Kok wong Kristen gak ada yg berani nglawan mbalesi Genduk.

Paulus Anak Wedus.

--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote:
>
> Secara formal memang se-olah2 Paus mengundurkan diri secara suka rela, 
> padahal kita tahu tidak pernah ada penguasa yang berani naik rela 
> mengundurkan diri kalo tidak dipaksa atau terpaksa.
> 
> Yang tidak banyak diceritakan adalah bahwa sang Paus itu mengidap Obsessive 
> Convulsive behaviour, dia selalu ingin semuanya bersih, rapih, dan sempurna.  
> Akibatnya permadani di Istana Vatican diganti sebulan sekali, semua handle2 
> pintu diganti dari emas, singkatnya biaya maintenance istananya meningkat 20x 
> lipat sejak beliau menjabatnya.
> 
> Parahnya, selain buta management administration, dia juga kepala batu selalu 
> menolak konsultasi ahli2 yang mendampinginya.  Pembantu2 dekatnya yang korup 
> bukan dipecatnya tetapi dinaikkan pangkatnya dan juga dinaikkan gajinya.
> 
> Skandal sex bisa ditutupi dengan uang, tapi skandal uang mau ditutup pake apa 
> ???  Donatur2 enggak bisa dibujuk atau dipaksa menaikkan donasinya, mau bujuk 
> pake apa, dan mau paksa pake apa ?  Cara menutup semua masalahnya yang ada 
> cuma satu yaitu mengundurkan diri dibawah hujan cemoohan dan cercaan 
> pembantunya, bawah2annya, dan juga umatnya diseluruh dunia.
> 
> Haruskah Paus ini dikasihani ???  TIDAK, dia harusnya dihukum gantung oleh 
> umatnya sendiri yang memberi donasi !!!
> 
> > "arif.harsana@" <arif.harsana@> wrote:
> > Baru sekarang ini seorang Paus
> > turun dari jabatannya secara
> > sukarela, menolak untuk
> > menduduki jabatan Paus seumur
> > hidup - seperti lazimnya
> > kebiasaan Vatikan semenjak 7
> > abad terakhir ini.
> 
> Pendapat anda itu subjective, enggak pernah ada siapapun yang mengundurkan 
> diri turun dari jabatannya secara sukarela.  Demikian juga Paus, dia 
> mengundurkan diri bukan secara sukarela tapi dipaksa karena selain tidak 
> mampu memecahkan masalah, tidak mampu memahami masalah, banyaknya korupsi, 
> dan berbagai skandal yang kesemuanya makin menggunung yang puncaknya akan 
> menghancurkan management secara keseluruhan atau sang paus secepatnya 
> mengundurkan diri.
> 
> Catatan: bahkan Gus Dur juga mengundurkan diri bukan secara sukarela meskipun 
> diberi label "sukarela".  Juga presiden Nixon bukan mengundurkan diri secara 
> sukarela meskipun juga berlabel "sukarela".
> 
> Soal mundurnya kesehatan beliau, lebih disebabkan karena masalah2 yang tidak 
> mampu dihadapinya itu.
> 
> Jadi tidak ada terobosan apapun, aturan jabatan Paus yang seumur hidup tetap 
> berlaku bahkan belum pernah ada usul jabatan Paus diemban secara periodik 5 
> tahun sekali.  Juga usia lanjut bukan alasan, karena berapapun usia sang 
> Paus, selama mampu memecahkan berbagai persoalan umum dari gerejanya tentu 
> dia bisa tetap menjabat.
> 
> Ketidak becusan Paus yang satu ini sudah terlihat sejak hari pertama dia 
> menduduki jabatannya.  Padahal tidak susah untuk menjadi paus karena beliau 
> memiliki pendamping2 yang sangat ahli dibidangnya masing2, beliau cukup 
> berkonsultasi untuk kemudian disetujui atau ditolaknya.
> 
> Jadi sangat sederhana, semua kemelut yang terjadi berpankal pada uang, pada 
> dana, pada finansial yang terkait pada incoming dan spending.
> 
> Ada lebih dari 1000 pendeta2 katolik yang dipenjarakan di-penjara2 Amerika 
> karena berbagai macam pelanggaran2 pidana.  Oleh Paus, semuanya ditanggung 
> Vatican di bail out, setelah dibebaskan ditugaskan kembali dilokasi yang 
> berbeda, terjadi lagi pelanggaran oleh pendeta yang sama, di bail out lagi 
> dan dibebaskan untuk kemudian kembali di relokasi.  Demikianlah, dari kira2 
> 1000 pendeta yang telah ditolong dibail out dibebaskan, ternyata hampir 
> semuanya mengulangi kesalahan yang sama, padahal mereka seharusnya dipecat, 
> tapi dalam system keagamaan di Vatican seorang pendeta bekerja seumur hidup 
> tidak dikenal pemecatan.
> 
> Setiap pendeta di bail out rata2 $10 juta per kasus, jadi silahkan anda 
> hitung saja, kalo ada sedikitnya 1000 pendeta yang keluar masuk penjara dua 
> kali saja dan di bail out rata2 dua kali, maka jumlah spending Vatican adalah 
> 2 x 1000 x $10juta = $20 milyard.  Padahal income Vatican tidak sebesar yang 
> dikeluarkannya, artinya Vatican bubaran.
> 
> Akibat kejadian ini, pengawasan internal jadi teralihkan, kontrol managerial 
> administration jadi lemah dan kesempatan ini dimanfaatkan pembantu2nya untuk 
> korupsi.  Ini bagaikan bola es yang bergulir makin lama makin parah.  Karena 
> pendeta2 yang pernah dipenjara bukan jadi jera, tapi mengulangi perbuatan2nya 
> yang tercela yang diyakininya akan dilindungi oleh pusat di Vatican.
> 
> Memang, ada yang mengusulkan agar pendeta2 Katolik diizinkan menikah dan 
> berkeluarga karena bible menyatakan bla.. bla.. bla, dan Yesus juga 
> mengajarkan bla.. bla.. bla tidak ada larangan menikah.  Tapi usul ini tidak 
> mengena pada sasaran, bahkan jauh dari sasarannya, karena larangan pendeta 
> Katolik untuk menikah bukan karena Bible, bukan karena ajaran Yesus melainkan 
> 100% masalah management yaitu secara historic, hidup pendeta katolik dijamin 
> sampai mati, tidak ada gaji meskipun ada uang saku untuk kebutuhan2 dasar, 
> namun sang pendeta tidak punya masa depan atau karier lain selain yang 
> digelutinya dibidang kependetaan ini.  Sekolahnya dijamin dan segalanya 
> dijamin.
> 
> Bayangin kalo sang Pendeta diperkenankan kawin, maka isterinya, anak2nya, 
> cucu2nya juga harus dijamin oleh Vatican bukan cuma si pendeta saja.  Oleh 
> karena itulah, kalo ada pendeta katolik ditemukan menikah, maka dia akan 
> dipecat karena konsentrasi sang pendeta sudah tidak lagi 100% untuk kerjaan 
> kegerejaannya.
> 
> Banyak pendeta2 katolik yang secara sembunyi2 menikah dengan wanita dan sang 
> isteri ikut bekerja diluar membantu penghasilan suami, yang begini sudah 
> termasuk korupsi, dan kalo tertangkap tentu ditindak dengan pemecatan.
> 
> Jadi kerja sebagai pendeta katolik memang kelihatannya terhormat dari luar, 
> bahkan se-olah2 berlumuran berbagai kemewahan, tapi bagi sang pendeta 
> kehidupan seperti begitu ada yang merasakan seperti perbudakan.
> 
> Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke