________________________________
From: Gabriella Rantau <[email protected]>
To: Yudianto Gimin <[email protected]>; Syiah <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; *AleXander* <[email protected]>;
Abbas Amin <[email protected]>; Abdullatif <[email protected]>; Alde
baran (NSSP/B) <[email protected]>; Alexander Edbert
<[email protected]>;
baswati <[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; Dimas H. Pamungkas
<[email protected]>; Dwi Santoso <[email protected]>; Iman K.
<[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; Islam Kristen
<[email protected]>; item abu <[email protected]>; Jhonny Research
<[email protected]>; Kabarmu Kutunggu
<[email protected]>; Kembung Kotif <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; Musik
hari Ini <[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; radenaryosuseno <[email protected]>;
Richan S <[email protected]>; Roman Proteus <[email protected]>;
Slamet <[email protected]>; Tawangalun <[email protected]>; ttbnice
<[email protected]>; Wibowo Jo <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wednesday, January 30, 2013 7:40 PM
Subject: Re: Bls: wanita dalam Islam
Mas Yudianto, berikut ini aku sampaikan website <answeringislam. khususnya
article berjudul Muhammad's Low Opinion of women.
http://answering-islam.org/Authors/Wood/women.htm
Kalau tidak keberatan coba klik url ini dan beritahukan apa yg tertulis dlm
artikel itu ada benarnya, ataua samasekali salah.
Gabriella
________________________________
From: Yudianto Gimin <[email protected]>
To: Syiah <[email protected]>; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected]; [email protected];
[email protected]; *AleXander* <[email protected]>; Abbas Amin
<[email protected]>; Abdullatif <[email protected]>; Alde baran
(NSSP/B) <[email protected]>; Alexander Edbert
<[email protected]>; baswati <[email protected]>;
"[email protected]"
<[email protected]>; Dimas H. Pamungkas
<[email protected]>; Dwi Santoso <[email protected]>; Gabriella Rantau
<[email protected]>; Iman K. <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; Islam
Kristen <[email protected]>;
item abu <[email protected]>; Jhonny Research <[email protected]>;
Kabarmu Kutunggu <[email protected]>; Kembung Kotif
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>; Musik
hari Ini <[email protected]>; "[email protected]"
<[email protected]>; radenaryosuseno <[email protected]>;
Richan S <[email protected]>; Roman Proteus <[email protected]>;
Slamet <[email protected]>; Tawangalun <[email protected]>; ttbnice
<[email protected]>; Wibowo Jo <[email protected]>; Yudianto Gimin
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Tuesday, 29 January 2013 2:25 PM
Subject: Bls: wanita dalam Islam
@syiah:
"Dari 27 istri, yang paling dicintai Aisyah."........27 istri????
Dari anda juga:
Antara luar dengan dalam
berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya
murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp.
100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah
perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti
disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting.
tanggapan:
hahahaha...itu adalah yang dilarang dalam islam...tapi anda mengemas seperti
yang yang diajarkan dalam Quran. seperti nama anda saja, "SYIAH"...padahal anda
bukanlah seorang muslim. ingin tertawa saja rasanya membaca tulisan
anda...seperti tulisan anak TK yang sedang menulis SKRIPSI......sungguh sangat
lucu sekali kawan.
saudara SYIAH yg terhormat: tahukah anda:
1. nabi pernah bersabda: Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata,
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata,
‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’
Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut
kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian
siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,
‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
2. “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada
ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban
dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika
kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan
menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no.
593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
3.Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan
terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan
saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya,
anak lelakinya Dan saudara lelakinya.
4. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga
yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu:
shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan
menjaga kehormatannya.
5. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang
soleh.
6. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya
seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T.
dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke
atas tubuhnya.
7. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka
barang siapa yang menyukai anak perempuan seolah- olah dia
memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
8. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu
daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada
mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api
neraka.
9. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,
tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati
auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah
10. syurga ditelapak kaki IBU.......
WANITA didunia lebih utama dari pada bidadari yang bermata jeli:
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah
radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah,
jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar,
rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara
yang tersimpan baik’. (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan,
tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah,
‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi
cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan
mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.”
(Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian
dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang
biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh
cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di
dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang
dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka
sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan
umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia
ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada
bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak
daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka
kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka
adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau,
perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat
dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah
lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak
beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama
sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.
adakah agama lain yang memuliakan wanita seperti dalam ISLAM????
--- Pada Sen, 28/1/13, Syiah <[email protected]> menulis:
>Dari: Syiah <[email protected]>
>Judul: wanita dalam Islam
>Kepada: [email protected], [email protected], [email protected],
>[email protected], [email protected], [email protected],
>[email protected], [email protected], [email protected],
>[email protected], [email protected], [email protected],
>[email protected], [email protected], "*AleXander*"
><[email protected]>, "Abbas Amin" <[email protected]>, "Abdullatif"
><[email protected]>, "Alde baran (NSSP/B)"
><[email protected]>, "Alexander
Edbert" <[email protected]>, "baswati" <[email protected]>,
"[email protected]"
<[email protected]>, "Dimas H. Pamungkas"
<[email protected]>, "Dwi Santoso" <[email protected]>, "Gabriella
Rantau" <[email protected]>, "Iman K." <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>, "Islam
Kristen" <[email protected]>, "item abu" <[email protected]>,
"Jhonny Research" <[email protected]>, "Kabarmu Kutunggu"
<[email protected]>, "Kembung Kotif" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>,
"[email protected]" <[email protected]>, "Musik
hari Ini" <[email protected]>, "[email protected]"
<[email protected]>,
"radenaryosuseno" <[email protected]>, "Richan S"
<[email protected]>, "Roman Proteus" <[email protected]>, "Slamet"
<[email protected]>, "Tawangalun" <[email protected]>, "ttbnice"
<[email protected]>, "Wibowo Jo" <[email protected]>, "Yudianto Gimin"
<[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>
>Tanggal: Senin, 28 Januari, 2013, 8:35 AM
>
>
>
>Enurut tulisan dibawah ini wanita dalam Islam menjadi murahan. Silahlan dibaca
>
>
>
>Dari
27 istri, yang paling dicintai Aisyah. Tapi sekalipun ada kata:
"paling" yang artinya dilebihkan, kaum Muslim masih berkata itu: adil.
Sekalipun ada yang menangis dan yang tertawa, itu masih dibilang adil.
Bagi kaum Muslim, menangis = tertawa, mirip dengan Trinitas, 3 = 1.
>
>Gawat
donk kalau logika sudah seperti itu. Sebab dalam hal yang lain akan
berlaku sama: tidak jujur = jujur. Hanya orang yang sedang berada dalam
kegelapan saja, yang tidak bisa membedakan apapun.
>
>Nabi menyuruh umatnya poligami dengan syarat adil. Tapi dirinya sendiri tidak
>adil.
>
>Seorang
nabi koq masih diperbudak oleh hawa nafsu, ya? Perempuan Muslim disuruh
menutupi auratnya rapat-rapat. Sampai-sampai tinggal matanya doank yang
ada. Namun, sang nabi begitu bebas mengumbar nafsu syahwatnya. Tidak
ada pengendalian hawa nafsu sama sekali. Sepintas lalu oleh pakaian
yang menutupi auratnya, perempuan itu dihargai kehormatannya. Tapi
dibalik itu sesungguhnya tidak ada harganya sama sekali. Harga perempuan
diobral seperti harga cuci gudang.
>
>Antara luar dengan dalam
berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya
murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp.
100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah
perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti
disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting.
>
>
>Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kaum perempuan Muslim yang telah
dicuci otaknya dengan doktrin yang menyesatkan, seolah-olah dirinya
ditakdirkan hanya untuk budak seks suaminya.
>
>
>http://aditya87.wordpress.com/2008/09/15/pernikahan-nabi-muhammad-saw-dengan-aisyah-ra-dan-dakwah-pasca-nikah/
>
>
>Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA dan Dakwah Pasca Nikah
>September 15, 2008
>(Lagi-lagi) Tulisan ini dibuat dalam menyelesaikan salah satu tugas ^_^.
>#1 – Kematangan yang Memesona
>Khadijah dan Aisyah, Kedua perempuan terhormat itu bergantian mengisi
>kehidupan
Rasulullah pada dua fase kenabian yang berbeda. Tapi cinta Rasulullah
pada keduanya berbeda. Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang
paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya
tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah
karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi
keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.
>Pesona
Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta
sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi hingga beliau berkata,
“siapa lagi yang dapat menggantikan Khadijah?”, sepeniggal istrinya
wafat. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama
tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu
padanya.
>Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan,
kecerdasan, dan kematangan dini. Inilah gabungan pesona-pesona yang kemudian
melahirkan syahwat.
Sebagaimana Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika
bertemu dengan Aisyah.”
>Itulah pesona kematangan. Pernikahan dan
rumah tangga yang memesona merupakan perpaduan dari dua atau lebih
kepribadian yang juga memesona. Dan pesona itu sejati, bukan dari
katampanan, kecantikan, atau kekayaan semata, tetapi dari kematangan
kepribadian. Kepribadian yang matang itu kuat tapi meneduhkan. Di
sinilah seseorang dapat mengatakan, “rumahku surgaku”. Ketika sedang
berada di dalamnya, ia menjadi sumber energi untuk berkarya di luar.
Ketika berada di luarnya, selalu ada kerinduan untuk kembali.
>#2 – Cinta yang Menumbuhkan
>Aisyah bukan hanya seorang istri Rasul, tapi juga merupakan bintang di langit
sejarah. Salah satu credit point terbesarnya adalah banyaknya jumlah hadits
yang beliau hafal dari
Rasulullah dan kepahamannya tentang fiqih sehingga menjadi rujukan utama bagi
sahabat Rasul yang lain. Itu hanya salah satunya disamping luasnya lautan
kepribadian beliau sebagai Ummul Mukminin yang menjadi rujukan
kepribadian muslimah.
>Aisyah merupakan buah karya sang suami: Nabi Muhammad SAW. Inilah tantangan
>para suami yang mencintai istrinya
dengan sejati, menumbuhkan istri yang dicintainya sehingga menjadi lebih baik
secara berkesinambungan.
>Pekerjaan menumbuhkan
ini sulit karena menuntut pemahaman yang baik tentang kebutuhan orang
yang akan dikembangkan. Dan seringkali orang tersebut tidak menyadari
apa yang dia butuhkan. Seorang istri, misalnya menginginkan lebih banyak
perhiasan, belum tentu apa dia minta adalah apa yang sebenarnya dia
butuhkan. Usaha menumbuhkan tanpa memahami biasanya hanya akan
melahirkan pemaksaan kehendak. Tentunya bukan ini cara yang bijaksana. Cara
yang bijak adalah dengan menginspirasi.
>Suatu ketika, tuntutan istri-istrinya adalah untuk mendapatkan lebih banyak
perhiasan dunia. Tapi mungkin kebutuhan akan pemaknaan lebih dalam
terhadap misi besar kerasulan (dimana mereka merupakan bagian dari “tim”
kehidupan Rasul) lebih mereka butuhkan. Maka dengarlah jawabannya: “Hai Nabi,
katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu
sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah
supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang
baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan
Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya
Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang
besar.” (QS Al-Ahzab 28-29)
>Dalam perspektif
yang lain, hanya dengan cara menumbuhkan secara berkesinambunganlah hubungan
percintaan itu bisa bertahan. Akan
sulit mempertahankan hubungan tersebut jika orang-orang di dalamnya
stagnan. Tidak berkembang dari hari ke hari. Karena jiwa ini bisa bosan.
>#3 – Romantika yang Merawat Jiwa
>Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan
istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah
bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan
kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih
banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.
>Kenapa
kisah-kisah itu ada? Karena jiwa butuh perawatan, dan begitulah caranya
ia dirawat. Kemesraan, senyuman yang tulus, pujian, hadiah, ucapan
selamat, perhatian, semuanya merupakan alat untuk merawat jiwa. Itulah
yang akan menjadi pelumas bagi mesin rumah tangga sehingga dapat tetap kuat
menempuh
perjalanannya yang lebih jauh, menyelesaikan misi besarnya, misi
peradaban.
>#4 – Misi yang Lebih Besar
>Istri-istri nabi masuk ke dalam kehidupan Rasul untuk mengisi suatu peran yang
harus dijalankannya. Mereka menjadi bagian dari ‘tim’ yang menjalankan
misi kerasulan. Nampaknya pengisi peran-peran utama tersebut adalah
Khadijah dan Aisyah. Khadijah hadir selama 25 tahun mendukung Rasulullah dalam
membangun basis sosial Islam di Mekkah yang berat. Lalu Aisyah
yang selama 10 tahun mendampingi dalam misi pembangunan konstitusi
Negara Madinah yang rumit. Dan istri-istri beliau yang lainnya ikut
mengisi peran-peran lainnya di sekitar kedua poros itu.
>Keluarga
Rasul merupakan keluarga dengan misi yang berat dan besar: misi
kerasulan. Karena tim tersebut ditugaskan menangani masalah besar, maka
masalah-masalah kecil seharusnya tidak boleh mengganggu kinerja mereka. Karena
kaidahnya
sederhana: siapa yang tidak disibukkan dengan perkara besar, maka akan
disibukkan dengan perkara kecil, begitu sebaliknya. Banyak kisah dalam
rumah tangga Rasul yang menjelaskan hal ini.
>Pernah suatu ketika
istri-istri beliau menuntut tambahan perhiasan dunia. Ini bukan sesuatu
yang salah. Tetapi kemudian Rasulullah mendiamkan mereka selama satu
bulan. Karena tim ini harus sudah berada “di atas” masalah kecil seperti itu.
Masalah seperti itu sudah “tidak level” untuk diributkan.
>Cerita yang lain adalah ketika Rasul sedang berada di tempat Aisyah. Di sana
juga sedang ada Saudah, istri Rasul yang lain. Aisyah memberika kue yang
dibuatnya kepada Saudah. Tetapi Saudah mengatakan bahwa kue tersebut
tidak enak. Aisyah kesal lalu menimpuk Saudah dengan kue tersebut, lalu
Saudah membalasnya. Jadilah mereka balas-balasan menimpuk dengan kue. Apa yang
dilakukan
Rasulullah? Ternyata beliau hanya menonton sambil tertawa.
>Begitulah, tidak semua masalah harus dipikirkan dan diselesaikan. Karena
>beberapa
masalah, termasuk pertengkaran seperti itu, akan selesai sendiri. Karena
masalah itu tidak mengancam hal yang asasi: misi kerasulan. Tentunya
setelah semua elemen menyadari betul apa misi besar mereka. Beberapa
masalah hanya merupakan bumbu penyedap dan dinamisator perjalanan
bahtera rumah tangga yang panjang.
>#5 – Fitnah yang Mengancam
>Pasukan muslimin sudah jauh meninggalkan Aisyah menuju Madinah. Aisyah
tertinggal rombongan. Ia berharap mereka akan menyadari bahwa beliau
tertinggal dan kembali lagi. Tapi ternyata tidak. Ia kemudian pasrah
kepada Allah. Beruntung, datanglah seorang sahabat laki-laki yang menemukan
beliau. Akhirnya Aisyah pulang dengan menunggani unta
sementara si sahabat lak-laki berjalan di depan.
>Tetapi di Madinah suasana tidak setenang biasanya. Ada kabar bahwa Aisyah
>berselingkuh.
Berita ini menyebar. Orang-orang menjadi ragu. Aisyah yang sampai di
Madinah tidak tahu akan berita itu sampai dua bulan kemudian. Tapi
Aisyah dapat merasakan perbedaan sikap Rasulullah yang mendingin
terhadap dirinya. Ia jatuh sakit. Keadaan baru menjadi “clear” setelah
turun wahyu yang menyatakan Aisyah bersih tak bersalah.
>Inilah
pelajaran berharga bagi umat Islam tentang besarnya bahaya fitnah.
Karena itulah kita (dan keluarga kita) tidak hanya diperintahkan untuk
menjauhi maksiat, tetapi juga menjauhi fitnah. Karena fitnah ini besar
bahayanya, bukan hanya mengancam pribadi sang da’i, melainkan juga
stabilitas da’wah yang diembannya.
>Wallahu a’lam bishowab.
>Referensi:
>Serial Cinta, karya Anis Matta
>Rumah Tangga Rasulullah, karya Hamid Al-Husaini
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/