Etnis cina di Indonesia di diskriminasi, itu sudah menjadi makanan rutin dan 
harus diterima dengan patuh tanpa ada secuil pun bantahan.

Tidak sadar bahwa diskriminasi didalam kehidupan bermasyarakat di masyarakat 
bawah sangat beragam dan sangat umum terjadi tanpa masyarakat itu sendiri 
tidak tahu harus melakukan seperti apa.

Bila seorang cina menghadapi kendala didalam surat surat kependudukan maka 
morang maring dikarenakan dipersulitnya proses utk menyelesaikan surat surat 
tersebut.
Tidak sadar dan tidak mau tahu bahwa masyarakat miskin lebih parah lagi 
untuk bisa mendapatkan hal yg sama, dan masyarakat miskin hanya bisa 
mengelus dada kerempengnya dengan pasrah karena memang tidak memiliki uang 
utk membuat sebuah surat yg bernama KTP, mereka hanya bisa berharap  program 
gratis yg memang rutin dilakukan pemerintah setempat.

Bila mau kerja, maka masyarakat miskin pun harus keluar uang utk sekedar 
mendapatkan selembar kertas kelakuan baik, kadang ditambah uang utk bisa 
mendapatkan KTP yg memang sudah mati dan tidak diurus.

Cina Indonesia bisa koar koar, sedang yg jauh lebih banyak hanya bisa 
pasrah.
Cina Indonesia bisa koar koar, tidak peduli bahwa para konglomerat dimana 
dari jumlah 200 taipan lebih dari 150 adalah para cina.
Cina Indonesia tidak sadar bahwa Malaysia yg sudah jelas jelas memakai 
kekuatan politik agar Pribumi bisa maju dan melakukan beragam aturan agar 
Cina Malaysia tidak banyak berkembang.
Alih alih maju, sekian puluh tahun berlalu tetap saja Cina Malaysia lebih 
makmur dibandingkan dengan kelompok Pribumi yg didukung pemerintah.

Baru baru ini seorang Taipan dari Malaysia, dikecewakan oleh kebijaksanaan 
pemerintah, dan akibatnya sungguh mengejutkan, bila sebelumnya pemerintah 
Malaysia dibantu si Taipan, setelah dikecewakan maka si Taipan langsung 
melakukan gebrakan mengejutkan, mulai dari gula sampai dengan minyak sawit 
hasil dari kelompok pengusaha Malaysia mendadak kehilang pembeli.

Taipan tanpa ba bi bu langsung meng inves kan puluhan milyar dollar dibidang 
gula dan minyak sawit, Indonesia kebagian jatah, karena investasinya 
sebagian di Indonesia, sedang Malaysia hanya bisa gigit jari dan morang 
maring karena hasil produksinya tidak bisa berjalan lancar sesuai dengan 
analisa bila si Taipan di gorok usahanya.

Diskriminasi dan rasialisasi di negara manapun akan tetap eksis dan tidak 
bisa hilang begitu saja.
Amerika sebagai dedengkotnya demokrasi pun tetap saja melakukan diskriminasi 
dan rasialisme, biarpun sekarang seorang berkulit hitam bisa menjadi 
Presiden, bukan berarti diskriminasi dan rasialisme hilang, di negara negara 
lain maka Amerika pun bertindak sangat ber ganda ganda, tergantung negara yg 
dituju.
Bila pemerintah negara yg dituju tidak mau mendukung keinginan Amerika maka 
gerilyawan didukung penuh baik dengann pasokan senjata maupun pola dan 
strategy utk menjadi kelompok gerilyawan.
Bila pemerintah negara yg dituju mendukung Amerika maka kelompok gerilyawan 
yg dihabisi.
HAM hanyalah sebuah kedok dan digunakan di situasi dan kondisi tertentu.

Dan di kampung petar mendadak sontak orang degil morang maring 
diskriminisasi, tidak peduli bahwa awal terjadinya diskriminisasi dibentuk 
oleh VOC dan Belanda, dimana masyarakat berkulit kuning menjadi masyarakat 
kelas 2, sedang Melayu/Pribumi menjadi masyarakat kelas kambing.

Dan lebih dogol lagi bila sampai saat ini masih morang maring dengan masalah 
diskriminasi dan rasialisasi, tidak peduli berapa banyak Cina Indonesia yg 
sudah masuk ke segala bidang yg di era Cang Ato termasuk sangat sulit 
ditembus.

Untung Ahok bukan cina, dia hanyalah pribumi dan untung juga Ahok bukan umat 
GKI, melainkan seorang Muslim.
Yeah orang dogol dan degil dikampung prol, lebih memilih morang maring utk 
sesuatu yg memuakan, dan merasa bangga dan puas bisa mengeluarkan uneg² dan 
kebenciannya terhadap Indonesia maupun siapa saja yg di tuduh sesuai dengan 
harapan kelompok dogol dan degil. 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke