Boleh jadi teksnya keliatan stupid, tapi manusia yang 
berakal sehat diperbolehkan untuk ijtihad mencari 
kelengkapan dari apa yang kurang di dalam teks. Terutama 
untuk menemukan makna baru, terkini, dari teks yang 
disusun 15 abad yl itu. Silakan cari jawabannya di alam, 
dari sela jari sampai sela-sela bintang. 

Bagaimanapun, ucapan adalah ungkapan hati. Hubungan 
antar-manusia maupun manusia dengan alam tidak bisa diikat 
atau diputus tanpa melibatkan hati. 

Apa ada sih instrumen yang bisa dengan tepat membaca 
perasaan manusia - makhluk yang sudah ada di dunia jauh 
sebelum si ponsel lahir. 

Hitam di atas putih hanyalah tatacara dalam kontrak sosial. 

Hubungan antar-hati bisa lebih ampuh dalam mengatasi banyak 
persoalan ketimbang menuruti aturan yang tidak dipahami. 

Cerita dikit, pengadilan tempat kawan digugat cerai istrinya 
akhirnya mengabulkan permohonan kawan untuk membawa ketiga 
anak mereka. Kalau mengikuti pasal-pasal bikinan ahli-ahli hukum 
maka tanpa ba bi bu si kawan bakal nginyem kehilangan hak asuh 
anak. Sebab, hukum berpihak kepada ibu dalam urusan mengasuh anak 
yang masih di bawah umur. Betapapun sikon si ibu. 

Tapi dalam kasus kawan, melalui hati, majelis hakim maupun 
sang ibu akhirnya membolehkan kawan memborong seluruh anaknya 
yang masih di bawah umur tanpa menghalangi kunjungan sang ibu 
maupun keluarga besarnya. 

Penghargaan terhadap kemuliaan manusia (dan niatnya, hatinya) 
harus ditempatkan jauh, jauh sekali, di atas harga ponselnya 
si geboy. 



--- Habe Proletar <proletar4@...> wrote:

> Islam ini agama maskulin, agama yang dikuasai laki laki
> seorang laki laki bisa menceraikan istrinya kapan saja dan hampir 
> dengan cara apa saja tapi sebaliknya kalau perempuan ingin 
> menceraikan suaminya, perkaranya dibikin susah dan rumit
> mesti ke pengadilan agama lah, didengarkan dulu alasan alasannya 
> lah, setelah itu keputusan cerai bisa iya bisa gagal
> 
> nih satu lagi yang kocak, jika seorang suami telah menceraikan 
> bininya secara sah dengan ngomong begini " sri gue ceraiin lu hari 
> ini "
> 
> eh besoknya dia nyesel, ternyata bini gue bahenol juga ya, apalagi 
> musim dingin begini dia pengen balik lagi sama si sri bahenol, tapi 
> hukum islam mengatakan si sri mesti kawin dulu sama orang lain lalu 
> cerai sebelum balik lagi sama si mas tawang
> 
> mas tawang akhirnya bilang
> 
> " sri, mas pengen balik lagi, sebaiknya lu kawin dulu sama mas 
> dimas, bobo bareng aja biar cuma semalem juga ora opo opo sri "
> 
> how stupid
> 
> 
> 
> 
> From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@...>
> 
> > talak lewat sms memang legal secara islam. bisa juga lewat titip 
> > pesen "tolong bilang sama si a, gw ceraikan die gitu! " kalimat 
> > ini juga sah dan legal dalam islam. bahkan dengan kalimat "pulang 
> > sana ke orang tua mu! " ucapan inipun adalah sah dan legal. atau 
> > afdolnya begini, cukup bilang " anu . . . dengan ini saya 
> > ceraikan kamu dengan talak satu . . . " kalimat ini sudah sah 
> > secara islam.
> >
> > bukan mengada ada. tapi itulah adanya. 
> >
> > --- Gabriella Rantau <gkrantau@...> wrote:
> >
> > > Mnrt pengacara Aceng talak melalui SMS itu legal dlm Islam. 
> > > Memangnya ketika Nabi Junjungan menceraikan salah satu bininya, 
> > > beliau juga ketik Talak lewat Ponsel?
> > >
> > > Ada2 saja sodara2 kita Muslim ini!
> > > 
> > > Gabriella
> > > 
> > > 
> > > 
> > > From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...>
> > > 
> > > > Peristiwa cere liwat SMS itu ternyata samp juga ke CNN..
> > > > 
> > > > --
> > > > 
> > > > [CNN]
> > > > Divorce by text message sparks bizarre legal battle in 
> > > > Indonesia By Kathy Quiano, CNN December 6, 2012 -- Updated 
> > > > 0627 GMT (1427 HKT)
> > 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke