masalahnya dimas,
hukum cerai di Islam itu begitu permisif dan mudah membuat laki laki  baik yang 
jahat atau tidak untuk dikendarai
seperti hukum perbudakan yang permisif akibatnya dipake majikan arab untuk 
meniduri para TKW

coba bisa menjelaskan ngga, tidur dengan budak itu zinah apa bukan?
dibilang tidak  zinah, ya aneh, berhubungan sex dengan perempuan tanpa ikatan 
perkawinan namanya zina
tapi disebut zinah, kok ada ayat yang menghalalkan?

bingung bukan?

seorang apologis bisa berdalih, tapi jaman sekarang tidak ada lagi perbudakan
nah jawaban gue, kalau begitu diedit aja ayat soal menghalakan budak, toh 
perbudakan sudah tidak ada lagi jaman sekarang?
ayat ayat itu toh ayat yang sia sia, sudah kadwarsa, tidak uptodate, ngga 
sinkron dengan majunya peradaban

gimana coba?






________________________________
 From: Dimas Wuryanto <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Friday, December 7, 2012 8:13 PM
Subject: Re: [proletar] Re: CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
battle in Indonesia
 

  
Bisa lebih diperjelas; coba tolong simak :
CERE suaami terhadap istri secara orang dua saja memang Gampang.
Nah tahap pertama si istri tak harus lagi melayani suaminya; kalau dilaanggar 
jadi JINAH.
Segala hak dan kewajiban kedua belah pihak bisa diurus dengan damai atau 
melalui KUA.
Tapi bila dari awal perceraian dengan kesepakatan; terus menuju KUA; KUA tidak 
akan mengabulkan begitu saja; menyuruh keduanya kembali kerumah supayaa pikir2 
dulu.

Memang mudah sekali bagi yang suaminya Preman, tukang judi dlsb. Tapi kalau si 
suami tahu hukum; maka tak mudah dia menceraikan istrinya begitu saja. Karena 
sudah tak boleh disetubuhi; laki2 pun masih harus bertanggung jawab terhadap 
bekas istrinya sebelum itu istri mendapat pasangan baru.

Yang MUDAH tuh ngomongnya; prakteknya SULIT.
Saya sendiri mengalami mo nyerein istri gara2 sering tak sepaham; tapi karena 
kesulitan dan sudah ada anak; maka akhirnya tak jadi cerai; sampai istri 
pertamaku meninggal dunia. Tak jadi cerai. Delapan bulan kemudian aku nikah 
lagi.

Jadi CERE itu mudah ngomongnya susah prakteknya.
Kecuali ya itu yang laki2nya memaang dasarnya PENJAHAT. Ya yang namanya 
penjahat gak adalaah tanggung jawab sama sekali

--- On Fri, 12/7/12, Habe Proletar <[email protected]> wrote:

From: Habe Proletar <[email protected]>
Subject: Re: [proletar] Re: CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
battle in Indonesia
To: "[email protected]" <[email protected]>
Received: Friday, December 7, 2012, 10:25 PM

 

siapa itu aa aja gue ngga paham

emang ada gitu gue ngomong soal si aa?

yang gue bilang seorang laki laki di islam itu sangat mudah menceraikan bini

mau pake 3 tahap talak, atau kagak yang jelas mudah

tinggal ngomong cerai, ya udah..tanpa saksipun secara legal dia sudah cerai 
dengan bininya

tapi kalau perempuan lain lagi, urusannya bisa beribet dah

dibawa ke pengadilan agama, eh harus berhadapan dengan ya kemungkinan besar 
hakimnya laki laki lagi

ya ewis..

________________________________

From: johny_indon <[email protected]>

To: [email protected] 

Sent: Friday, December 7, 2012 1:52 AM

Subject: [proletar] Re: CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
battle in Indonesia

  

gua ngga bilang elo setuju dgn apa yg dilakukan si aceng.

yg gua bilang adalah:apa yg elo tau ttg cara nyere'in bini itu sama 

persis dgn apa yg dibilang si aceng di acara tv one itu.

dan keliatannya elu 'menolak' pemahaman muslim yg lain (misal pinpin) 

yg bilang bahwa nyere'in bini ngga segampang itu.

tapi emang milis ini diciptakan buat ngotot2an koq, ya sah2 aja sih 

semua ngotot dgn pendiriannya.

btw, emang susah kalo elu ngga liat tayangan tv one yg gua ceritain itu. maksud 
gua, elu ngga akan bisa melihat betapa jomplangnya 

intelektualitas sang profesor dan sang bupati, biarpun sama2 

berlatar belakang pendidikan agama.

dalam acara live itu juga melibatkan penonton buat nelpon dan ikut 

nimbrung. dan semua yg nelpon itu 'mencaci maki' si bupati.

sampe ada penelpon terakhir (mungkin kerabat si bupati) yg bilang 

"tolong tv one jangan mengumbar aib orang di depan umum".

soal si profesor minang itu, mestinya elu meluangkan waktu 

barang beberapa detik dulu biar lebih jelas.

sejujurnya, gua juga ngga tau banyak ttg a-a dan ngga begitu 

tertarik dgn latar belakangnya sampe gua baca postingan di sini soal 

tragedi si aceng itu.

postingan elu di sini malah memancing gua buat ngegugel, dan 

baru tau kalo a-a sebenernya seorang intelektual beneran.

http://id.wikipedia.org/wiki/Azyumardi_Azra

Azyumardi memulai karier pendidikan tinggginya sebagai mahasiswa sarjana di 
Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982, kemudian atas bantuan beasiswa 
Fullbright, ia mendapakan gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan 
Budaya Timur Tengah, Columbia University tahun 1988.[1] Ia memenangkan beasiswa 
Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tapi kali ini Azyumardi 
pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.[4]

Pada 1992, ia memeroleh gelar Master of Philosophy (MPhil) dari Departemen 
Sejarah, Columbia University tahun 1990, dan Doctor of Philosophy Degree dengan 
disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network 
of Middle Eastern and Malay-Indonesian `Ulama ini the Seventeenth and 
Eighteenth Centuries.[4] Tahun 2004 disertasi yang sudah direvisi diterbitkan 
secara simultan di Canberra (Allen Unwin dan AAAS), Honolulu (Hawaii University 
Press), dan Leiden, Negeri Belanda (KITLV Press).[1]

Kembali ke Jakarta, pada tahun 1993 Azyumardi mendirikan sekaligus menjadi 
pemimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam.[4] 
Pada tahun 1994-1995 dia mengunjungi Southeast Asian Studies pada Oxford Centre 
for Islamic Studies, Oxford University, Inggris, sambil mengajar sebagai dosen 
pada St. Anthony College.[4]

Azyumardi pernah pula menjadi profesor tamu pada University of Philippines, 
Philipina dan University Malaya, Malaysia keduanya pada tahun 1997.[5] Selain 
itu, dia adalah anggota dari Selection Committee of Southeast Asian Regional 
Exchange Program (SEASREP) yang diorganisir oleh Toyota Foundation dan Japan 
Center, Tokyo, Jepang antara tahun 1997-1999.[1]

--- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@...> wrote:

>

> coba sebutin, kapan gue setuju dengan si aceng?

> belajar agama itu ngga perlu sampai tamat kuliah agama trus pake gelar kok

> Muhammad aja bukan orang berpendidikan, baca tulis aja ngga mampu

> begitu juga kebanyakan para sahabatnya

> 

> nyentriknya lagi ada orang bergelar profesor

> meneliti hadis yang lahir dari  perkataan dan kelaukan seorang buta huruf

> 

> piye toh mas?

> 

> 

> 

> 

> ________________________________

>  From: johny_indon <johny_indon@...>

> To: [email protected] 

> Sent: Thursday, December 6, 2012 11:25 PM

> Subject: [proletar] Re: CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
> battle in Indonesia

> 

> 

>   

> 

> 

> kebeneran gua nonton acara di tv one yg dihadiri aceng suraceng tukang 

> ngaceng, salah satu ustad ngarab yg gua lupa namanya (yg dlm acara itu 

> kayak kambing conge karena cuman dikasih kesempatan ngomong dikit 

> banget), dan profesor azyumardi azra, mantan rektor universitas 

> islam negri yg sekampung dengan habe dan uplik.

> 

> sebagai catatan, ketiga orang yg tampil ini punya latar belakang 

> agama islam yg kental. si aceng sarjana agama, si ustad.. yah namanya

> ustad ga perlu dijelasin lagi, dan sang profesor adalah mantan 

> rektor yg -nah ini gua baru tau- ternyata manusia pertama di luar 

> negara persemakmuran yg dikasih pangkat Commander of the Order of 

> British Empire dan berhak pake gelar Sir oleh pemerintah inggris. 

> (sementara orang minang lainnya harus cukup puas dengan gelar sutan 

> saja). gua perlu jelaskan hal ini supaya pemirsa tau mana ulama 

> yg kw super, mana yg kw 3.

> 

> apa yg dibilang habe di bawah ini, persis banget seperti yg dikatakan 

> si aceng. 

> gua ngga bilang salah satu di antara mereka saling berguru ya.

> tapi jelas di sini bahwa pemahaman habe dan aceng itu memang sama.

> mungkin memang sumber yg diambil sama, atau punya paradigma yg sama, 

> gua ngga tau.

> 

> menurut profesor azra, menceraikan bini dalam islam ngga semudah 

> klik send di tombol hp, tapi kudu melalui beberapa tahapan, gua lupa berapa 
> puluh tahapan, pokoknya ngga gampang deh.

> jadi di sini keliatannya memang ada gap soal pengetahuan.

> pengetahuan aceng (dan dalam hal ini habe juga, ngga apa2 be, elu 

> kan bukan sarjana agama) adalah pengetahuan -sorry, bukan merendahkan 

> kampung- ala orang kampung yg jangkauan pemikirannya ngga lebih 

> luas dari daun kelor maupun kolor. 

> sedangkan pengetahuan sang profesor bergelar sir ini jelas pengetahuan 

> abad 21. pengetahuan seorang intelektual yg membuat ratu elizabeth 

> rela menyematkan gelar Sir pada manusia yg berasal dari negara yg 

> konon, menurut sebagian orang, sedang berkembang itu.

> 

> bukan karena gua sebel sama si aceng, bukan.

> bahkan gua pikir si aceng cukup sukses memperkenalkan garut 

> pada dunia, karena yg dilakukan anthony bourdain walaupun pernah 

> nampilin garut di acara no reservations itu kayaknya kurang sukses.

> tapi apa yg dibilang sang profesor memang masuk akal koq.

> tinggal liat fakta di lapangan aja.

> ada berapa juta orang islam di indonesia yg menceraikan istrinya 

> lewat sms? kayaknya baru si aceng doang ya. jadi ini adalah anomali, 

> dan membuktikan bahwa apa yg dipercaya habe malah tidak dipercaya 

> oleh jutaan pasangan muslim di indonesia.

> 

> fakta lainnya juga membuktikan bahwa soal perceraian di kalangan 

> muslim memang ngga gampang.

> coba liat beberapa artis yg muslim dan cerai, mereka harus keluar 

> duit ber juta2 buat bayar lawyer cuman untuk mendapatkan 

> selembar surat cerai.

> padahal kalo apa yg dibilang habe (dan aceng) bener, kan tinggal 

> kirim sms aja, ongkosnya ngga nyampe 300 perak sekali klik send, ya toh?

> 

> yah ini sekedar sharing penglihatan aja.

> karena gua liat acara tv one, yg lain mungkin kagak sempet liat.

> kalo ada yg mau cere'in bini pake sms kayak si aceng, karena 

> percaya apa yg dilakukannya sah dan valid, ya lakukan aja.

> cuman sebelum kirim sms pastikan dulu bahwa pulsanya cukup.

> karena gua yakin, yg cere'in bininya pake sms itu kalo bukan 

> karena pelitnya luar biasa, pasti bokeknya luar biasa.

> (kalo begonya luar biasa sih ngga usah ditanya).

> 

> soal agama maskulin nih.

> yesus itu cowok (biarpun ngga kawin2, tapi bisa dipastikan cowok), 

> semua murid yesus juga cowok (bener ngga? wakti itu gua bolos mulu soalnya).

> buddha cowok juga.

> kong hu chu, juga cowok.

> brahma, wisnu, siwa, threesome... eh threemurti dlm agama hindu itu juga 
> digambarkan lanang kabeh. 

> apalagi yah... gua rada butek kalo ttg agama soalnya.

> barangkali ada yg tau agama yg sesembahan/junjungannya cewek? 

> 

> tapi denger2 di leiden ada agama baru sih, namanya joggingism, 

> sesembahannya cewek bertetek gede, kalo ngga salah sih.

> 

> --- In [email protected], Habe Proletar <proletar4@> wrote:

> >

> > Islam ini agama maskulin, agama yang dikuasai laki laki

> > seorang  laki laki bisa menceraikan istrinya kapan saja dan hampir 
> > dengan cara apa saja

> > tapi sebaliknya kalau perempuan ingin menceraikan suaminya, perkaranya 
> > dibikin susah dan rumit

> > mesti ke pengadilan agama lah, didengarkan dulu alasan alasannya lah, 
> > setelah itu keputusan cerai bisa iya bisa gagal

> > 

> > nih satu lagi yang kocak, jika seorang suami telah menceraikan bininya 
> > secara sah dengan ngomong begini

> > " sri gue ceraiin lu hari ini " 

> > 

> > eh besoknya dia nyesel, ternyata bini gue bahenol juga ya, apalagi musim 
> > dingin begini

> > dia pengen balik lagi sama si sri bahenol, tapi hukum islam mengatakan si 
> > sri mesti kawin dulu sama orang

> > lain lalu cerai sebelum balik lagi sama si mas tawang

> > 

> > mas tawang akhirnya bilang

> > 

> > " sri, mas pengen balik lagi, sebaiknya lu kawin dulu sama mas dimas,

> > bobo bareng aja biar cuma semalem juga ora opo opo sri "

> > 

> > how stupid

> > 

> > 

> > 

> > 

> > ________________________________

> >  From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@>

> > To: [email protected] 

> > Sent: Thursday, December 6, 2012 8:27 PM

> > Subject: [proletar] Re: CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
> > battle in Indonesia

> > 

> > 

> >   

> > talak lewat sms memang legal secara islam. bisa juga lewat titip pesen 
> > "tolong bilang sama si a, gw ceraikan die gitu! " kalimat ini juga sah dan 
> > legal dalam islam. bahkan dengan kalimat "pulang sana ke orang tua mu! " 
> > ucapan inipun adalah sah dan legal. atau afdolnya begini, cukup bilang " 
> > anu . . . dengan ini saya ceraikan kamu dengan talak satu . . . " kalimat 
> > ini sudah sah secara islam.

> > 

> > bukan mengada ada. tapi itulah adanya. 

> > 

> > --- In [email protected], Gabriella Rantau <gkrantau@> wrote:

> > >

> > > Mnrt pengacara Aceng talak melalui SMS itu legal dlm Islam. Memangnya 
> > > ketika Nabi Junjungan menceraikan salah satu bininya, beliau juga ketik 
> > > Talak lewat Ponsel?

> > > 

> > > Ada2 saja sodara2 kita Muslim ini!

> > > 

> > > Gabriella

> > > 

> > > 

> > > 

> > > 

> > > 

> > > ________________________________

> > >  From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@>

> > > To: [email protected] 

> > > Sent: Thursday, 6 December 2012 2:55 PM

> > > Subject: [proletar] CNN: Divorce by text message sparks bizarre legal 
> > > battle in Indonesia

> > > 

> > > 

> > >   

> > > 

> > > Peristiwa cere liwat SMS itu ternyata samp juga ke CNN..

> > > 

> > > --

> > > 

> > > [CNN]

> > > Divorce by text message sparks bizarre legal battle in Indonesia

> > > By Kathy Quiano, CNN

> > > December 6, 2012 -- Updated 0627 GMT (1427 HKT)

> > > 

> > > CNN.com

> > > 

> > > Jarkarta, Indonesia (CNN) -- The marriage lasted four days and ended in 
> > > divorce via text message, from the 40-year-old local politician to his 
> > > 17-year-old wife.

> > > 

> > > Aceng Fikri claimed his young bride Fani Oktara was not a virgin, as she 
> > > had claimed, so he decided to end the union, his lawyer Ujang Suja'I said.

> > > 

> > > She denied it, and in turn accused Aceng -- who is the head of the 
> > > district of Garut in West Java -- of spreading baseless accusations 
> > > against her. Her lawyer Danny Suliwisjaya told CNN that Aceng had 
> > > deceived his client into marriage.

> > > 

> > > Aceng caused a stir after his July wedding to Fani. Although 16 is the 
> > > legal age for marriage in Indonesia, Aceng was already married with 
> > > children. Few Muslims practice polygamy, and while it is not against the 
> > > law, Indonesian civil servants are also prohibited from taking on second 
> > > spouses under strict regulations governing their private lives.

> > > 

> > > A photo of the alleged wedding ceremony was posted on the Internet. 
> > > Religious weddings are common in Indonesia but marriages need to be 
> > > civilly and legally registered.

> > > 

> > > Aceng claimed divorcing his wife through text messaging is allowed under 
> > > Islamic Sharia law, his lawyer said.

> > > 

> > > Public outrage over the marriage, and subsequent divorce, came after Fani 
> > > reported Aceng to the police on Monday, asking that he be charged with 
> > > falsifying his marital status, fraud, defamation and unpleasant conduct.

> > > 

> > > Police are still investigating Fani's complaint; as yet, there are no 
> > > charges against Aceng.

> > > 

> > > There have since been daily protests in Garut, calling for his 
> > > resignation.

> > > 

> > > The girl's lawyer, Danny Suliswijaya, told CNN she and her family decided 
> > > to go public only after months of asking Aceng for an apology.

> > > 

> > > Suliswijaya said Aceng told Fani that he was a widower.

> > > 

> > > "He said he married Fani as his only wife, so he cheated and failed to 
> > > tell the truth," Suliswijaya said. The lawyer claims Aceng also reneged 
> > > on promises to send her to university and to the minor Hajj in Mecca.

> > > 

> > > The embattled official apologized late Monday but stood by his version of 
> > > the story. "If what I did was wrong, even though it was allowed by 
> > > Islamic law, then I deeply apologize to my family and my ex-wife," he 
> > > told reporters. Ujang told CNN they will report Fani and her family to 
> > > the police, seeking charges of fraud and extortion.

> > > 

> > > "Aceng accused her of not being a virgin on the second day of their 
> > > marriage and she didn't deny it. That's why Aceng decided to end the 
> > > marriage and send her back to her parents," Aceng's lawyer said. Fani's 
> > > attorney insists the accusations are baseless.

> > > 

> > > According to his lawyer, Aceng gave the girl's family 43 million rupiah 
> > > (roughly $4,000) for her university fees and the minor Hajj trip. He says 
> > > the girl's family agreed to the settlement but continued to contact Aceng 
> > > for more money, "blackmailing the district head." Fani's attorney denies 
> > > Aceng's claims, and says all his client wanted was an apology.

> > > 

> > > Indonesian President Susilo has ordered the Home Affairs Ministry to 
> > > summon Aceng and investigate the matter. On Wednesday, Garut's local 
> > > legislative council also decided to create a special committee to look 
> > > into Aceng's case.

> > > 

> > > His lawyer said the case needed "to go through legal channels," and that 
> > > his client's potential removal as district chief was not imminent: "the 
> > > council has to wait for the results of the police investigation before 
> > > making a decision on Aceng's dismissal."

> > > 

> > > Women and children's rights activists, however, welcome the 
> > > investigations and the public outcry over the case.

> > > 

> > > Muhammad Ihsan, secretary of the Commission for the Protection of 
> > > Indonesian Children or KPAI, told CNN the regent head may be held liable 
> > > for a sexual offense, if it is proven that the regent head deceived the 
> > > teenage girl.

> > > 

> > > The commission says human trafficking, the illegal sex trade and the 
> > > exploitation of women are rampant, particularly in the province of West 
> > > Java.

> > > 

> > > In not a few cases, parents or relatives give up their teenage daughters 
> > > for marriage, in exchange for money.

> > > 

> > > Ihsan said that when the facts of this case become clearer, it could 
> > > highlight well-known and common practices of exploiting young women.

> > > 

> > > "If a public official is allowed to get away with behavior like this, 
> > > then the public will think this is acceptable", said Ihsan.

> > > 

> > > Rudy Madanir contributed to this report.

> > > 17

> > > Comments »

> > > 

> > > Print

> > > Email

> > > More sharing

> > > 

> > > © 2012 Cable News Network. Turner Broadcasting System, Inc. All 
> > > Rights Reserved.

> > > Share this article                        inShare 

> > > 

> > > 

> > > 

> > > 

> > > [Non-text portions of this message have been removed]

> > >

> > 

> > 

> > 

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> >

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke