Kirain bener gendon mus mau omong soal kamera. Taunya masih cerewet perkara kulit babi.
Soal kulit.. Pada usia tertentu, kebanyakan bocah lelaki di Indonesia dengan mantap membuang kulit di ujung tititnya. Tak ada kecerewetan sesudahnya apalagi menjadi si bloon di toko kamera (gendon mus mau apa di sana, beli kamera apa jualan cerewet?). Coba mus, kulit titit itu kalau dibikin dompet; sepatu; koper dll mestinya bakal mendongkrak gengsi para kapitalis pegila materi macam gendon mus. Bayangkan saja betapa mewahnya barang-barangmu, terbuat dari kulit manusia! Spesies paling sempurna di muka bumi. Mau mus? Pake sarung tangan dari kulit titit? Pasti nyaman di tanganmu pada musim winter begini. Apalagi dipadu dengan boots & ikat pinggang dari bahan kulit yang sama. Apa? Perlu topi bulu juga..? Ok, soal itu mah gendon konsultasi fashion saja sama si Gabriella ambrela yang tempohari tekun ngoceh soal bulu manusia. Di posting ini, saya cuma mau ladeni sedikit soal spesialisasimu, yakni: 'ketololan' (yang kali ini dipamerkan lewat kulit babi). So, lepas dari kulit ujung apaan, keistimewaan dari kulit manusia pernah dibeber dalam pameran buku di London dua tahun yang lalu. Sayang waktu itu saya keasyikan nonton kapal Laksamana Nelson di fourth plinth yang semua layarnya bermotif batik, makanya sampai lupa mampir ke pameran buku tsb. Lalu, apa hubungannya pameran buku itu dengan spesialisasi gendon mus? Yeah sekedar tambahan pengetahuan saja buat gendon mus bahwa yang dipamerkan itu tak lain adalah buku-buku yang sampulnya terbuat dari kulit manusia! Lebih penting lagi buat gendon mus adalah informasi bahwa buku-buku itu diterbitkan pada era tentara Katolik menguliti orang Protestan di abad 17 hingga abad 19. Jangankan gendon mus, umat Kristen saja banyak yang tidak tahu adanya pesta tabok-tabokan antara Katolik dan Protestan yang seseru itu. Sebab, rupanya, segala kebiadaban itu dihapus paksa dari memori umat melalui otoriterisme gereja, baik Katolik maupun Protestan. Tetapi tentu saja tidak hilang dari kesadaran ilmuwan, khususnya sejarawan yang membahasnya 2 tahun lalu. Nah, dibanding tabok-tabokan yang lucu dari dua aliran Kristen itu, maka urusan makan babi bagi muslim cuma menjadi perkara seupil. Kecil. Enteng. Karena sampai kapan pun makan babi itu memang dihalalkan bagi muslim selama tidak ada lagi bahan lain yang bisa dimakan. Jadi, terus-terusan jualan babi ke muslim, itu artinya memamerkan ketololanmu sendiri sambil menghina produsen makanan macam Dole, Nestlé, Kraft, Indofood dsb berikut jajaran petani dan nelayan sedunia, seolah mereka tak sanggup menyediakan makanan bagi manusia. Harap ini dipahami para kacung babi di sini. Soal kamera.. hmm... filosofi tentang cahaya & bayangan memang sudah disebut- sebut dalam banyak falsafah. Mulai dari hasil pemikiran filsuf Cina 5 abad sebelum Yesus lahir, sampai filsuf Yunani dua abad kemudian. Tetapi manusia pertama yang menguji segala filosofi & hipotesis tentang cahaya dan bayangan melalui teknik percobaan / eksperimen (sesuai metode ilmiah) ya si Ibn al-Haytham - yang dikenal ilmuwan Barat sebagai Alhazen. Siapa gerangan Al-Haytham a.k.a Alhazen ini? Sodara-sodari, perkenalkan... Abu Ali al-Hasan ibn al-Hasan ibn al-Haytham, the..... http://www.bradleysteffens.unimwebcenter.com/ From: Roman Proteus <pt_kasoet@...> Subject: Muskita penipu bilang camera digital terbuat dr kulit babi, dasar bodoh dan tolol > From: "muskitawati" <muskitawati@...> > > > Lasma siregar <las032002@...> wrote: > > > Apakah tak bisa kalau konsumer yang > > > mau beli dikasih info bahwa barang yang > > > mau dibeli mengandung kulit babi? > > > > Bahan tambahan tidak perlu diberi label, seperti label, lapisan > > dalam sepatu, juga kantong atau tas kecil Camera digital yang > > apabila terbuat dari kulit maka itulah kulit babi. > > > > Karena kulit babi itu khas tidak ada yang bisa menyamakannya. MUI > > pun bohong kalo bilang ada sepatu terbuat dari kulit babi karena > > kulit babi enggak bisa dibuat sepatu, semua sepatu harus kulit > > sapi yang keras, sedangkan tambahan2nya seperti lapisan dalamnya > > agar empuk kayak bantal barulah menggunakan kulit babi. Tapi > > sepatu2 murah, lapisan dalamnya bukan kulit melainkan kain belacu > > aja. > > > > Jadi belum pernah ada pabrik sepatu yang menuliskan kulit2 > > tambahan ini, yang ditulis adalah bahan utamanya yaitu bull > > leather. Sedangkan lapisan dalamnya yang terbuat dari belacu > > tidak mungkin dituliskan "lapisan dalamnya terbuat dari belacu". > > > > Di negara2 maju kayak Amerika, memang ada kulit sapi yang disamak > > ditipiskan dengan mesin khusus sehingga tipis setipis kain atau > > kertas, tetapi kualitasnya tetap kaku tidak sehalus kulit babi. > > Tapi kekuatan kulit sampi jauh berpuluh kali lipat dari kekuatan > > kulit babi, oleh karena itu kulit2 sapi jenis khusus ini tidak > > pernah dibuat lapisan dalam sepatu karena terlalu mahal harganya, > > apalagi untuk konsumsi negara2 terkebelakang kayak Indonesia > > tentunya lebih laku yang terbuat dari kulit babi ini, selain > > lebih murah, lebih indah, lebih halus dan lebih comfortable > > digunakannya. > > > > Contoh kasus, ditoko A camera kodak yang kecil mungil itu > > harganya $75 dengan kantong terbuat dari plastik berlabel KODAK. > > Tapi ditoko B, camera kodak yang sama jenisnya harganya juga $75, > > segala lainnya persis sama, bedanya di toko B ini kantongnya dari > > kulit babi yang lemas, enteng dan tentu lebih kuat dari plastik. > > Lalu, menurut anda yang mana yang anda pilih untuk membelinya ??? > > Saya yakin jawabannya sama yaitu yang pake kantong kulit babi, > > biarpun Islam pasti memilih kantong kulit babi, haram hukumnya > > kalo pilih kantong plastik yang seminggu juga robek. > > > > Lalu dikantong camera kodak yang terbuat dari kulit babi itu ada > > labelnya ditulis "KODAK", engak mungkin dituliskan "ini kulit > > babi". Karena kenyataannya memang yang dijual itu cameranya bukan > > kantongnya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > Setelah itu terserahlah apa mereka mau membelinya (murtad) > > > ataukah setia pada ajaran ustaz (agama)! > > > Bagaimana Pak/Bu? > > > > > > Salam > > > Las > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
