Sebelum ada Islam, seluruh manusia memandang kaum wanita sebagai perek jangankan memuliakan sebagai istri, menganggapnya sebagai manusia saja tidak. orang-orang keresten&pagan menganggap wanita sebagai sarana kesenangan hingga hari ini. cuma dinegara2 tropis semacam lemuria perempuan ada harganya sebab tidak menjadi masalah karena mereka tidak berbusana seperti dinegara subtropis mereka bertelanjang dada setiap hari..........tanah subur udara&cuaca bagus matahari nya bagus sepanjang taon jadi hal2 biasa karena tidak akan apa2.
orang arab sebelum islam tidak ada beda dengan orang yahudi&nasrani mereka memberikan hak atas seorang anak untuk mewarisi istri bapaknya. mereka tidak mendapat warisan dan tidak berhak memiliki harta benda milik bapak nya. hal itu juga terjadi di persia,india dan negeri eropa laennya apalagi yang berudara dingin memberikan hak suami menjual anak perempuan atau pasangannya itu biasa. orang arab ketika itu pun biasa mengubur anak nya hidup2 tanpa dosa dan kesalahan,hanya karena ia seorang wanita! susah menerangkan sejarah antropologi buat mereka2 yang punya masalah dengan Adidas ________________________________ From: Musik hari Ini <[email protected]> To: Gabriella Rantau <[email protected]>; Yudianto Gimin <[email protected]>; Syiah <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; *AleXander* <[email protected]>; Abbas Amin <[email protected]>; Abdullatif <[email protected]>; Alde baran (NSSP/B) <[email protected]>; Alexander Edbert <[email protected]>; baswati <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; Dimas H. Pamungkas <[email protected]>; Dwi Santoso <[email protected]>; Iman K. <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; Islam Kristen <[email protected]>; item abu <[email protected]>; Jhonny Research <[email protected]>; Kabarmu Kutunggu <[email protected]>; Kembung Kotif <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; radenaryosuseno <[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Roman Proteus <[email protected]>; Slamet <[email protected]>; Tawangalun <[email protected]>; ttbnice <[email protected]>; Wibowo Jo <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wednesday, January 30, 2013 8:34 PM Subject: [proletar] Re: Bls: wanita dalam Islam ________________________________ From: Gabriella Rantau [email protected]> To: Yudianto Gimin [email protected]>; Syiah [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected]>; *AleXander* [email protected]>; Abbas Amin [email protected]>; Abdullatif [email protected]>; Alde baran (NSSP/B) [email protected]>; Alexander Edbert [email protected]>; baswati [email protected][email protected]" [email protected]>; Dimas H. Pamungkas [email protected]>; Dwi Santoso [email protected]>; Iman K. [email protected][email protected]" [email protected]>; Islam Kristen [email protected]>; item abu [email protected]>; Jhonny Research [email protected]>; Kabarmu Kutunggu [email protected]>; Kembung Kotif [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected]>; Musik hari Ini [email protected][email protected]" [email protected]>; radenaryosuseno [email protected]>; Richan S [email protected]>; Roman Proteus [email protected]>; Slamet [email protected]>; Tawangalun [email protected]>; ttbnice [email protected]>; Wibowo Jo [email protected][email protected]" [email protected]> Sent: Wednesday, January 30, 2013 7:40 PM Subject: Re: Bls: wanita dalam Islam Mas Yudianto, berikut ini aku sampaikan website http://answering-islam.org/Authors/Wood/women.htm Kalau tidak keberatan coba klik url ini dan beritahukan apa yg tertulis dlm artikel itu ada benarnya, ataua samasekali salah. Gabriella ________________________________ From: Yudianto Gimin [email protected]> To: Syiah [email protected]>; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; *AleXander* [email protected]>; Abbas Amin [email protected]>; Abdullatif [email protected]>; Alde baran (NSSP/B) [email protected]>; Alexander Edbert [email protected]>; baswati [email protected][email protected]" [email protected]>; Dimas H. Pamungkas [email protected]>; Dwi Santoso [email protected]>; Gabriella Rantau [email protected]>; Iman K. [email protected][email protected]" [email protected]>; Islam Kristen [email protected]>; item abu [email protected]>; Jhonny Research [email protected]>; Kabarmu Kutunggu [email protected]>; Kembung Kotif [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected]>; Musik hari Ini [email protected][email protected]" [email protected]>; radenaryosuseno [email protected]>; Richan S [email protected]>; Roman Proteus [email protected]>; Slamet [email protected]>; Tawangalun [email protected]>; ttbnice [email protected]>; Wibowo Jo [email protected]>; Yudianto Gimin [email protected][email protected]" [email protected]> Sent: Tuesday, 29 January 2013 2:25 PM Subject: Bls: wanita dalam Islam @syiah: "Dari 27 istri, yang paling dicintai Aisyah."........27 istri???? Dari anda juga: Antara luar dengan dalam berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp. 100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting. tanggapan: hahahaha...itu adalah yang dilarang dalam islam...tapi anda mengemas seperti yang yang diajarkan dalam Quran. seperti nama anda saja, "SYIAH"...padahal anda bukanlah seorang muslim. ingin tertawa saja rasanya membaca tulisan anda...seperti tulisan anak TK yang sedang menulis SKRIPSI......sungguh sangat lucu sekali kawan. saudara SYIAH yg terhormat: tahukah anda: 1. nabi pernah bersabda: Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548) 2. “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah) 3.Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya. 4. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya. 5. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh. 6. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. 7. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukai anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S. 8. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka. 9. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah 10. syurga ditelapak kaki IBU....... WANITA didunia lebih utama dari pada bidadari yang bermata jeli: Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.” Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik’. (Al-waqi’ah : 23) Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.” Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70) Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita” Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” (Ash-Shaffat : 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.” Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.” Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya. adakah agama lain yang memuliakan wanita seperti dalam ISLAM???? --- Pada Sen, 28/1/13, Syiah [email protected]> menulis: >Dari: Syiah [email protected]> >Judul: wanita dalam Islam >Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], >[email protected], [email protected], [email protected], >[email protected], [email protected], [email protected], >[email protected], [email protected], [email protected], >[email protected], [email protected], "*AleXander*" >[email protected]>, "Abbas Amin" [email protected]>, "Abdullatif" >[email protected]>, "Alde baran (NSSP/B)" [email protected]>, >"Alexander Edbert" [email protected]>, "baswati" [email protected][email protected]" [email protected]>, "Dimas H. Pamungkas" [email protected]>, "Dwi Santoso" [email protected]>, "Gabriella Rantau" [email protected]>, "Iman K." [email protected][email protected]" [email protected]>, "Islam Kristen" [email protected]>, "item abu" [email protected]>, "Jhonny Research" [email protected]>, "Kabarmu Kutunggu" [email protected]>, "Kembung Kotif" [email protected][email protected]" [email protected][email protected]" [email protected]>, "Musik hari Ini" [email protected][email protected]" [email protected]>, "radenaryosuseno" [email protected]>, "Richan S" [email protected]>, "Roman Proteus" [email protected]>, "Slamet" [email protected]>, "Tawangalun" [email protected]>, "ttbnice" [email protected]>, "Wibowo Jo" [email protected]>, "Yudianto Gimin" [email protected][email protected]" [email protected]> >Tanggal: Senin, 28 Januari, 2013, 8:35 AM > > > >Enurut tulisan dibawah ini wanita dalam Islam menjadi murahan. Silahlan dibaca > > > >Dari 27 istri, yang paling dicintai Aisyah. Tapi sekalipun ada kata: "paling" yang artinya dilebihkan, kaum Muslim masih berkata itu: adil. Sekalipun ada yang menangis dan yang tertawa, itu masih dibilang adil. Bagi kaum Muslim, menangis = tertawa, mirip dengan Trinitas, 3 = 1. > >Gawat donk kalau logika sudah seperti itu. Sebab dalam hal yang lain akan berlaku sama: tidak jujur = jujur. Hanya orang yang sedang berada dalam kegelapan saja, yang tidak bisa membedakan apapun. > >Nabi menyuruh umatnya poligami dengan syarat adil. Tapi dirinya sendiri tidak >adil. > >Seorang nabi koq masih diperbudak oleh hawa nafsu, ya? Perempuan Muslim disuruh menutupi auratnya rapat-rapat. Sampai-sampai tinggal matanya doank yang ada. Namun, sang nabi begitu bebas mengumbar nafsu syahwatnya. Tidak ada pengendalian hawa nafsu sama sekali. Sepintas lalu oleh pakaian yang menutupi auratnya, perempuan itu dihargai kehormatannya. Tapi dibalik itu sesungguhnya tidak ada harganya sama sekali. Harga perempuan diobral seperti harga cuci gudang. > >Antara luar dengan dalam berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp. 100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting. > > >Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kaum perempuan Muslim yang telah dicuci otaknya dengan doktrin yang menyesatkan, seolah-olah dirinya ditakdirkan hanya untuk budak seks suaminya. > > >http://aditya87.wordpress.com/2008/09/15/pernikahan-nabi-muhammad-saw-dengan-aisyah-ra-dan-dakwah-pasca-nikah/ > > >Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA dan Dakwah Pasca Nikah >September 15, 2008 >(Lagi-lagi) Tulisan ini dibuat dalam menyelesaikan salah satu tugas ^_^. >#1 – Kematangan yang Memesona >Khadijah dan Aisyah, Kedua perempuan terhormat itu bergantian mengisi >kehidupan Rasulullah pada dua fase kenabian yang berbeda. Tapi cinta Rasulullah pada keduanya berbeda. Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan. >Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi hingga beliau berkata, “siapa lagi yang dapat menggantikan Khadijah?”, sepeniggal istrinya wafat. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya. >Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Inilah gabungan pesona-pesona yang kemudian melahirkan syahwat. Sebagaimana Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.” >Itulah pesona kematangan. Pernikahan dan rumah tangga yang memesona merupakan perpaduan dari dua atau lebih kepribadian yang juga memesona. Dan pesona itu sejati, bukan dari katampanan, kecantikan, atau kekayaan semata, tetapi dari kematangan kepribadian. Kepribadian yang matang itu kuat tapi meneduhkan. Di sinilah seseorang dapat mengatakan, “rumahku surgaku”. Ketika sedang berada di dalamnya, ia menjadi sumber energi untuk berkarya di luar. Ketika berada di luarnya, selalu ada kerinduan untuk kembali. >#2 – Cinta yang Menumbuhkan >Aisyah bukan hanya seorang istri Rasul, tapi juga merupakan bintang di langit sejarah. Salah satu credit point terbesarnya adalah banyaknya jumlah hadits yang beliau hafal dari Rasulullah dan kepahamannya tentang fiqih sehingga menjadi rujukan utama bagi sahabat Rasul yang lain. Itu hanya salah satunya disamping luasnya lautan kepribadian beliau sebagai Ummul Mukminin yang menjadi rujukan kepribadian muslimah. >Aisyah merupakan buah karya sang suami: Nabi Muhammad SAW. Inilah tantangan >para suami yang mencintai istrinya dengan sejati, menumbuhkan istri yang dicintainya sehingga menjadi lebih baik secara berkesinambungan. >Pekerjaan menumbuhkan ini sulit karena menuntut pemahaman yang baik tentang kebutuhan orang yang akan dikembangkan. Dan seringkali orang tersebut tidak menyadari apa yang dia butuhkan. Seorang istri, misalnya menginginkan lebih banyak perhiasan, belum tentu apa dia minta adalah apa yang sebenarnya dia butuhkan. Usaha menumbuhkan tanpa memahami biasanya hanya akan melahirkan pemaksaan kehendak. Tentunya bukan ini cara yang bijaksana. Cara yang bijak adalah dengan menginspirasi. >Suatu ketika, tuntutan istri-istrinya adalah untuk mendapatkan lebih banyak perhiasan dunia. Tapi mungkin kebutuhan akan pemaknaan lebih dalam terhadap misi besar kerasulan (dimana mereka merupakan bagian dari “tim” kehidupan Rasul) lebih mereka butuhkan. Maka dengarlah jawabannya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.” (QS Al-Ahzab 28-29) >Dalam perspektif yang lain, hanya dengan cara menumbuhkan secara berkesinambunganlah hubungan percintaan itu bisa bertahan. Akan sulit mempertahankan hubungan tersebut jika orang-orang di dalamnya stagnan. Tidak berkembang dari hari ke hari. Karena jiwa ini bisa bosan. >#3 – Romantika yang Merawat Jiwa >Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri. >Kenapa kisah-kisah itu ada? Karena jiwa butuh perawatan, dan begitulah caranya ia dirawat. Kemesraan, senyuman yang tulus, pujian, hadiah, ucapan selamat, perhatian, semuanya merupakan alat untuk merawat jiwa. Itulah yang akan menjadi pelumas bagi mesin rumah tangga sehingga dapat tetap kuat menempuh perjalanannya yang lebih jauh, menyelesaikan misi besarnya, misi peradaban. >#4 – Misi yang Lebih Besar >Istri-istri nabi masuk ke dalam kehidupan Rasul untuk mengisi suatu peran yang harus dijalankannya. Mereka menjadi bagian dari ‘tim’ yang menjalankan misi kerasulan. Nampaknya pengisi peran-peran utama tersebut adalah Khadijah dan Aisyah. Khadijah hadir selama 25 tahun mendukung Rasulullah dalam membangun basis sosial Islam di Mekkah yang berat. Lalu Aisyah yang selama 10 tahun mendampingi dalam misi pembangunan konstitusi Negara Madinah yang rumit. Dan istri-istri beliau yang lainnya ikut mengisi peran-peran lainnya di sekitar kedua poros itu. >Keluarga Rasul merupakan keluarga dengan misi yang berat dan besar: misi kerasulan. Karena tim tersebut ditugaskan menangani masalah besar, maka masalah-masalah kecil seharusnya tidak boleh mengganggu kinerja mereka. Karena kaidahnya sederhana: siapa yang tidak disibukkan dengan perkara besar, maka akan disibukkan dengan perkara kecil, begitu sebaliknya. Banyak kisah dalam rumah tangga Rasul yang menjelaskan hal ini. >Pernah suatu ketika istri-istri beliau menuntut tambahan perhiasan dunia. Ini bukan sesuatu yang salah. Tetapi kemudian Rasulullah mendiamkan mereka selama satu bulan. Karena tim ini harus sudah berada “di atas” masalah kecil seperti itu. Masalah seperti itu sudah “tidak level” untuk diributkan. >Cerita yang lain adalah ketika Rasul sedang berada di tempat Aisyah. Di sana juga sedang ada Saudah, istri Rasul yang lain. Aisyah memberika kue yang dibuatnya kepada Saudah. Tetapi Saudah mengatakan bahwa kue tersebut tidak enak. Aisyah kesal lalu menimpuk Saudah dengan kue tersebut, lalu Saudah membalasnya. Jadilah mereka balas-balasan menimpuk dengan kue. Apa yang dilakukan Rasulullah? Ternyata beliau hanya menonton sambil tertawa. >Begitulah, tidak semua masalah harus dipikirkan dan diselesaikan. Karena >beberapa masalah, termasuk pertengkaran seperti itu, akan selesai sendiri. Karena masalah itu tidak mengancam hal yang asasi: misi kerasulan. Tentunya setelah semua elemen menyadari betul apa misi besar mereka. Beberapa masalah hanya merupakan bumbu penyedap dan dinamisator perjalanan bahtera rumah tangga yang panjang. >#5 – Fitnah yang Mengancam >Pasukan muslimin sudah jauh meninggalkan Aisyah menuju Madinah. Aisyah tertinggal rombongan. Ia berharap mereka akan menyadari bahwa beliau tertinggal dan kembali lagi. Tapi ternyata tidak. Ia kemudian pasrah kepada Allah. Beruntung, datanglah seorang sahabat laki-laki yang menemukan beliau. Akhirnya Aisyah pulang dengan menunggani unta sementara si sahabat lak-laki berjalan di depan. >Tetapi di Madinah suasana tidak setenang biasanya. Ada kabar bahwa Aisyah >berselingkuh. Berita ini menyebar. Orang-orang menjadi ragu. Aisyah yang sampai di Madinah tidak tahu akan berita itu sampai dua bulan kemudian. Tapi Aisyah dapat merasakan perbedaan sikap Rasulullah yang mendingin terhadap dirinya. Ia jatuh sakit. Keadaan baru menjadi “clear” setelah turun wahyu yang menyatakan Aisyah bersih tak bersalah. >Inilah pelajaran berharga bagi umat Islam tentang besarnya bahaya fitnah. Karena itulah kita (dan keluarga kita) tidak hanya diperintahkan untuk menjauhi maksiat, tetapi juga menjauhi fitnah. Karena fitnah ini besar bahayanya, bukan hanya mengancam pribadi sang da’i, melainkan juga stabilitas da’wah yang diembannya. >Wallahu a’lam bishowab. >Referensi: >Serial Cinta, karya Anis Matta >Rumah Tangga Rasulullah, karya Hamid Al-Husaini [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
