Sungguh sangat menyedihkan wanita dalam Islam dijadikan pemuas nafsu meskipun masih anak kecil sudah di embat sampai pendarahan dan berujung dengan kematian sesuai dengan ajaran Islam ______________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________________________
Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).(QS.3:45) *YESAYA 28:16* 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 2013/5/25 Gabriella Rantau <[email protected]> > ** > > > *Afganistan: Pengantin Perempuan Mullah Yang Berusia 8 Tahun Pendarahan > Sampai Mati di Malam Pengantin* > *Nabi menulis (kontrak nikah) dengan Aisha ketika anak perempuan itu > masih berusia 6 tahun, dan melaksanakan perkawinannya dengan Aisha ketika > ia berusia 9 tahun, dan Aisha hidup bersamanya selama 9 tahun (yaitu hingga > kematian Muhammad) Bukhari 7.62.88 * > [image: > youngwed]<http://bacabacaquran.files.wordpress.com/2013/05/youngwed.jpg> > *Gambar Ilustrasi: Pernikahan Anak di Afghanistan* > Kisah berikut ini sangat tragis, tetapi harus diceritakan, karena kisah > ini menggambarkan dengan jelas harga seorang manusia dalam pernikahan > kanak-kanak islami dan perlakuan terhadap wanita dan anak-anak perempuan > yang hanya merupakan komoditas. > Nabi menulis (kontrak nikah) dengan Aisha ketika anak perempuan itu masih > berusia 6 tahun, dan melaksanakan perkawinannya dengan Aisha ketika ia > berusia 9 tahun, dan Aisha hidup bersamanya selama 9 tahun (yaitu hingga > kematian Muhammad) Bukhari 7.62.88 > Orang Muslim bersungguh-sungguh dengan hal ini dan benar-benar meneladani > perbuatan Muhammad ini. Artikel 1041 dalam Undang-undang Sipil Republik > Islam Iran menyatakan bahwa anak-anak perempuan dapat ditunangkan sebelum > berusia 9 tahun, dan dinikahi ketika sudah berusia 9 tahun: Pernikahan > sebelum pubertas (genap 9 tahun Hijriah bagi anak-anak perempuan) adalah > dilarang. Kontrak pernikahan dilakukan sebelum mencapai pubertas dengan > seijin wali adalah sah bila syarat-syarat perwalian telah dipenuhi. > Ayatollah Khomeini sendiri menikahi anak perempuan berusia 10 tahun ketika > Khomeini telah berusi 28 tahun. Khomeini menyebut pernikahan dengan anak > perempuan yang belum memasuki masa puber sebagai sebuah berkah ilahi, dan > menyarankan orang-orang beriman untuk: Lakukanlah semampumu untuk menjamin > bahwa anak-anak perempuanmu tidak melihat darah pertama (mendapat haid > pertama) mereka di rumahmu. > Quran juga mengijinkan pernikahan dengan anak-anak perempuan yang belum > memasuki masa puber, sesuai dengan prosedur perceraian Islam yaitu berlaku > terhadap mereka yang belum mendapat haid (65:4) > Pengantin perempuan berusia 8 tahun dibunuh secara brutal pada malam > pertamanya, oleh Mustafa Kazemi di > Facebook<https://www.facebook.com/Combatjournalistpage/posts/10151402448030583>, > 17 Mei (terimakasih untuk semua yang telah mengirimkan berita ini): > PERINGATAN Artikel ini memuat informasi yang boleh jadi tidak > diinginkan, tidak menyenangkan dan mengesalkan beberapa pembaca. > Anak perempuan berusia 8 tahun yang akan anda baca kisahnya dalam > baris-baris berikut ini tidak dapat bertahan hidup hingga malam kedua > pernikahannya, dan ia juga tidak berhasil menemui ulang-tahunnya yang ke-9 > atau ke-10. > Namanya tidak diketahui, saya ditelepon oleh sumber saya minggu lalu pada > pukul 9.30 malam untuk menceritakan pada saya kisah anak perempuan itu. > Awalnya saya mengira itu hanya akan menjadi sebuah percakapan singkat > tetapi kemudian ternyata tidak demikian. > Kisah ini berasal dari sebuah desa di distrik Khashrood, Propinsi Nimruz, > Afghanistan. Seorang dokter medis ditugaskan di Rumah Sakit utama di kota > Zaranj, ibukota propinsi. Ia meminta namanya dirahasiakan, dan ia > mengkonfirmasi bahwa ia mengetahui insiden tersebut dan sudah terlalu > terlambat untuk menolongnya, juga wilayah terpencil tidak mengijinkan > mereka untuk berbuat apa-apa. > Anak perempuan itu adalah salah satu dari beberapa anak perempuan dari > seorang bapak yang usianya hampir 40-an. Untuk alasan yang tidak diketahui > ia menyerahkan anak perempuannya kepada Mullah di desa mereka demi sejumlah > besar uang. Sudah merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah-wilayah > pedesaan Afganistan atau propinsi-propinsi/kota-kota tingkat 3, anak-anak > perempuan dinikahkan dengan pria tua, dan memperdagangkan anak-anak > perempuan mereka untuk membayar hutang atau membeli barang-barang lain. > Mullah yang hampir berusia 60 tahun adalah imam desa tempat insiden ini > terjadi. > Mullah itu sudah menikah dan mempunyai banyak anak. Kedua keluarga > mengadakan pertemuan suku, menyepakati harga yang harus dibayar keluarga > pihak laki-laki kepada keluarga perempuan, dan mereka menetapkan tanggal > pernikahan. > Di wilayah pedesaan seperti di tempat ini, tidak ada pertunangan atau > upacara-upacara pendahuluan seperti di beberapa kota metropolitan dan > wilayah perkotaan. > Kedua keluarga merencanakan pesta pernikahan dan Akad Nikah berlangsung > dan pengantin perempuan berusia 8 tahun istri kedua seorang Mullah yang > telah berusia lebih dari 50 tahun. > Pesta berakhir dan matahari terbenam waktunya untuk seks (bukan > bercinta) dengan pengantin perempuan berusia 8 tahun. > Anak perempuan itu baru berusia 8 tahun dan semua orang mengerti fakta > bahwa ia sama sekali tidak tahu soal seks atau pernikahan atau bercinta > atau keperawanan atau topik-topik yang berkaitan dengan masalah seksual; > bahkan pada tingkat yang mendasar pun tidak. Itu karena, pertama ia masih > kanak-kanak belum menjadi remaja dan di bagian dari negara itu tidak > seorang pun yang tahu apapun mengenai hal-hal ini, mereka pun tidak > mendapatkan penataran atau edukasi mengenai kehidupan seksual yang sehat. > Mullah menelanjangi pengantin perempuan, juga dirinya sendiri, dan dengan > kegembiraan mendekatinya untuk berhubungan seksual dengan pengantin > perempuannya yang berusia 8 tahun. Oleh karena tubuh Mullah yang sangat > besar, maka penisnya pun besar. Ia meniduri gadis itu dan mulai melakukan > penetrasi ke vagina anak perempuan itu. > Setelah beberapa kali mencoba dan gagal melakukan penetrasi ke vaginanya, > Mullah menjadi frustrasi. > Ia gagal karena anak perempuan berusia 8 tahun yang hampir mati itu sangat > kurus dan vaginanya hanya terbuka sedikit. > Didorong tindak kebinatangannya, Mullah kemudian mengambil pisau yang > tajam yang selalu dibawanya dalam sakunya dan merobek vagina gadis itu dari > klitoris ke atas dan ke bawah hingga ke anus, agar vaginanya cukup lebar > sehingga ia dapat memasukkan penisnya ke vagina anak itu. > Sudah tentu anak itu mulai mengalami pendarahan yang sangat hebat, tetapi > Mullah hanya memikirkan untuk berhubungan seks dengannya, dan tidak peduli > akan apa yang telah dilakukannya atau pada pendarahan dan luka yang telah > dibuatnya pada anak itu. > Kerudung anak itu dijejalkan ke dalam mulutnya, ia menangis dan berusaha > agar suaranya tidak terdengar karena orang-orang ada di kamar sebelah atau > di luar. > Sudah menjadi aturan di wilayah-wilayah Afganistan bahwa pengantin pria > akan membawa keluar sepotong kain yang digunakan untuk mengelap darah > keperawanan istrinya sebagai bukti gadis itu masih perawan. > Mullah memasukkan penisnya ke dalam vagina anak itu yang terluka parah dan > bersetubuh dengannya di atas tempat tidur yang bersimbah darah, lalu bangun > dan membersihkan dirinya dengan kain. > Anak perempuan itu, yang kini telah kehilangan segalanya, mengalami > pendarahan dan tidak seorangpun yang menolongnya, ia pun tidak dapat > meminta Mullah menolongnya karena itu akan mempermalukan Mullah dan > keluarga anak itu (yang sedang duduk-duduk sambil minum teh di kamar lain, > akan membunuh Mullah). > Pengantin perempuan yang berusia 8 tahun itu mengalami pendarahan dan syok > traumatik karena seks yang dipaksakan dan pendarahan hebat. Saya sangat > yakin ia kehilangan banyak sekali darah. > Ia terus pendarahan dan mengalami trauma syok hingga pagi hari, dan pada > waktu subuh sekitar pukul 5 saat matahari akan terbit, ia meninggal. > Menurut Mullah, ia pucat dan matanya terbuka lebar ketika ia meninggal. > Tempat tidur mereka, diceritakan oleh Mullah, berwarna merah karena darah > anak itu dan ia berbaring bersimbah darahnya. Pakaian di bawah tubuhnya > tidak dapat dikenali dan segalanya penuh darah kering karena sepanjang > malam telah dilalui dalam darah. > Ia pucat karena ia telah kehilangan semua darah dalam tubuhnya. Matanya > terbuka karena ia gemetaran menjelang ajal dan tangannya berada dalam > posisi sembahyang, mengucapkan doanya sebelum wafat. > Mullah memanggil orang yang sama dan memintanya membersihkan kamar yang > berantakan dan menyiapkan alasan untuk dikatakan kepada orang mengenai > penyebab kematian anak itu. Oleh karena orang itu adalah teman dekat > keluarga atau kerabat Mullah, ia melakukan apapun yang dapat ia lakukan, > termasuk membersihkan setiap kain yang penuh darah. > Mereka membungkusnya dalam selembar kain putih dan memanggil orang-orang > dan memberitahu jika ia telah meninggal. > Pagi itu keluarganya meratapi kematiannya dengan sangat sedih tanpa > berusaha mencari tahu apa sebenarnya penyebab kematiannya, dan kemudian > mengambil jasadnya untuk dimandikan sebagai syarat religius. > Oleh karena Mullah mempunyai pengaruh yang besar di desa itu, tidak > satupun wanita yang memandikan anak itu yang berani menanyakan mengapa ada > luka yang besar di vaginanya. > Pada pukul 10 pagi mereka berangkat menuju ke pemakaman dan memakamkan > pengantin perempuan yang berusia 8 tahun itu. > Hidupnya sudah berakhir. > Teman dekat Mullah, yang mengetahui semuanya, merasa sangat terpukul dan > menceritakan kisah ini pada sumber saya. Ia lalu menelepon saya dan > menceritakan kisah ini pada saya. > Dokter lainnya yang saya tanyai di Zaranj mengatakan bahwa ia tidak > mengetahui kasus tersebut, tetapi ia ingat ia selalu merawat almarhum > pengantin perempuan itu ketika masih berusia 4 atau 5 tahun. > Dokter ini juga meminta saya agar tidak menyebut namanya dimanapun tetapi > hanya mengatakan bahwa ia sangat sedih karena insiden seperti ini masih > terjadi di Afganistan. > Ia menyebutkan alasan mengapa orang Afganistan tidak mengalami kemajuan, > yaitu karena: kebodohan orang dan perilaku serta tradisi yang biadab. > Kisah ini sampai kepada saya dan diceritakan sebagaimana kejadiannya oleh > teman dekat Mullah tersebut, setelah anak itu dikuburkan. Menurut Mullah, > ia mempunyai nurani yang buruk mengenai hal itu. > Mustafa Kazemi > Koresponden Perang Afghanistan > Diposkan oleh Robert <http://www.jihadwatch.org/> pada 19 Mei, 2013 > Jihadwatch.org<http://www.jihadwatch.org/2013/05/afghanistan-8-year-old-bride-of-mullah-bleeds-to-death-on-her-wedding-night.html> > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
