Perhatikan keculasan the lack of moralaity shown by pejabat ini:
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
Reydonnyzar Moenek menjelaskan, Provinsi Nagroe Aceh Darussalam (NAD) memiliki 
aturan tersendiri untuk mengatur pemerintahannya. "Kita harus  menghormatinya," 
tandas pejabat yang akrab disapa Donny itu kemarin (16/9).


Aku setuju orang harus menghormati peraturan resmi yg berlaku di sana,TAPI 
kalau peraturan itu dilanjutkan dengan membiarkan perempuan yg tidak berbusana 
Islami diperkosa itu WAY TOO STUPID, sangat tidak manusiawi. aku percaya bhw 
sebagian besar Muslim Indonesia tidak setuju dg pikiran bhw perempuan yg tidak 
berbusana Islami (khususnya yg bukan Muslimat) BOLEH, PANTAS diperkosa.

Dunia beradab akan mentertawakan pernyataan pejabat ini dan akan mengecam 
habis2an cara berfikir a la suku primitf di pasang pasir Arabia abad ke-7.

Gabriella



________________________________
 From: itemabu2 <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, 28 January 2013 3:58 AM
Subject: Re: [proletar] Rimanews: Bupati Aceh Barat: Perempuan Pakai Rok Min
 

  
Itu kan sesuai selera orang Aceh, mereka milih makanan prasmanan
Islami yg mereka sukai,

On 1/27/13, Bukan Pedanda [email protected]> wrote:
> Ada yang ngirim berita ini ke "Indonesia-Rising"·
>
> http://www.rimanews.com/read/20110917/41252/bupati-aceh-barat-perempuan-pakai-rok-mini-layak-diperkosa
>
> Sun, 27/01/2013 - 19:43 WIB | Indeks
>
> Bupati Aceh Barat: Perempuan Pakai Rok Mini Layak Diperkosa !
>
> Sat, 17/09/2011 - 10:39 WIB
>
> JAKARTA, RIMANEWS - Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat mengeluarkan
> pernyataan kontroversial dalam menegakkan peraturan daerah syariah atau
> qanun. Demi menegakkan aturan kewajiban menggunakan pakaian sesuai syariah
> Islam, pemerintah setempat menyatakan perempuan yang tidak mengenakan
> pakaian sesuai Islam layak diperkosa.
>
> Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Aceh Barat Ramli Mansur, seperti
> dikutip harian The Jakarta Globe (The Jakarta Globe: They are asking to get
> raped ), menilai perempuan yang tidak berpakaian sesuai syariah seperti
> minta diperkosa.
>
> Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
> Reydonnyzar Moenek menjelaskan, Provinsi Nagroe Aceh Darussalam (NAD)
> memiliki aturan tersendiri untuk mengatur pemerintahannya. "Kita harus
> menghormatinya," tandas pejabat yang akrab disapa Donny itu kemarin (16/9).
>
> Donny menerangkan, aturan spesial bagi NAD ini dilandasi Undang-undang (UU)
> Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Lebih khusus lagi, otonomi
> khusus di NAD juga diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan
> Aceh. Nah, lanjut Donny, berdasarkan dua undang-undang itu NAD memberikan
> wewenang lebih bagi NAD untuk membuat kebijakan tertentu. "Tapi perlu
> diingat, kebijakan itu hanya berlaku lokal," kata dia.
>
> Terkait mencuatnya pernyataan perempuan yang tidak berbusana sesuai syariah
> layak diperkosa, Donny tidak mengomentarinya secara khusus. "Yang jelas
> harus dimaknai positif. Tidak mungkin omongan Bupati Aceh Barat (Ramli
> Mansur, red) sekeras itu," tandasnya.
>
> Donny menduga, pernyataan tersebut menjadi semacam cambuk bagi warga
> setempat untuk menjalankan perda atau Qanun. Dia menjelaskan, meski
> menerapkan otonomi khusus, Qanun merupakan penjabaran peraturan
> perundang-udangan yang lebih tinggi.
>
> Menurut Donny, ancaman perempuan yang tidak berbusana sesuai syariah layak
> diperkosa itu bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi. "Jadi
> menurut saya, maksudnya tidak seperti itu," papar Donny.
>
> Dia memaparkan, penerapan Qanun di NAD memang sempat menimbulkan pro dan
> kontra. Sebelumnya, penerapan hukuman cambuk di NAD sempat menuai kecaman.
> Namun, jelas Donny, kebijakan itu merupakan buah dari otonomi khusus di NAD
> yang harus dihormati. Namun, jika aturan serupa dilakukan di luar NAD, baru
> menjadi kesalahan.
>
> Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menilai kejahatan berupa
> pemerkosaan di angkutan kota yang akhir-akhir ini marak terjadi, antara
> lain, disebabkan penumpang wanita kerap mengenakan pakaian yang minim,
> seperti rok mini. Untuk itu, Fauzi Bowo mengimbau penumpang angkot tidak
> mengenakan pakaian yang bisa mendatangkan niat jahat dari kaum lelaki.
>
> "Kaum hawa yang menggunakan sarana transportasi angkutan umum saat
> berpergian hendaknya tidak menggunakan rok mini. Hal ini agar tidak
> memancing orang berlaku asusila pada perempuan itu," kata Fauzi Bowo kemarin
> (16/9).
>
> Foke (sapaan akrab Fauzi), juga menyarankan para kaum hawa yang hendak
> berpergian tidak memakai perhiasan secara berlebihan. "Pemakaian perhiasan
> secara berlebihan saat menggunakan angkutan umum juga bisa memancing pelaku
> untuk melakukan aksi kriminal," ujar Foke.
>
> Lebih lanjut, orang nomor satu di DKI ini, mengatakan kasus pemerkosaan yang
> menimpa penumpang wanita di angkutan umum sebenarnya tidak hanya terjadi di
> ibu kota, namun hampir di semua kota besar. Hal ini karena kondisi angkutan
> umum di kota-kota besar di Indonesia memang masih membutuhkan perbaikan.
> Khusus untuk Jakarta, ia telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (dishub)
> untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian.
>
> "Ini menjadi catatan yang akan dibahas Dinas Perhubungan dan aparat
> berwenang," tuturnya. Dinas perhubungan, kata Foke, tidak bisa lepas dari
> tanggung jawab ini. Dishub harus bekerja sama dengan kepolisian agar masalah
> pemerkosaan di dalam angkot tidak terulang.
>
> Pengamat transportasi, Darmaningtyas, melihat masalah ini berujung pada
> tidak dilaksanakannya UU Nomor 2 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
> Jalan. Dalam UU tersebut dituliskan, angkutan umum harus dikelola oleh badan
> hukum. "Kalau bus besar kepemilikannya jelas, sehingga jika ada persoalan
> hukum kita gampang menuntutnya. Tapi kalau angkot ini kepemilikannya
> personal. Sehingga kalau ada kasus seperti pemerkosaan atau pembunuhan itu
> sulit dilacak," ujarnya.  [mam/jpnn]
>
> © 2010 - RIMAnews.com
>
>
>

 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke