Demokrasi itu artinya hak berupa kebebasan memilih, dan dalam memilihpun harus berpikir, sehingga arti Demokrasi jadi lebih luas lagi, selain hak kebebasan memilih juga berarti kebebasan berpikir. Dan ingat ya.... kebebasan berpikir itu artinya menolak didikte, menolak di brainwash seperti fatwa2 MUI yang tidak memberi kesempatan muslimin boleh berpikir api cukup beriman tunduk saja apa yang didiktekan oleh MUI melalui fatwa2nya. Jadi SEMUA muslimin juga pasti bisa berpikir yang tidak perlu harus menentang fatwa2 MUI yang bisa membawa celaka. Hidup di Indonesia itu susah, maka janganlah cari gara2 lagi menentang MUI. Demikianlah, tanpa fatwa MUI sekalipun setiap muslimin paham bahwa daging babi itu haram kalo dimakan tapi kalo diberikan kepada anjing atau dibuang disampah tidak perlu takut dituduh makan barang haram karena memang enggak dimakan. Jadi kulit babi yang dibuat jadi dompet, tas sekolah, sampul buku, hijab, jacket, celana jengki dll. semuanya itu boleh2 saja karena tidak dimakan. Kalopun ada yanbg mengangapnya haram, maka sesuai yang ditulis dalam alQuran, cukup baca saja bismillah, semuanya yang haram akan jadi halal. Bahkan ditambahkan alfatehah malah lebih halal lagi. Gara2 rejeki Label Halal diambil alih oleh Departemen Agama, maka wajar MUI harus cari bakul nasi lainnya, dan cari punya cari ketemu kulit babi untuk dibikin tas. Ini luar biasa, semua barang import yang terbuat dari kulit beruang, kulit sapi, dan kulit kambing pun bisa dituduh sebagai kulit babi hanya sekedar agar importir, agar pedagang dan pengecernya bisa dipaksa membayar label "Halal" dari produk2 yang memang sudah dihalalkan. > Lasma siregar <las032002@...> wrote:> Apakah tak bisa kalau konsumer yang> > mau beli dikasih info bahwa barang yang> mau dibeli mengandung kulit babi? Bahan tambahan tidak perlu diberi label, seperti label, lapisan dalam sepatu, juga kantong atau tas kecil Camera digital yang apabila terbuat dari kulit maka itulah kulit babi. Karena kulit babi itu khas tidak ada yang bisa menyamakannya. MUI pun bohong kalo bilang ada sepatu terbuat dari kulit babi karena kulit babi enggak bisa dibuat sepatu, semua sepatu harus kulit sapi yang keras, sedangkan tambahan2nya seperti lapisan dalamnya agar empuk kayak bantal barulah menggunakan kulit babi. Tapi sepatu2 murah, lapisan dalamnya bukan kulit melainkan kain belacu aja. Jadi belum pernah ada pabrik sepatu yang menuliskan kulit2 tambahan ini, yang ditulis adalah bahan utamanya yaitu bull leather. Sedangkan lapisan dalamnya yang terbuat dari belacu tidak mungkin dituliskan "lapisan dalamnya terbuat dari belacu". Di negara2 maju kayak Amerika, memang ada kulit sapi yang disamak ditipiskan dengan mesin khusus sehingga tipis setipis kain atau kertas, tetapi kualitasnya tetap kaku tidak sehalus kulit babi. Tapi kekuatan kulit sampi jauh berpuluh kali lipat dari kekuatan kulit babi, oleh karena itu kulit2 sapi jenis khusus ini tidak pernah dibuat lapisan dalam sepatu karena terlalu mahal harganya, apalagi untuk konsumsi negara2 terkebelakang kayak Indonesia tentunya lebih laku yang terbuat dari kulit babi ini, selain lebih murah, lebih indah, lebih halus dan lebih comfortable digunakannya. Contoh kasus, ditoko A camera kodak yang kecil mungil itu harganya $75 dengan kantong terbuat dari plastik berlabel KODAK. Tapi ditoko B, camera kodak yang sama jenisnya harganya juga $75, segala lainnya persis sama, bedanya di toko B ini kantongnya dari kulit babi yang lemas, enteng dan tentu lebih kuat dari plastik. Lalu, menurut anda yang mana yang anda pilih untuk membelinya ??? Saya yakin jawabannya sama yaitu yang pake kantong kulit babi, biarpun Islam pasti memilih kantong kulit babi, haram hukumnya kalo pilih kantong plastik yang seminggu juga robek. Lalu dikantong camera kodak yang terbuat dari kulit babi itu ada labelnya ditulis "KODAK", engak mungkin dituliskan "ini kulit babi". Karena kenyataannya memang yang dijual itu cameranya bukan kantongnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
