Kesimpulannya adalah kontol Muhammad itu kecil shg Aisya bisa selamat, alhamdulilah.
Ga heran kalo si pedophile itu ga punya anak selain dr Khadijah dan Maryam. On 5/24/13, Gabriella Rantau <[email protected]> wrote: > Afganistan: Pengantin Perempuan Mullah Yang Berusia 8 Tahun Pendarahan > Sampai Mati di Malam Pengantin > “Nabi menulis (kontrak nikah) dengan Aisha ketika anak perempuan itu masih > berusia 6 tahun, dan melaksanakan perkawinannya dengan Aisha ketika ia > berusia 9 tahun, dan Aisha hidup bersamanya selama 9 tahun (yaitu hingga > kematian Muhammad)” – Bukhari 7.62.88 > Gambar Ilustrasi: Pernikahan Anak di Afghanistan > Kisah berikut ini sangat tragis, tetapi harus diceritakan, karena kisah ini > > menggambarkan dengan jelas harga seorang manusia dalam pernikahan > kanak-kanak islami dan perlakuan terhadap wanita dan anak-anak perempuan > yang hanya merupakan komoditas. > “Nabi menulis (kontrak nikah) dengan Aisha ketika anak perempuan itu masih > berusia 6 tahun, dan melaksanakan perkawinannya dengan Aisha ketika ia > berusia 9 tahun, dan Aisha hidup bersamanya selama 9 tahun (yaitu hingga > kematian Muhammad)” – Bukhari 7.62.88 > Orang Muslim bersungguh-sungguh dengan hal ini dan benar-benar meneladani > perbuatan Muhammad ini. Artikel 1041 dalam Undang-undang Sipil Republik > Islam Iran menyatakan bahwa anak-anak perempuan dapat ditunangkan > sebelum berusia 9 tahun, dan dinikahi ketika sudah berusia 9 tahun: > “Pernikahan sebelum pubertas (genap 9 tahun Hijriah bagi anak-anak > perempuan) adalah dilarang. Kontrak pernikahan dilakukan sebelum > mencapai pubertas dengan seijin wali adalah sah bila syarat-syarat > perwalian telah dipenuhi”. > Ayatollah Khomeini sendiri menikahi anak perempuan berusia 10 tahun ketika > Khomeini telah berusi 28 tahun. Khomeini menyebut pernikahan dengan anak > perempuan yang belum memasuki masa puber sebagai “sebuah berkah ilahi”, dan > menyarankan orang-orang beriman untuk: “Lakukanlah semampumu untuk > menjamin bahwa anak-anak perempuanmu tidak melihat darah pertama > (mendapat haid pertama) mereka di rumahmu”. > Qur’an juga mengijinkan pernikahan dengan anak-anak perempuan yang belum > memasuki masa puber, sesuai dengan prosedur perceraian Islam yaitu > “berlaku terhadap mereka yang belum mendapat haid” (65:4) > “Pengantin perempuan berusia 8 tahun dibunuh secara brutal pada malam > pertamanya”, oleh Mustafa Kazemi di Facebook, 17 Mei (terimakasih untuk > semua yang telah mengirimkan berita ini): > PERINGATAN – Artikel ini memuat informasi yang boleh jadi tidak diinginkan, > tidak > menyenangkan dan mengesalkan beberapa pembaca. > Anak perempuan berusia 8 tahun yang akan anda baca kisahnya dalam > baris-baris berikut ini tidak dapat bertahan hidup hingga malam kedua > pernikahannya, dan ia juga tidak berhasil menemui ulang-tahunnya yang > ke-9 atau ke-10. > Namanya tidak diketahui, saya ditelepon oleh sumber saya minggu lalu pada > pukul 9.30 malam untuk menceritakan pada saya kisah anak perempuan itu. > Awalnya saya mengira itu hanya akan menjadi sebuah percakapan singkat > tetapi kemudian ternyata tidak demikian. > Kisah ini berasal dari sebuah desa di distrik Khashrood, Propinsi Nimruz, > Afghanistan. Seorang dokter medis ditugaskan di Rumah Sakit utama di > kota Zaranj, ibukota propinsi. Ia meminta namanya dirahasiakan, dan ia > mengkonfirmasi bahwa ia “mengetahui” insiden tersebut dan “sudah terlalu > terlambat untuk menolongnya”, juga “wilayah terpencil tidak mengijinkan > mereka untuk berbuat apa-apa”. > Anak perempuan itu adalah salah satu dari beberapa anak perempuan dari > seorang bapak yang usianya hampir 40-an. Untuk alasan yang tidak > diketahui ia menyerahkan anak perempuannya kepada Mullah di desa mereka > demi sejumlah besar uang. Sudah merupakan hal yang biasa terjadi di > wilayah-wilayah pedesaan Afganistan atau propinsi-propinsi/kota-kota > tingkat 3, anak-anak perempuan dinikahkan dengan pria tua, dan > memperdagangkan anak-anak perempuan mereka untuk membayar hutang atau > membeli barang-barang lain. > Mullah yang hampir berusia 60 tahun adalah imam desa tempat insiden ini > terjadi. > Mullah itu sudah menikah dan mempunyai banyak anak. Kedua keluarga > mengadakan > pertemuan suku, menyepakati harga yang harus dibayar keluarga pihak > laki-laki kepada keluarga perempuan, dan mereka menetapkan tanggal > pernikahan. > Di wilayah pedesaan seperti di tempat ini, tidak ada pertunangan atau > upacara-upacara pendahuluan seperti di beberapa kota metropolitan dan > wilayah perkotaan. > Kedua keluarga merencanakan pesta pernikahan dan Akad Nikah berlangsung dan > > pengantin perempuan berusia 8 tahun istri kedua seorang Mullah yang > telah berusia lebih dari 50 tahun. > Pesta berakhir dan matahari terbenam – waktunya untuk seks (bukan bercinta) > dengan pengantin perempuan berusia 8 tahun. > Anak perempuan itu baru berusia 8 tahun dan semua orang mengerti fakta bahwa > ia sama sekali tidak tahu soal seks atau pernikahan atau bercinta atau > keperawanan atau topik-topik yang berkaitan dengan masalah seksual; > bahkan pada tingkat yang mendasar pun tidak. Itu karena, pertama ia > masih kanak-kanak – belum menjadi remaja dan di bagian dari negara itu > tidak seorang pun yang tahu apapun mengenai hal-hal ini, mereka pun > tidak mendapatkan penataran atau edukasi mengenai kehidupan seksual yang > sehat. > Mullah menelanjangi pengantin perempuan, juga dirinya sendiri, dan dengan > kegembiraan mendekatinya untuk berhubungan seksual dengan pengantin > perempuannya yang berusia 8 tahun. Oleh karena tubuh Mullah yang sangat > besar, maka penisnya pun besar. Ia meniduri gadis itu dan mulai > melakukan penetrasi ke vagina anak perempuan itu. > Setelah beberapa kali mencoba dan gagal melakukan penetrasi ke vaginanya, > Mullah menjadi frustrasi. > Ia gagal karena anak perempuan berusia 8 tahun yang hampir mati itu sangat > kurus dan vaginanya hanya terbuka sedikit. > Didorong tindak kebinatangannya, Mullah kemudian mengambil pisau yang tajam > yang selalu dibawanya dalam sakunya dan merobek vagina gadis itu dari > klitoris ke atas dan ke bawah hingga ke anus, agar vaginanya cukup lebar > sehingga ia dapat memasukkan penisnya ke vagina anak itu. > Sudah tentu anak itu mulai mengalami pendarahan yang sangat hebat, tetapi > Mullah hanya memikirkan untuk berhubungan seks dengannya, dan tidak > peduli akan apa yang telah dilakukannya atau pada pendarahan dan luka > yang telah dibuatnya pada anak itu. > Kerudung anak itu dijejalkan ke dalam mulutnya, ia menangis dan berusaha > agar > suaranya tidak terdengar karena orang-orang ada di kamar sebelah atau di > luar. > Sudah menjadi aturan di wilayah-wilayah Afganistan bahwa pengantin pria akan > > membawa keluar sepotong kain yang digunakan untuk mengelap darah > keperawanan istrinya sebagai bukti gadis itu masih perawan. > Mullah memasukkan penisnya