Siapakah anak yang dikorbankan Ibrahim? Ismail atau Ishak?
October 9, 2011 by alfanarku
Bismillahirrohmanirrohim…

Ismail as adalah putra pertama dari nabi Ibrahim as dengan Hajar, Ishaq as 
adalah anak kedua dari Ibrahim as dengan Sarah. Sarah adalah istri pertama 
Ibrahim, namun hingga umurnya yang telah mencapai seumur nenek-nenek belum juga 
dikarunia anak, maka Sarah memutuskan agar nabi Ibrahim mengawini budaknya 
yaitu Hajar. Maka Ibrahimpun mempunyai anak dengan Hajar yang diberi nama 
Ismail. Sarah cemburu hingga mengusir Hajar agar keluar dari rumahnya, 
Ibrahimpun membawa Hajar serta Ismail ke Mekah dan meninggalkannya di Mekah.

Menurut keimanan Kristen dan Yahudi putra yang dikorbankan oleh Ibrahim adalah 
Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam putra yang dikorbankan adalah Ismail. 
Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti 
salah-satunya saja yang benar, karena

Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun 
kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, 
terutama bagi orang-orang Kristen dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini 
berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian 
yang sesungguhnya.

Alqur'an menyatakan secara tidak langsung bahwa putra nabi Ibrahim as yang 
dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Talmud dan Bible yaitu kitab agama 
Yahudi dan Kristen, menyebutkan secara langsung dan tegas bahwa putra nabi 
Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.

Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Alqur'an, Bible dan Talmud 
akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan 
adalah Ismail as bukan Ishaq as seperti yang diaku-aku oleh orang-orang Yahudi 
dan Kristen selama ini. Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud secara 
tata bahasa berkualitas sebagai sisipan para penulis kitab karena 
kedengkiannya, mari kita kaji secara ilmiah dan obyektif.

MENURUT AL-QUR'AN

Mari kita perhatikan ayat 100-113 Surat Ash-Shaffat

100.    Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk 
orang-orang yang saleh.
101.    Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
102.    Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup) berusaha bersama-sama 
Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi 
bahwa Aku me-nyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu!" ia menjawab: "Hai 
bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada-mu; insya Allah kamu akan 
mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
103.    Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya 
atas pelipis (nya),(nyatalah kesabaran keduanya)
104.    Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
105.    Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah 
kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
106.    Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107.    Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
108.    Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan 
orang-orang yang datang kemudian
109.    (yaitu) " Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
110.    Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
111.    Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.
112.    Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi 
yang termasuk orang-orang yang saleh.
113.    Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq dan diantara anak 
cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya 
sendiri dengan nyata.
Ayat ini tidak mencantumkan nama anak yang dikorbankan Ibrahim as. namun bukan 
berarti tidak bisa diketahui siapa anak tersebut.

Inilah ketinggian sastra Alqur'an, walaupun nama tak disebut, namun makna yang 
hakiki tetap bisa diketahui.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena inilah kalimat kunci agar kita 
bisa mengetahui bahwa anak  Nabi Ibrahim adalah Nabi Ismail :

1. Pada ayat ke 112 Allah berfirman :

Di dalam ayat ini terdapat huruf   و (wauw) `Athf  litartibi wa 
litisholi, maknanya, huruf wauw yang menghubungkan dua peristiwa yang berbeda, 
secara berurutan sesuai tertib/urutan waktunya, yaitu peristiwa pertama tentang 
penyembelihan anak Nabi Ibrahim as yang telah dewasa yaitu Nabi Ismail as dan 
dilanjutkan dengan peristiwa kedua, yaitu kelahiran Ishaq as.

2. Dasar yang menetapkan bahwa anak itu Ismail as. adalah kalimat  
عليه di ayat 113

kata  عليه  di sini adalah milik Nabi Ismail  dan bukan 
Nabi Ibrahim, mengapa demikian, karena pada kelanjutan ayat Allah berfirman : 
Dzurriyati hima

dhamir هِـمَا adalah milik Ismail dan 
Ishaq, karena mereka adalah saudara seayah, sehingga anak cucu mereka yang 
disebut Allah, bukan anak cucu Ibrahim dan Ishaq, karena keduanya adalah bapak 
beranak, jadi yang tepat adalah anak cucu Ibrahim dari putra beliau Ismail dan 
Ishaq.

Coba perhatikan jawaban anak Nabi Ibrahim yang hendak dikorbankan itu pada ayat 
102:

Ia menjawab: "Wahai ayah, lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, 
Insya Allah ayah akan mendapatiku sebagai anak yang sabar ( من 
الصبرين )

Di dalam Alquran, nabi yang memiliki predikat khusus sebagai 
(الصبرين)  hanya 3 orang, yaitu :

Nabi Ismail
Nabi Idris
Nabi Dzulkifli
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka termasuk 
orang-orang yang sabar." (Al -Anbiya' :85)

Jadi jelaslah, bahwa Alquran telah menunjukkan hujjah yang terang, bahwa anak 
Nabi Ibrahim as yang hampir disembelih adalah Nabi Ismail as.

Dalam ayat-ayat selanjutnya mengisahkan dialog antara nabi Ibrahim dengan 
Ismail tentang perintah penyembelihan Ismail, dan beliau berdua berhasil 
melalui ujian yang nyata tersebut dengan amat sabar, dan Allah Subhanahu Wa 
Ta'ala mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar .

Setelah al-Qur'an mengisahkan kisah antara nabi Ibrahim dengan putranya Ismail, 
dalam ayat selanjutnya yaitu QS. As-Shaffat:112 Al-Qur'an mengisahkan bahwa 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kabar baik akan datangnya seorang anak 
lagi yang bernama Ishaq :

"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang 
termasuk orang-orang yang saleh". (QS. As-Shaffat:112)

Ayat tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kabar gembira akan 
lahirnya Ishaq adalah setelah kisah kabar gembira akan lahirnya Ismail dan 
kisah perintah penyembelihannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Qur'an 
menyatakan Ismail-lah yang akan disembelih bukan Ishaq.

MENURUT BIBLE

Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai 
budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim 
belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun.

Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.

"Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba 
perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan 
anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat 
memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — 
yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu 
memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isteri-nya." (Kejadian 
16:1-3)

Bersama Hajar nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya Ismail, 
ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :

Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. 
(Kejadian 16:16)

Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWT menjanjikan seorang anak 
lagi namun dari pihak Sarah :

 "Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan 
diri kepada Abram" ( Kejadian 17:1)

Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu 
seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu 
bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."(Kejadian 17:16)

Dan setahun kemudian lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama Ishaq, dua tahun 
ke-mudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, 
sehingga ketika Ishaq berumur 2 tahun Ismail berumur 16 tahun, namun Sarab 
berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk mengusir 
Hajar dan Ismail dari rumah-nya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan rumah Sarah.

Setelah itu Allah berfirman kepada nabi Ibrahim :

Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq, 
pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran 
pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kejadian 22:2)

Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible 
mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.

BENARKAH KISAH BIBLE?

Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang 
dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam 
Kejadian 22:2.

"Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq" . (Kejadian 
22:2)

Setelah dikaji, kalimat " yakni Ishaq" dalam ayat tersebut mempunyai 
kejanggalan yang teramat serius, alasannya :

Pertama : kalimat "yakni Ishaq" pada susunan tersebut adalah mubazir, karena 
kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa "yakni Ishaq" :

Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,

Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut 
sebagai anak tunggal yang dikasihinya. Apa mungkin seorang ayah tidak tahu 
siapa anak tunggalnya?

Kedua : Kalimat "yakni Ishaq"  kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang 
menyatakan :

Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi

Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, 
penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan 
sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.

"Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh 
Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu." (Kejadian 25:12)

Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail 
sebagai anak Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti 
mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.

 

ISHAQ ANAK TUNGGAL ?

Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi" (Kejadian 
22:2)

Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq ?

Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa 
disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak per-tama telah meninggal, 
tetapi kenyataannya Is-mail belum meninggal. Ismail bisa disebut se-bagai anak 
tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang paling mungkin.

Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap Ismail 
adalah sebelum Allah  memberikan kabar gembira yang kedua kalinya kepada nabi 
Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti disebutkan dalam 
QS. 37:101-11.

Al-Qur'an menyatakan bahwa :

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama 
Ibrahim, , Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi 
bahwa aku menyembelihmu" (QS.As-Shaffat:102)

Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk 
mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika 
Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu Ismail 
adalah anak tunggal nabi Ibrahim.

Kisah ini jika kita kembalikan pada kitab Kejadian, sangat bersesuaian, dimana 
pada usia Ismail yang sudah lebih dari 10 tahun itu, beliau sudah cukup 
mengerti untuk berpikir dan tengah meranjak menuju kepada fase kekedewasan.

Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah itu, melakukan dialog tukar 
pikiran dengan putranya mengenai pengorbanan yang diminta oleh Allah terhadap 
diri anaknya ini. Lalu bagaimana dengan penuturan Taurat, kita lihat dibawah 
ini :

Kejadian 22:2

"Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni 
Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban 
bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Dari sini saja kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa Kitab Kejadian 22:2 
sudah mengalami distorsi dengan penyebutan anak tunggal itu adalah Ishak 
(Isaac).

Kejadian 16:16

"Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael 
baginya."

Kejadian 21:5

"Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya."

Berdasarkan kedua ayat itu, maka anak Ibrahim yang lahir lebih dahulu ialah 
Ismail; Jika Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan kepada Ibrahim untuk 
mengorbankan "anak tunggal", jelas pada waktu itu anak Ibrahim baru satu orang. 
Lalu kemana anak yang satunya lagi ? Padahal kedua anak tersebut masih 
sama-sama hidup !

Jadi seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishaq itu letaknya sesudah ayat 
pengorbanan. Jadi setelah ayat yang menceritakan pengorbanan barulah diikuti 
oleh ayat kelahiran Ishak. Inilah yang disebut dengan "tahrif" oleh al-Qur'an, 
yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat lain sebagaimana 
yang disitir oleh QS An Nisa' ayat 46 :

QS An-Nisa 46

"Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari tempatnya…"

Dengan begitu semakin jelas saja bahwa Taurat memang mengandung tahrif 
(pengubahan, penambahan, pengurangan dsb), dan jelas pula bahwa kitab yang 
sudah diubah-ubah itu tidak dapat dikatakan otentik dari Tuhan melainkan 
merupakan kitab yang terdistorsi oleh ulah tangan-tangan manusia.

Orang Kristen berargumen bahwa penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Ibrahim 
tidak lain karena Ismail terlahir dari budak dan merupakan anak tidak sah….. 
menurut saya pendapat ini konyol dan tidak beralasan… sebab Kitab Kejadian 16:3 
secara jelas menyebutkan bahwa sebelum Hajar melahirkan Ismail, ia telah di 
nikahi secara sah oleh Ibrahim.

Kejadian 16:3

"Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, 
—yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan—,lalu 
memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya."

Adapula orang Kristen yang membantah dengan merujuk Kejadian 21:12 bahwa yang 
dimaksud dengan keturunan Ibrahim adalah yang berasal dari benih Sarah :

"Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak 
dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau 
mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari 
Ishak". (Kejadian 21:12)

Tetapi pernyataan ini tertolak sendiri dengan ayat berikutnya yaitu Kejadian 
21:13

Kejadian 21:13

"Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, 
karena iapun anakmu"

Sehingga yang dimaksud oleh ayat Kejadian 21:13 bukan soal "Ishak adalah anak 
asli keturunan Ibrahim dan menjadi anak tunggalnya" namun karena masalah 
warisan Ibrahim sebagaimana isi dari ayat Kejadian 21:9-10

Kejadian 21:9-10

"Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir 
itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.. Berkatalah Sara 
kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba 
ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

Seandainya Kristen berargumentasi bahwa Ismail diusir Ibrahim, atau karena 
Ibrahim membenci Ismail….. jawaban saya atas pernyataan tersebut adalah "itu 
adalah kedustaan para pendeta Yahudi yang mengedit Taurat"!…. Ibrahim tidaklah 
mengusir Hajar (Kejadian 21:11 itu ayat editan Yahudi saja)…. Bahkan sebenarnya 
hubungan antara Ibrahim, Ismail, dan Ishak sangat erat. Taurat mencatat setelah 
Ibrahim wafat, anak-anaknya (termasuk Ismail) menguburkan ayahnya bersama-sama. 
Ini menandakan hubungan keakraban mereka.

Kejadian 25:7-9

"Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal…..Dan 
anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela….."

Bila memang benar Sarah cemburu dan mengusir mereka, itu adalah masalah lain. 
Namun yang terpenting adalah Ibrahim, Ismail, dan Ishak saling mencintai satu 
sama lain. Kita bisa sama-sama melihat hubungan antara Ishak dan Ismail yang 
sangat akrab, melalui pernikahan antara anak Ishak (Esau bin Ishak) dan anak 
Ismail (Mahalat bin Ismail dan Basmat bin Ismail).

Kejadian 28: 8-9

"maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, 
ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi 
isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak 
Ismael anak Abraham, adik Nebayot."

Kejadian 36:2-3

"Esau mengambil….. Basmat, anak Ismael, adik Nebayot."

Ishak menginginkan agar keturunannya tidak bercampur dengan darah bangsa lain. 
Oleh karena itu Esau memperistrikan anak Ismail. Jadi kesimpulannya anak-anak 
Ismail adalah bangsa Ibrani juga. Ishak tidak akan membiarkan Esau memperisti 
anak Ismail jika Ishak menganggap anak Ismail adalah bukan Ibrani. Jadi Ibrani 
bukanlah hanya dialamatkan untuk bangsa Israel saja, melainkan bangsa-bangsa 
lain yang sedarah dengan Ibrahim.

Anak Remaja atau masih Balita ? Bukti Taurat Hasil Editan Yahudi

Untuk lebih mempertajam analisa saya mengenai kebenaran isi ayat al-Qur'an yang 
menyebutkan bahwa alkitab itu sudah terdistorsi oleh tangan-tangan jahil 
manusia, maka pada kesempatan ini sayapun akan memperlihatkan bukti-bukti lain 
mengenainya yang masih berhubungan erat dengan kasus Ismail dan Ishak ini.

Pengusiran Ismail dan Ibunya, Hajar yang dilakukan oleh Sarah sebagaimana yang 
dimuat didalam Kitab Kejadian terjadi pada waktu Ishak masih disapih karena 
ketakutan Sarah akan ikut terjatuhnya warisan ketangan Ismail yang juga 
merupakan putra dari Ibrahim (Lihat Kejadian 21:8-10).

Kejadian 21:8-10

"Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan 
besar pada hari Ishak disapih itu. Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang 
dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, 
anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu 
beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris 
bersama-sama dengan anakku Ishak."

Silahkan pembaca perhatikan, betapa Kejadian 21:8-10 kontradiksi dengan 
Kejadian 21:14-21

Kejadian 21:14-21

14. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan 
mengembara di padang gurun Bersyeba.

15. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah 
semak-semak,

16. dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak 
tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia 
dengan suara nyaring.

17. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit 
kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? 
Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia 
terbaring.

18. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat 
dia menjadi bangsa yang besar."

19. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi 
mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

20. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang 
gurun dan menjadi seorang pemanah.

21. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang 
isteri baginya dari tanah Mesir.

Kejadian 21:8-10 menceritakan Ismail sudah dewasa (berumur 14 tahun lebih) dan 
bermain dengan Ishak yang masih balita, hal ini membuat Sarah marah dan 
mengusir Ismail.

Keesokan harinya….nah inilah yang aneh…. cerita Kejadian 21:14-21 justru 
menceritakan hal yang bertentangan dengan ayat yang sebelumnya diceritakan.

Kenapa bertentangan ?

Karena dalam Kejadian 21:14-21 digambarkan seolah-olah Ismail masih seorang 
bayi yang digendong dibahu ibunya, kemudian Ismail yang menurut kitab Kejadian 
sendiri saat itu sudah berusia 16 tahun yang notabene sudah cukup dewasa 
kembali digambarkan bagai anak kecil yang mesti dibaringkan dibawah semak-semak 
(Kejadian 21:15) lalu diperintahkan untuk diangkat, digendong (Kejadian 21:18).

Masa iya sih Hagar harus menggendong seorang anak laki-laki "dewasa" yang 
berusia 16 tahun, apa tidak terbalik seharusnya Ismail yang menggendong Hagar ?

Kemudian disambung pada Kejadian 21:20 seolah Ismail masih sangat belia sekali 
sehingga dikatakan "…Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia 
menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah".

Jadi dari sini saja sudah kelihatan telah terjadi kerusakan dan manipulasi 
sejarah dan fakta yang ada pada ayat-ayat Taurat, jelas sudah Taurat adalah 
kitab suci editan para pendeta Yahudi.

QS An-Nisa 46

"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya….."

Dalam satu perdiskusian agama dimilis Islamic Network beberapa tahun yang 
lampau, seorang rekan Kristen membantah kalimat "untuk diangkat, digendong… " 
yang termuat didalam kitab Kejadian ini adalah dalam bentuk kiasan, jadi disana 
jangan diartikan secara harfiah, karena maksud yang ada pada ayat itu bahwa 
nasib hidup dan makan dari Ismail ada dipundak Hagar.

Padahal jika kita mau melihat kedalam konteks ayat-ayat aslinya, akan nyatalah 
bahwa apa yang dimaksudkan dengan bentuk kiasan tersebut sama sekali tidak 
menunjukkan seperti itu.

Mari kita kupas :

Kejadian 21:14 (Alkitab LAI 1974)

"Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan 
mengembara di padang gurun Bersyeba.

Tidak lupa saya akan mengutip juga beberapa terjemahan ayat diatas didalam 
beberapa versi alkitab yakni Douay Rheims Bible (DRB), English Standard Version 
(ESV), dan King James Version (KJV) :

(DRB) So Abraham rose up in the morning, and taking bread and a bottle of 
water, put it upon her shoulder, and delivered the boy, and sent her away. And 
she departed, and wandered in the wilderness of Bersabee.

(ESV) So Abraham rose early in the morning and took bread and a skin of water 
and gave it to Hagar, putting it on her shoulder, along with the child, and 
sent her away. And she departed and wandered in the wilderness of Beersheba.

(KJV) And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle of 
water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, and 
sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of Beersheba.

Jadi menurut Taurat, Ibraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi

Lihat kalimat bahasa Inggris tidak menyebutkan Hagar dan Ismail tetapi hanya 
menyebutkan kata "…and sent HER away: and SHE departed, and wandered"[1]

Jadi jelas yang diusir dan berjalan disana adalah Hagar sendirian, sebab Ismail 
ada dalam gendongan Hagar. Mustahil anak berusia 16 tahun digendong!!

Lalu kita lanjutkan pada kalimat berikutnya :

Kejadian 21:15 Alkitab LAI 1974

"Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah 
semak-semak,"

(DRB) And when the water in the bottle was spent, she cast the boy under one of 
the trees that were there.

(ESV) When the water in the skin was gone, she put the child under one of the 
bushes.

(KJV) And the water was spent in the bottle, and she cast the child under one 
of the shrubs.

Jadi semakin jelas, ketika bekal air didalam kirbat sudah habis, lalu Ismail 
(yang secara jelas disebut sebagai THE CHILD dan THE BOY) yang digendong itu 
diturunkan dari tubuhnya dan dibaringkan dibawah pohon.

Apakah masih mau bersikeras dengan mengatakan kalau kata "menggendong atau 
memikul" THE CHILD disana bukan dalam arti yang sebenarnya ?

Lalu kita lihat sendiri pada ayat-ayat berikutnya dimana Hagar akhirnya 
mendapatkan mata air dan memberi minum kepada anaknya (THE CHILD) yang menangis 
kehausan lalu anak tersebut dibawah bimbingan Tuhan meranjak dewasa, jadi anak 
itu pada masa tersebut belumlah dewasa, padahal usianya kala itu sudah hampir 
17 tahun.

Lelucon Kejadian pasal 22

Ada 3 poin utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :

# Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan 
berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)

# Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)

# Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian 23:2)

Pada pasal 22,

langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anak 
tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.

Kejadian pasal 22

1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: 
"Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."

2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni 
Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban 
bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya 
dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu 
untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang 
dikatakan Allah kepadanya.
4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah 
kepadanya tempat itu dari jauh.

5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan 
keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, 
sesudah itu kami kembali kepadamu."

6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke 
atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. 
Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, 
anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah 
anak domba untuk korban bakaran itu?"

8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran 
bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham 
mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, 
dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.

10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk 
menyembelih anaknya.
11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." 
Sahutnya: "Ya, Tuhan."

12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, 
sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak 
segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang 
tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu 
mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai 
sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,

16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman 
TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk 
menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,

17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu 
sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan 
keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.

18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena 
engkau mendengarkan firman-Ku."

19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama 
berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua keganjilan 
yakni :

Kejanggalan pertama

Kejadian pasal 22 ini mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. Padahal 
tidak ada anak Ibrahim yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya justru 
tinggal di Hebron.

Kejanggalan Kedua

Setelah selesai ritual, pada Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke 
Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat 
mencatat Sarah berdomisili di Hebron hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).

Kesimpulannya :
Seandainya Ishak yang disembelih, seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan 
kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang 
hendak dikurbankan. Kemudian setelah acara ritual pengurbanan selesai, mestinya 
Ibrahim mengembalikan Ishak kepada ibunya di Hebron. BUKAN DI BERSYEBA. 
Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat sudah terlalu jelas didepan mata. 
Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran (lokasi tempat tinggal Ismail) 
menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta Yahudi terburu-buru mengedit 
Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron. Serapat-rapatnya menutupi 
kebenaran akhirnya ketahuan juga, itulah perumpamaan untuk pengedit Taurat.

Allah berfirman :

"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis alkitab dengan 
tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) 
untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan 
yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, 
dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan." (QS 
Al Baqarah 79)

Akhir Kata

"Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan 
kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula 
yang) dibiarkannya. " (QS Al Maa'idah 15)

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan 
mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa 
terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam 
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS An Nisaa' 115)

"….. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran" (QS 
Al Baqarah 269)

Akhirnya saya mengharapkan semoga artikel ini menambah wawasan dan pencerahan.

Wassalam.

Catatan Kaki

 [1] : Bible Contemporary English Version (CEV) telah mengedit kata "sent HER 
away: and SHE departed, and wandered" menjadi "sent them away. They wandered"

Kejadian 21:14 versi CEV

"Early the next morning Abraham gave Hagar an animal skin full of water and 
some bread. Then he put the boy on her shoulder and sent them away. They 
wandered around in the desert near Beersheba."

Begitulah perilaku Gereja setelah menyadari kesalahan mereka sendiri, dengan 
bertopeng tembok tebal dan gerakannya secepat tikus gereja yang lolos dari 
pengamatan kita. Gereja benar-benar mengikuti perilaku pendeta Yahudi yang 
gemar mengedit ayat Alkitab.

Sumber

-Tafsir al-Qur'an Oleh Ibn Kathir

-Tafsir al-Qur'an al-Maraghi.

-Armansyah-Swaramuslim
-Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, Diterbitkan oleh PT. Ichtiar Baru Van Houve, 
Jakarta, Cetakan keenam, 2003

-Program Alkitab (Bible) KJV, DRB, dan ESV dapat Anda download di



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke