Kenapa gua seneng denger rencana habe untuk hidup di pedesaan? 
Karena gua punya keinginan serupa tapi tak sama. 

Keinginan tambah mengeras setelah liat expat (TKA) yang cari makan 
di sini pada seenaknya minta bayaran standar negaranya tapi hidup 
mewah meriah dengan biaya hidup murah dibanding di negaranya. 

Malah, banyak TKA yang gajinya dipakai untuk modal sebagai trader 
barang kerajinan, investor tempat wisata, sampai ekspor cd bajakan. 
Kalau ini terjadi di negaranya, mereka pasti teriak hak cari nafkah 
mereka dirampas. 

Di sini mereka sangat beruntung. Masyarakat kepulauan ini punya 
rasa percaya yang begitu tulus, sementara presidennya memperlakukan 
TKA sebagai juragan! So, gua empet sama ekspat culas & pemerintahan 
kacung. 

Gua punya mau, masyarakat di pedesaan nggak gampang dikelecein 
lantaran tergiur janji manis ala sindiran Desmond Tutu. TKA datang 
ke pedesaan dengan sedikit dollar, lalu warga diajak bersyukur 
dengan khusuk, merem. Begitu melek, orang desa dapat sedikit dollar 
dan ekspat pada punya tanah.... 


--- "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> wrote:

> dulu saya juga pernah nginep di villa juragan kebun di malabar. 
> rumah villa panggung. di samping nya ada kolam ikan dan saung di 
> atas kolam. di tengah2 kebon teh.
> 
> itu juragan peekebunan tinggal nya di daerah pasteur bandung.
> 
> selama sayah di malabar . . . 
> hari pertama asyik . . .
> hari ke dua asyik . . . 
> hari ke tiga . . . . . . asyiiikkkk. . . .pulang euy! 
> 
> tiep ari tinggal di sana
> sepanjang tahun
> aeumur idup
> 
> jelas bukan pilihan rasional.
> 
> hehe, jauh dari mall geh 
> 
> --- "johny_indon" <johny_indon@> wrote:
> 
> > dulu pernah nginep sekitar semingguan di malabar, di tengah2 
> > kebon teh, di lingkungan rumah dinas adm ptp xiii (sekarang ptpn 
> > viii).
> > hari pertama asik, kedua masih asik, ketiga dan selanjutnya 
> > mulai ngga asik, tiap malem susah tidur.
> > bukan karena didatengin hantu bosscha, tapi karena dinginnya 
> > minta ampun. apalagi pas musim kemarau, kelembaban sangat minim.
> > tiap bangun tidur idung bagian luar terasa perih.
> > alat penghangat kamar nyaris ngga ngaruh.
> > memang alat pemanasnya portable gitu, kayak buat manggang roti, 
> > ngga permanen kayak di rumah2 negara 4 musim.
> > 
> > tapi makan di sono luar biasa nikmatnya.
> > selain karena atmosfirnya mantep, koki ptp juga bener2 jago masak.
> > 
> > 
> > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> > 
> > > Yakin bisa tinggal (hidup) di perkampungan beh? 
> > > 
> > > Kalo yakin, seneng juga dengernya. Sebab, tinggal untuk hidup 
> > > dan tinggal untuk sementara (nyepi) di suatu tempat itu 
> > > nuansanya beda. Apalagi hidup di perkampungan seperti itu mau 
> > > nggak mau lu perlu sering shalat di masjid atau langgar 
> > > sekalipun tanpa mertoku, hehe.. 
> > > 
> > > Atau maksudnya, cita-cita jadi juragan kebun teh? 
> > > 
> > > Tapi gua setuju, bisnis tanpa utang itu sehat. Cilakanya, 
> > > kapitalisme membangun sistem 'kehidupan tanpa utang bukanlah 
> > > hidup'. 
> > > 
> > > Dulu, bisnis dan keuangan itu dua hal terpisah yang saling 
> > > mendukung. Uang cuma berfungsi sebagai alat tukar / alat bayar 
> > > semata. Sekarang, uang diperjualbelikan sebagai barang 
> > > dagangan. 
> > > 
> > > Dulu, India-India Pasar Baru beroperasi dengan bisik-bisik 
> > > sambil larak-lirik takut ditangkap. Sekarang, pedangang uang 
> > > dilengkapi layanan antar-jemput. Yang bermodal, buka 'toko uang 
> > > asing'. Dalam kapitalisme, apa pun dijual atau digadaikan. 
> > > Termasuk harga diri. 
> > > 
> > > Contohnya kasus Lion Air ini. Perang bisnis antara Boeing dan 
> > > Airbus menjadikan Indonesia sebagai korban terparah. Akibatnya, 
> > > sederet kecelakaan pesawat komersil + larangan terbang bagi 
> > > maskapai Indonesia ke Eropa & Amerika. 
> > > 
> > > Kecelakaan mereda setelah Lion Air memborong 200-an Boeing yang 
> > > penandatanganan kontraknya disaksikan Obama di Bali. 
> > > 
> > > http://www.youtube.com/watch?v=iEd7RFukwno
> > > 
> > > Kita lihat saja, setelah Lion Air juga memberi pekerjaan (baca: 
> > > kasih makan) bagi ribuan orang Eropa lewat pembelian 200-an 
> > > Airbus, apakah larangan terbang ke Eropa sertamerta dicabut? 
> > > 
> > > Sejauh ini sih jelas Indonesialah yang telak dikadalin 
> > > kapitalisme. 
> > > 
> > > 
> > > --- Habe Proletar <proletar4@> wrote:
> > > 
> > > > gue ngga pengen punya rumah di daerah tempat wisata
> > > > yang gue pengen tinggal di perkampungan malabar 
> > > > http://bandung.panduanwisata.com/files/2011/08/perkebunan-teh-mabalar3.jpg
> > > > 
> > > > hidup sehat, udara segar dan jauh dari turis lokal apalagi 
> > > > asing gue bosen dengan hidup yang tergesa gesa
> > > > 
> > > 
> > 
> 
> 




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke