Sesudah Yesus datang dan mengajarkan ajaran mulia tidak ada umat Kristiani yg 
memperlakukan perempuan secara hina. Islam yg datang setidaknya 600 tahun 
seudah nuzul Perjanjian Baru terus saja (bahkan sampai hari ini) melecehkan 
perempuan.

Gabriella




________________________________
 From: Musik hari Ini <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; Gabriella Rantau 
<[email protected]>; Yudianto Gimin <[email protected]>; Syiah 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; *AleXander* <[email protected]>; 
Abbas Amin <[email protected]>; Abdullatif <[email protected]>; Alde 
baran
 (NSSP/B) <[email protected]>; Alexander Edbert 
<[email protected]>; baswati <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>; Dimas H. Pamungkas 
<[email protected]>; Dwi Santoso <[email protected]>; Iman K. 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Islam Kristen 
<[email protected]>; item abu <[email protected]>; Jhonny Research 
<[email protected]>; Kabarmu Kutunggu 
<[email protected]>; Kembung Kotif <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; radenaryosuseno 
<[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Roman 
Proteus <[email protected]>; Slamet <[email protected]>;
 Tawangalun <[email protected]>; ttbnice <[email protected]>; Wibowo Jo 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Thursday, 31 January 2013 9:44 AM
Subject: Re: [proletar] Re: Bls: wanita dalam Islam
 

Sebelum ada Islam, seluruh manusia memandang kaum wanita sebagai perek
jangankan memuliakan sebagai istri, menganggapnya sebagai manusia saja tidak. 
orang-orang keresten&pagan menganggap wanita sebagai sarana kesenangan hingga 
hari ini. 
cuma dinegara2 tropis semacam lemuria perempuan ada harganya sebab
tidak menjadi masalah karena mereka tidak berbusana seperti dinegara subtropis
mereka bertelanjang dada setiap hari..........tanah subur udara&cuaca bagus
matahari nya bagus sepanjang taon jadi hal2 biasa karena tidak akan apa2.

orang arab sebelum islam tidak ada beda dengan orang yahudi&nasrani mereka
memberikan hak atas seorang 
anak untuk mewarisi istri bapaknya. 
mereka tidak mendapat warisan dan 
tidak berhak memiliki harta benda milik bapak nya. 
hal itu juga terjadi di persia,india
 dan negeri eropa laennya apalagi yang berudara dingin
memberikan hak suami menjual 
anak perempuan atau pasangannya itu biasa.

orang arab ketika itu pun biasa mengubur anak nya hidup2
tanpa dosa dan kesalahan,hanya karena ia seorang 
wanita! 
susah menerangkan sejarah antropologi buat mereka2 yang punya masalah dengan 
Adidas


________________________________
 From: Musik hari Ini <[email protected]>
To: Gabriella Rantau <[email protected]>; Yudianto Gimin 
<[email protected]>; Syiah <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; *AleXander* <[email protected]>; 
Abbas Amin <[email protected]>; Abdullatif <[email protected]>; Alde 
baran (NSSP/B) <[email protected]>; Alexander
 Edbert <[email protected]>; baswati <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>; Dimas H. Pamungkas 
<[email protected]>; Dwi Santoso <[email protected]>; Iman K. 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Islam Kristen 
<[email protected]>; item abu <[email protected]>; Jhonny Research 
<[email protected]>; Kabarmu Kutunggu 
<[email protected]>; Kembung Kotif <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; radenaryosuseno 
<[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Roman 
Proteus <[email protected]>; Slamet <[email protected]>; Tawangalun 
<[email protected]>; ttbnice
 <[email protected]>; Wibowo Jo <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, January 30, 2013 8:34 PM
Subject: [proletar] Re: Bls: wanita dalam Islam
 

  


________________________________
From: Gabriella Rantau [email protected]>
To: Yudianto Gimin [email protected]>; Syiah 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" [email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" [email protected]>; *AleXander* 
[email protected]>; Abbas Amin [email protected]>; Abdullatif 
[email protected]>; Alde baran (NSSP/B) [email protected]>; 
Alexander Edbert [email protected]>;
baswati [email protected][email protected]" 
[email protected]>; Dimas H. Pamungkas 
[email protected]>; Dwi Santoso [email protected]>; Iman K. 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; Islam Kristen 
[email protected]>; item abu [email protected]>; Jhonny Research 
[email protected]>; Kabarmu Kutunggu [email protected]>; 
Kembung Kotif [email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; Musik hari Ini 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; radenaryosuseno [email protected]>; 
Richan S [email protected]>; Roman Proteus [email protected]>; 
Slamet [email protected]>; Tawangalun [email protected]>; ttbnice
[email protected]>; Wibowo Jo [email protected][email protected]" 
[email protected]> 
Sent: Wednesday, January 30, 2013 7:40 PM
Subject: Re: Bls: wanita dalam Islam


Mas Yudianto, berikut ini aku sampaikan website

http://answering-islam.org/Authors/Wood/women.htm

Kalau tidak keberatan coba klik url ini dan beritahukan apa yg tertulis dlm 
artikel itu ada benarnya, ataua samasekali salah.

Gabriella

________________________________
From: Yudianto Gimin [email protected]>
To: Syiah [email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; *AleXander* 
[email protected]>; Abbas Amin [email protected]>; Abdullatif 
[email protected]>; Alde baran (NSSP/B) [email protected]>; 
Alexander Edbert [email protected]>; baswati 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; Dimas H. Pamungkas 
[email protected]>; Dwi Santoso [email protected]>; Gabriella Rantau 
[email protected]>; Iman K. 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; Islam Kristen [email protected]>;
item abu [email protected]>; Jhonny Research [email protected]>; 
Kabarmu Kutunggu [email protected]>; Kembung Kotif 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; Musik hari Ini 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>; radenaryosuseno [email protected]>; 
Richan S [email protected]>; Roman Proteus [email protected]>; 
Slamet [email protected]>; Tawangalun [email protected]>; ttbnice 
[email protected]>; Wibowo Jo [email protected]>; Yudianto Gimin 
[email protected][email protected]" [email protected]> 
Sent: Tuesday, 29 January 2013 2:25 PM
Subject: Bls: wanita dalam Islam


@syiah:

"Dari 27 istri, yang paling dicintai Aisyah."........27 istri???? 

Dari anda juga:
Antara luar dengan dalam 
berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya 
murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp. 
100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah 
perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti 
disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting.

tanggapan:
hahahaha...itu adalah yang dilarang dalam islam...tapi anda mengemas seperti 
yang yang diajarkan dalam Quran. seperti nama anda saja, "SYIAH"...padahal anda 
bukanlah seorang muslim. ingin tertawa saja rasanya membaca tulisan 
anda...seperti tulisan anak TK yang sedang menulis SKRIPSI......sungguh sangat 
lucu sekali kawan.

saudara SYIAH yg terhormat: tahukah anda:
1. nabi pernah bersabda: Dari Abu Hurairah radhiyallaahu  ‘anhu, belia berkata, 
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu  ‘alaihi wasallam dan berkata, 
‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus  berbakti pertama kali?’ 
Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’  Dan orang tersebut 
kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu  ‘alaihi 
wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian 
siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali,  
‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, 
‘Kemudian  ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
2. “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada 
ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban 
dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika
kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan 
menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407;  Muslim, no. 
593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)
3.Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab kan 
terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan 
saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab 
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, 
anak lelakinya Dan saudara lelakinya. 
4. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga 
yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: 
shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan 
menjaga kehormatannya. 
5. Wanita yang solehah (baik)      itu lebih baik daripada 70 orang pria yang 
soleh.
6. Barang siapa yang      menggembirakan anak perempuannya, derajatnya 
seumpama orang yang sentiasa      menangis kerana takutkan Allah S.W.T. 
dan orang yang takutkan Allah S.W.T.      akan diharamkan api neraka ke 
atas tubuhnya.
7. Hendaklah mendahulukan anak      perempuan daripada anak pria. Maka 
barang siapa yang menyukai anak      perempuan seolah- olah dia 
memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
8. Daripada Aisyah r.a.      “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu 
daripada anak-anak perempuannya,      lalu dia berbuat baik kepada 
mereka, maka mereka akan menjadi penghalang      baginya daripada api 
neraka.
9. Semua orang akan dipanggil      untuk melihat wajah Allah di akhirat, 
tetapi Allah akan datang sendiri      kepada wanita yang memberati 
auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini      dengan istiqamah
10. syurga ditelapak kaki IBU.......

WANITA didunia lebih utama dari pada bidadari yang bermata jeli:
Imam Ath-Thabrany mengisahkan dalam sebuah hadist, dari Ummu Salamah 
radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, 
jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli’.”
Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, 
rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Saya berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, ‘Laksana mutiara 
yang tersimpan baik’. (Al-waqi’ah : 23)
Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, 
tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, 
‘Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi 
cantik-cantik’.” (Ar-Rahman : 70)
Beliau menjawab, “Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita”
Saya berkata lagi, Jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Seakan-akan 
mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik’.” 
(Ash-Shaffat : 49)
Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian 
dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang 
biasa disebut putih telur.”
Saya berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, ‘Penuh 
cinta lagi sebaya umurnya’.” (Al-Waqi’ah : 37)
Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di 
dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang 
dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka 
sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan 
umurnya sebaya.”
Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia 
ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada 
bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak 
daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka 
kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka 
adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, 
perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat 
dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah 
lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak 
beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama 
sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.

adakah agama lain yang memuliakan wanita seperti dalam ISLAM????
--- Pada Sen, 28/1/13, Syiah [email protected]> menulis:

>Dari: Syiah [email protected]>
>Judul: wanita dalam Islam
>Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], [email protected], 
>[email protected], [email protected], "*AleXander*" 
>[email protected]>, "Abbas Amin" [email protected]>, "Abdullatif" 
>[email protected]>, "Alde baran (NSSP/B)" [email protected]>, 
>"Alexander
Edbert" [email protected]>, "baswati" 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>, "Dimas H. Pamungkas" 
[email protected]>, "Dwi Santoso" [email protected]>, "Gabriella Rantau" 
[email protected]>, "Iman K." 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>, "Islam Kristen" 
[email protected]>, "item abu" [email protected]>, "Jhonny 
Research" [email protected]>, "Kabarmu Kutunggu" 
[email protected]>, "Kembung Kotif" 
[email protected][email protected]" 
[email protected][email protected]" 
[email protected]>, "Musik hari Ini" 
[email protected][email protected]" [email protected]>,
"radenaryosuseno" [email protected]>, "Richan S" 
[email protected]>, "Roman Proteus" [email protected]>, "Slamet" 
[email protected]>, "Tawangalun" [email protected]>, "ttbnice" 
[email protected]>, "Wibowo Jo" [email protected]>, "Yudianto Gimin" 
[email protected][email protected]" [email protected]>
>Tanggal: Senin, 28 Januari, 2013, 8:35 AM
>
>
> 
>Enurut tulisan dibawah ini wanita dalam Islam menjadi murahan. Silahlan dibaca
>
>
>
>Dari
27 istri, yang paling dicintai Aisyah. Tapi sekalipun ada kata: 
"paling" yang artinya dilebihkan, kaum Muslim masih berkata itu: adil. 
Sekalipun ada yang menangis dan yang tertawa, itu masih dibilang adil. 
Bagi kaum Muslim, menangis = tertawa, mirip dengan Trinitas, 3 = 1. 
>
>Gawat
donk kalau logika sudah seperti itu. Sebab dalam hal yang lain akan 
berlaku sama: tidak jujur = jujur. Hanya orang yang sedang berada dalam 
kegelapan saja, yang tidak bisa membedakan apapun. 
>
>Nabi menyuruh umatnya poligami dengan syarat adil. Tapi dirinya sendiri tidak 
>adil.
>
>Seorang
nabi koq masih diperbudak oleh hawa nafsu, ya? Perempuan Muslim disuruh
menutupi auratnya rapat-rapat. Sampai-sampai tinggal matanya doank yang
ada. Namun, sang nabi begitu bebas mengumbar nafsu syahwatnya. Tidak 
ada pengendalian hawa nafsu sama sekali. Sepintas lalu oleh pakaian
yang menutupi auratnya, perempuan itu dihargai kehormatannya. Tapi 
dibalik itu sesungguhnya tidak ada harganya sama sekali. Harga perempuan
diobral seperti harga cuci gudang.
>
>Antara luar dengan dalam 
berbeda. Luarnya sepertinya berharga dan mahal. Padahal sesungguhnya 
murah-meriah. Kayak barang di toko, ditawarkan dengan harga Rp. 
100.000,- tapi ketika ditawar Rp. 30.000,- dikasihkan. Seperti itulah 
perempuan Muslim. Kayak barang mahal, padahal barang murahan. Seperti 
disanjung-sanjung, padahal sesungguhnya sedang dibanting.
>
>
>Semoga tulisan ini bisa membuka mata hati kaum perempuan Muslim yang telah 
dicuci otaknya dengan doktrin yang menyesatkan, seolah-olah dirinya 
ditakdirkan hanya untuk budak seks suaminya. 
>
>
>http://aditya87.wordpress.com/2008/09/15/pernikahan-nabi-muhammad-saw-dengan-aisyah-ra-dan-dakwah-pasca-nikah/
>
>
>Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Aisyah RA dan Dakwah Pasca Nikah
>September 15, 2008
>(Lagi-lagi) Tulisan ini dibuat dalam menyelesaikan salah satu tugas ^_^.
>#1 – Kematangan yang Memesona
>Khadijah dan Aisyah, Kedua perempuan terhormat itu bergantian mengisi 
>kehidupan 
Rasulullah pada dua fase kenabian yang berbeda. Tapi cinta Rasulullah 
pada keduanya berbeda. Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang 
paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya 
tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah 
karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi 
keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.
>Pesona 
Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta 
sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi hingga beliau berkata, 
“siapa lagi yang dapat menggantikan Khadijah?”, sepeniggal istrinya 
wafat. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama 
tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu 
padanya.
>Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, 
kecerdasan, dan kematangan dini. Inilah gabungan pesona-pesona yang kemudian 
melahirkan syahwat. 
Sebagaimana Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika 
bertemu dengan Aisyah.”
>Itulah pesona kematangan. Pernikahan dan 
rumah tangga yang memesona merupakan perpaduan dari dua atau lebih 
kepribadian yang juga memesona. Dan pesona itu sejati, bukan dari 
katampanan, kecantikan, atau kekayaan semata, tetapi dari kematangan 
kepribadian. Kepribadian yang matang itu kuat tapi meneduhkan. Di 
sinilah seseorang dapat mengatakan, “rumahku surgaku”. Ketika sedang 
berada di dalamnya, ia menjadi sumber energi untuk berkarya di luar. 
Ketika berada di luarnya, selalu ada kerinduan untuk kembali.
>#2 – Cinta yang Menumbuhkan
>Aisyah bukan hanya seorang istri Rasul, tapi juga merupakan bintang di langit 
sejarah. Salah satu credit point terbesarnya adalah banyaknya jumlah hadits 
yang beliau hafal dari 
Rasulullah dan kepahamannya tentang fiqih sehingga menjadi rujukan utama bagi 
sahabat Rasul yang lain. Itu hanya salah satunya disamping luasnya lautan 
kepribadian beliau sebagai Ummul Mukminin yang menjadi rujukan 
kepribadian muslimah.
>Aisyah merupakan buah karya sang suami: Nabi Muhammad SAW. Inilah tantangan 
>para suami yang mencintai istrinya 
dengan sejati, menumbuhkan istri yang dicintainya sehingga menjadi lebih baik 
secara berkesinambungan.
>Pekerjaan menumbuhkan 
ini sulit karena menuntut pemahaman yang baik tentang kebutuhan orang 
yang akan dikembangkan. Dan seringkali orang tersebut tidak menyadari 
apa yang dia butuhkan. Seorang istri, misalnya menginginkan lebih banyak 
perhiasan, belum tentu apa dia minta adalah apa yang sebenarnya dia 
butuhkan. Usaha menumbuhkan tanpa memahami biasanya hanya akan 
melahirkan pemaksaan kehendak. Tentunya bukan ini cara yang bijaksana. Cara 
yang bijak adalah dengan menginspirasi.
>Suatu ketika, tuntutan istri-istrinya adalah untuk mendapatkan lebih banyak 
perhiasan dunia. Tapi mungkin kebutuhan akan pemaknaan lebih dalam 
terhadap misi besar kerasulan (dimana mereka merupakan bagian dari “tim” 
kehidupan Rasul) lebih mereka butuhkan. Maka dengarlah jawabannya: “Hai Nabi, 
katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu 
sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah 
supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang 
baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keredhaan) Allah dan 
Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya 
Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang 
besar.” (QS Al-Ahzab 28-29)
>Dalam perspektif 
yang lain, hanya dengan cara menumbuhkan secara berkesinambunganlah hubungan 
percintaan itu bisa bertahan. Akan 
sulit mempertahankan hubungan tersebut jika orang-orang di dalamnya 
stagnan. Tidak berkembang dari hari ke hari. Karena jiwa ini bisa bosan.
>#3 – Romantika yang Merawat Jiwa
>Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan 
istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah 
bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan 
kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih 
banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.
>Kenapa 
kisah-kisah itu ada? Karena jiwa butuh perawatan, dan begitulah caranya 
ia dirawat. Kemesraan, senyuman yang tulus, pujian, hadiah, ucapan 
selamat, perhatian, semuanya merupakan alat untuk merawat jiwa. Itulah 
yang akan menjadi pelumas bagi mesin rumah tangga sehingga dapat tetap kuat 
menempuh 
perjalanannya yang lebih jauh, menyelesaikan misi besarnya, misi 
peradaban.
>#4 – Misi yang Lebih Besar
>Istri-istri nabi masuk ke dalam kehidupan Rasul untuk mengisi suatu peran yang 
harus dijalankannya. Mereka menjadi bagian dari ‘tim’ yang menjalankan 
misi kerasulan. Nampaknya pengisi peran-peran utama tersebut adalah 
Khadijah dan Aisyah. Khadijah hadir selama 25 tahun mendukung Rasulullah dalam 
membangun basis sosial Islam di Mekkah yang berat. Lalu Aisyah 
yang selama 10 tahun mendampingi dalam misi pembangunan konstitusi 
Negara Madinah yang rumit. Dan istri-istri beliau yang lainnya ikut 
mengisi peran-peran lainnya di sekitar kedua poros itu.
>Keluarga 
Rasul merupakan keluarga dengan misi yang berat dan besar: misi 
kerasulan. Karena tim tersebut ditugaskan menangani masalah besar, maka 
masalah-masalah kecil seharusnya tidak boleh mengganggu kinerja mereka. Karena 
kaidahnya 
sederhana: siapa yang tidak disibukkan dengan perkara besar, maka akan 
disibukkan dengan perkara kecil, begitu sebaliknya. Banyak kisah dalam 
rumah tangga Rasul yang menjelaskan hal ini.
>Pernah suatu ketika 
istri-istri beliau menuntut tambahan perhiasan dunia. Ini bukan sesuatu 
yang salah. Tetapi kemudian Rasulullah mendiamkan mereka selama satu 
bulan. Karena tim ini harus sudah berada “di atas” masalah kecil seperti itu. 
Masalah seperti itu sudah “tidak level” untuk diributkan.
>Cerita yang lain adalah ketika Rasul sedang berada di tempat Aisyah. Di sana 
juga sedang ada Saudah, istri Rasul yang lain. Aisyah memberika kue yang 
dibuatnya kepada Saudah. Tetapi Saudah mengatakan bahwa kue tersebut 
tidak enak. Aisyah kesal lalu menimpuk Saudah dengan kue tersebut, lalu 
Saudah membalasnya. Jadilah mereka balas-balasan menimpuk dengan kue. Apa yang 
dilakukan 
Rasulullah? Ternyata beliau hanya menonton sambil tertawa.
>Begitulah, tidak semua masalah harus dipikirkan dan diselesaikan. Karena 
>beberapa 
masalah, termasuk pertengkaran seperti itu, akan selesai sendiri. Karena 
masalah itu tidak mengancam hal yang asasi: misi kerasulan. Tentunya 
setelah semua elemen menyadari betul apa misi besar mereka. Beberapa 
masalah hanya merupakan bumbu penyedap dan dinamisator perjalanan 
bahtera rumah tangga yang panjang.
>#5 – Fitnah yang Mengancam
>Pasukan muslimin sudah jauh meninggalkan Aisyah menuju Madinah. Aisyah 
tertinggal rombongan. Ia berharap mereka akan menyadari bahwa beliau 
tertinggal dan kembali lagi. Tapi ternyata tidak. Ia kemudian pasrah 
kepada Allah. Beruntung, datanglah seorang sahabat laki-laki yang menemukan 
beliau. Akhirnya Aisyah pulang dengan menunggani unta 
sementara si sahabat lak-laki berjalan di depan.
>Tetapi di Madinah suasana tidak setenang biasanya. Ada kabar bahwa Aisyah 
>berselingkuh. 
Berita ini menyebar. Orang-orang menjadi ragu. Aisyah yang sampai di 
Madinah tidak tahu akan berita itu sampai dua bulan kemudian. Tapi 
Aisyah dapat merasakan perbedaan sikap Rasulullah yang mendingin 
terhadap dirinya. Ia jatuh sakit. Keadaan baru menjadi “clear” setelah 
turun wahyu yang menyatakan Aisyah bersih tak bersalah.
>Inilah 
pelajaran berharga bagi umat Islam tentang besarnya bahaya fitnah. 
Karena itulah kita (dan keluarga kita) tidak hanya diperintahkan untuk 
menjauhi maksiat, tetapi juga menjauhi fitnah. Karena fitnah ini besar 
bahayanya, bukan hanya mengancam pribadi sang da’i, melainkan juga 
stabilitas da’wah yang diembannya.
>Wallahu a’lam bishowab.
>Referensi:
>Serial Cinta, karya Anis Matta
>Rumah Tangga Rasulullah, karya Hamid Al-Husaini 

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke