Lagi2 high school drop out ini mau ngeles dengan debat semantik. Kritik itu memberikan kecaman atau tanggapan, yang disertai dengan alasan2 atau analisis.
Orang waras akan bilang pemerkosaan itu salah karena ada alasannya, karena memaksakan kehendak kepada orang lain, menyebabkan penderitaan yang dalam karena si korban. Jadi hal yang simple pun yang semua orang anggap salah itu salah karena ada alasannya bukan karena 'dari sananya'. Makanya saya tidak perlu menjadi pemerkosa dulu untuk bisa mengkritik bahwa pemerkosaan itu salah. Sama seperti saya tidak perlu menjadi islam dulu, menjadi komunis dulu, untuk bisa mengkritik bahwa itu salah. Cukup pelajari saja. Dan ini esensi dari argumen saya, bahwa mengkritik itu tidak perlu menjadi penganut, yang memang sudah tidak bisa kalian bantah lagi makanya kalian ngeles dengan debat semantik. --- In [email protected], "suryana" wrote: > > Si doi sudah melakukan kekeliruan mendasar mengenai apa yg dimaksud dengan > kritik. > Semua yg bisa dibantah maka bisa dijadikan kritik, ngaku sekolah tinggi, dan > otak tetap saja goblok bin dongo, tidak bisa membedakan kritik dan komentar. > Semisal utk mengetahui capcay puyunghai, maka minimal harus mengetahui apa > campuran dari cap cai puyunghai, kemudian dicicipi, dan si goblok punya > pemikiran beda, utk mengetahui capcay puyunghai cukup dengan > membaca...beneran dongo bin dogol dah gitu debil pula. > Tidak bisa membedakan apa yg bisa dikritisi dan yg mana yg harus diposisi > memberi komentar. > Dan apa yg ditulis si goblok bin dongo semuanya adalah komentar alias asbun, > mirip dengan si binatang purba bersel satu amuba juspig, menulis komentar > dibenaknya sudah menjadi kritik beneran dogol, gak heran ketika adiknya > modar tidak ada temannya yg melayat, lha semua di komentari sih. > Jadi tidak pernah memahami istilah kesalahan mendasar didalam pemakaian > logika. > > ----- Original Message ----- > From: "rezameutia" > > > jadi di bangku universitas kalo mengkritik ttg paham marxisme, komunisme, > jawabannya "Saya tidak perlu menjadi pemerkosa untuk mengkritik bahwa > memperkosa itu salah." > > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/371104 > > lulusan universitas kok nggak tau, mana yang namanya paham dan mana yang > namanya perbuatan kriminal memperkosa. > > dimana logikanya? > > btw, lo sebagai penginjil apa diajarin untuk memakai logika? > > lo, sebagai penginjil, tentu udah tau bahwa hukuman salib adalah hukuman > pidana yang paling nista pada saat itu. kira2 analoginya kalo jaman > sekarang sama lah dengan hukuman pidana kursi listrik. > > sekarang pake deh logika lo, apa mungkin orang yang dihukum pidana kursi > listrik, seperti ted bundy, lo sembah sebagai tuhan? > > dimana logikanya? > > goblok kok dipiara... > > > > > > > --- In [email protected], "Nub" wrote: > > > > Benar2 manusia bermuka tembok, tidak ada malunya. As expected of high > > school dropouts. > > > > Point saya tetap jelas, kalau mengkritik paham tertentu itu tidak perlu > > menjadi penganut paham tersebut, cukup hanya pelajari saja.Ini sih basic > > common sense, saya heran ada yang menentang hal ini, membuktikan mereka > > ini tidak punya common sense. > > > > Kalian para high school dropouts yang menentang point saya jelas2 tidak > > pernah merasakan bangku university, dimana pertanyaan seperti itu > > merupakan makanan sehari2. Mungkin kalian terlalu terbiasa dengan soal > > pilihan ganda yang pilihannya cuma benar atau salah saja, tidak pernah > > diajarkan critical thinking, makanya kaget ketika saya bilang kalau > > pertanyaan ini justru pertanyaan yang pasti keluar diexams diuniversity2. > > > > Pertanyaan2 yang menyuruh student untuk mengkritik paham komunisme, > > marxisme, naturalisme dll sih pasti keluar untuk mengetest apa benar si > > mahasiswa benar2 mengerti apa cuma sekedar main hapalan atau itung kancing > > kalo soalnya pilihan ganda. > > > > > > Sekali lagi, kalau ga punya uang untuk merasakan bangku university ya at > > least cari di google, sapa tau ada free atau cheap distant school buat > > kalian melalui internet. kalau belum ada, ya at least diam jangan koar2 > > dimilis yang malah cuma nunjukin kebodohan kalian. > > > > ngerti? > > > > > > > > > > --- In [email protected], "rezameutia" wrote: > > > > > > richan, lo mau pake jurus cakar harimau, jurus cakar-cakaran bencong, > > > jurus tai chi, ataupun jurus tai kucing, selama dasarnya merupakan > > > perbuatan jahat udah pasti kagak bakalan menang. > > > > > > mosok hal sederhana kayak gini aja lo kagak ngerti? > > > > > > mendingan lo kasih tau sama si nubpenginjil supaya lebih mengikuti > > > ajaran tuhan jesus yang menyebarkan kasih daripada mengikuti ajaran > > > judas yang menyebarkan kebohongan kayak si item. > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