ke dalam vagina anak itu yang terluka parah dan > bersetubuh dengannya di atas tempat tidur yang bersimbah darah, lalu > bangun dan membersihkan dirinya dengan kain. > Anak perempuan itu, yang kini telah kehilangan segalanya, mengalami > pendarahan dan tidak seorangpun yang menolongnya, ia pun tidak dapat > meminta Mullah menolongnya karena itu akan mempermalukan Mullah dan > keluarga anak itu (yang sedang duduk-duduk sambil minum teh di kamar > lain, akan membunuh Mullah). > Pengantin perempuan yang berusia 8 tahun itu mengalami pendarahan dan syok > traumatik karena seks yang dipaksakan dan pendarahan hebat. Saya sangat > yakin ia kehilangan banyak sekali darah. > Ia terus pendarahan dan mengalami trauma syok hingga pagi hari, dan pada > waktu subuh sekitar pukul 5 saat matahari akan terbit, ia meninggal. > Menurut Mullah, ia pucat dan matanya terbuka lebar ketika ia meninggal. > Tempat > tidur mereka, diceritakan oleh Mullah, berwarna merah karena darah anak > itu dan ia berbaring bersimbah darahnya. Pakaian di bawah tubuhnya tidak > dapat dikenali dan segalanya penuh darah kering karena sepanjang malam > telah dilalui dalam darah. > Ia pucat karena ia telah kehilangan semua darah dalam tubuhnya. Matanya > terbuka karena ia gemetaran menjelang ajal dan tangannya berada dalam > posisi sembahyang, mengucapkan doanya sebelum wafat. > Mullah memanggil orang yang sama dan memintanya membersihkan kamar yang > berantakan dan menyiapkan alasan untuk dikatakan kepada orang mengenai > penyebab kematian anak itu. Oleh karena orang itu adalah teman dekat > keluarga atau kerabat Mullah, ia melakukan apapun yang dapat ia lakukan, > termasuk membersihkan setiap kain yang penuh darah. > Mereka membungkusnya dalam selembar kain putih dan memanggil orang-orang dan > memberitahu jika ia telah meninggal. > Pagi itu keluarganya meratapi kematiannya dengan sangat sedih tanpa berusaha > mencari tahu apa sebenarnya penyebab kematiannya, dan kemudian > mengambil jasadnya untuk dimandikan sebagai syarat religius. > Oleh karena Mullah mempunyai pengaruh yang besar di desa itu, tidak satupun > > wanita yang memandikan anak itu yang berani menanyakan mengapa ada luka > yang besar di vaginanya. > Pada pukul 10 pagi mereka berangkat menuju ke pemakaman dan memakamkan > pengantin perempuan yang berusia 8 tahun itu. > Hidupnya sudah berakhir. > Teman dekat Mullah, yang mengetahui semuanya, merasa sangat terpukul dan > menceritakan kisah ini pada sumber saya. Ia lalu menelepon saya dan > menceritakan kisah ini pada saya. > Dokter lainnya yang saya tanyai di Zaranj mengatakan bahwa ia tidak > mengetahui kasus tersebut, tetapi ia ingat ia selalu merawat almarhum > pengantin > perempuan itu ketika masih berusia 4 atau 5 tahun. > Dokter ini juga meminta saya agar tidak menyebut namanya dimanapun tetapi > hanya mengatakan bahwa ia “sangat sedih karena insiden seperti ini masih > terjadi di Afganistan”. > Ia menyebutkan alasan mengapa orang Afganistan tidak mengalami kemajuan, > yaitu karena: kebodohan orang dan perilaku serta tradisi yang biadab. > Kisah ini sampai kepada saya dan diceritakan sebagaimana kejadiannya oleh > teman dekat Mullah tersebut, setelah anak itu dikuburkan. Menurut > Mullah, ia mempunyai “nurani yang buruk” mengenai hal itu. > Mustafa Kazemi > Koresponden Perang AfghanistanDiposkan oleh Robert pada 19 Mei, 2013 – > Jihadwatch.org > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
