Inilah yang dimaui Tawang
http://viiphoto.wg.picturemaxx.com/id/00054495 --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > > Halah opo kamu yg jam 6.00 didepan bojomu itu bisa disebut Happy,justru kamu > itu paling ciloko tak kandani. > > Paulus Anak Wedus. > > --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote: > > > > > > Tawang alun yang sinting itu demen betul baca bualan orang Islam tukang > > kibul itu.. > > > > Baca nih.. > > > > http://www.huffingtonpost.com/2013/05/28/worlds-happiest-countries-2013-australia_n_3347347.html > > > > > > > > --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > > > Jawaban Untuk Krisis Keluarga di Barat > > > > > > Kondisi keluarga di Barat setiap hari semakin mengkhawatirkan. Para > > > psikolog, sosiolog, dan bahkan para pakar politik turut memberikan > > > perhatian mereka kepada dampak-dampak akibat krisis keluarga ini. > > > Keluarga merupakan pembentuk fondasi atau landasan bangunan masyarakat, > > > sehingga keruntuhan atau kelemahan keluarga akan memberikan dampak > > > negatif kepada masyarakat. Di Barat kecenderungan untuk menikah semakin > > > menurun dan usia anak-anak perempuan dan lelaki yang tidak menikah > > > semakin hari semakin meningkat. Akibatnya, terjadi berbagai penyimpangan > > > seksual dan merebaklah berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebebasan > > > seks. Selain itu, kebebasan seksual juga mengakibatkan terjadinya > > > berbagai kasus perkosaan, pelecehan seksual, dan aksi kriminal lainnya. > > > Berdasarkan hasil penelitian para psikolog, orang yang tidak memiliki > > > pasangan tetap akan mudah menderita penyakit jiwa dan mental. > > > > > > Masalah keluarga yang dialami negara-negara Barat tidak terbatas kepada > > > keengganan anak-anak muda untuk menikah dan membentuk keluarga, melainkan > > > juga kerapuhan keluarga yang sudah terbentuk. Artinya, pernikahan di > > > Barat sangat mudah untuk hancur dan perceraian merupakan sebuah jalan > > > yang dengan mudah diambil oleh pasangan-pasangan yang memiliki masalah > > > dalam rumahtangga. Undang-undang pemerintah Barat yang memudahkan > > > perceraian turut membantu meningkatkan angka perceraian ini. > > > > > > Dampak buruk perceraian meninggalkan dampak negatif yang sangat besar > > > bagi anak-anak. Jumlah anak-anak yang orangtuanya bercerai di AS dan > > > Eropa, semakin hari semakin meningkat. Anak-anak korban perceraian itu > > > hidup dalam depresi dan kehilangan perlindungan dari keluarga. Mereka > > > dengan mudah akan terseret ke dalam pergaulan yang sesat dan tidak jarang > > > terjatuh dalam kegiatan kriminal. Masalah perceraian juga membuat banyak > > > pasangan yang enggan untuk memiliki anak. Akibatnya, dewasa ini angka > > > kelahiran di negara-negara Barat menurun secara drastis. Bahkan sebagian > > > negara Barat mulai khawatir kekurangan penduduk karena warga mereka > > > kebanyakan berusia tua dan jumlah bayi yang lahir sangat sedikit. > > > > > > Pertanyaan yang timbul adalah, apakah jalan keluar untuk mengatasi krisis > > > keluarga yang berbahaya ini? Paul Vitz, seorang dosen psikolog dari > > > Universitas New York menekankan, pada dasarnya, krisis keluarga di Barat > > > adalah hasil dari pelaksanaan prinsip sekularisme dalam negara. Vitz > > > dalam bukunya mengenai guncangan fondasi keluarga menulis, "Sekularisme > > > adalah ajaran yang ingin menghapuskan Tuhan dan pemahaman spiritualitas. > > > Sekularisme adalah filosofi bagi orang-orang yang terkucil dan terasing > > > untuk membebaskan diri dari dunia yang dipenuhi nilai-nilai Ilahiah. > > > Sekularisme membatasi kehidupan manusia dalam dunia material dan > > > hedonisme. Seiring dengan meluasnya sekularisme, meluas pula krisis > > > spiritualitas dan diikuti dengan krisis keluarga." > > > > > > Dengan kata lain, prinsip sekularisme, yaitu hedonisme, oportunisme, dan > > > kebebasan, telah membuat individu dan masyarakat hidup tanpa batasan. > > > Akibatnya, masyarakat lebih menyukai hubungan bebas dan enggan untuk > > > memikul tanggung jawab sebuah pernikahan atau memiliki isteri dan anak. > > > Namun, menghadapi krisis ini, pemerintah Barat bukan saja tidak berusaha > > > secara serius untuk membendung berkembangnya paham sekularisme, namun > > > malah mempertahankan paham ini dan menghalangi perkembangan agama. > > > Pemerintah Barat juga mengizinkan hubungan homoseksual dan tinggal > > > serumah tanpa ikatan perkawinan. Bahkan, dalam masyarakat Barat telah > > > mulai dikembangkan pergeseran makna keluarga, yaitu tidak lagi terbatas > > > pada pernikahan. Menurut versi ini, keluarga adalah kehidupan bersama dua > > > pihak, baik resmi menikah ataupun tidak resmi, baik lain gender maupun > > > dari gender yang sama, atau homoseksual. > > > > > > Dengan melihat bahwa akar dari krisis keluarga dalam masyarakat Barat > > > adalah sekularisme, maka jawaban yang paling ampuh untuk menyelesaikan > > > krisis ini adalah agama. Berbeda dengan paham sekuler yang membebaskan > > > manusia dari segala macam nilai Ilahiah, agama memberi bimbingan Ilahiah > > > kepada manusia agar dapat menemukan kebahagiaan. Agama memberikan sudut > > > pandang baru kepada manusia mengenai kehidupan, yaitu bahwa hidup > > > bukanlah sekedar di dunia, melainkan ada kehidupan abadi di akhirat. > > > Untuk mencapai kebahagiaan kehidupan abadi di akhirat, manusia harus > > > menjalani hidup di dunia yang sesuai dengan ajaran agama. > > > > > > Agama memberikan perhatian besar kepada keluarga karena keluarga berperan > > > penting dalam memperbaiki masyarakat dan mengurangi penyimpangan sosial. > > > Di pihak lain, penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pada agama > > > memainkan peran penting dalam memperkokoh ikatan dan kasih sayang dalam > > > keluarga. Orang yang mempunyai kepercayaan pada agama akan lebih > > > berpegang teguh kepada janji atau ikatan perkawinan, serta tidak mudah > > > mengunakan perceraian sebagai jalan keluar untuk mengatasi masalah. Iman > > > kepada Tuhan akan memberikan kesabaran dan keteguhan kepada manusia dalam > > > menghadapi tekanan kehidupan dan memelihara diri dari pengkhianatan > > > terhadap pasangan mereka. > > > > > > Islam sebagai agama yang komprehensif dan paling sempurna juga sangat > > > menekankan pembentukan dan pemeliharaan lembaga keluarga. Islam > > > menganggap keluarga sebagai fondasi masyarakat. Rasulullah Muhammad saaw > > > dalam salah satu hadis beliau bersabda, "Dalam Islam, tidak ada lembaga > > > yang lebih baik daripada lembaga perkawinan." Kitab suci Al Quran > > > menyebutkan keluarga sebagai tanda kekuasaan dan rahmat Ilahi serta > > > institusi yang menyediakan ketenteraman untuk perempuan dan lelaki. Dalam > > > Surat Ar-Ruum ayat 21, Allah swt berfirman sbb, "Dan di antara > > > tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri > > > dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, > > > dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada > > > yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang > > > berpikir." > > > > > > Rasulullah saaw bersabda, "Barang siapa yang menikah, sesungguhnya dia > > > telah memelihara sebagian dari agamanya." Islam sangat memuji orang yang > > > menyediakan peluang dan kemudahan kepada orang yang akan membentuk > > > keluarga. Imam Shadiq a.s. pernah berkata, "Siapa yang menikahkan anak > > > lelaki atau anak perempuannya, Allah akan memberikan rahmat kepadanya > > > pada hari kiamat." Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan > > > ikatan suami-isteri. > > > > > > Islam juga mengajarkan agar suami dan istri sama-sama berusaha menjaga > > > kasih sayang dan kerukunan di antara mereka. Suami yang baik dalam > > > pandangan Islam adalah suami yang bertanggung jawab, penuh kasih sayang, > > > dan memuliakan istrinya. Sebaliknya, istri yang baik dalam pandangan > > > Islam adalah istri yang selalu menjaga kehormatannya, serta memuliakan > > > dan mematuhi suami. Islam juga mengajarkan agar isteri dan suami saling > > > berhias demi menjaga kasih sayang di antara mereka, serta masih banyak > > > lagi ajaran akhlak lain dalam Islam yang berkaitan dengan perkawinan dan > > > rumah tangga. > > > > > > Selanjutnya, ketika pasangan suami-istri telah dianugerahi anak oleh > > > Allah swt, Islam mengajarkan bahwa anak adalah amanah dari Allah yang > > > harus dijaga sebaik-baiknya. Anak harus diberi kasih sayang dan > > > pendidikan yang benar. Dengan demikian, suami-istri harus berusaha > > > semaksimal mungkin menciptakan lingkungan yang tenteram bagi > > > anak-anaknya. Dengan mematuhi ajaran Islam ini, kehancuran perkawinan > > > akan terhindarkan dan krisis keluarga, sebagaimana yang terjadi di Barat > > > dewasa ini, tidak akan terjadi. > > > > > > Paulus Anak Wedus. > > > > > > --- In [email protected], Tawangalun <tawangalun@> wrote: > > > > > > > > "Hukum Islam Saudi Arabia membuat para wanita hanya bernilai seperti > > > > barang > > > > bergerak milik kaum pria, yang dipaksa untuk melayani pria, dan yang > > > > martabat, kehormatan, dan penghargaan yang layak mereka terima sebagai > > > > kaum > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
