Ada istilah kritikus, dan kritikus berbeda dengan komentator. Komentator asal cuap mengenai obyect yg sedang dilakukannya, mengenai benar dan kelirunya no sekian. ( paling asoy contoh komentator olah raga asal Indonesia ).
Berbeda dengan kritikus, seorang akan disebut kritikus ketika membahas suatu object berlandaskan data yg sama dengan apa yg sedang dibahas dan dilakukan tidak dengan ngotot tidak karuan. Melakukan kritik politik, tanpa memahami politik yg sedang dibahas sama juga bicara dengan komentator. Melakukan kritik agama, tanpa memahami umat yg sedang dibahas sama juga bicara dengan komentator. Melakukan kritik cap cay puyung hai, tanpa memahami apa isi capcai puyung hai, sama saja bicara dengan orang yg bermata buta, hidung mangpet dan lidah sariawan berat. Melakukan kritikan mengenai sebuah agama, apapun agamanya, maka minimal harus mempelajari kitab suci yg akan dikritisi, dan utk mempelajari hal ini sebenarnya sudah menjadi "umat" dari agama yg akan dilakukan kritiknya, karena utk mempelajari sebuah ajaran agama tidak bisa dilakukan dalam hitungan bulan, karena bisa dibilang hampir semua agama di dunia memiliki keunikan nya masing masing. Karena itu timbul conflict of interest karena melakukan kritik dengan pola pikir menurut dirinya sendiri, tidak lagi dari kacamata lain. Dan sialnya warga Prol yg anti Islam paling suka morang maring tanpa solusi, yg ditulis semua yg buruk, tanpa peduli situasi dan kondisi dilapangan yg berbeda beda. Semisal seorang Pastor di Tim Tim akan marah bila ada umatnya bubaran misa digereja tidak mencium tangan si pastor, sedang dilain tempat bubar yah pulang. Semisal ada umat nyelonong minta hosti, padahal bukan umat langsung digebuki sampai babak belur padahal ditempat lain cukup diminta utk tidak dilakukan lagi diwaktu yg akan datang. Dalam halnya kampung Petar, bagi warga lama tentunya paham bahwa apa yg selalu di kotbahkan oleh para anti Islam bolak balik yah seperti itu, tidak pernah jauh dari selangkangan, dengan kalimat kasar dan langsung memutuskan bahwa itu salah ini salah, tanpa peduli didalam kehidupan nyata berbeda dengan yg terjadi didunia maya. Dan menurutku itu bukan kritik, melainkan maki maki karena didunia nyata tidak bisa memaki maki, padahal didunia nyata bila ada hal hal yg kurang jelas masih bisa dan banyak tempat bertanya. Sama halnya orang Karesten sejak lahir, maka Katholik adalah agama yg sudah seharusnya ditinggalkan, tanpa peduli bahwa hierarki Katholik termasuk terbaik di dunia. ----- Original Message ----- From: "alqafirun" <[email protected]> > Tidak bisa begitu juga, melarang atau mengharamkan seseorang yang bukan > menjadi bagian dari suatu kelook u tuk melakukan kritik terhadap kelompok > atau ideologi yang dianut oleh kelompok tersebut pun adalah konyol. Cara > berfikir atau norma atau peraturan semacam ini bukan berarti bebas dari > conflict of interest pula, karena kita belum tentu selalu bisa diandalkan > untuk melakukan "otokritik" - terlebih lagi jika kita mendapatkan > keuntungan tertentu jika kita memilih sikap membungkam saja. > > Dan yang jauh lebih penting dari itu adalah, norma atau peraturan tersebut > akan mustahil untuk diaplikasikan, karena tidak ada batasan yang jelas > yang diterapkan atau bisa diterapkan dalam menentukan kesesuaiannya. > > Contohnya, dilarang melakukan kritik terhadap perilaku agama lain jika > bukan merupakan bagian dari agama tersebut, norma tersebut mengandaikan > terdapat batasan agama sebagai patokannya. Tetapi peraturan tersebut akan > menjadi rancu jika dikatakan bahwa walaupun agamanya berbeda tetapi kita > masih satu kewargnegaraan. > > Contoh lainnya, dilarang melakukan kritik politik jika sendirinya tidak > berpolitik, lho bukankah dalam kehidupan makhluk manusia ini cuma > dibutuhkan dua ekor manusia saja untuk melihat terjadinya proses > perpolitikan di antara keduanya? Bukankah dengan melakukan kritik itu > sendiripun pada dasarnya ia telah berpolitik? > > Contoh satu lagi, yang bisa jadi adalah lebih berbahaya adalah jika norma > tersebut diaplikasikan untuk membungkam mulut rakyat. Misalnya jika rakyat > sudah tidak boleh melakukan kritik terhadap proses perpolitikan > pemerintah, dengan dasar bahwa rakyat tidak ikut berpolitik. Atau jika > misalnya seorang Kang Sur, meskipun ia adalah seorang kader PDIP, dilarang > untuk melakukan kritik terhadap PDIP, karena ia bukanlah bagian dari > eselon 2 partai. > > Hal ini masih dikomplikasikan lagi dengan jika mereka yang sudah di dalam > akan menjadi semakin elit dan tidak tersentuh karena siapapun yang > diketahui berpotensi untuk melakukan otokritik sudah ditendang bahkan > sejak sebelm masuk, hasilnya tidak ada kritik dari luar dan jangan harap > ada kritik dari dalam. > > Terakhir, sering kali seseorang yang sedang berada di dalam suatu > institusi, ideologi, partai, organisasi, kepercayaan, dan sebagainya - > tidak memiliki daya tilik akan kegilaan dari posisinya berdiri. Bukankah > orang-orang semacam ini harus berterimakasih jika jiwa-raganya bisa > terselamatkan karena ada yang meneriaki dari luar? > > Kritik, lakukan saja, hanya pandir nan dungu yang enggan mendengarkan > kritik. Ia tak akan maju. > > > camarmerah > > > > > --- In [email protected], "suryana" wrote: >> >> From: "Nub" >> >> > --- In [email protected], "arra_s" wrote: >> > >> >> >> >> ini yg menyebabkan isi debat si jusfiq terdengar basi.. >> >> Jusfiq ingin mengkritik indonesia.. >> >> namun siapa kah dia? >> >> masihkah dia bagian dari Indonesia? >> >> >> >> item dan gabriella ingin mengkritik islam.. >> >> manun siapakah mereka? >> >> islam kah mereka? >> >> >> >> apabila seseorang mengkritik dari luar arena.. >> >> maka yg terjadi hanyalah conflick of interest.. >> > >> > >> > Entah dimana anda belajar logik kaya gini, mungkin cuma dipesantren. >> > Saya >> > tidak perlu menjadi pemerkosa untuk mengkritik bahwa memperkosa itu >> > salah. >> ++++ >> Maaf, bila mau berbuat sesuatu tanpa mendalami apa yg akan diperbuatnya >> apakah hal itu menjadi benar ? >> >> Dalam halnya agama, bila ada yg tidak setuju dengan isi dari buku >> kepercayaannya bagaimana bisa melakukan kritik sedang penganut >> kepercayaan >> nya tidak sedikit. >> >> Bagaimana bisa memberi komentar politik harus begini dan harus begitu >> sedang >> didalam perpolitikan tidak ikut berpartisipasi. >> >> Maaf dengan >> "Saya tidak perlu menjadi pemerkosa untuk mengkritik bahwa memperkosa itu >> salah. " >> >> Kalimat diatas menjadi aneh bila dijadikan pembenaran bahwa utk >> menjelaskan >> bahwa memperkosa itu salah, apa bedanya dengan komentator sepak bola yg >> bisa >> bicara harus seperti ini dan seperti itu, padahal bukan dari bagian dari >> kelompok sepak bola yg sedang bermain. >> >> Istilah lainnya, bila morang maring terhadap sesuatu yg dianggap " salah >> ", >> lalu memberi komentar dengan ngotot bahwa sudah menguasai apa yg sedang >> dikomentarinya apa bedanya dengan komentar sepak bola ? >> >> Apa jadi nya bila komentar komentar tsb dilakukan dengan kepala panas >> sehingga komentar yg diucapkan bukan memperbaiki malah menambah panas dan >> bila tidak hati hati malah komentar tsb menjadi pemicu kekacauan. >> >> Dimanapun bila seseorang akan memberikan komentar, maka minimal >> mengetahui >> apa yg akan dikomentarinya, bilamana ada komentar yg kurang cocok >> tentunya >> mau menerima kritik dari apa yg dikomentarinya, dan tentunya tidak akan >> ngotot layaknya seorang yg sedang menjalankannya. >> >> Semoga bisa memahami makna diskusi dan komentar. >> Komentar akan disukai bila tidak berpihak ke kiri dan kanan. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
