Kalau gagal pemilu; maka Angkatan berebut siapa yang akan menguasai negara ini 
? Yang tak punya senjata pasrah sajalah untuk diekploitir atau Dibaantai ! 
hehehe, kalau ini terjadi inilah Bencana BESAR buat NKRI; dan ini terjadi 
karenma paara pemimpin dan pemikir di NKRI gak beneer !

--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Kalau sekedar tak bernakhoda sebetulnya sejak amandemen, 
> Indonesia praktis sudah tak bernakhoda. Sebab, mereka 
> yang duduk di lembaga-lembaga penyelenggara negara cuma 
> duduk-duduk sebagai parasit belaka. Membiarkan rakyat 
> menyelesaikan sendiri masalahnya lewat kekerasan hingga 
> ke tingkat KDRT, maupun lewat tawuran hingga ke tingkat 
> pelajar SMP. 
> 
> Itu pula sebabnya SBY kelewat pede sebagai presiden walau 
> hanya bermodalkan surat pernyataan KPU yang menyebut dirinya 
> sebagai 'pengumpul suara terbanyak' pada pilpres 2004 dan 
> pilpres 2009. Alias, menjadi presiden tanpa surat pengangkatan 
> ataupun ketetapan (TAP) MPR sebagaimana presiden lainnya 
> - sekedar catatan, KPU 2004 ada Anas Urbaningrum di dalamnya 
> dan KPU 2009 ada Andi Nurpati di dalamnya; sekarang, kedua 
> eks KPU itu ada di dalam Partai Demokrat. 
> 
> Amandemen juga membonsai kedudukan MPR, dari lembaga tertinggi 
> negara menjadi sekedar lembaga tinggi negara setingkat lembaga 
> kepresidenan, DPR, MA, maupun BPK. 
> 
> Kendati dikerdilkan begitu, kedudukan MPR sebagai lembaga tinggi 
> negara tetap tidak bisa dan tidak boleh disejajarkan apalagi 
> diambilalih KPU (yang cuma lembaga independen dan ketua-ketuanya 
> dilantik SBY) dalam menetapkan seseorang menjadi presiden. 
> Harus lembaga NEGARA yang melakukan penetapan ini. Kalau tidak 
> MPR ya sekurang-kurangnya, Mahkamah Agung. 
> 
> Kebusukan ini sudah saatnya untuk dibongkar habis. 
> 
> 
> --- "AWIND" <j.gedearka@> wrote:
> 
> > http://www.gatra.com/politik/24717-jika-gagal-pemilu,-indonesia-jadi-kapal-tak-bernahkoda.html
> > 
> > Jika Gagal Pemilu, Indonesia Jadi Kapal Tak Bernahkoda 
> >   a..  
> >   b..  
> >   Details
> >   Minggu, 17 Februari 2013 20:31 
> > Jakarta, GATRAnews - Jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal 
> > menyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014 mendatang, maka 
> > akan terjadi kevakuman kekuasaan sehingga negara ini ibarat kapal 
> > tanpa nahkoda. "Kalau Pemilu gagal, terjadilah kevakuman kekuasaan, 
> > DPR, DPD, MPR, Presiden/­Wapres kosong. Negara ibarat kapal tanpa 
> > nakhoda," nilai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Bangsa Bangsa 
> > (PBB) dan Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, 
> > Minggu, (17/2).
> > 
> > Menurutnya, hal itu terjadi akibat diamandemennya UUD 1945. Jika 
> > sebelumnya KPU bertanggung jawab langsung kepada presiden, setelah 
> > amandemen, KPU bertanggung jawab penuh atas penyelenggaran pemilu 
> > tersebut. "Saya ingat pada tahun 1999, KPU gagal mengumumkan hasil 
> > Pemilu, sehingga diambil alih oleh Presiden BJ Habibie," ungkapnya.
> > 
> > Dijelaskan, memang pada masa Pemerintahan BJ Habibie tahun 1999 
> > lalu, penanggung jawab pelaksanaan Pemilu adalah presiden. Namun 
> > saat ini, itu tidak berlaku lagi dan ini sepenuhnya menjadi 
> > tanggung jawab KPU. "Kini tidak lagi, tanggung jawab sepenuhnya ada 
> > pada KPU. Kalau Pemilu 2014 gagal, maka bangsa dan negara ini akan 
> > menghadapi krisis konstitusional yang tidak ada jalan keluarnya, 
> > pasca amandemen UUD 1945," beber Yusril.
> > 
> > Menurutnya, tidak ada jalan keluar karena masa tugas anggota DPR, 
> > DPD, dan MPR akan berakhir tahun 2014. Presiden dan Wapres juga 
> > akan berakhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2014. "Tidak ada satu 
> > pasal pun dalam UUD 1945 yang memungkinkan perpanjangan masa 
> > jabatan DPR, DPD, MPR serta Presiden/Wapres," ungkapnya.
> > 
> > Dalam situasi krisis ini, MPR juga tidak berwenang memperpanjang 
> > masa jabatan Presiden/­Wapres. Selain itu, MPR juga tidak berwenang 
> > mengangkat Pjs Presiden. Kabine­t juga akan bubar dan menteri-
> > menteri­ berhenti serentak pada 20 Oktober 2014 nanti. Semua jabatan 
> > menteri akan vakum.(IS)
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke