Fatwa larangan bernatalan bukanlah bersumber dari AlQuran melainkan sumbernya berasal dari kekecewaan umat Islam yang gagal menjadikan Amerika sebagai negara Syariah Islam melalui serangan terror 911. Karena kenapa baru sekarang fatwanya dikeluarkan, padahal agama Nasrani dengan Natalan-nya itu khan sudah berlangsung ribuan tahun. Kenapa fatwanya dikeluarkan setelah kegagalan Terror Jihad Islam 911 yang ditindak lanjuti Amerika dengan mempersatukan dunia dalam satu kubu yang kompak yaitu kubu anti terorist syariah Islam yang anggauta2nya adalah semua negara2 diseluruh dunia. Apalagi, dulunya ada fatwa anti-Imlek, tapi sekarang sudah dibolehkan Imlek tapi gantinya fatwa anti-Natalan. Jadi kalo memang berdasarkan alQuran, maka fatwa2 anti-imlek, anti-ultah, bahkan Islam juga melarang perayaan 17 an yang sampai sekarang belum keluar fatwa2nya. Jadi sekali lagi, fatwa anti-natalan itu bukan se-mata2 bersumber dari al-Quran karena dalam alQuran bukan cuma natalan saja yang dilarang tapi juga yang lainnya pun dilarang. > Syiah wrote:> Islam bingung sendiri dengan> keyakinananya ada fatwa ucapan> > Natal dan ada lagi Selamat Natal> menurut Al Qur'an. Islam semakin> goblok > dengan keyakinannya Fatwa anti-natal itu tidaklah ada hubungan ataupun kaitannya dengan AlQuran, karena kalo berdasarkan alQuran bukan cuma selamat natalan saja yang dilarang, tapi juga selamat ulang tahun pun dilarang, merayakan 17 Agustus juga dilarang, upacara merah putih juga dilarang, mengheningkan cipat dimuka patung2 pahlawan pun dilarang. TETAPI kenapa fatwanya cuma melarang selamat natalan saja, kenapa tidak ada fatwa larangan Imlek, fatwa larangan 17 an, fatwa larangan ucapan selamat ulang tahun. Jadi rahasia fatwa larangan Natal sumbernya bukan dari alQuran melainkan sumbernya dari Amerika, karena Amerika mayoritas bernatalan, maka umat Islam yang gagal menteror Amerika menjadi negara Syariah Islam terpaksa membalasnya dengan mengharamkannya dengan fatwa larangan selamat natalan. Padahal dulunya yang difatwakan adalah imlek dan barongsai, tapi sekarang malah fatwanya larangan selamat natal sementara imlek dibolehkan. Gagal menjadikan Amerika sekutu Islam, carilah perlindungan Cina yang diperkirakan akan menjadi musuh Amerika nantinya. Memang muslimin dan Islam selalu harus dikecewakan, ternyata meskipun Imlek sudah dianjurkan ternyata tidak menjadikan Cina mau menerima Syariah Islam bahkan bersatu padu dengan Amerika memperkuat kubu anti terorist jihad Islam. Ny. Muslim binti Muskitawati.
[Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
