Tolol.

Goblok.

Dungu.

Pandir.

Bpodoh.

Otak anjing.

Otak binatang.

Udah dijelaskan bahwa orang Arab primitif penyusun khurafah najis al-Mushag itu 
nyontek teks Nasrani semberi  menyesuaikannya dengan khayalan mereka.


--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
>
> Siapakah anak yang dikorbankan Ibrahim? Ismail atau Ishak?
> October 9, 2011 by alfanarku
> Bismillahirrohmanirrohim…
> 
> Ismail as adalah putra pertama dari nabi Ibrahim as dengan Hajar, Ishaq as 
> adalah anak kedua dari Ibrahim as dengan Sarah. Sarah adalah istri pertama 
> Ibrahim, namun hingga umurnya yang telah mencapai seumur nenek-nenek belum 
> juga dikarunia anak, maka Sarah memutuskan agar nabi Ibrahim mengawini 
> budaknya yaitu Hajar. Maka Ibrahimpun mempunyai anak dengan Hajar yang diberi 
> nama Ismail. Sarah cemburu hingga mengusir Hajar agar keluar dari rumahnya, 
> Ibrahimpun membawa Hajar serta Ismail ke Mekah dan meninggalkannya di Mekah.
> 
> Menurut keimanan Kristen dan Yahudi putra yang dikorbankan oleh Ibrahim 
> adalah Ishaq, tetapi menurut keimanan Islam putra yang dikorbankan adalah 
> Ismail. Perbedaan dua keimanan ini tidak mungkin benar kedua-duanya, pasti 
> salah-satunya saja yang benar, karena
> 
> Memang dalam masalah siapakah yang dikorbankan bukanlah masalah akidah, namun 
> kebenaran siapakah yang dikorbankan membawa konsekuensi yang teramat besar, 
> terutama bagi orang-orang Kristen dan Yahudi, pasalnya kebenaran ini 
> berhubungan langsung dengan keakuratan kitab suci dalam mengisahkan kejadian 
> yang sesungguhnya.
> 
> Alqur'an menyatakan secara tidak langsung bahwa putra nabi Ibrahim as yang 
> dikorbankan adalah Ismail, sementara menurut Talmud dan Bible yaitu kitab 
> agama Yahudi dan Kristen, menyebutkan secara langsung dan tegas bahwa putra 
> nabi Ibrahim yang dikorbankan adalah Ishaq.
> 
> Kajian secara teliti dan jujur, baik berdasarkan Alqur'an, Bible dan Talmud 
> akan diperoleh kesimpulan yang sama bahwa putra nabi Ibrahim yang dikorbankan 
> adalah Ismail as bukan Ishaq as seperti yang diaku-aku oleh orang-orang 
> Yahudi dan Kristen selama ini. Penyebutan nama Ishaq dalam Bible dan Talmud 
> secara tata bahasa berkualitas sebagai sisipan para penulis kitab karena 
> kedengkiannya, mari kita kaji secara ilmiah dan obyektif.
> 
> MENURUT AL-QUR'AN
> 
> Mari kita perhatikan ayat 100-113 Surat Ash-Shaffat
> 
> 100.    Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk 
> orang-orang yang saleh.
> 101.    Maka kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.
> 102.    Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup) berusaha 
> bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat 
> dalam mimpi bahwa Aku me-nyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapat mu!" ia 
> menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada-mu; insya 
> Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".
> 103.    Tatkala keduanya Telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya 
> atas pelipis (nya),(nyatalah kesabaran keduanya)
> 104.    Dan kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
> 105.    Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya 
> demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
> 106.    Sesungguhnya Ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
> 107.    Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
> 108.    Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan 
> orang-orang yang datang kemudian
> 109.    (yaitu) " Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim".
> 110.    Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
> 111.    Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman.
> 112.    Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi 
> yang termasuk orang-orang yang saleh.
> 113.    Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq dan diantara anak 
> cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya 
> sendiri dengan nyata.
> Ayat ini tidak mencantumkan nama anak yang dikorbankan Ibrahim as. namun 
> bukan berarti tidak bisa diketahui siapa anak tersebut.
> 
> Inilah ketinggian sastra Alqur'an, walaupun nama tak disebut, namun makna 
> yang hakiki tetap bisa diketahui.
> 
> Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena inilah kalimat kunci agar 
> kita bisa mengetahui bahwa anak  Nabi Ibrahim adalah Nabi Ismail :
> 
> 1. Pada ayat ke 112 Allah berfirman :
> 
> Di dalam ayat ini terdapat huruf   &#1608; (wauw) `Athf  litartibi wa 
> litisholi, maknanya, huruf wauw yang menghubungkan dua peristiwa yang 
> berbeda, secara berurutan sesuai tertib/urutan waktunya, yaitu peristiwa 
> pertama tentang penyembelihan anak Nabi Ibrahim as yang telah dewasa yaitu 
> Nabi Ismail as dan dilanjutkan dengan peristiwa kedua, yaitu kelahiran Ishaq 
> as.
> 
> 2. Dasar yang menetapkan bahwa anak itu Ismail as. adalah kalimat  
> &#1593;&#1604;&#1610;&#1607; di ayat 113
> 
> kata  &#1593;&#1604;&#1610;&#1607;  di sini adalah milik Nabi Ismail  dan 
> bukan Nabi Ibrahim, mengapa demikian, karena pada kelanjutan ayat Allah 
> berfirman : Dzurriyati hima
> 
> dhamir &#1607;&#1616;&#1600;&#1605;&#1614;&#1575; adalah milik Ismail dan 
> Ishaq, karena mereka adalah saudara seayah, sehingga anak cucu mereka yang 
> disebut Allah, bukan anak cucu Ibrahim dan Ishaq, karena keduanya adalah 
> bapak beranak, jadi yang tepat adalah anak cucu Ibrahim dari putra beliau 
> Ismail dan Ishaq.
> 
> Coba perhatikan jawaban anak Nabi Ibrahim yang hendak dikorbankan itu pada 
> ayat 102:
> 
> Ia menjawab: "Wahai ayah, lakukanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu, 
> Insya Allah ayah akan mendapatiku sebagai anak yang sabar ( &#1605;&#1606; 
> &#1575;&#1604;&#1589;&#1576;&#1585;&#1610;&#1606; )
> 
> Di dalam Alquran, nabi yang memiliki predikat khusus sebagai 
> (&#1575;&#1604;&#1589;&#1576;&#1585;&#1610;&#1606;)  hanya 3 orang, yaitu :
> 
> Nabi Ismail
> Nabi Idris
> Nabi Dzulkifli
> "Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka termasuk 
> orang-orang yang sabar." (Al -Anbiya' :85)
> 
> Jadi jelaslah, bahwa Alquran telah menunjukkan hujjah yang terang, bahwa anak 
> Nabi Ibrahim as yang hampir disembelih adalah Nabi Ismail as.
> 
> Dalam ayat-ayat selanjutnya mengisahkan dialog antara nabi Ibrahim dengan 
> Ismail tentang perintah penyembelihan Ismail, dan beliau berdua berhasil 
> melalui ujian yang nyata tersebut dengan amat sabar, dan Allah Subhanahu Wa 
> Ta'ala mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar .
> 
> Setelah al-Qur'an mengisahkan kisah antara nabi Ibrahim dengan putranya 
> Ismail, dalam ayat selanjutnya yaitu QS. As-Shaffat:112 Al-Qur'an mengisahkan 
> bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kabar baik akan datangnya seorang 
> anak lagi yang bernama Ishaq :
> 
> "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang 
> termasuk orang-orang yang saleh". (QS. As-Shaffat:112)
> 
> Ayat tersebut memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa kabar gembira akan 
> lahirnya Ishaq adalah setelah kisah kabar gembira akan lahirnya Ismail dan 
> kisah perintah penyembelihannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa al-Qur'an 
> menyatakan Ismail-lah yang akan disembelih bukan Ishaq.
> 
> MENURUT BIBLE
> 
> Nabi Ibrahim dan Istrinya Sarah adalah dari bangsa yang sama, Sarah mempunyai 
> budak bernama Hajar dari Mesir. Dalam pernikahannya dengan Sarah nabi Ibrahim 
> belum dikaruniai anak padahal umur mereka sudah mencapai sekitar 80 tahun.
> 
> Akhirnya Sarah memutuskan agar Ibrahim menikahi budaknya yaitu Hajar.
> 
> "Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba 
> perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.
> 
> Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku 
> melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah 
> aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
> 
> Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hamba-nya, orang Mesir itu, — 
> yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan –, lalu 
> memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isteri-nya." (Kejadian 
> 16:1-3)
> 
> Bersama Hajar nabi Ibrahim mempunyai anak yang kemudian dinamainya Ismail, 
> ketika itu nabi Ibrahim berumur 86 tahun :
> 
> Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael 
> baginya. (Kejadian 16:16)
> 
> Dan ketika nabi Ibrahim berumur 99 tahun, Allah SWT menjanjikan seorang anak 
> lagi namun dari pihak Sarah :
> 
>  "Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan 
> diri kepada Abram" ( Kejadian 17:1)
> 
> Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu 
> seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi 
> ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."(Kejadian 
> 17:16)
> 
> Dan setahun kemudian lahirlah anak dari Sarah yang diberi nama Ishaq, dua 
> tahun ke-mudian nabi Ibrahim mengadakan perjamuan besar untuk menyapih Ishak, 
> sehingga ketika Ishaq berumur 2 tahun Ismail berumur 16 tahun, namun Sarab 
> berubah pikiran setelah mempunyai anak, ia menyuruh nabi Ibrahim untuk 
> mengusir Hajar dan Ismail dari rumah-nya, maka Hajar dan Ismail meninggalkan 
> rumah Sarah.
> 
> Setelah itu Allah berfirman kepada nabi Ibrahim :
> 
> Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni 
> Ishaq, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban 
> bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kejadian 22:2)
> 
> Dalam ayat tersebut dikisahkan secara jelas dan gamblang bahwa Bible 
> mengisahkan Ishaqlah yang dikorbankan untuk disembelih bukan Ismail.
> 
> BENARKAH KISAH BIBLE?
> 
> Satu-satunya dasar bagi orang-orang Yahudi dan Kristen mengimani Ishaq yang 
> dikorbankan adalah penyebutan nama Ishaq dalam kitab mereka yaitu dalam 
> Kejadian 22:2.
> 
> "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishaq" . 
> (Kejadian 22:2)
> 
> Setelah dikaji, kalimat " yakni Ishaq" dalam ayat tersebut mempunyai 
> kejanggalan yang teramat serius, alasannya :
> 
> Pertama : kalimat "yakni Ishaq" pada susunan tersebut adalah mubazir, karena 
> kalimat tersebut telah sempurna justru bila tanpa "yakni Ishaq" :
> 
> Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi,
> 
> Dengan susunan tersebut tentu nabi Ibrahim sudah paham siapa yang disebut 
> sebagai anak tunggal yang dikasihinya. Apa mungkin seorang ayah tidak tahu 
> siapa anak tunggalnya?
> 
> Kedua : Kalimat "yakni Ishaq"  kontradiksi dengan kalimat sebelumnya yang 
> menyatakan :
> 
> Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi
> 
> Karena ketika itu, Ismail telah lebih dahulu lahir sebagai anak nabi Ibrahim, 
> penyebutan Ishaq sebagai anak tunggal dalam ayat tersebut tidak sesuai dengan 
> sejarah dan itu berarti mengingkari Ismail sebagai anak sah Ibrahim.
> 
> "Inilah keturunan Ismael, anak Abraham, yang telah dilahirkan baginya oleh 
> Hagar, perempuan Mesir, hamba Sara itu." (Kejadian 25:12)
> 
> Tentu saja menyebut Ishaq sebagai anak tunggal berarti mengingkari Ismail 
> sebagai anak Ibrahim, mengingkari Ismail sebagai anak Ibrahim berarti 
> mengingkari ayat-ayat dalam Bible itu sendiri.
> 
>  
> 
> ISHAQ ANAK TUNGGAL ?
> 
> Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi" (Kejadian 
> 22:2)
> 
> Siapakah anak tunggal yang dimaksud dalam ayat tersebut bila bukan Ishaq ?
> 
> Ibrahim hanya mempunyai dua orang anak, yaitu Ismail dan Ishaq, Ishaq bisa 
> disebut sebagai anak tunggal bila Ismail sebagai anak per-tama telah 
> meninggal, tetapi kenyataannya Is-mail belum meninggal. Ismail bisa disebut 
> se-bagai anak tunggal bila Ishaq belum lahir, keadaan yang kedua inilah yang 
> paling mungkin.
> 
> Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa peristiwa perintah penyembelihan terhadap 
> Ismail adalah sebelum Allah  memberikan kabar gembira yang kedua kalinya 
> kepada nabi Ibrahim akan lahirnya seorang anak lagi yaitu Ishaq, seperti 
> disebutkan dalam QS. 37:101-11.
> 
> Al-Qur'an menyatakan bahwa :
> 
> "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama 
> Ibrahim, , Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi 
> bahwa aku menyembelihmu" (QS.As-Shaffat:102)
> 
> Yang dimaksud pada umur sanggup adalah ketika seseorang sudah bisa untuk 
> mencari kayu bakar, mengembala kambing, mencari air dan lain-lain, dan ketika 
> Ismail mencapai pada umur sanggup Ishaq belumlah lahir, jadi ketika itu 
> Ismail adalah anak tunggal nabi Ibrahim.
> 
> Kisah ini jika kita kembalikan pada kitab Kejadian, sangat bersesuaian, 
> dimana pada usia Ismail yang sudah lebih dari 10 tahun itu, beliau sudah 
> cukup mengerti untuk berpikir dan tengah meranjak menuju kepada fase 
> kekedewasan.
> 
> Ibrahim yang mendapatkan perintah dari Allah itu, melakukan dialog tukar 
> pikiran dengan putranya mengenai pengorbanan yang diminta oleh Allah terhadap 
> diri anaknya ini. Lalu bagaimana dengan penuturan Taurat, kita lihat dibawah 
> ini :
> 
> Kejadian 22:2
> 
> "Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni 
> Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban 
> bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
> 
> Dari sini saja kita sudah dapat mengambil kesimpulan bahwa Kitab Kejadian 
> 22:2 sudah mengalami distorsi dengan penyebutan anak tunggal itu adalah Ishak 
> (Isaac).
> 
> Kejadian 16:16
> 
> "Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael 
> baginya."
> 
> Kejadian 21:5
> 
> "Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya."
> 
> Berdasarkan kedua ayat itu, maka anak Ibrahim yang lahir lebih dahulu ialah 
> Ismail; Jika Kejadian 22:2 menerangkan bahwa firman Tuhan kepada Ibrahim 
> untuk mengorbankan "anak tunggal", jelas pada waktu itu anak Ibrahim baru 
> satu orang. Lalu kemana anak yang satunya lagi ? Padahal kedua anak tersebut 
> masih sama-sama hidup !
> 
> Jadi seharusnya ayat yang menerangkan kelahiran Ishaq itu letaknya sesudah 
> ayat pengorbanan. Jadi setelah ayat yang menceritakan pengorbanan barulah 
> diikuti oleh ayat kelahiran Ishak. Inilah yang disebut dengan "tahrif" oleh 
> al-Qur'an, yaitu mengubah letak ayat dari tempatnya yang asli ketempat lain 
> sebagaimana yang disitir oleh QS An Nisa' ayat 46 :
> 
> QS An-Nisa 46
> 
> "Diantara orang-orang Yahudi itu, mereka mengubah perkataan dari tempatnya…"
> 
> Dengan begitu semakin jelas saja bahwa Taurat memang mengandung tahrif 
> (pengubahan, penambahan, pengurangan dsb), dan jelas pula bahwa kitab yang 
> sudah diubah-ubah itu tidak dapat dikatakan otentik dari Tuhan melainkan 
> merupakan kitab yang terdistorsi oleh ulah tangan-tangan manusia.
> 
> Orang Kristen berargumen bahwa penyebutan Ishak sebagai anak tunggal Ibrahim 
> tidak lain karena Ismail terlahir dari budak dan merupakan anak tidak sah….. 
> menurut saya pendapat ini konyol dan tidak beralasan… sebab Kitab Kejadian 
> 16:3 secara jelas menyebutkan bahwa sebelum Hajar melahirkan Ismail, ia telah 
> di nikahi secara sah oleh Ibrahim.
> 
> Kejadian 16:3
> 
> "Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, 
> —yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan—,lalu 
> memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya."
> 
> Adapula orang Kristen yang membantah dengan merujuk Kejadian 21:12 bahwa yang 
> dimaksud dengan keturunan Ibrahim adalah yang berasal dari benih Sarah :
> 
> "Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal 
> anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah 
> engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang 
> berasal dari Ishak". (Kejadian 21:12)
> 
> Tetapi pernyataan ini tertolak sendiri dengan ayat berikutnya yaitu Kejadian 
> 21:13
> 
> Kejadian 21:13
> 
> "Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, 
> karena iapun anakmu"
> 
> Sehingga yang dimaksud oleh ayat Kejadian 21:13 bukan soal "Ishak adalah anak 
> asli keturunan Ibrahim dan menjadi anak tunggalnya" namun karena masalah 
> warisan Ibrahim sebagaimana isi dari ayat Kejadian 21:9-10
> 
> Kejadian 21:9-10
> 
> "Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan 
> Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.. 
> Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, 
> sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku 
> Ishak."
> 
> Seandainya Kristen berargumentasi bahwa Ismail diusir Ibrahim, atau karena 
> Ibrahim membenci Ismail….. jawaban saya atas pernyataan tersebut adalah "itu 
> adalah kedustaan para pendeta Yahudi yang mengedit Taurat"!…. Ibrahim 
> tidaklah mengusir Hajar (Kejadian 21:11 itu ayat editan Yahudi saja)…. Bahkan 
> sebenarnya hubungan antara Ibrahim, Ismail, dan Ishak sangat erat. Taurat 
> mencatat setelah Ibrahim wafat, anak-anaknya (termasuk Ismail) menguburkan 
> ayahnya bersama-sama. Ini menandakan hubungan keakraban mereka.
> 
> Kejadian 25:7-9
> 
> "Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, lalu ia meninggal…
> ..Dan anak-anaknya, Ishak dan Ismael, menguburkan dia dalam gua Makhpela….."
> 
> Bila memang benar Sarah cemburu dan mengusir mereka, itu adalah masalah lain. 
> Namun yang terpenting adalah Ibrahim, Ismail, dan Ishak saling mencintai satu 
> sama lain. Kita bisa sama-sama melihat hubungan antara Ishak dan Ismail yang 
> sangat akrab, melalui pernikahan antara anak Ishak (Esau bin Ishak) dan anak 
> Ismail (Mahalat bin Ismail dan Basmat bin Ismail).
> 
> Kejadian 28: 8-9
> 
> "maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak, 
> ayahnya. Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi 
> isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak 
> Ismael anak Abraham, adik Nebayot."
> 
> Kejadian 36:2-3
> 
> "Esau mengambil….. Basmat, anak Ismael, adik Nebayot."
> 
> Ishak menginginkan agar keturunannya tidak bercampur dengan darah bangsa 
> lain. Oleh karena itu Esau memperistrikan anak Ismail. Jadi kesimpulannya 
> anak-anak Ismail adalah bangsa Ibrani juga. Ishak tidak akan membiarkan Esau 
> memperisti anak Ismail jika Ishak menganggap anak Ismail adalah bukan Ibrani. 
> Jadi Ibrani bukanlah hanya dialamatkan untuk bangsa Israel saja, melainkan 
> bangsa-bangsa lain yang sedarah dengan Ibrahim.
> 
> Anak Remaja atau masih Balita ? Bukti Taurat Hasil Editan Yahudi
> 
> Untuk lebih mempertajam analisa saya mengenai kebenaran isi ayat al-Qur'an 
> yang menyebutkan bahwa alkitab itu sudah terdistorsi oleh tangan-tangan jahil 
> manusia, maka pada kesempatan ini sayapun akan memperlihatkan bukti-bukti 
> lain mengenainya yang masih berhubungan erat dengan kasus Ismail dan Ishak 
> ini.
> 
> Pengusiran Ismail dan Ibunya, Hajar yang dilakukan oleh Sarah sebagaimana 
> yang dimuat didalam Kitab Kejadian terjadi pada waktu Ishak masih disapih 
> karena ketakutan Sarah akan ikut terjatuhnya warisan ketangan Ismail yang 
> juga merupakan putra dari Ibrahim (Lihat Kejadian 21:8-10).
> 
> Kejadian 21:8-10
> 
> "Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan 
> perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. Pada waktu itu Sara melihat, 
> bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang 
> main dengan Ishak, anaknya sendiri. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah 
> hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi 
> ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
> 
> Silahkan pembaca perhatikan, betapa Kejadian 21:8-10 kontradiksi dengan 
> Kejadian 21:14-21
> 
> Kejadian 21:14-21
> 
> 14. Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
> memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
> Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan 
> mengembara di padang gurun Bersyeba.
> 
> 15. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah 
> semak-semak,
> 
> 16. dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: 
> "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah 
> ia dengan suara nyaring.
> 
> 17. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit 
> kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? 
> Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia 
> terbaring.
> 
> 18. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat 
> dia menjadi bangsa yang besar."
> 
> 19. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi 
> mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
> 
> 20. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di 
> padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
> 
> 21. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang 
> isteri baginya dari tanah Mesir.
> 
> Kejadian 21:8-10 menceritakan Ismail sudah dewasa (berumur 14 tahun lebih) 
> dan bermain dengan Ishak yang masih balita, hal ini membuat Sarah marah dan 
> mengusir Ismail.
> 
> Keesokan harinya….nah inilah yang aneh…. cerita Kejadian 21:14-21 justru 
> menceritakan hal yang bertentangan dengan ayat yang sebelumnya diceritakan.
> 
> Kenapa bertentangan ?
> 
> Karena dalam Kejadian 21:14-21 digambarkan seolah-olah Ismail masih seorang 
> bayi yang digendong dibahu ibunya, kemudian Ismail yang menurut kitab 
> Kejadian sendiri saat itu sudah berusia 16 tahun yang notabene sudah cukup 
> dewasa kembali digambarkan bagai anak kecil yang mesti dibaringkan dibawah 
> semak-semak (Kejadian 21:15) lalu diperintahkan untuk diangkat, digendong 
> (Kejadian 21:18).
> 
> Masa iya sih Hagar harus menggendong seorang anak laki-laki "dewasa" yang 
> berusia 16 tahun, apa tidak terbalik seharusnya Ismail yang menggendong Hagar 
> ?
> 
> Kemudian disambung pada Kejadian 21:20 seolah Ismail masih sangat belia 
> sekali sehingga dikatakan "…Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah 
> besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah".
> 
> Jadi dari sini saja sudah kelihatan telah terjadi kerusakan dan manipulasi 
> sejarah dan fakta yang ada pada ayat-ayat Taurat, jelas sudah Taurat adalah 
> kitab suci editan para pendeta Yahudi.
> 
> QS An-Nisa 46
> 
> "Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya….."
> 
> Dalam satu perdiskusian agama dimilis Islamic Network beberapa tahun yang 
> lampau, seorang rekan Kristen membantah kalimat "untuk diangkat, digendong… " 
> yang termuat didalam kitab Kejadian ini adalah dalam bentuk kiasan, jadi 
> disana jangan diartikan secara harfiah, karena maksud yang ada pada ayat itu 
> bahwa nasib hidup dan makan dari Ismail ada dipundak Hagar.
> 
> Padahal jika kita mau melihat kedalam konteks ayat-ayat aslinya, akan 
> nyatalah bahwa apa yang dimaksudkan dengan bentuk kiasan tersebut sama sekali 
> tidak menunjukkan seperti itu.
> 
> Mari kita kupas :
> 
> Kejadian 21:14 (Alkitab LAI 1974)
> 
> "Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
> memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
> Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan 
> mengembara di padang gurun Bersyeba.
> 
> Tidak lupa saya akan mengutip juga beberapa terjemahan ayat diatas didalam 
> beberapa versi alkitab yakni Douay Rheims Bible (DRB), English Standard 
> Version (ESV), dan King James Version (KJV) :
> 
> (DRB) So Abraham rose up in the morning, and taking bread and a bottle of 
> water, put it upon her shoulder, and delivered the boy, and sent her away. 
> And she departed, and wandered in the wilderness of Bersabee.
> 
> (ESV) So Abraham rose early in the morning and took bread and a skin of water 
> and gave it to Hagar, putting it on her shoulder, along with the child, and 
> sent her away. And she departed and wandered in the wilderness of Beersheba.
> 
> (KJV) And Abraham rose up early in the morning, and took bread, and a bottle 
> of water, and gave it unto Hagar, putting it on her shoulder, and the child, 
> and sent her away: and she departed, and wandered in the wilderness of 
> Beersheba.
> 
> Jadi menurut Taurat, Ibraham mengambil roti serta sekirbat air dan 
> memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu 
> Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi
> 
> Lihat kalimat bahasa Inggris tidak menyebutkan Hagar dan Ismail tetapi hanya 
> menyebutkan kata "…and sent HER away: and SHE departed, and wandered"[1]
> 
> Jadi jelas yang diusir dan berjalan disana adalah Hagar sendirian, sebab 
> Ismail ada dalam gendongan Hagar. Mustahil anak berusia 16 tahun digendong!!
> 
> Lalu kita lanjutkan pada kalimat berikutnya :
> 
> Kejadian 21:15 Alkitab LAI 1974
> 
> "Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah 
> semak-semak,"
> 
> (DRB) And when the water in the bottle was spent, she cast the boy under one 
> of the trees that were there.
> 
> (ESV) When the water in the skin was gone, she put the child under one of the 
> bushes.
> 
> (KJV) And the water was spent in the bottle, and she cast the child under one 
> of the shrubs.
> 
> Jadi semakin jelas, ketika bekal air didalam kirbat sudah habis, lalu Ismail 
> (yang secara jelas disebut sebagai THE CHILD dan THE BOY) yang digendong itu 
> diturunkan dari tubuhnya dan dibaringkan dibawah pohon.
> 
> Apakah masih mau bersikeras dengan mengatakan kalau kata "menggendong atau 
> memikul" THE CHILD disana bukan dalam arti yang sebenarnya ?
> 
> Lalu kita lihat sendiri pada ayat-ayat berikutnya dimana Hagar akhirnya 
> mendapatkan mata air dan memberi minum kepada anaknya (THE CHILD) yang 
> menangis kehausan lalu anak tersebut dibawah bimbingan Tuhan meranjak dewasa, 
> jadi anak itu pada masa tersebut belumlah dewasa, padahal usianya kala itu 
> sudah hampir 17 tahun.
> 
> Lelucon Kejadian pasal 22
> 
> Ada 3 poin utama yang harus di perhatikan mengenai lokasi tempat tinggal :
> 
> # Hajar dan Ismail melewati Bersyeba (kejadian 21:14), kemudian tiba dan 
> berdomisili di Paran (Kejadian 21:21)
> 
> # Ibrahim sedang berada di Bersyeba (Kejadian 21:33)
> 
> # Sarah dan Ishak berdomisili di Hebron, Sarah wafat di Hebron (kejadian 23:2)
> 
> Pada pasal 22,
> 
> langsung disebutkan bahwa nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih 
> anak tunggalnya. Artinya Ibrahim masih berada di Bersyeba.
> 
> Kejadian pasal 22
> 
> 1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: 
> "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
> 
> 2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni 
> Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban 
> bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
> 
> 3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana 
> keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia 
> membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi 
> ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
> 4. Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah 
> kepadanya tempat itu dari jauh.
> 
> 5. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan 
> keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, 
> sesudah itu kami kembali kepadamu."
> 
> 6. Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke 
> atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. 
> Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
> 
> 7. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, 
> anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah 
> anak domba untuk korban bakaran itu?"
> 
> 8. Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban 
> bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
> 
> 9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham 
> mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, 
> dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
> 
> 10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk 
> menyembelih anaknya.
> 11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, 
> Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
> 
> 12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, 
> sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau 
> tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
> 
> 13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang 
> tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu 
> mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
> 
> 14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai 
> sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
> 
> 15. Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
> 
> 16. kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri—demikianlah firman 
> TUHAN—:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan 
> untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
> 
> 17. maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu 
> sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan 
> keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
> 
> 18. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena 
> engkau mendengarkan firman-Ku."
> 
> 19. Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka 
> bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
> 
> Bila kita simak dengan seksama, maka Kejadian pasal 22 memiliki dua 
> keganjilan yakni :
> 
> Kejanggalan pertama
> 
> Kejadian pasal 22 ini mengisahkan seolah-olah Ishak berada di Bersyeba. 
> Padahal tidak ada anak Ibrahim yang berdomisili di Bersyeba. Ishak dan ibunya 
> justru tinggal di Hebron.
> 
> Kejanggalan Kedua
> 
> Setelah selesai ritual, pada Kejadaian 22:19 Ibrahim dan Ishak pulang ke 
> Bersyeba. Jadi seolah-olah Sarah berdomisili di Bersyeba. Padahal Taurat 
> mencatat Sarah berdomisili di Hebron hingga wafatnya (Kejadian 23:1-2).
> 
> Kesimpulannya :
> Seandainya Ishak yang disembelih, seharusnya Kejadian pasal 22 menceritakan 
> kepulangan Ibrahim ke Hebron, tempat tinggal Sarah, untuk membawa Ishak yang 
> hendak dikurbankan. Kemudian setelah acara ritual pengurbanan selesai, 
> mestinya Ibrahim mengembalikan Ishak kepada ibunya di Hebron. BUKAN DI 
> BERSYEBA. Kedengkian pendeta Yahudi mengedit taurat sudah terlalu jelas 
> didepan mata. Pendeta Yahudi mengedit nama tempat Paran (lokasi tempat 
> tinggal Ismail) menjadi nama tempat tinggal Ishak. Namun pendeta Yahudi 
> terburu-buru mengedit Paran menjadi Bersyeba, padahal harusnya Hebron. 
> Serapat-rapatnya menutupi kebenaran akhirnya ketahuan juga, itulah 
> perumpamaan untuk pengedit Taurat.
> 
> Allah berfirman :
> 
> "Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis alkitab dengan 
> tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) 
> untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka 
> kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan 
> mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang 
> mereka kerjakan." (QS Al Baqarah 79)
> 
> Akhir Kata
> 
> "Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan 
> kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula 
> yang) dibiarkannya. " (QS Al Maa'idah 15)
> 
> "Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan 
> mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa 
> terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam 
> Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS An Nisaa' 115)
> 
> "….. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran" 
> (QS Al Baqarah 269)
> 
> Akhirnya saya mengharapkan semoga artikel ini menambah wawasan dan pencerahan.
> 
> Wassalam.
> 
> Catatan Kaki
> 
>  [1] : Bible Contemporary English Version (CEV) telah mengedit kata "sent HER 
> away: and SHE departed, and wandered" menjadi "sent them away. They wandered"
> 
> Kejadian 21:14 versi CEV
> 
> "Early the next morning Abraham gave Hagar an animal skin full of water and 
> some bread. Then he put the boy on her shoulder and sent them away. They 
> wandered around in the desert near Beersheba."
> 
> Begitulah perilaku Gereja setelah menyadari kesalahan mereka sendiri, dengan 
> bertopeng tembok tebal dan gerakannya secepat tikus gereja yang lolos dari 
> pengamatan kita. Gereja benar-benar mengikuti perilaku pendeta Yahudi yang 
> gemar mengedit ayat Alkitab.
> 
> Sumber
> 
> -Tafsir al-Qur'an Oleh Ibn Kathir
> 
> -Tafsir al-Qur'an al-Maraghi.
> 
> -Armansyah-Swaramuslim
> -Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, Diterbitkan oleh PT. Ichtiar Baru Van 
> Houve, Jakarta, Cetakan keenam, 2003
> 
> -Program Alkitab (Bible) KJV, DRB, dan ESV dapat Anda download di
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke