Halah opo kamu yg jam 6.00 didepan bojomu itu bisa disebut Happy,justru kamu 
itu paling ciloko tak kandani.

Paulus Anak Wedus.

--- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote:
>
> 
> Tawang alun yang sinting itu demen betul baca bualan orang Islam tukang kibul 
> itu..
> 
> Baca nih..
> 
> http://www.huffingtonpost.com/2013/05/28/worlds-happiest-countries-2013-australia_n_3347347.html
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> >
> > Jawaban Untuk Krisis Keluarga di Barat
> >     
> > Kondisi keluarga di Barat setiap hari semakin mengkhawatirkan. Para 
> > psikolog, sosiolog, dan bahkan para pakar politik turut memberikan 
> > perhatian mereka kepada dampak-dampak akibat krisis keluarga ini. Keluarga 
> > merupakan pembentuk fondasi atau landasan bangunan masyarakat, sehingga 
> > keruntuhan atau kelemahan keluarga akan memberikan dampak negatif kepada 
> > masyarakat. Di Barat kecenderungan untuk menikah semakin menurun dan usia 
> > anak-anak perempuan dan lelaki yang tidak menikah semakin hari semakin 
> > meningkat. Akibatnya, terjadi berbagai penyimpangan seksual dan merebaklah 
> > berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebebasan seks. Selain itu, 
> > kebebasan seksual juga mengakibatkan terjadinya berbagai kasus perkosaan, 
> > pelecehan seksual, dan aksi kriminal lainnya. Berdasarkan hasil penelitian 
> > para psikolog, orang yang tidak memiliki pasangan tetap akan mudah 
> > menderita penyakit jiwa dan mental.
> > 
> > Masalah keluarga yang dialami negara-negara Barat tidak terbatas kepada 
> > keengganan anak-anak muda untuk menikah dan membentuk keluarga, melainkan 
> > juga kerapuhan keluarga yang sudah terbentuk. Artinya, pernikahan di Barat 
> > sangat mudah untuk hancur dan perceraian merupakan sebuah jalan yang dengan 
> > mudah diambil oleh pasangan-pasangan yang memiliki masalah dalam 
> > rumahtangga. Undang-undang pemerintah Barat yang memudahkan perceraian 
> > turut membantu meningkatkan angka perceraian ini.
> > 
> > Dampak buruk perceraian meninggalkan dampak negatif yang sangat besar bagi 
> > anak-anak. Jumlah anak-anak yang orangtuanya bercerai di AS dan Eropa, 
> > semakin hari semakin meningkat. Anak-anak korban perceraian itu hidup dalam 
> > depresi dan kehilangan perlindungan dari keluarga. Mereka dengan mudah akan 
> > terseret ke dalam pergaulan yang sesat dan tidak jarang terjatuh dalam 
> > kegiatan kriminal. Masalah perceraian juga membuat banyak pasangan yang 
> > enggan untuk memiliki anak. Akibatnya, dewasa ini angka kelahiran di 
> > negara-negara Barat menurun secara drastis. Bahkan sebagian negara Barat 
> > mulai khawatir kekurangan penduduk karena warga mereka kebanyakan berusia 
> > tua dan jumlah bayi yang lahir sangat sedikit.
> > 
> > Pertanyaan yang timbul adalah, apakah jalan keluar untuk mengatasi krisis 
> > keluarga yang berbahaya ini? Paul Vitz, seorang dosen psikolog dari 
> > Universitas New York menekankan, pada dasarnya, krisis keluarga di Barat 
> > adalah hasil dari pelaksanaan prinsip sekularisme dalam negara. Vitz dalam 
> > bukunya mengenai guncangan fondasi keluarga menulis, "Sekularisme adalah 
> > ajaran yang ingin menghapuskan Tuhan dan pemahaman spiritualitas. 
> > Sekularisme adalah filosofi bagi orang-orang yang terkucil dan terasing 
> > untuk membebaskan diri dari dunia yang dipenuhi nilai-nilai Ilahiah. 
> > Sekularisme membatasi kehidupan manusia dalam dunia material dan hedonisme. 
> > Seiring dengan meluasnya sekularisme, meluas pula krisis spiritualitas dan 
> > diikuti dengan krisis keluarga."
> > 
> > Dengan kata lain, prinsip sekularisme, yaitu hedonisme, oportunisme, dan 
> > kebebasan, telah membuat individu dan masyarakat hidup tanpa batasan. 
> > Akibatnya, masyarakat lebih menyukai hubungan bebas dan enggan untuk 
> > memikul tanggung jawab sebuah pernikahan atau memiliki isteri dan anak. 
> > Namun, menghadapi krisis ini, pemerintah Barat bukan saja tidak berusaha 
> > secara serius untuk membendung berkembangnya paham sekularisme, namun malah 
> > mempertahankan paham ini dan menghalangi perkembangan agama. Pemerintah 
> > Barat juga mengizinkan hubungan homoseksual dan tinggal serumah tanpa 
> > ikatan perkawinan. Bahkan, dalam masyarakat Barat telah mulai dikembangkan 
> > pergeseran makna keluarga, yaitu tidak lagi terbatas pada pernikahan. 
> > Menurut versi ini, keluarga adalah kehidupan bersama dua pihak, baik resmi 
> > menikah ataupun tidak resmi, baik lain gender maupun dari gender yang sama, 
> > atau homoseksual.
> > 
> > Dengan melihat bahwa akar dari krisis keluarga dalam masyarakat Barat 
> > adalah sekularisme, maka jawaban yang paling ampuh untuk menyelesaikan 
> > krisis ini adalah agama. Berbeda dengan paham sekuler yang membebaskan 
> > manusia dari segala macam nilai Ilahiah, agama memberi bimbingan Ilahiah 
> > kepada manusia agar dapat menemukan kebahagiaan. Agama memberikan sudut 
> > pandang baru kepada manusia mengenai kehidupan, yaitu bahwa hidup bukanlah 
> > sekedar di dunia, melainkan ada kehidupan abadi di akhirat. Untuk mencapai 
> > kebahagiaan kehidupan abadi di akhirat, manusia harus menjalani hidup di 
> > dunia yang sesuai dengan ajaran agama.
> > 
> > Agama memberikan perhatian besar kepada keluarga karena keluarga berperan 
> > penting dalam memperbaiki masyarakat dan mengurangi penyimpangan sosial. Di 
> > pihak lain, penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pada agama memainkan 
> > peran penting dalam memperkokoh ikatan dan kasih sayang dalam keluarga. 
> > Orang yang mempunyai kepercayaan pada agama akan lebih berpegang teguh 
> > kepada janji atau ikatan perkawinan, serta tidak mudah mengunakan 
> > perceraian sebagai jalan keluar untuk mengatasi masalah. Iman kepada Tuhan 
> > akan memberikan kesabaran dan keteguhan kepada manusia dalam menghadapi 
> > tekanan kehidupan dan memelihara diri dari pengkhianatan terhadap pasangan 
> > mereka.
> > 
> > Islam sebagai agama yang komprehensif dan paling sempurna juga sangat 
> > menekankan pembentukan dan pemeliharaan lembaga keluarga. Islam menganggap 
> > keluarga sebagai fondasi masyarakat. Rasulullah Muhammad saaw dalam salah 
> > satu hadis beliau bersabda, "Dalam Islam, tidak ada lembaga yang lebih baik 
> > daripada lembaga perkawinan." Kitab suci Al Quran menyebutkan keluarga 
> > sebagai tanda kekuasaan dan rahmat Ilahi serta institusi yang menyediakan 
> > ketenteraman untuk perempuan dan lelaki. Dalam Surat Ar-Ruum ayat 21, Allah 
> > swt berfirman sbb, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia 
> > menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu 
> > cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa 
> > kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat 
> > tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."
> > 
> > Rasulullah saaw bersabda, "Barang siapa yang menikah, sesungguhnya dia 
> > telah memelihara sebagian dari agamanya." Islam sangat memuji orang yang 
> > menyediakan peluang dan kemudahan kepada orang yang akan membentuk 
> > keluarga. Imam Shadiq a.s. pernah berkata, "Siapa yang menikahkan anak 
> > lelaki atau anak perempuannya, Allah akan memberikan rahmat kepadanya pada 
> > hari kiamat." Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan ikatan 
> > suami-isteri.
> > 
> > Islam juga mengajarkan agar suami dan istri sama-sama berusaha menjaga 
> > kasih sayang dan kerukunan di antara mereka. Suami yang baik dalam 
> > pandangan Islam adalah suami yang bertanggung jawab, penuh kasih sayang, 
> > dan memuliakan istrinya. Sebaliknya, istri yang baik dalam pandangan Islam 
> > adalah istri yang selalu menjaga kehormatannya, serta memuliakan dan 
> > mematuhi suami. Islam juga mengajarkan agar isteri dan suami saling berhias 
> > demi menjaga kasih sayang di antara mereka, serta masih banyak lagi ajaran 
> > akhlak lain dalam Islam yang berkaitan dengan perkawinan dan rumah tangga.
> > 
> > Selanjutnya, ketika pasangan suami-istri telah dianugerahi anak oleh Allah 
> > swt, Islam mengajarkan bahwa anak adalah amanah dari Allah yang harus 
> > dijaga sebaik-baiknya. Anak harus diberi kasih sayang dan pendidikan yang 
> > benar. Dengan demikian, suami-istri harus berusaha semaksimal mungkin 
> > menciptakan lingkungan yang tenteram bagi anak-anaknya. Dengan mematuhi 
> > ajaran Islam ini, kehancuran perkawinan akan terhindarkan dan krisis 
> > keluarga, sebagaimana yang terjadi di Barat dewasa ini, tidak akan terjadi.
> >      
> > Paulus Anak Wedus.
> > 
> > --- In [email protected], Tawangalun <tawangalun@> wrote:
> > >
> > > "Hukum Islam Saudi Arabia membuat para wanita hanya bernilai seperti 
> > > barang
> > > bergerak milik kaum pria, yang dipaksa untuk melayani pria, dan yang
> > > martabat, kehormatan, dan penghargaan yang layak mereka terima sebagai 
> > > kaum
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke