-----Original Message-----
From: Muskitawati <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 Dec 2012 21:20:46 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [parapemikir] Muslim Pun Lebih Suka Kulit Babi Daripada Plastik !!!

Demokrasi itu artinya hak berupa kebebasan memilih, dan dalam memilihpun harus 
berpikir, sehingga arti Demokrasi jadi lebih luas lagi, selain hak kebebasan 
memilih juga berarti kebebasan berpikir.  Dan ingat ya.... kebebasan berpikir 
itu artinya menolak didikte, menolak di brainwash seperti fatwa2 MUI yang tidak 
memberi kesempatan muslimin boleh berpikir api cukup beriman tunduk saja apa 
yang didiktekan oleh MUI melalui fatwa2nya.
Jadi SEMUA muslimin juga pasti bisa berpikir yang tidak perlu harus menentang 
fatwa2 MUI yang bisa membawa celaka.  Hidup di Indonesia itu susah, maka 
janganlah cari gara2 lagi menentang MUI.
Demikianlah, tanpa fatwa MUI sekalipun setiap muslimin paham bahwa daging babi 
itu haram kalo dimakan tapi kalo diberikan kepada anjing atau dibuang disampah 
tidak perlu takut dituduh makan barang haram karena memang enggak dimakan.
Jadi kulit babi yang dibuat jadi dompet, tas sekolah, sampul buku, hijab, 
jacket, celana jengki dll. semuanya itu boleh2 saja karena tidak dimakan.  
Kalopun ada yanbg mengangapnya haram, maka sesuai yang ditulis dalam alQuran, 
cukup baca saja bismillah, semuanya yang haram akan jadi halal.  Bahkan 
ditambahkan alfatehah malah lebih halal lagi.
Gara2 rejeki Label Halal diambil alih oleh Departemen Agama, maka wajar MUI 
harus cari bakul nasi lainnya, dan cari punya cari ketemu kulit babi untuk 
dibikin tas.  Ini luar biasa, semua barang import yang terbuat dari kulit 
beruang, kulit sapi, dan kulit kambing pun bisa dituduh sebagai kulit babi 
hanya sekedar agar importir, agar pedagang dan pengecernya bisa dipaksa 
membayar label "Halal" dari produk2 yang memang sudah dihalalkan.
> Lasma siregar <las032002@...> wrote:> Apakah tak bisa kalau konsumer yang> 
> mau beli dikasih info bahwa barang yang> mau dibeli mengandung kulit babi?
Bahan tambahan tidak perlu diberi label, seperti label, lapisan dalam sepatu, 
juga kantong atau tas kecil Camera digital yang apabila terbuat dari kulit maka 
itulah kulit babi.
Karena kulit babi itu khas tidak ada yang bisa menyamakannya.  MUI pun bohong 
kalo bilang ada sepatu terbuat dari kulit babi karena kulit babi enggak bisa 
dibuat sepatu, semua sepatu harus kulit sapi yang keras, sedangkan tambahan2nya 
seperti lapisan dalamnya agar empuk kayak bantal barulah menggunakan kulit 
babi.  Tapi sepatu2 murah, lapisan dalamnya bukan kulit melainkan kain belacu 
aja.
Jadi belum pernah ada pabrik sepatu yang menuliskan kulit2 tambahan ini, yang 
ditulis adalah bahan utamanya yaitu  bull leather.  Sedangkan lapisan dalamnya 
yang terbuat dari belacu tidak mungkin dituliskan "lapisan dalamnya terbuat 
dari belacu".
Di negara2 maju kayak Amerika, memang ada kulit sapi yang disamak ditipiskan 
dengan mesin khusus sehingga tipis setipis kain atau kertas, tetapi kualitasnya 
tetap kaku tidak sehalus kulit babi.  Tapi kekuatan kulit sampi jauh berpuluh 
kali lipat dari kekuatan kulit babi, oleh karena itu kulit2 sapi jenis khusus 
ini tidak pernah dibuat lapisan dalam sepatu karena terlalu mahal harganya, 
apalagi untuk konsumsi negara2 terkebelakang kayak Indonesia tentunya lebih 
laku yang terbuat dari kulit babi ini, selain lebih murah, lebih indah, lebih 
halus dan lebih comfortable digunakannya.
Contoh kasus, ditoko A camera kodak yang kecil mungil itu harganya $75 dengan 
kantong terbuat dari plastik berlabel KODAK.  Tapi ditoko B, camera kodak yang 
sama jenisnya harganya juga $75, segala lainnya persis sama, bedanya di toko B 
ini kantongnya dari kulit babi yang lemas, enteng dan tentu lebih kuat dari 
plastik.  Lalu, menurut anda yang mana yang anda pilih untuk membelinya ???  
Saya yakin jawabannya sama yaitu yang pake kantong kulit babi, biarpun Islam 
pasti memilih kantong kulit babi, haram hukumnya kalo pilih kantong plastik 
yang seminggu juga robek.
Lalu dikantong camera kodak yang terbuat dari kulit babi itu ada labelnya 
ditulis "KODAK", engak mungkin dituliskan "ini kulit babi".  Karena 
kenyataannya memang yang dijual itu cameranya bukan kantongnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke