Kalo memang begitu, ya harus diterima. Kita membela yang benar dan menyalahkan yang salah.
Yang saya butuhkN sudah cukup, paus ketujuh setelah lateran treaty sudah mengundurkan diri (memerintah sementara saja) Sekarang era paus kedelapan (terakhir) yang akan mempersatukan dan mengontrol dunia ini menjelang Yesus datang. Amerika sekarang sedang diobok-obok hingga lumpuh. Kita tunggu saja apa gerangan tontonan selanjutnya. http://www.youtube.com/watch?v=tNBuD4UfMn4 On Jun 27, 2013 10:15 AM, "Tawangalun" <[email protected]> wrote: > ** > > > Kok wong Kristen gak ada yg berani nglawan mbalesi Genduk. > > Paulus Anak Wedus. > > --- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > > > Secara formal memang se-olah2 Paus mengundurkan diri secara suka rela, > padahal kita tahu tidak pernah ada penguasa yang berani naik rela > mengundurkan diri kalo tidak dipaksa atau terpaksa. > > > > Yang tidak banyak diceritakan adalah bahwa sang Paus itu mengidap > Obsessive Convulsive behaviour, dia selalu ingin semuanya bersih, rapih, > dan sempurna. Akibatnya permadani di Istana Vatican diganti sebulan > sekali, semua handle2 pintu diganti dari emas, singkatnya biaya maintenance > istananya meningkat 20x lipat sejak beliau menjabatnya. > > > > Parahnya, selain buta management administration, dia juga kepala batu > selalu menolak konsultasi ahli2 yang mendampinginya. Pembantu2 dekatnya > yang korup bukan dipecatnya tetapi dinaikkan pangkatnya dan juga dinaikkan > gajinya. > > > > Skandal sex bisa ditutupi dengan uang, tapi skandal uang mau ditutup > pake apa ??? Donatur2 enggak bisa dibujuk atau dipaksa menaikkan > donasinya, mau bujuk pake apa, dan mau paksa pake apa ? Cara menutup semua > masalahnya yang ada cuma satu yaitu mengundurkan diri dibawah hujan > cemoohan dan cercaan pembantunya, bawah2annya, dan juga umatnya diseluruh > dunia. > > > > Haruskah Paus ini dikasihani ??? TIDAK, dia harusnya dihukum gantung > oleh umatnya sendiri yang memberi donasi !!! > > > > > "arif.harsana@" <arif.harsana@> wrote: > > > Baru sekarang ini seorang Paus > > > turun dari jabatannya secara > > > sukarela, menolak untuk > > > menduduki jabatan Paus seumur > > > hidup - seperti lazimnya > > > kebiasaan Vatikan semenjak 7 > > > abad terakhir ini. > > > > Pendapat anda itu subjective, enggak pernah ada siapapun yang > mengundurkan diri turun dari jabatannya secara sukarela. Demikian juga > Paus, dia mengundurkan diri bukan secara sukarela tapi dipaksa karena > selain tidak mampu memecahkan masalah, tidak mampu memahami masalah, > banyaknya korupsi, dan berbagai skandal yang kesemuanya makin menggunung > yang puncaknya akan menghancurkan management secara keseluruhan atau sang > paus secepatnya mengundurkan diri. > > > > Catatan: bahkan Gus Dur juga mengundurkan diri bukan secara sukarela > meskipun diberi label "sukarela". Juga presiden Nixon bukan mengundurkan > diri secara sukarela meskipun juga berlabel "sukarela". > > > > Soal mundurnya kesehatan beliau, lebih disebabkan karena masalah2 yang > tidak mampu dihadapinya itu. > > > > Jadi tidak ada terobosan apapun, aturan jabatan Paus yang seumur hidup > tetap berlaku bahkan belum pernah ada usul jabatan Paus diemban secara > periodik 5 tahun sekali. Juga usia lanjut bukan alasan, karena berapapun > usia sang Paus, selama mampu memecahkan berbagai persoalan umum dari > gerejanya tentu dia bisa tetap menjabat. > > > > Ketidak becusan Paus yang satu ini sudah terlihat sejak hari pertama dia > menduduki jabatannya. Padahal tidak susah untuk menjadi paus karena beliau > memiliki pendamping2 yang sangat ahli dibidangnya masing2, beliau cukup > berkonsultasi untuk kemudian disetujui atau ditolaknya. > > > > Jadi sangat sederhana, semua kemelut yang terjadi berpankal pada uang, > pada dana, pada finansial yang terkait pada incoming dan spending. > > > > Ada lebih dari 1000 pendeta2 katolik yang dipenjarakan di-penjara2 > Amerika karena berbagai macam pelanggaran2 pidana. Oleh Paus, semuanya > ditanggung Vatican di bail out, setelah dibebaskan ditugaskan kembali > dilokasi yang berbeda, terjadi lagi pelanggaran oleh pendeta yang sama, di > bail out lagi dan dibebaskan untuk kemudian kembali di relokasi. > Demikianlah, dari kira2 1000 pendeta yang telah ditolong dibail out > dibebaskan, ternyata hampir semuanya mengulangi kesalahan yang sama, > padahal mereka seharusnya dipecat, tapi dalam system keagamaan di Vatican > seorang pendeta bekerja seumur hidup tidak dikenal pemecatan. > > > > Setiap pendeta di bail out rata2 $10 juta per kasus, jadi silahkan anda > hitung saja, kalo ada sedikitnya 1000 pendeta yang keluar masuk penjara dua > kali saja dan di bail out rata2 dua kali, maka jumlah spending Vatican > adalah 2 x 1000 x $10juta = $20 milyard. Padahal income Vatican tidak > sebesar yang dikeluarkannya, artinya Vatican bubaran. > > > > Akibat kejadian ini, pengawasan internal jadi teralihkan, kontrol > managerial administration jadi lemah dan kesempatan ini dimanfaatkan > pembantu2nya untuk korupsi. Ini bagaikan bola es yang bergulir makin lama > makin parah. Karena pendeta2 yang pernah dipenjara bukan jadi jera, tapi > mengulangi perbuatan2nya yang tercela yang diyakininya akan dilindungi oleh > pusat di Vatican. > > > > Memang, ada yang mengusulkan agar pendeta2 Katolik diizinkan menikah dan > berkeluarga karena bible menyatakan bla.. bla.. bla, dan Yesus juga > mengajarkan bla.. bla.. bla tidak ada larangan menikah. Tapi usul ini > tidak mengena pada sasaran, bahkan jauh dari sasarannya, karena larangan > pendeta Katolik untuk menikah bukan karena Bible, bukan karena ajaran Yesus > melainkan 100% masalah management yaitu secara historic, hidup pendeta > katolik dijamin sampai mati, tidak ada gaji meskipun ada uang saku untuk > kebutuhan2 dasar, namun sang pendeta tidak punya masa depan atau karier > lain selain yang digelutinya dibidang kependetaan ini. Sekolahnya dijamin > dan segalanya dijamin. > > > > Bayangin kalo sang Pendeta diperkenankan kawin, maka isterinya, > anak2nya, cucu2nya juga harus dijamin oleh Vatican bukan cuma si pendeta > saja. Oleh karena itulah, kalo ada pendeta katolik ditemukan menikah, maka > dia akan dipecat karena konsentrasi sang pendeta sudah tidak lagi 100% > untuk kerjaan kegerejaannya. > > > > Banyak pendeta2 katolik yang secara sembunyi2 menikah dengan wanita dan > sang isteri ikut bekerja diluar membantu penghasilan suami, yang begini > sudah termasuk korupsi, dan kalo tertangkap tentu ditindak dengan pemecatan. > > > > Jadi kerja sebagai pendeta katolik memang kelihatannya terhormat dari > luar, bahkan se-olah2 berlumuran berbagai kemewahan, tapi bagi sang pendeta > kehidupan seperti begitu ada yang merasakan seperti perbudakan. > > > > Muskitawati. > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
