalahkan. Dia mendebat pendapat orang Nasrani penganuat paham gereja lain yang bukan katolik.. Saya anggap bagus saja, karena itulah tradisi mulia di dunia Nasrani... Tapi ketika dia mengucapakan selama kepada rezameutia ketika tu bangsat psikopat ikut-ikut upacara dungu orang Arab primitif muter-muter disekitar Kaabah dan nyambit setan di tengah padang pasir saat perempuan Indoneisa ditindas, diperkosa dan dipancungi di Arab Saudi saya mulai melihat kemunafikannnya. Lalu item abu mengingatkan bahwa bahwa Suryana diem aja ketika psikopat berat rezameutia berkali-kali menulis bahwa orang Nasrani itu, artinya Suryana juga, ngencukin ibu dan anak perempuannnya sendiri. Dan saya mulai mengeritiknya ketika dia diam saja dihadapan tulisan Tawang yang bilang dia maunya semua perempuan Tionghoa, artinya juga ibu, istri dan anak permpuan Suryana, diperkosa aja. Saat itu jels buat saya: Suryana itu bukan sekedar toleran terhadap penganut agama lain Islam munafik. Dan saya katakan. Dia tentu saja tidak bisa membantah apa yang saya katakan, dan dia juga tidak punya harga diri untuk merenungkan kenyataan yang disampaikan item abu dan kenyataan yagn saya sampaikan. Dia jadi groggy. Dan kemudian jadi nggak waras dan jadi psikopat tukang fitnah, sebagaimana layaknya orang Islam yang dungu-dungu kayak babi. --- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote: > > debat agama secara langsung ?? > kalah pun gak nyaman ... palagi menang. > > paham kan... > > > > ________________________________ > From: suryana <gsuryana@...> > Â > > > Â > Sepertinya teman kantor bukan menang menang an, melainkan pasif, lha umat > Kristen/Khatolik secara tidak langsung " diharapkan tidak berdebat agama > dengan agama lain " > Mengapa hal ini bisa terjadi, karena debat agama, membutuhkan waktu tidak > sedikit, semisal utk menjadi seorang romo, saja membutuhkan waktu minimal 5 > tahun, dan yg dipelajari bukan saja Alkitab ( lama dan baru ), juga sejarah, > adat istiadat, hukum ( alakadarnya ), politik ( alakadarnya ). > Sedang umat Khatolik lebih parah lagi, tidak banyak yg memahami Alkitab > seperti umat Karesten sok tahu, dimana main comot ayat per ayat doangan. aku > saja paling ogah orat oret agama, padahal di kampung ku aku suka di sebut > Muslim yg baik ( biarpun mereka tahu aku bukan Muslim ), semua karena dari > tingkah laku. > > Di Prol aku memaki ke warga Karesten tertentu yg suka sok tahu, apalagi > agama yg dianutnya beda dengan apa yg didiskusikan. > Semisal aku kecewa ke Gabriel yg bermain ayat Alquran, karena ayat tsb pada > intinya tidak bisa dibaca secara letterlik ( seperti apa yg ditulis oleh > kang Pin Pin ), terlalu rumit dan rumek diskusi agama, karena yg menguasai > sampai dalemannya tidak banyak yg tahu. > > Semisal Romo Mangun, utk menjadi seperti Romo Mangun maka membutuhkan waktu > bisa puluhan tahun, Mother Teresa saja baru bisa diakui Vatican setelah > puluhan tahun berkarya di India, dan sepeninggal Mother Teresa, para murid > Mother Teresa kena bombardir masyarakat India, karena dituduh melakukan > kristenisasi, semua disebabkan murid Mother Teresa tidak memahami maksud dan > tujuan Mother Teresa membantu masyarakat miskin, sama halnya Romo Mangun, > setelah meninggal tidak memiliki penerusnya secara langsung, disebabkan utk > mampu menjadi seorang Romo Mangun membutuhkan banyak pengetahuan, tidak asal > bantu. > ----- Original Message ----- > From: "Dimas Wuryanto" <dimaswur@...> > > Tapi Rah yang Humoris maaf beribu maaf yah. Kalau kukatakan beberpa katholik > dan Protestan di kantorku tak ada yang bisa menang TARUNG karo aku. > Dan sejak kekalahan2 mereka; tak ada yang beraani lagi bejaban dengan aku. > Adu LOGIC. > Yah memang sih umat Islan buaaanyak yang bodoh2; tapi tak kurang juga yang > CERDAS ! Jangan under estimate. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
